PART 16

Shine memasak bubur untuk Sand, sedangkan Laning menyelesaikan masakannya untuk Big Team, dan pak Londo sedang bersih-bersih di halaman.

Shine mencari kotak obat yang dibawa Laning kemarin,

“Laning, kotak obat yang kamu bawa kemarin dimana ?”, tanya Shine.

“Di kabinet, dekat kaki kiri star, itu, itu”, Laning menunjuk dengan mata, karena tangannya membawa makanan ke meja makan.

Saat tidak diketahui Laning, Shine mencari obat tidur yang nantinya akan dibubuhkan di makanan Big Team.

“Laning, bubur untuk tuan muda sudah jadi, tolong kamu antar ke kamar tuan muda ya, obatnya ada di nampan”, minta Shine.

“Kenapa tidak kamu saja Star ?, kamukan dokternya ?, aku takut bertemu dengan tuan yang berkacamata”, ucap Laning.

“Kamu tahu sendirikan aku baru saja diusir, kalo balik lagi aku jadi apa ?”, kata Shine.

“Baiklah kalo begitu, Cuma antar bubur terus balik lagi kan ?”, Laning memastikan.

“Iya Laning……, oh iya nanti bilang aja sarapan untuk Big Team sudah siap di meja makan, jangan lupa bilang ya……, soalnya aku mau sembunyi dulu”, kata Shine berbisik.

Saat Laning mengantar bubur ke kamar tuan muda, Shine menambahkan obat tidur di makanan Big Team. Dan dia sembunyi agar tidak diketahui mereka.

*****

Di depan kamar tuan muda Sand

“Permisi, tuan, ini bubur dan obat untuk tuan muda”, Laning memberikan nampan ke Big Two.

“Si tikus itu kemana ?”, tanya Big Two.

“Sudah aku usir tadi”, jawab Big One.

“Untuk sarapan tuan-tuan sudah siap di meja makan, saya permisi dulu”, Laning pergi meninggalkan mereka.

“Bos ayo kita makan dulu”, ajak Big Two.

“Kalian dulu, saya akan memberikan obat untuk tuan muda”, kata Big One.

“Baik bos”, ucap anggota Big Team serentak.

Mereka berempat sarapan terlebih dahulu, diawasi Shine lewat jendela dari luar.

“Mana Big botak, kok gak ada ?”, Shine berbicara sendiri.

“Tuan berkacamata itu masih di kamar tuan muda”, jawab Laning di belakang Shine.

“Aahhhh, Laning, mengagetkanku saja”, Shine tersentak kaget.

“Kenapa kamu di sini Star ?”, tanya Laning penasaran.

“Aku mengawasi mereka, memastikan agar mereka semua benar-benar makan”, jawab Shine.

“Maksudmu makanan aku gak enak ya star ?, kok kamu bilang gitu ?”, Laning merengek seperti anak kecil.

“Bukan gitu maksudku, aku berikan makanan mereka obat tidur”, Shine tetap mengawasi Big Team makan.

“Iihhh, paraaaaaaaaah…”, teriak Laning.

“Sssstttttt, jangan keras-keras nanti ketahuan”, Shine menghentikan ucapan Laning.

*****

Sarapan Big Team sudah hampir habis, akhirnya yang ditunggu datang. Big One atau Big botak.

“Bos, silahkan duduk bos”, Big Two menarik kursi untuk bosnya.

“Kalian ini, seperti tidak makan berminggu-minggu saja, kenapa dihabiskan semua ?”, tanya Big One.

“Maaf bos, makanannya terlalu enak, dan kami juga lapar”, jawab Big Three.

“Ini bos masih ada untuk bos”, jawab Big Five.

“Good boy”, pujian Big One kepada Big Five.

Shine dan Laning menunggu reaksi obat yang telah diberikan. Mereka berdua tetap di dekat jendela mengawasi. Selama 15 menit, akhirnya Big Team tertidur di atas meja makan. Tiba waktunya untuk Shine beraksi.

“Laning, kamu di dapur untuk mengawasi mereka, aku akan ke kamar tuan muda, jika mereka sudah mulai bergerak berarti reaksi obat sudah mulai hilang, kamu beritahu aku ya !”, tanya Shine kepada Laning.

“Aku harus ngapain Star ?, aku gak paham penjelasan kamu”, tanya balik Laning kepada Shine.

“Aku jelasin pelan-pelan ya Laning cantik, saat mereka sudah mulai bangun kira-kira 1 jam dari sekarang, kamu cari aku di kamar tuan muda, udah itu aja, kamu paham kan Laning cantik ?”, penjelasan Shine kepada Laning.

“Kalo gitu aku paham Star”, konfirmasi Laning untuk Shine.

“Rencana siap dilakukan, High five !”, Shine mengajak selebrasi dengan Laning.

Shine bersiap ke kamar tuan muda dan Laning berjaga di dapur karena dekat dengan meja makan.

