"Dewi Qia, sebaiknya kita segera berangkat ke kediaman anda mengingat tidak baik jika kita membuat para penduduk menunggu lama dan anda tidak perlu khawatir dengan kekaisaran karena mereka pasti menyetujui perubahan pemimpin kota ini' ucap Jenderal Wi Yu sambil berdiri dan mengajak Qia Qia untuk ke halaman depan kediamannya.
"Baik Jenderal Yu" jawab Qia Qia dengan ramah sambil melangkahkan kakinya mengikuti Jenderal Wi Yu.
Mereka berdua berjalan berdampingan dan sesampainya di halaman istana nampak dua ratus pasukan berkuda yang semuanya wanita dan ada satu kereta kuda yang tidak memiliki atap sudah terparkir disana lengkap dengan seorang prajurit wanita sebagai kusirnya.
"Dewi silahkan naik, saya akan memimpin pasukan berkuda di depan dan nanti kereta ini akan berada di tengah tengah pasukan berkuda.
"Baik, mari kita selesaikan ini terlebih dulu" ucap Qia Qia dengan ramah sambil tersenyum hangat dan kemudian menaiki kereta kuda tersebut dan duduk di sebuah singgasana yang sangat mewah.
Jenderal Wi Yu pun kemudian menaiki kudanya dan Pasukan berkuda pun langsung membentuk formasi sepuluh orang pasukan berkuda nampak di depan kereta dengan Jenderal Wi Yu paling depan di ikuti sepuluh pasukan berkuda itu dan kemudian baru kereta kuda yang dinaiki oleh Qia Qia sedangkan di belakangnya berbaris rapi seratus sembilan puluh pasukan berkuda.
Rombongan besar itu bergerak perlahan meninggalkan halaman depan kediaman Jenderal Wi Yu.
Para penduduk yang melihat sosok seorang wanita yang sangat cantik dan berwibawa duduk di singgasana kereta kuda langsung meneriakkan "hidup Dewi mawar" sambil melemparkan kelopak kelopak bunga mawar saat kereta kuda itu melintas di depan mereka.
Qia Qia hanya tersenyum hangat ke semua penduduk kota yang menyambut kedatangan nya dan mendukungnya untuk menjadi pemimpin kota.
Perlahan namun pasti rombongan itu menjadi semakin besar karena semua penduduk langsung mengikuti rombongan Qia Qia dengan berbaris rapi di belakang kereta pasukan berkuda paling belakang.
Lokasi kediaman pemimpin kota ternyata tidak terlalu jauh dan hanya memerlukan waktu sepuluh menit saya untuk mereka sampai dan Qia Qia beserta dengan Jenderal Wi Yu langsung naik ke atas panggung setinggi lima meter yang sudah di siapkan di halaman kediaman pemimpin kota itu.
"Terima kasih atas kehangatan yang kalian berikan kepadaku.
Saya juga berterima kasih atas dukungan kalian semua yang menginginkan perubahan di kota ini.
Nama saya adalah Qia Qia dan saya mohon dukungan dari semuanya untuk membangun kota ini menjadi kota yang sangat makmur.
Saya akan melakukan beberapa perubahan seperti :
pertama adalah Nama kota ini mulai saat ini bernama Kota Mawar.
Kedua Dilarang keras ada perkelahian atau pembunuhan di dalam kota, kita jalin dengan baik persaudaraan, lupakan kasta kasta sejenak dan ingatlah jika kita semua adalah manusia yang menghirup udara yang sama, kita harus saling mendukung satu dan lainnya karena dengan demikian kita bisa merubah kota ini menjadi kota yang lebih maju dan lebih baik dari pada kota lainnya di dunia bulan.
Ketiga, karena dunia bulan memiliki jam malam maka kita akan memaksimalkan siang hari untuk semua kegiatan kita, semua pelaku usaha agar menutup tokonya paling telat jam sembilan malam dan semua toko bisa di buka kembali jam enam pagi, dilarang keras ada persaingan harga namun samakan harga jual kalian ingatlah hal ini jika kalian ingin lebih sukses dan makmur di masa depan.
Saya secara pribadi akan memberikan bantuan kepada kalian yang ingin berusaha di dalam kota selama saya bisa dan mampu.
