Pengurus panti menceritakan, bagaimana putri Big One bisa sampai di situ. Ternyata Big One, menitipkan putrinya untuk menghindari para anak buah bang Mingun yang terus menagih hutang. Saat istrinya sudah meninggal, dia tidak bisa menjaga putrinya, karena harus mencari biaya untuk operasi. Setelah putrinya dinyatakan sembuh dari kanker, dia membawanya pergi. Pengurus panti asuhan memberikan alamat yang baru pada Shine.
“Terimakasih atas informasinya, ini ada sedikit bantuan dari komunitas kami untuk anak-anak yang lain, tolong diterima, dan sekalian kami ijin pamit untuk pulang, karena masih ada urusan yang lain”, ucap Shine.
“Terimakasih banyak atas bantuannya, semoga Tuhan yang membalas kebaikan kalian”, kata pengurus panti asuhan.
Pencarian terus dilanjutkan oleh Shine dan pak Fran mereka menuju alamat yang diberikan oleh pengurus panti asuhan.
“Pak Fran, di alamat ini tertulis asrama sekolah yayasan Starlight, apakah bapak tahu alamatnya ?”, tanya Shine di parkiran.
“Itukan sekolah asrama yang didirikan oleh nyonya Hara, nona Shine, saya tahu alamatnya, mari saya antar”, jawab pak Fran.
Yayasan yang didirikan oma Hara, itu adalah sekolah berbasis asrama, untuk anak-anak yang kurang mampu. Namun kualitas sekolahnya tetap dijaga, tidak sembarangan anak boleh bersekolah di sana. Mereka menuju ke sana.
“Permisi pak, boleh saya bertemu dengan kepala asrama ?”, tanya Shine pada security.
“Maaf, ibu sudah membuat janji sebelumnya ?”, jawab security.
“Belum, apakah tidak bisa langsung menemui beliau ?”, tanya Shine lagi.
“Maaf ibu, prosedur di sini memang seperti itu, pengamanan di jaga ketat, tidak sembarangan orang boleh masuk, silahkan anda kembali besok, saat telah membuat janji”, security mengusir Shine.
Shine dan pak Fran, menerima pengusiran oleh sang security, dan memilih mengalah.
“Pak Fran ini kan yayasan yang didirikan oma Hara, kita minta bantuan saja padanya ?, sebentar ya aku telepon dulu !”, Shine menghubungi oma Hara meminta bantuan.
Setelah Shine menghubungi oma Hara, dia segera datang menyusul Shine di asrama. Saat oma Hara datang, security juga menghadangnya dan membuat kekacauan kecil, karena itu kepala asrama dan kepala sekolah, terjun langsung menyambut kedatangan oma Hara sebagai ketua yayasan.
“Nyonya Asmaharani, selamat datang, kenapa anda tidak memberitahu saya dulu, pasti m security baru ini bisa menyambut anda ?”, tanya kepala sekolah.
“Tidak apa-apa saya maklumi karena dia security baru, kinerjanya bagus, saya suka”, oma Hara memuji kinerja bagus untuk security.
“Silahkan masuk nyonya”, kepala sekolah dan kepala asrama menyambut oma Hara.
“Saya tiba-tiba kesini diminta olehnya”, oma Hara menunjuk Shine.
“Saya Shine rekan kerja nyonya Asmaharani, maaf sebelumnya merepotkan karena belum janji sebelumnya !”, ucap Shine.
“Jika anda tadi langung menyebut rekan kerja nyonya Asmaharani, pasti kita welcome, tidak usah membuat janji terlebih dahulu”, keterangan kepala sekolah.
“Om…ups, nyonya, saya akan mewakili anda berbicara, kami kemari ingin mencari seorang anak perempuan, anak dari orang ini”, Shine memberikan selembar foto pada kepala sekolah dan kepala asrama.
“Apakah boleh saya tahu nama orang ini, karena saya tidak bisa menghafal semua wali siswa di sini ?, nanti saya carikan datanya”, tanya kepala sekolah.
“Namanya Jaka, biasa dipanggil Jeck, dulunya anak ini pernah sakit kanker hati”, jawab Shine.
Kepala asrama dan kepala sekolah mencari data cukup lama, karena Shine hanya tahu nama Big One, dan istrinya, dia lupa menanyakan pada pengurus panti asuhan.
“Berdasarkan informasi anda, ada beberapa anak yang ayahnya bernama Jaka, coba anda cari yang sesuai dengan data yang anda cari !”, minta kepala sekolah.