*****

Di kamar tuan muda Sand.

“Tuan muda, bagaimana keadaan anda, sudah baikan ?”, tanya Shine ke tuan muda Sand.

“Siapa yang menyuruhmu kesini ?”, Sand mengelak dan tidak mau menemui Shine.

“Saya sebagai dokter, seharusnya mengecek keadaan pasien kan ?”, kata Shine.

“Sudah tidak perlu, pergi dari sini !”, ucap Sand.

“Tuan muda, boleh saya bertanya ?, mengapa anda sangat membenci saya, saya kemari langsung diusir, saya tidak sengaja menimpa anda, anda malah sakit, sebegitunya ya anda terhadap saya ?”, tanya Shine kepada Sand.

“Pergi dari sini, sebelum saya panggil Big One”, ancaman Sand untuk Shine.

“Tuan muda lebih rileks sedikit ya, nanti keadaan anda jadi lebih buruk”, Shine menakuti Sand.

“Saya tidak ingin kamu ganggu, pergi sekarang juga !”, Sand sudah mulai emosi lagi.

“Kenapa buburnya tidak dimakan tuan muda ?”, Shine mengalihkan emosi Sand.

“bukan urusanmu !”, jawab Sand ketus.

“Ya jelas itu urusan saya, tuan muda mau saya suapi ?”, dengan nada sedikit menggoda.

“Kalau anda tidak mau makan dan minum obat anda tidak akan sembuh, dan tidak bisa memarahi saya lagi”, canda Shine.

Shine yang terus menggoda tuan muda Sand, akhirnya dia mau makan dan minum obat. Negosiasi dengan tuan pemarah memang sangat sulit. Tidak lama kemudian tuan muda Sand tertidur, namun dia hanya berpura-pura, berniat, agar Shine cepat keluar dari kamarnya.

“baiklah dia sudah tidur, capek juga membujuknya makan dan minum obat”, ucapan Shine kepada dirinya sendiri.

Sand mendengar perkataan Shine itu, karena tidurnya yang berpura-pura. Akan tetapi Shine tidak juga pergi dari kamar Sand, membuat Sand semakin gelisah dan tidak bisa tidur.

Terdengar suara ketukan pintu, “tok…tok…tok”, Shine berpikir jika itu Laning yang akan memberitahukan kalau Big Team mulai bangun. Dia membukakan pintunya dan bersiap untuk sembunyi lagi, ternyata yang datang adalah Big One.

“Tikus kecil, kamu disini“, Big one marah karena Shine ada di kamar tuan mudanya.

“Eh…eh sebentar aku bisa jelaskan, tunggu sebentar”, perkataan Shine tidak direspon Big One.

Big One menarik tangan Shine dengan keras, dia menyeret hingga ke jalan besar.

“Saya sudah katakan untuk tidak menemui tuan muda lagi, sekarang angkat kaki dari sini !”, Big One mengusir Shine sampai jalan besar padahal itu lumayan jauh dari villa.

“Aduh sakit”, Shine memijat lengan yang dipegang Big One saat menyeretnya.

*****

Laning yang seharusnya memberikan informasi jika Big Team sudah mulai bangun, ternyata sudah ketahuan duluan oleh Big One. Laning tertangkap, karena Big One bangun duluan dari yang lain karena makan hanya sedikit sehingga obatnya bereaksi juga sebentar.

Saat Laning tahu Big One sudah bangun, dia segera lari keatas, namun tindakannya dicegah Big One.

“Hey…kamu mau kemana ?”, tanya Big One kepada Laning.

“Sa…saya, mau ke…ke depan, mencari bapak saya”, Laning menjagi gagap, karena takut pada Big One.

“Dasar, anak kecil”, gumam Big One.

Laning merasa bersalah pada Shine, karena tidak bisa memberitahukan bahwa Big One sudah bangun.

“Star, maafkan aku”, Laning menggumam sendiri, merasa cemas sambil menunggu Shine di depan villa.

Saat Shine diseret keluar oleh Big One, Laning melihatnya. Dia sangat menyesal, karena ketakutannya menyebabkan Shine diusir lagi oleh Big One.

Laning mengikuti mereka dari belakang sambil sembunyi-sembunyi agar tidak diketahui Big One.

“Laning kamu sedang apa ?”, pak Londo dari belakang menepuk bahu Laning.

“Apa…apa..papap ya, aduh bapak mengagetkan aku saja, aku lagi tegang ini”, Laning berkata latah.

“Lah, kamu jalan ngendap-ngendap gitu bapak lihat dari sana”, kata pak Londo.

“Pak aku lagi ngikutin Star, dia diusir lagi sama tuan berkacamata hitam itu”, ucap Laning.

“Diusir lagi, emangnya kenapa ?, kemarin udah merawat tuan muda, sekarang malah diusir lagi”, tanya pak Londo.

Laning menceritakan semua kejadian sebelum Shine diusir oleh  Big One. Mereka berdua mengikuti Shine sampai jalan besar.

