Shine pergi mencari oma Hara di ruangan yang sama saat pertama bertemu tadi. Shine menemui oma Hara yang sudah menunggu kedatangannya dari lantai atas.
“Oma saya mencari anda, ada yang ingin saya sampaikan kepada oma” ucap Shine.
“Duduk dulu Shine, kebetulan, saya juga ingin membicarakan sesuatu denganmu.”
Oma Hara berpikir, pasti Shine juga menyerah dan akan mengatakan hal sama dengan psikolog sebelumnya. Psikolog sebelumnya juga menyerah setelah menghadapi Big team, para bodyguard Sand.
“Maaf sebelumnya Shine, bayaran yang saya janjikan waktu itu, tidak bisa saya berikan, silahkan, anda boleh pergi, saya akan mencari psikolog yang lain, pak Fran akan mengantarmu” kata Oma Hara langsung ke intinya.
“Maaf oma, saya menyela pembicaraan oma, tapi saya tidak akan pergi, saya menemui oma untuk meminta ijin, apakah saya diperbolehkan tinggal di sini sebagai dokter yang mengobati pasien ?” tanya Shine dengan percaya diri.
“Oma tidak salah dengar kan Shine ?, boleh, pasti boleh jangankan hanya tinggal di sini, semua yang kamu butuhkan untuk kesembuhan Sand, pasti akan kujamin" kata Oma Hara bergembira.
“Terimakasih oma, atas ijin oma saya akan tinggal di sini mulai hari ini, saya tidak akan menyerah sampai cucu oma bisa saya obati."
Shine tidak akan menyerah menghadapi Sand, bukan karena bayaran semata namun, Sand adalah pasien pertamanya. Jika dia berhasil, itu adalah kunci kesuksesan seorang dokter,yang nantinya tidak akan merasakan, dihantui rasa gagal dalam menyembuhkan pasien.
Oma Hara merasa senang akan permintaan Shine tersebut akhirnya, ada yang tidak menyerah di tengah jalan dan ingin mengobati cucunya hingga sembuh. Oma Hara merasa terharu.
“Pasti boleh”, berkata sambil tersenyum. "Pak Fran siapkan kamar untuk nona Shine tinggal di sini"
Pak Fran menyiapkan kamar untuk Shine di lantai bawah yang berada di dekat kebun belakang.
“Silahkan nona ini kamar anda” membukakan pintu.
“ Terimakasih pak Fran, bolehkan saya memanggil itu ?" tanya Shine, karena sebelumnya, mendengar oma Hara memanggil dengan sebutan pak Fran.
“Tentu saja nona, silahkan nona beristirahat” kata pak Fran menutup pintu dan pergi.
Shine melihat kedalam kamar. Kamarnya sangat luas untuk ditinggali 1 orang. Terlihat lama tidak ditinggali namun, terlihat bersih dan rapi. Jendela kamarnya menghadap kebun belakang.
Ketika melihat pemandangan di luar sambil merebahkan diri karena lelah, Shine melihat ada bekas kandang burung dan kandang kucing. Shine tertarik melihat apa yang ada di kebun belakang itu.
Saat shine melihat kebun belakang lebih dekat, semua gerak-gerik Shine terlihat di layar CCTV Sand. Sand merasa kesal karena wanita yang ingin menerobos kamarnya masih di situ. Karena itu Sand mencari cara agar Shine pergi dari rumah itu dengan kemauannya sendiri. Sementara mencari cara Sand hanya mengawasi Shine dari layar komputernya.
“Tok…tok…tok…, nona Shine, anda dipanggil nyonya untuk makan siang bersama” panggil pak Fran, tidak ada respon dari Shine. Lalu pak Fran membuka pintu kamar Shine karena tidak ada jawaban, takut jika terjadi sesuatu pada Shine, pak Fran melihat Shine di kebun belakang dan menghampirinya.
“Nona, anda sudah ditunggu nyonya untuk makan siang bersama” ajakan pak Fran mengagetkan Shine.
“Pak Fran, mengagetkanku saja” mengelus dada karena kaget setengah mati.
Shine dan oma Hara makan bersama hanya berdua, tanpa Sand.
“Shine, duduk, ayo kita makan dulu, untuk selanjutnya kita makan bersama terus ya !” minta oma Hara, karena setiap makan hanya ditemani pak Fran.
“Baik oma” menyeret kursi ke belakang dan duduk di samping oma Hara.
Pak Fran menyajikan makanan yang telah dibuat koki profesional.
“Shine apakah kamu suka makanan itu ?” tanya oma Hara, kawatir jika Shine tidak menyukai makanan tertentu.
“Suka kok oma, semua makanan saya makan kecuali, makanan yang mentah” oma Hara tertawa dikiranya Shine bercanda, sebenarnya memang Shine tidak suka makanan mentah seperti Shusi.
“Enak makanannya ?” tanya oma Hara.
“Enak oma, enak banget malah, kayak di restoran” jawab Shine.
“Sebelum cucu saya mengalami depresi ini, ada koki yang sangat saya suka, tapi dia seorang perempuan, jadi mau tidak mau harus saya berhentikan karena Sand”
“Oh iya oma, apa cucu oma tidak pernah makan bersama dengan oma lagi ?” tanya Shine sambil makan.
“Sejak dia mengurung diri di kamar, semuanya minta dilayani dan kamarnya dijaga ketat, mungkin karena dia benci kepada saya, apalagi makan bersama, berbicara dengan saya saja sudah tidak mau” jawab Oma Hara.
“Ternyata begitu, oma tenang saja, saya akan berusaha agar cucu oma bisa kembali seperti semula”, Shine menggenggam tangan oma yang ada di samping Shine
“Terimakasih Shine, jujur..., besar harapanku untuk kamu bisa menyembuhkan cucu saya” Oma Hara menggenggam dengan tangan satunya.
“Oma adakah sesuatu yang bisa membuat Sand keluar dari kamarnya ?” tanya Shine penasaran.
“Dulu sebelum depresi Sand sering keluar ke halaman belakang main dengan peliharaannya, katanya bisa main dengan peliharaan membuatnya tenang”
“Oh…..saya melihat ada kandang kucing dan burung di halaman belakang itu ya oma ?”
“Iya Shine, tapi semenjak peliharaannya, Katy mati dan si Rio kabur, dia sudah tidak memelihara lagi dan kandangnya dibisrkan begitu saja”.
“Apakah ada lagi kenangan-kenangan yang bisa membuat Sand merasa senang dan tenang oma ?, mungkin dari situ saya bisa memcoba cara untuk memancing Sand keluar dari kamarnya”
“Bagaimana kalau saya ajak kamu keliling rumah ini, nanti saya tunjukkan kenangan- kenangan lewat foto dan tempat yang sering di kunjungi Sand ?”
“Baik oma” jawab Shine.
Karena oma Hara menerima panggilan penting dari perusahaan, berkeliling rumah di tunda sampai besok. Karena Sand kembali depresi, akhirnya perusahaan di pimpin oma Hara lagi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 107 Episodes
Comments
💮Aroe🌸
oma hara suka sama shine ya😍
nyicil lagi🏃🏻♀️🏃🏻♀️🏃🏻♀️🏃🏻♀️🏃🏻♀️🏃🏻♀️🏃🏻♀️🏃🏻♀️🏃🏻♀️🏃🏻♀️
2022-03-05
1
Fenti
🌹🌹🌹
2022-02-27
1
Aris Pujiono
semangat shine
2022-02-08
1