PART 18

Shine pergi ke villa, membawa bendera perdamaian untuk Big Team, dengan berbagai senjata yang telah ia persiapkan, jika ada perlawanan.

Kembali ke cerita Shine mencari latar belakang semua anggota Big Team.

Oma Hara sengaja menyewa dektektif profesional untuk menyelidikinya, Shine tidak hanya tinggal diam, menunggu hasilnya saja, namun dia tetap ikut mencari untuk menghemat waktu.

Shine mencari latar belakang Big One, dialah yang utama, karena selama ini selalu dia yang berhasil mengusir Shine di sekitar Sand.

Pencarian Shine dimulai dari orang-orang yang pernah dekat dengan Big One. Salah satunya adalah tetangga Big One di kampung. Oma Hara memberikan selembar foto pria dan wanita dewasa, serta anak laki-laki di antara mereka.

”Orang ini sudah dikonfirmasi oleh detektif pernah mengenal Big One, mereka tinggal di gang Buncit di perkampungan bawah jembatan biru”, informasi dari oma Hara.

Shine melihat foto itu dan berharap bisa menemukan petunjuk tentang Big One.

”Biarkan pak Fran yang mengantarmu Shine”, minta oma Hara.

“Baik oma, terimakasih untuk tumpangannya”

Shine menemui orang itu bersama pak Fran.

“Pak Fran tahu daerah gang Buncit itu, sepertinya ada di perkampungan padat penduduk ?”, tanya Shine meyakinkan.

“Saya tahu nona, walaupun saya sudah lama bekerja dengan nyonya, sebelumnya saya supir taksi di daerah ini”, jawaban pak Fran sangat meyakinkan.

”Pak Fran berhenti, sepertinya alamatnya yang di sini”

Mengetuk pintu, ”permisi, ada orang di dalam ?”

“Pak Fran sepertinya rumahnya kosong”

“Coba sekali lagi nona, mungkin yang di dalam tidak dengar”, pak Fran mencoba meyakinkan Shine.

Ada seorang anak kecil yang membuka pintu.

”Adek, bapak sama ibumu ada di rumah?”, tanya Shine pelan.

Anak kecil itu hanya mengaangguk, kemudian muncul seorang wanita menyambut Shine.

”Apakah betul anda ibu Masti ?”, tanya Shine pada wanita itu.

”Betul, anda siapa ya mbak ?”, tanya ibu Masti penasaran.

Shine menyodorkan foto Big One.

”Apakah ibu kenal dengan orang ini ?”

Bu masti melihat sambil mengamati foto.

”Sepertinya saya kenal dengan orang ini, tapi siapa ya…?”, bu Masti memanggil suaminya, “pak coba kesini lihat ini, bapak kenal gak ?”

“Sebentar…”, pak Ganu mengamati foto yang diberikan istrinya. “Ini mah si Jaka, biasanya di panggil Jeck, dia anaknya bu Sumi itu lho, ibu ingat gak ?”, pak Ganu memastikan pada istrinya.

“Oalah iya… sekarang aku ingat pak, si Jeck itu to, anaknya bu Sumi, iih… dulunya preman kan, tapi sekarang kok penampilannya kayak orang kaya ya pak ?, udah sukses dia sekarang pak”, bu Masti mengagumi penampilan Big One.

“Iya, ya buk, udah kaya dia sekarang, mbak ngapain cari si Jeck ini, mbak mau bales dendam ya ?”, tanya pak Ganu, suami bu Masti pada Shine.

“Bukan…bukan…, saya ingin menemui keluarganya pak, malah saya yang berhutang budi pada dia”

“Preman gitu masak bisa berbuat baik to mbak ?”, tanya bu Masti.

“Bisa kok buk, saya mau membalas kebaikannya, tapi sampai sekarang belum ketemu, makanya saya mencarinya kesini, mungkin ibu sama bapak tahu”, jawab Shine.

“Dulu sebelum kami pindah dari kampung ke sini, Jeck ini jadi preman pasar mbak, tapi dia sempet nikah kok, punya anak perempuan ya bu ?”, pak Ganu mengkonfirmasi pada istrinya.

“Iya bener pak, kalau bu Suminya masih di kampung seingatku, kalau anak dan istrinya saya gak tahu mbak. Soalnya dia diusir dari kampung karena meresahkan gitu, dan pindahnya saya juga gak tahu dimana mbak. Coba tanya bang Mingun, mungkin lebih tahu tentang Jeck mbak. Tapi hati-hati ya mbak dia itu rentenir. Pasti punya banyak preman”, penjelasan bu Masti pada Shine.

“Terimakasih banyak atas informasi bapak sama ibu”, Shine memberikan amplop untuk anak bu Masti dan pak Ganu.