Hal hal lain akan kita bahas nantinya dengan semua tokoh kota setelah saya secara resmi menjadi pemimpin kota yang diakui oleh pihak kerajaan dan juga kekaisaran.
Baiklah sekali lagi saya ucapkan banyak terima kasih atas dukungan dari kalian semua dan mohon kalian semua tidak sungkan dengan ku, pintu kediaman ku ini akan selalu terbuka untuk kalian" ucap Qia Qia dengan menggunakan Qi mendalamnya dan terdengar sangat merdu di telinga semua penduduk kota itu.
"Hidup Dewi mawar Qia Qia" ucap Semua penduduk kota itu yang langsung berteriak kencang namun terdengar nada gembira mereka.
Qia Qia hanya tersenyum ramah ke semuanya dan belum turun dari atas panggung itu, dia tetap melihat ke arah semua penduduk kota dan kini dia melihat satu persatu penduduk kota mulai meninggalkan tempat itu.
Sementara itu Jenderal Wi Yu tampak masih berdiri tegak di belakang Qia Qia namun jika di perhatikan air matanya menetes demikian juga dengan semua prajurit wanita bawahannya.
Tiga puluh berlalu dan semuanya kini sudah meninggalkan kediaman Qia Qia hanya tinggal Jenderal Wi Yu dan pasukan nya saya yang ada disana.
"Jenderal anda kenapa, sepertinya anda dan prajurit lainnya baru selesai menangis" ucap Qia Qia dengan ramah.
"Dewi Qia, seumur hidup saya, sejak dulu saya di lahirkan sampai saat ini baru sekali ini saja saya melihat ada seorang pemimpin yang benar benar di dukung oleh semua penduduk seperti ini, selama ini selalu dengan kekerasan atau dengan keturunan, kami semua bangga dengan Dewi Qia" ucap Jenderal Wi Yu dengan hormat sambil mengusap air matanya.
"Jenderal Yu, selama kita mau saling mengingatkan dan tidak marah saat di ingatkan maka aku yakin semua orang akan segan dengan kita, baiklah mari kita turun dan melihat lihat kediaman baru ku ini" ucap Qia Qia dengan ramah sambil tersenyum hangat ke Jenderal Wi Yu.
"Baik Dewi Qia, mari saya dampingi anda" ucap Jenderal Wi Yu sambil kemudian melangkah menuruni anak tangga yang ada di dekatnya.
Mereka berdua berjalan berdampingan memeriksa semua ruangan yang ada di kediaman besar itu dan berakhir di ruang tamu utama kediaman itu.
"Dewi Qia, sebaiknya anda beristirahat dahulu dan saya akan segera berangkat ke istana kaisar untuk menyampaikan perubahan kepemimpinan dan juga nama kota ini" ucap Jenderal Wi Yu dengan hormat.
"Jenderal dengan apa anda akan ke ibukota' ucap Qia Qia dengan ramah.
"Dewi Qia, saya akan menggunakan gerbang teleportasi yang ada di kediaman saya dan langsung sampai di istana kaisar jadi tidak akan menyita banyak waktu, baiklah saya pamit dan anda sebaiknya segera beristirahat, saya akan kembali kesini setelah mendapatkan jawaban dari kaisar" ucap Jenderal Wi Yu dengan sangat sopan dan juga hormat.
"Jenderal berhati hatilah dan kemarilah jika semuanya sudah selesai atau jika ada permasalahan yang anda hadapi" ucap Qia Qia dengan ramah.
"Siap Dewi Qia saya mohon diri" ucap Jenderal Wi Yu dengan hormat sambil memberikan penghormatan kepada Qia Qia lalu meninggalkan Qia Qia sendirian di kediaman barunya itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 160 Episodes
Comments
Taufik Hidayat
Qia Qia Ratu iblis yang dulu pernah mau di musnahkan oleh longtian tapi gk jadi karna dia baik🤣
2024-04-11
0
Caproede1204
masih tetap dinikmati alurnya...🙏🏽🙏🏽🙏🏽
2022-06-28
0
Caproede1204
ok...👍👍👍
2022-06-28
0