Dari beberapa data yang diberikan kepala sekolah, ada 4 yang nama ayah siswa bernama Jaka, 2 diantaranya, siswa itu adalah laki-laki, sedangkan 2 lagi siswa perempuan. Dari 2 anak itu, Shine bingung membedakan, karena dia tidak tahu secara lengkap data anak Big One. Shine meminta untuk bertemu langsung dengan anak-anak yang ada di data.
Dari kedua anak perempuan itu satu terlihat tidak bersemangat, dan yang satu terlihat sehat dan ceria.
“Nak, kamu kenapa ?, kok tidak bersemangat ? apakah kamu sakit ?”, tanya Shine pada anak yang pertama.
“Tidak, semalam saya tidak bisa tidur karena ada ujian siang ini”, jawab anak perempuan yang pertama.
“Kalo kamu, siapa namamu anak manis ?”, tanya Shine pada anak perempuan yang kedua.
“Nama saya Angela”, jawab anak perempuan yang kedua.
“Wah nama kita hampir sama, nama saya Angelo, Shine Angelo !”, ucap Shine.
“Dari kalian berdua, siapa ayahnya yang ini, ayo tunjuk tangan, nanti saya kasih coklat, ada yang mau coklat ?”, Shine menunjukkan foto Big One.
Anak perempuan kedua yang menunjuk tangan, kini dia sudah terlihat sehat dan ceria, memang wajahnya terlihat mirip dengan Big One. Shine mengajaknya berfoto selfie sebagai bukti nantinya.
“Kalian berdua akan mendapatkan coklat dari saya, tidak usah saling iri ya, sekarang kembali sekolah, yang rajin sekolahnya, ingat ya belajar itu penting !”, kata Shine menyemangati mereka berdua.
*****
Kembali ke Shine yang membawa bendera perdamaian untuk Big Team. Shine berjalan menuju villa sangat percaya diri. Tanpa diketahui pak Londo maupun Laning. Shine berteriak dengan bantuan pengeras suara memanggil Big Team.
“Panggilan ditujukan Untuk Big Team, khususnya kamu Big One, keluar sekarang juga !”, Shine berteriak keras.
Suara Shine sampai terdengar pak Londo dan Laning yang ada dirumah.
“Pak itu seperti suara Star ?”, Laning bertanya pada bapaknya.
“Iya…benar, ayo kita lihat !”, ajak pak Londo.
Mereka terburu-buru keluar rumah untuk mendekati sumber suara. Benar saja Shine datang lagi, setelah 2 pekan menghilang dari villa tanpa mengabari pak Londo maupun Laning.
Big Team yang mendengar kegaduhan, langsung keluar untuk memeriksa.
“Ternyata kamu tikus kecil, masih berani kamu kesini setelah beberapa kali aku usir ?”, tanya Big One.
Shine mengacuhkan perkataan Big One, dia malah menyapapa Sand.
“Tuan muda Sand yang terhormat, saya kembali lagi, apakah hari ini anda sehat ?”, Shine berteriak menggunakan pengeras suara.
Sand yang mendengar Shine berteriak memanggil namanya, melihat keluar dari jendela, dia merasakan sedikit kegembiraan, karena yang hilang telah kembali lagi.
Big Team yang geram, langsung ingin mengusir Shine dari villa. Tapi dihentikan oleh Shine.
“Eits, tunggu dulu, sebelum kalian mengusir saya lagi, saya ada sesuatu untuk kalian, kalian baca sebentar, setelah itu saya akan pergi sendiri dengan suka rela”
Big One menanggapi permintaan Shine, karena tidak usah repot-repot untuk mengusirnya. Setelah membaca kartu As yang diberikan Shine, mereka ingin bernegosiasi.
“Apakah saya boleh bicara dengan kalian ?”, tanya Shine.
“Baik, kita bicara di dekat danau saja, agar tuan muda tidak mendengarnya !”, minta Big One.
Saat mereka semua berjalan menuju danau, Laning dan pak Londo menghampiri Shine.
“Star, kamu sudah kembali, saya kira kamu tidak akan kembali lagi, sudah 2 pekan kamu tidak pernah mengabari kami ?”, tanya Laning pada Shine.
“Maafkan aku ya Laning, membuat kalian khawatir, aku telah menemukan kelemahan mereka selama 2 pekan kepergianku, sekarang aku akan bernegosiasi dengan mereka !”, jawab Shine.
“Kita bicara disini saja”, ucap Big One.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 107 Episodes
Comments
💮Aroe🌸
siap siap kompromi ya😁😁😁😁
2022-03-12
1
Artini
semangat ka
2022-02-13
1
El_Tien
makasih udah mau saling dukung
2022-02-08
1