“Walah mbak, apa ini… gak usah mbak”

“Gak papa kok buk…buat tambahan jajan adeknya aja”

“Bilang apa dek sama mbaknya ?”

“Terimakasih mbak”, anak bu Masti malu-malu sambil memeluk ibunya.

“Kalau gitu saya permisi ya buk… pak…, terimakasih informasinya”

“Hati-hati di jalan mbak”, bu Masti dan Pak Ganu berkata secara bersamaan.

Berdasarkan informasi bu Masti dan pak Ganu, Shine mendapatkan petunjuk bahwa Big One, punya istri dan seorang putri.

Shine mencari tahu keberadaan mereka melalui bang Mingun sang rentenir yang biasanya menagih bayaran di pasar.

Shine dan pak Fran, melanjutkan pencarian mereka.

“Kata bu Masti bang Mingun sering di pasar, kita kepasar mana dulu ya pak Fran ?”

“Setahu saya rentenir banyak menagih hutang, pasti di pasar yang besar, saya akan mengantar nona ke sana”, ucap pak Fran.

Sesampainya Shine di pasar paling besar di kota, dia mencari tahu dengan bertanya kepada salah satu pedangang di pinggir jalan. Shine berada di dalam mobil.

“Permisi ibu…?, apakah anda tahu bang Mingun ?”, tanya Shine sedikit berteriak pada salah satu pedagang.

“Maaf neng, saya tidak tahu”, jawab pedagang itu.

“Pak Fran, apa kita harus masuk kedalam pasar ya ?”, tanya Shine pada pak Fran.

“Baik nona, mungkin ada pedagang yang tahu bang Mingun”, jawab pak Fran.

Shine masuk ke dalam pasar. Suasana di dalam sangat ramai. Shine bertanya kembali pada penjual baju.

“Permisi pak, numpang tanya…, apakah bapak kenal dengan bang Mingun ?”, tanya Shine pada penjual baju.

“Oh…bang Mingun, biasanya menagih hutang lewat sini jam 10 neng”, jawab penjual baju.

Dari pertanyaan Shine itu, membuat para pedagang bergosip, kenapa Shine mencari debtcollector, apakah nantinya bang Mingun akan ditangkap. Para penjual itu berpikir, Shine adalah polisi yang sedang menyamar.

Bang Mingun sangat dikenal di dalam pasar, karena seringmenagih hutang bersama preman, yang berbuat kasar, membuat para padagang, tidak berani melawannya.

Oleh karena itu, bang Mingun sangat terkenal dengan kesadisannya sehingga, setiap pedagang tahu dan dia mudah dicari. Akan tetapi Shine sudah lewat pukul 10, dia kehilangan kesempatan untuk bertemu dengan bang Mingun.

Keterangan dari banyak pedagang, bang Mingun dan para premannya sering mangkal dekat pos ojek. Benar saja, di sana ada banyak pria nongkrong yan berpakaian seperti preman, pastilah itu bang Mingun dan para premannya. Shine memberanikan diri untuk menemui bang Mingun.

“Permisi bang, saya mencari bang Mingun, dimana ya saya bisa menemuinya ?”, tanya Shine pada salah satu preman.

“Nona cantik mau ketemu bang Mingun ya, sini duduk dulu”, kata preman setengah menggoda Shine.

“Nona Shine, sepertinya mereka tidak bisa diajak kerja sama, lebih baik menunggu para detektif itu untuk membantu kita”, sahut pak Fran kawatir.

Pak Fran menarik mundur Shine.

“Gak papa pak, kita beri uang saja, pasti mereka nurut”, jawab Shine yang tidak menghiraukan perkataan pak Fran.

“Nona Shine, saya tidak akan membiarkan mereka melukai anda, tunggu di sini, saya akan memanggil para detektif dulu”, kata pak Fran sambil menelepon detektif yang disewa oma Hara.

Pak Fran memegangi tangan Shine, takut kalau Shine nekat mendekati mereka.

Setelah para detektif itu datang, Shine tetap ingin mencari bang Mingun dengan tangannya sendiri. Para detektif itu hanya mendampingi Shine.

“Iya saya mau bertemu dengan bang Mingun, dimana orangnya sekarang ?”, tanya Shine pada preman.

“Jangan buru-buru cantik, sini main dulu sama abang”, preman yang lain mulai menggoda Shine,

Para detektif itu mulai menghajar preman yang bersikap tidak sopan terhadap Shine. sedangkan preman lainnya ketakutan mencari bang Mingun.

Bang Mingun datang bersama preman yang kabur tadi, menemui Shine dan menanyakan maksud kedatangannya.