“Non Shine, tidak apa-apa ?”, tanya pak Londo pada Shine setelah Big One pergi.

“Kalian kenapa mengikuti saya ?”, tanya Shine balik ke pak Londo dan Laning.

“Star, maafkan saya, saya tadi mau ke kamar tuan muda, tapi sudah ketahuan sama tuan berkacamata hitam duluan, maafkan saya Star”, Laning menangis meminta maaf pada Shine.

“Udah, gak papa Laning, udah gak usah nangis lagi, saya masih punya rencana lain untuk Big Team”, Shine menenangkan Laning yang masih menangis menyesali perbuatannya.

“Yaudah kalo begitu, ayo kita pulang dulu”, ajak pak Londo pada Shine dan Laning.

Terpopuler

Comments

Fenti

Fenti

Mentari mampir lagi 😊

2022-03-15

1

💮Aroe🌸

💮Aroe🌸

sampe sini, ngakak aku😂

2022-03-09

1

Aris Pujiono

Aris Pujiono

bu dokter tolong aku

2022-02-13

1

lihat semua
Episodes
1 PART 1
2 PART 2
3 PART 3
4 PART 4
5 PART 5
6 PART 6
7 PART 7
8 PART 8
9 PART 9
10 PART 10
11 PART 11
12 PART 12
13 PART 13
14 PART 14
15 PART 15
16 PART 16
17 PART 17
18 PART 18
19 PART 19
20 PART 20
21 PART 21
22 PART 22
23 PART 23
24 PART 24
25 PART 25
26 PART 26
27 PART 27
28 PART 28
29 PART 29
30 PART 30
31 PART 31
32 PART 32
33 PART 33
34 PART 34
35 PART 35
36 PART 36
37 PART 37
38 PART 38
39 PART 39
40 PART 40
41 PART 41
42 PART 42
43 PART 43
44 PART 44
45 PART 45
46 PART 46
47 PART 47
48 PART 48
49 PART 49
50 PART 50
51 PART 51
52 PART 52
53 PART 53
54 PART 54
55 PART 55
56 PART 56
57 PART 57
58 PART 58
59 PART 59
60 PART 60
61 PART 61
62 PART 62
63 PART 63
64 PART 64
65 PART 65
66 PART 66
67 PART 67
68 PART 68
69 PART 69
70 PART 70
71 PART 71
72 PART 72
73 PART 73
74 PART 74
75 PART 75
76 PART 76
77 PART 77
78 PART 78
79 PART 79
80 PART 80
81 PART 81
82 PART 82
83 PART 83
84 PART 84
85 PART 85
86 PART 86
87 PART 87
88 PART 88
89 PART 89
90 Visual
91 PART 90
92 PART 91
93 PART 92
94 PART 93
95 PART 94
96 PART 95
97 PART 96
98 PART 97
99 PART 98
100 PART 99
101 PART 100
102 PART 101
103 PART 102
104 PART 103
105 PART 104
106 PART 105
107 PART 106
Episodes

Updated 107 Episodes

1
PART 1
2
PART 2
3
PART 3
4
PART 4
5
PART 5
6
PART 6
7
PART 7
8
PART 8
9
PART 9
10
PART 10
11
PART 11
12
PART 12
13
PART 13
14
PART 14
15
PART 15
16
PART 16
17
PART 17
18
PART 18
19
PART 19
20
PART 20
21
PART 21
22
PART 22
23
PART 23
24
PART 24
25
PART 25
26
PART 26
27
PART 27
28
PART 28
29
PART 29
30
PART 30
31
PART 31
32
PART 32
33
PART 33
34
PART 34
35
PART 35
36
PART 36
37
PART 37
38
PART 38
39
PART 39
40
PART 40
41
PART 41
42
PART 42
43
PART 43
44
PART 44
45
PART 45
46
PART 46
47
PART 47
48
PART 48
49
PART 49
50
PART 50
51
PART 51
52
PART 52
53
PART 53
54
PART 54
55
PART 55
56
PART 56
57
PART 57
58
PART 58
59
PART 59
60
PART 60
61
PART 61
62
PART 62
63
PART 63
64
PART 64
65
PART 65
66
PART 66
67
PART 67
68
PART 68
69
PART 69
70
PART 70
71
PART 71
72
PART 72
73
PART 73
74
PART 74
75
PART 75
76
PART 76
77
PART 77
78
PART 78
79
PART 79
80
PART 80
81
PART 81
82
PART 82
83
PART 83
84
PART 84
85
PART 85
86
PART 86
87
PART 87
88
PART 88
89
PART 89
90
Visual
91
PART 90
92
PART 91
93
PART 92
94
PART 93
95
PART 94
96
PART 95
97
PART 96
98
PART 97
99
PART 98
100
PART 99
101
PART 100
102
PART 101
103
PART 102
104
PART 103
105
PART 104
106
PART 105
107
PART 106

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!