Shine memasak bubur untuk Sand, sedangkan Laning menyelesaikan masakannya untuk Big Team, dan pak Londo sedang bersih-bersih di halaman.
Shine mencari kotak obat yang dibawa Laning kemarin,
“Laning, kotak obat yang kamu bawa kemarin dimana ?”, tanya Shine.
“Di kabinet, dekat kaki kiri star, itu, itu”, Laning menunjuk dengan mata, karena tangannya membawa makanan ke meja makan.
Saat tidak diketahui Laning, Shine mencari obat tidur yang nantinya akan dibubuhkan di makanan Big Team.
“Laning, bubur untuk tuan muda sudah jadi, tolong kamu antar ke kamar tuan muda ya, obatnya ada di nampan”, minta Shine.
“Kenapa tidak kamu saja Star ?, kamukan dokternya ?, aku takut bertemu dengan tuan yang berkacamata”, ucap Laning.
“Kamu tahu sendirikan aku baru saja diusir, kalo balik lagi aku jadi apa ?”, kata Shine.
“Baiklah kalo begitu, Cuma antar bubur terus balik lagi kan ?”, Laning memastikan.
“Iya Laning……, oh iya nanti bilang aja sarapan untuk Big Team sudah siap di meja makan, jangan lupa bilang ya……, soalnya aku mau sembunyi dulu”, kata Shine berbisik.
Saat Laning mengantar bubur ke kamar tuan muda, Shine menambahkan obat tidur di makanan Big Team. Dan dia sembunyi agar tidak diketahui mereka.
*****
Di depan kamar tuan muda Sand
“Permisi, tuan, ini bubur dan obat untuk tuan muda”, Laning memberikan nampan ke Big Two.
“Si tikus itu kemana ?”, tanya Big Two.
“Sudah aku usir tadi”, jawab Big One.
“Untuk sarapan tuan-tuan sudah siap di meja makan, saya permisi dulu”, Laning pergi meninggalkan mereka.
“Bos ayo kita makan dulu”, ajak Big Two.
“Kalian dulu, saya akan memberikan obat untuk tuan muda”, kata Big One.
“Baik bos”, ucap anggota Big Team serentak.
Mereka berempat sarapan terlebih dahulu, diawasi Shine lewat jendela dari luar.
“Mana Big botak, kok gak ada ?”, Shine berbicara sendiri.
“Tuan berkacamata itu masih di kamar tuan muda”, jawab Laning di belakang Shine.
“Aahhhh, Laning, mengagetkanku saja”, Shine tersentak kaget.
“Kenapa kamu di sini Star ?”, tanya Laning penasaran.
“Aku mengawasi mereka, memastikan agar mereka semua benar-benar makan”, jawab Shine.
“Maksudmu makanan aku gak enak ya star ?, kok kamu bilang gitu ?”, Laning merengek seperti anak kecil.
“Bukan gitu maksudku, aku berikan makanan mereka obat tidur”, Shine tetap mengawasi Big Team makan.
“Iihhh, paraaaaaaaaah…”, teriak Laning.
“Sssstttttt, jangan keras-keras nanti ketahuan”, Shine menghentikan ucapan Laning.
*****
Sarapan Big Team sudah hampir habis, akhirnya yang ditunggu datang. Big One atau Big botak.
“Bos, silahkan duduk bos”, Big Two menarik kursi untuk bosnya.
“Kalian ini, seperti tidak makan berminggu-minggu saja, kenapa dihabiskan semua ?”, tanya Big One.
“Maaf bos, makanannya terlalu enak, dan kami juga lapar”, jawab Big Three.
“Ini bos masih ada untuk bos”, jawab Big Five.
“Good boy”, pujian Big One kepada Big Five.
Shine dan Laning menunggu reaksi obat yang telah diberikan. Mereka berdua tetap di dekat jendela mengawasi. Selama 15 menit, akhirnya Big Team tertidur di atas meja makan. Tiba waktunya untuk Shine beraksi.
“Laning, kamu di dapur untuk mengawasi mereka, aku akan ke kamar tuan muda, jika mereka sudah mulai bergerak berarti reaksi obat sudah mulai hilang, kamu beritahu aku ya !”, tanya Shine kepada Laning.
“Aku harus ngapain Star ?, aku gak paham penjelasan kamu”, tanya balik Laning kepada Shine.
“Aku jelasin pelan-pelan ya Laning cantik, saat mereka sudah mulai bangun kira-kira 1 jam dari sekarang, kamu cari aku di kamar tuan muda, udah itu aja, kamu paham kan Laning cantik ?”, penjelasan Shine kepada Laning.
“Kalo gitu aku paham Star”, konfirmasi Laning untuk Shine.
“Rencana siap dilakukan, High five !”, Shine mengajak selebrasi dengan Laning.
Shine bersiap ke kamar tuan muda dan Laning berjaga di dapur karena dekat dengan meja makan.
*****
Di kamar tuan muda Sand.
“Tuan muda, bagaimana keadaan anda, sudah baikan ?”, tanya Shine ke tuan muda Sand.
“Siapa yang menyuruhmu kesini ?”, Sand mengelak dan tidak mau menemui Shine.
“Saya sebagai dokter, seharusnya mengecek keadaan pasien kan ?”, kata Shine.
“Sudah tidak perlu, pergi dari sini !”, ucap Sand.
