“Kalau begitu ayo kita masak, takutnya keburu tuan muda bangun” ajak Shine.
“Baik non” jawab Laning.
“Eh... sebentar jangan panggil non, panggil saja Star, gimana ?” ucap Shine.
“Baik non, eh Star” kata Laning.
“Oke let’s go” Shine mengajak Laning.
Sementara Shine di rumah pak Londo, Sand yang terbangun dia kembali menyuruh untuk mencari si tikus kecil agar cepat diusir dari villa.
“Big Team, saya tahu kalau kalian selalu menjaga saya, sekarang cari tikus kecil itu sampai dapat, jadi sekarang semuanya pergi cari dia, sekarang !” perintah Sand.
Big Team mulai mencari Shine lagi di seluruh penjuru villa, sampai di halaman juga. Mereka tidak sengaja, bertemu pak Londo, berjalan menuju villa bersama Laning (berpenampilan laki-laki) membawa makanan.
“Berhenti, bapak siapa dan mau kemana ?” tanya Big One.
Karena Big Team belum tahu jika pak Londo adalah penjaga villa.
“Perkenalkan, saya pak Londo, ini anak saya Laning, saya yang menjaga villa ini,” kata pak Londo.
“Kenapa baru kesini, kemarin anda kemana saja ?” tanya Big One.
“Saya ada keperluan, jadi hari ini baru kesini, diberikan informasi oleh oma Hara jika tuan muda akan tinggal di sini, sehingga saya membawakan makanan” kata pak Londo.
“Baiklah, saya akan mengantar anda menemui tuan muda, setelah itu bantu saya mengenalkan daerah di villa ini” minta Big One.
“Baik tuan, tapi tuan ini siapa ya ?” tanya pak Londo.
“Kami bodyguard tuan muda, kami berlima juga akan tinggal di sini, Big Team !, START!!!” Big One memperkenalkan anggotanya.
“Big One, Big Two, Big Three, Big Four, Big Five” Big Team mengabsen anggotanya.
“Pak mereka kok serem banget ya” gumam Laning ke pak Londo.
*****
Shine tidak ikut ke villa, karena takut akan ditemukan Big Team. Dia mengatur suatu strategi baru, di rumah pak Londo.
“Apa lagi ya…..yang bisa aku lakukan untuk mendekati tuan muda ?” Shine mondar-mandir sendirian sambil berpikir.
“Ahaaa” Shine mendapatkan ide baru.
Karena masih kucing-kucingan dengan Big Team, dia ingin sekali bisa berdamai dengan mereka. Jika itu terjadi, dia akan leluasa mendekati tuan muda Sand.
“Oke, hal pertama yang harus aku lakukan adalah…..” Shine menulis rencana yang akan dikerjakan Shine, pastinya dengan bantuan pak Londo dan Laning.
Karena Shine belum bisa berdamai dengan Big Team, dia berencana untuk menyingkirkan mereka sementara waktu agar bisa menemui Sand lagi.
Rencana yang pertama, mengalihkan perhatian Big Team, agar bisa menyelinap masuk ke kamar Sand. Walaupun sudah pindah ke villa, Sand tetap saja di kamar.
Rencana yang kedua, memberikan obat tidur ke Big Team, saat mereka menjaga kamar Sand.
Rencana yang ketiga, mencari kelemahan Big Team agar bisa diajak kerjasama.
Rencana Shine tersusun dengan rapi, jika rencana pertama gagal, dia masih punya rencana kedua dan ketiga. Tinggal eksekusi.
*****
Di villa, pak Londo dan Laning ingin bertemu dengan Sand, diantar Big One.
“Tunggu di sini, saya akan meminta persetujuan tuan muda” ucap Big One.
Di depan kamar tuan muda Sand, mengetuk pintu “tok…tok…tok” tidak ada jawaban. Big One, kembali dan menyampaikan bahwa tuan muda masih tidur dan jangan diganggu.
“Tuan muda masih tidur, silahkan anda kembali lagi nanti” ucap Big One.
“Ini, makanan untuk tuan muda” Laning memberikan rantang susun berisi makanan.
“Suara anda seperti perempuan” kata Big One.
Dalam hati Laning, “ya memang saya perempuan”
“Baik saya akan siapkan untuk tuan muda nanti, sekarang temani saya berkeliling di sekitar villa ini agar saya tahu semua tempat yang tersembunyi, karena saya sedang mencari tikus kecil yang suka mengganggu tuan muda” kata Big One.
“Baik tuan, saya akan kenalkan villa ini dari sini hingga jalan besar di depan” kata pak Londo.
Villa oma Hara terletak di hutan, cukup jauh dari pemukiman warga. Sekeliling villa, hanya ada hutan dengan pepohonan rindang. Jika ingin pergi mencari makanan terbilang masih cukup terjangkau karena ada pasar tradisional di dekat villa. Dan ada danau didekatnya jika ingin mancing ikan. Nah rumah pak Londo ada didekat danau itu. Villa itu memang di bangun untuk menghilangkan stres dari ramainya suasana perkotaan. Lahan yang luas bisa digunakan untuk refreshing dan menyegarkan mata.
