Sand duduk di kursi kerjanya, menghadap ke jendela, hanya terlihat kepala berambut hitam mengkilap. Shine berdiri di belakang Sand, menunggu Sand berbalik memandangnya.
“Eherm, permisi tuan muda saya disini ingin membicarakan sesuatu dengan anda, bolehkah saya minta anda mendengarkan pembicaraan saya ?”
“Hem” hanya suara itu yang terdengar oleh Shine.
Shine berusaha menyampaikan dengan suara laki-laki, takut menyinggung Sand.
“Saya akan pergi dari sini jika anda mau menyetujui permintaan saya” Sand tidak merespon.
“Baik, saya akan berbicara sekarang, saya minta anda meninggalkan rumah ini” kata Shine.
“Apa maksud kamu, mengusir saya dari sini ?”, Sand langsung berdiri dan membalikkan badan.
Saat melihat Sand di hadapannya, yang dia kira selama ini seorang anak remaja labil, terlihat sangat dewasa, badannya tegap berotot,
memakai kemeja putih pas body, rambut hitam tertata rapi, dengan wajah cerah, terlihat sangat tampan, tanpa sedikitpun memperlihatkan wajah depresi. Mengalihkan tujuan utamanya. Shine sadar Shine.
“Heeemmm, saya tidak mengusir anda dari sini, saya hanya mengajak anda pergi dari rumah ini” ucap Shine.
Karena penampilan Shine yang berubah seperti laki-laki, Sand sedikit mentolerirnya, dan mau diajak bicara oleh Shine.
“Anda hanya membutuhkan suasana baru, itu adalah solusi dari saya, apakah anda bersedia ?, saya akan pergi dari sini sekarang juga jika anda menyetujuinya” tanya Shine.
“Hanya itu kan permintaanmu ?” tanya Sand balik.
“Tapi dengan syarat, saya yang akan menyediakan tempat untuk anda, bagaimana ?” minta Shine.
“Baik, saya akan menyetujui permintaanmu, sekarang penuhi janjimu” kata Sand.
“Saya akan pergi dari sekarang juga” ucap Shine.
Shine turun kebawah untuk mengemas barang- barangnya, pamitan ke oma Hara, dan meminta alamat tempat tinggal Sand yang baru, dan pergi dari rumah itu, saat itu juga.
Sand tidak merasakan adanya kejanggalan dari kepergian Shine dari rumahnya, malah dia merasa senang bisa keluar dari rumah oma Hara dan tinggal sendirian tanpa diganggu oleh siapapun.
*****
Sebelum Shine meninggalkan rumah, dia sudah merencanakan sesuatu dengan oma Hara. Rencana itu dia jelaskan ke oma Hara secara rinci.
Pertama-tama Shine meminta oma Hara agar Sand bisa meninggalkan rumahnya.
Yang kedua, Shine meminta oma Hara untuk menyiapkan tempat tinggal baru untuk Sand kalau bisa tempatnya agak jauh, dari suasana
perkotaan.
Yang ketiga, Shine meminta ijin oma Hara agar menyetujui rencananya, untuk ikut Sand tinggal di tempat yang baru.
Oma Hara menyetujui semua rencana Shine, dan Shine sudah memindahkan barang- barangnya ke tempat yang baru tanpa sepengetahuan Sand.
Saat Shine meninggalkan rumah, dia menuju tempat baru sebelum Sand. Di sana Shine bersiap menunggu kedatangan Sand.
Sand yang selalu ingin pergi dari rumah omanya, sangat bersemangat untuk meninggalkan rumah. Bersama Big Team dia pergi ke alamat yang diberikan oleh Shine sebelum pergi.
Shine sudah memperkirakan kedatangan Sand dan bodyguardnya. Dia menunggu di dalam rumah mempersiapkan kejutan untuk Sand saat datang nanti.
Tempat itu villa mewah keluaga oma Hara yang jarang di tempati sejak orang tua Sand meninggal. Walaupun jarang ditempati, tapi masih ada yang merawatnya sampai sekarang.
Shine mendengar ada suara mobil yang mendekat, pasti itu mobil Sand dan Big Team. Dia bersiap-siap menyambut Sand di balik pintu.