“Tuan muda, boleh saya bertanya ?, mengapa anda sangat membenci saya, saya kemari langsung diusir, saya tidak sengaja menimpa anda, anda malah sakit, sebegitunya ya anda terhadap saya ?”, tanya Shine kepada Sand.
“Pergi dari sini, sebelum saya panggil Big One”, ancaman Sand untuk Shine.
“Tuan muda lebih rileks sedikit ya, nanti keadaan anda jadi lebih buruk”, Shine menakuti Sand.
“Saya tidak ingin kamu ganggu, pergi sekarang juga !”, Sand sudah mulai emosi lagi.
“Kenapa buburnya tidak dimakan tuan muda ?”, Shine mengalihkan emosi Sand.
“bukan urusanmu !”, jawab Sand ketus.
“Ya jelas itu urusan saya, tuan muda mau saya suapi ?”, dengan nada sedikit menggoda.
“Kalau anda tidak mau makan dan minum obat anda tidak akan sembuh, dan tidak bisa memarahi saya lagi”, canda Shine.
Shine yang terus menggoda tuan muda Sand, akhirnya dia mau makan dan minum obat. Negosiasi dengan tuan pemarah memang sangat sulit. Tidak lama kemudian tuan muda Sand tertidur, namun dia hanya berpura-pura, berniat, agar Shine cepat keluar dari kamarnya.
“baiklah dia sudah tidur, capek juga membujuknya makan dan minum obat”, ucapan Shine kepada dirinya sendiri.
Sand mendengar perkataan Shine itu, karena tidurnya yang berpura-pura. Akan tetapi Shine tidak juga pergi dari kamar Sand, membuat Sand semakin gelisah dan tidak bisa tidur.
Terdengar suara ketukan pintu, “tok…tok…tok”, Shine berpikir jika itu Laning yang akan memberitahukan kalau Big Team mulai bangun. Dia membukakan pintunya dan bersiap untuk sembunyi lagi, ternyata yang datang adalah Big One.
“Tikus kecil, kamu disini“, Big one marah karena Shine ada di kamar tuan mudanya.
“Eh…eh sebentar aku bisa jelaskan, tunggu sebentar”, perkataan Shine tidak direspon Big One.
Big One menarik tangan Shine dengan keras, dia menyeret hingga ke jalan besar.
“Saya sudah katakan untuk tidak menemui tuan muda lagi, sekarang angkat kaki dari sini !”, Big One mengusir Shine sampai jalan besar padahal itu lumayan jauh dari villa.
“Aduh sakit”, Shine memijat lengan yang dipegang Big One saat menyeretnya.
*****
Laning yang seharusnya memberikan informasi jika Big Team sudah mulai bangun, ternyata sudah ketahuan duluan oleh Big One. Laning tertangkap, karena Big One bangun duluan dari yang lain karena makan hanya sedikit sehingga obatnya bereaksi juga sebentar.
Saat Laning tahu Big One sudah bangun, dia segera lari keatas, namun tindakannya dicegah Big One.
“Hey…kamu mau kemana ?”, tanya Big One kepada Laning.
“Sa…saya, mau ke…ke depan, mencari bapak saya”, Laning menjagi gagap, karena takut pada Big One.
“Dasar, anak kecil”, gumam Big One.
Laning merasa bersalah pada Shine, karena tidak bisa memberitahukan bahwa Big One sudah bangun.
“Star, maafkan aku”, Laning menggumam sendiri, merasa cemas sambil menunggu Shine di depan villa.
Saat Shine diseret keluar oleh Big One, Laning melihatnya. Dia sangat menyesal, karena ketakutannya menyebabkan Shine diusir lagi oleh Big One.
Laning mengikuti mereka dari belakang sambil sembunyi-sembunyi agar tidak diketahui Big One.
“Laning kamu sedang apa ?”, pak Londo dari belakang menepuk bahu Laning.
“Apa…apa..papap ya, aduh bapak mengagetkan aku saja, aku lagi tegang ini”, Laning berkata latah.
“Lah, kamu jalan ngendap-ngendap gitu bapak lihat dari sana”, kata pak Londo.
“Pak aku lagi ngikutin Star, dia diusir lagi sama tuan berkacamata hitam itu”, ucap Laning.
“Diusir lagi, emangnya kenapa ?, kemarin udah merawat tuan muda, sekarang malah diusir lagi”, tanya pak Londo.
Laning menceritakan semua kejadian sebelum Shine diusir oleh Big One. Mereka berdua mengikuti Shine sampai jalan besar.
“Non Shine, tidak apa-apa ?”, tanya pak Londo pada Shine setelah Big One pergi.
“Kalian kenapa mengikuti saya ?”, tanya Shine balik ke pak Londo dan Laning.
“Star, maafkan saya, saya tadi mau ke kamar tuan muda, tapi sudah ketahuan sama tuan berkacamata hitam duluan, maafkan saya Star”, Laning menangis meminta maaf pada Shine.
“Udah, gak papa Laning, udah gak usah nangis lagi, saya masih punya rencana lain untuk Big Team”, Shine menenangkan Laning yang masih menangis menyesali perbuatannya.
“Yaudah kalo begitu, ayo kita pulang dulu”, ajak pak Londo pada Shine dan Laning.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 107 Episodes
Comments
Fenti
Mentari mampir lagi 😊
2022-03-15
1
💮Aroe🌸
sampe sini, ngakak aku😂
2022-03-09
1
Aris Pujiono
bu dokter tolong aku
2022-02-13
1