“Nona ada perlu apa dengan saya ?, mengapa anda mengahajar anak buah saya”, tanya bang Mingun yang kesal.

“Maafkan atas keributan ini, saya tidak bermaksud untuk menghajar anak buah anda, saya hanya ingin menanyakan sesuatu pada anda ? kalau tanpa anak buah anda bisa ?”, tanya Shine pada bang Mingun.

Bang Mingun yang takut melihat ada pria berbadan besar di samping Shine, akhirnya dia mau berbicara hanya empat mata. Mereka berbicara di warung dekat pangkalan ojek.

Terpopuler

Comments

💮Aroe🌸

💮Aroe🌸

shine keren iiih😎


lebih keren, otornya😆
🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️

2022-03-09

1

Si Bungsu

Si Bungsu

next, mari saling mendukung thor

2022-03-08

0

Aris Pujiono

Aris Pujiono

lanjut kak

2022-02-14

1

lihat semua
Episodes
1 PART 1
2 PART 2
3 PART 3
4 PART 4
5 PART 5
6 PART 6
7 PART 7
8 PART 8
9 PART 9
10 PART 10
11 PART 11
12 PART 12
13 PART 13
14 PART 14
15 PART 15
16 PART 16
17 PART 17
18 PART 18
19 PART 19
20 PART 20
21 PART 21
22 PART 22
23 PART 23
24 PART 24
25 PART 25
26 PART 26
27 PART 27
28 PART 28
29 PART 29
30 PART 30
31 PART 31
32 PART 32
33 PART 33
34 PART 34
35 PART 35
36 PART 36
37 PART 37
38 PART 38
39 PART 39
40 PART 40
41 PART 41
42 PART 42
43 PART 43
44 PART 44
45 PART 45
46 PART 46
47 PART 47
48 PART 48
49 PART 49
50 PART 50
51 PART 51
52 PART 52
53 PART 53
54 PART 54
55 PART 55
56 PART 56
57 PART 57
58 PART 58
59 PART 59
60 PART 60
61 PART 61
62 PART 62
63 PART 63
64 PART 64
65 PART 65
66 PART 66
67 PART 67
68 PART 68
69 PART 69
70 PART 70
71 PART 71
72 PART 72
73 PART 73
74 PART 74
75 PART 75
76 PART 76
77 PART 77
78 PART 78
79 PART 79
80 PART 80
81 PART 81
82 PART 82
83 PART 83
84 PART 84
85 PART 85
86 PART 86
87 PART 87
88 PART 88
89 PART 89
90 Visual
91 PART 90
92 PART 91
93 PART 92
94 PART 93
95 PART 94
96 PART 95
97 PART 96
98 PART 97
99 PART 98
100 PART 99
101 PART 100
102 PART 101
103 PART 102
104 PART 103
105 PART 104
106 PART 105
107 PART 106
Episodes

Updated 107 Episodes

1
PART 1
2
PART 2
3
PART 3
4
PART 4
5
PART 5
6
PART 6
7
PART 7
8
PART 8
9
PART 9
10
PART 10
11
PART 11
12
PART 12
13
PART 13
14
PART 14
15
PART 15
16
PART 16
17
PART 17
18
PART 18
19
PART 19
20
PART 20
21
PART 21
22
PART 22
23
PART 23
24
PART 24
25
PART 25
26
PART 26
27
PART 27
28
PART 28
29
PART 29
30
PART 30
31
PART 31
32
PART 32
33
PART 33
34
PART 34
35
PART 35
36
PART 36
37
PART 37
38
PART 38
39
PART 39
40
PART 40
41
PART 41
42
PART 42
43
PART 43
44
PART 44
45
PART 45
46
PART 46
47
PART 47
48
PART 48
49
PART 49
50
PART 50
51
PART 51
52
PART 52
53
PART 53
54
PART 54
55
PART 55
56
PART 56
57
PART 57
58
PART 58
59
PART 59
60
PART 60
61
PART 61
62
PART 62
63
PART 63
64
PART 64
65
PART 65
66
PART 66
67
PART 67
68
PART 68
69
PART 69
70
PART 70
71
PART 71
72
PART 72
73
PART 73
74
PART 74
75
PART 75
76
PART 76
77
PART 77
78
PART 78
79
PART 79
80
PART 80
81
PART 81
82
PART 82
83
PART 83
84
PART 84
85
PART 85
86
PART 86
87
PART 87
88
PART 88
89
PART 89
90
Visual
91
PART 90
92
PART 91
93
PART 92
94
PART 93
95
PART 94
96
PART 95
97
PART 96
98
PART 97
99
PART 98
100
PART 99
101
PART 100
102
PART 101
103
PART 102
104
PART 103
105
PART 104
106
PART 105
107
PART 106

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!