Saat Big One hendak membuka pintu, pintu itu dibuka oleh Shine terlebih dahulu.
“Surprise, selamat datang tuan muda, saya yang akan melayani anda mulai sekarang di rumah ini” sambil tersenyum, Shine memakai setelan jas lengkap seperti pelayan laki-laki.
Sand yang ada di belakang badan Big One yang besar sangat terkejut,
“Kamu, kenapa kamu ada di sini pergi sekarang” ucap Sand sangat marah.
“Tuan muda saya berjanji meninggalkan rumah itu dan sudah saya tepati, tapi saya tidak bilang kalau saya akan meninggalkan rumah ini kan ?” kata Shine menggoda Sand yang sangat marah.
“Big team, cepat bawa pergi dia dari sini” kata Sand memberi perintah.
“Baik tuan muda” Big Team menjawab secara bersamaan.
Big Team mencoba menangkap Shine, kejar kejaran seperti kucing dan tikus, sampai Big Team kewalahan, dan akhirnya mereka menyerah untuk menangkap Shine.
“Tuan muda kami sudah tidak sanggup, villa ini sangat besar kami tidak bisa menemukan dan menangkap tikus kecil itu” kata Big Team dengan nafas terengah-engah dan keringat mengalir di dahi.
“Dasar tidak becus, tangkap dia sampai dapat, saya tidak mau tahu” ucap Sand pergi ke lantai atas untuk beristirahat.
Shine yang tidak bisa ditemukan dirumah itu, ternyata bersembunyi di kamar Sand.
Karena lama tidak tempati, kamar itu sedikit kotor, Sand membersihkan tempat tidur, membuka penutup kain,
“Kamu ?” Sand kaget hingga terjatuh ke belakang.
Sand melihat Shine yang muncul dari bawah tempat tidur dengan muka terlihat seram, karena kamarnya sedikit gelap hanya diterangi sinar bulan.
“Hahahahaha………” Shine tertawa terpingkal-pingkal melihat Sand
yang terjatuh karena kaget melihatnya.
“Big Onee…………….!” Sand berteriak memanggil Big Team.
“Sssssttttttt……….., dia tidak akan mendengar teriakanmu tuan muda” Shine menempelkan telunjuknya di bibir Sand.
“Apa yang kamu lakukan !” Sand menghempas jari Shine dari bibirnya.
“Tuan muda, hanya kita berdua sekarang di kamar ini, saya juga sudah merubah penampilan saya, jadi tidak usah marah denganku,,,OKE !” kata Shine.
“Sana, menjauh dariku” Sand berekspresi jijik.
“Oke…oke…oke” Shine berdiri, membersihkan pakaiannya dan mengulurkan tangan untuk membantu Sand berdiri.
“Yaudah kalo gak mau” pertolongan Shine ditolak Sand.
“Dasar perempuan licik, krucuk...krucuk..." gerutu Sand, perutnya bunyi karena lapar.
“Anda lapar ya tuan muda, mau makan ?, saya ambilkan ya…..” Shine menawarkan makan, masih dengan tawa mengejek Sand.
“Big One…………….!” Sand masih berteriak mencoba memanggil bodyguardnya.
“Sudahlah tuan muda, pasti mereka sibuk mencari saya kan ?, disini tidak ada pelayan seperti dirumah oma anda, jika anda lapar saya sudah siapkan makanan untuk anda di bawah, silahkan anda turun” Shine pergi meninggalkan Sand ke lantai bawah.
Saat keluar dari kamar, Shine berjalan mengendap-endap karena takut tertangkap oleh Big Team.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 107 Episodes
Comments
💮Aroe🌸
🤣🤣🤣🤣🤣 lucu bagian ini😂😂😂😂😂
🏃🏻♀️🏃🏻♀️🏃🏻♀️🏃🏻♀️🏃🏻♀️🏃🏻♀️🏃🏻♀️🏃🏻♀️🏃🏻♀️🏃🏻♀️
2022-03-05
1
Aris Pujiono
next kak
2022-02-10
1
Artini
semangat ka
2022-02-07
1