Sementara pak Londo menemani Big Team mengenalkan daerah villa, Laning pulang kerumah menyampaikan kalau Big Team sedang dialihkan perhatiannya oleh pak Londo.
Waktu yang tepat untuk memulai rencana pertama Shine. Dia bergegas ke villa sendirian. Membawa persiapan yang akan dilakukan saat menemui Sand.
Setibanya di villa, Shine menuju kamar Sand, karena Laning bilang tuan muda masih tidur. Secara perlahan membuka pintu kamar Sand, dan dia terkejut karena Sand tidak ada di ranjang.
“Krieeettt (suara pintu dibuka), eh kemana tuan muda, tadi kata Laning dia masih tidur” gumam Shine.
Shine berjalan mengendap endap, diangkatnya kaki satu persatu,
“Kenapa kamu kemari tikus kecil, kamu mau cari mati ternyata ?” Sand berdiri di belakang Shine yang masih berjalan mengendap endap.
“Eh tuan muda sudah bangun ternyata, saya kemari mau melayani anda, anda mau sarapan ? saya ambilkan” posisi Shine mengangkat satu kaki menoleh kebelakang.
Tuan muda Sand memanggil Big Team
“Big Oneeee !” tidak ada jawaban.
“Big Twooooo !” tidak ada sahutan.
“Big Threeeeee !” tidak ada respon.
“Big Fourrrrr !” tidak ada terdengar suaranya.
“Big Fiveeee !, kemana mereka semua !” Sand berteriak sangat marah.
Shine mencoba kabur karena melihat Sand sangat marah. Tas punggungnya ditarik Sand, hingga Shine jatuh menimpa Sand.
“Aduh………., maaf maaf tuan muda” kata Shine panik.
Sand bangun menarik tangan Shine dan menyeretnya keluar kamar.
“Pergi kamu dari sini !” Sand mengusir Shine.
Menutup pintu dengan sangat keras. “braakkk”
“Tuan muda, jangan marah ya maafkan saya” Shine meminta maaf.
Saking kerasnya suara pintu yang tertutup, sampai terdengar Big One yang masih berkeliling di lingkungan villa.
“Suara apa itu tadi, seperti orang bertengkar” pak Londo yang juga kaget mendengar suara itu.
Big One langsung pergi menuju kamar tuan muda Sand.
Shine yang diusir oleh tuan muda Sand, memilih pergi dari tempat itu. Dia merasakan sakit di dadanya, karena melihat tuan muda Sand yang terlihat sangat marah.
“Kenapa ya aku jadi begini ?, apakah rasa sakit yang dialami tuan muda juga aku rasakan sekarang ?” gumam Shine yang pergi menjauhi kamar Sand.
Saat sedang memikirkan perasaanya yang terasa aneh, Big One datang sambil berlari.
Tubuh Shine diangkat Big One dan dijatuhkan di depan pintu villa.
“Nona jangan kembali lagi kesini, hari ini saya maafkan, jika besok kembali lagi lihat saja apa yang akan saya lakukan kepada anda, bisa akan lebih parah !” Big One mengusir Shine.
“Braakkk” suara keras menutup pintu.
Shine yang masih tidak bisa menerka perasaan apa yang sedang ia rasakan, tiba-tiba saja air matanya menetes. Dia merasakan kakinya sangat lemah untuk berdiri dan tangisnya pun pecah.
“Huuaaaahiikkkssshikssshmmmmm, kenapa aku ini” Shine menangis menepuk dadanya sendiri.
Dia duduk sejenak, sendirian termenung, menguatkan hatinya.
“Aku semakin yakin jika tuan muda perlu pertolonganku” dalam batin Shine
Shine memutuskan kembali kerumah pak Londo, karena membutuhkan ada orang disekitarnya. Dia tidak mau sendirian di ruang rahasia.
Mengetuk pintu “tok…tok…tok”
“Star kamu sudah pulang ?” tanya Laning
“Iya Laning, kamu masak apa, aku sangat lapar” Shine terlihat lesu, pandangan ke bawah.
“Star kamu kenapa ?, kok lesu banget” tanya Laning.
“Gak papa Laning, hanya sedikit capek” jawab Shine.
“Kalo gitu, makan dulu baru mandi terus istirahat” ucap Laning.
“Iiiiyaaa, pak Londo kemana ?” Shine menjawab lemas.
“Bapak masih ke pasar, beli minyak” kata Laning.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 107 Episodes
Comments
💮Aroe🌸
bener bener sekuat baja ya, shine😅😅😅😅
2022-03-05
1
Aris Pujiono
shine kamu kenapa
2022-02-11
1
Si Bungsu
nyambung like dulu Thor 🥳
mampir kembali ke ( menjadi yang kedua: gadis belia untuk om duda)
#udah up
2022-02-03
2