Tiba waktu yang dinantikan Shine yaitu, mengabdikan diri ke masyarakat dari studi yang telah dijalaninya.
Karena pilihan hidup yang diambil Shine bertentangan dengan papa Drake, merupakan awal permasalahan berat yang harus dilalui Shine.
Puluhan lamaran sudah diajukan ke berbagai rumah sakit dan perusahaan hingga sekolah, namun tidak satupun panggilan yang diterima boleh Shine, hingga ia menjadi putus semangat walapun hanya sesaat.
Waktu terus berlalu, hanya penantian yang tak pasti harus di tanggung Shine. Tidak ada angin tidak ada hujan, tiba-tiba papa Drake menghubungi Shine, ada apa gerangan ?, apakah papa Drake sudah sadar, telah kehilangan putri semata wayangnya ?, lewat pak Kodir, papa Drake menyuruh Shine untuk pulang kerumah.
Walaupun Shine sudah lama meninggalkan rumah, dia tidak membenci papa Drake, karena dia adalah papanya itu yang pertama. Yang kedua, tujuan sebenarnya dia memilih psikologi, adalah untuk memperbaiki hubungannya dengan papa Drake yang selama ini dingin seperti es.
Karena papa Drake meminta Shine untuk pulang, dia sangat senang, dapat berjumpa dengan mbok Janem dan pak Kodir, terutama bisa bertemu papanya lagi. Sesampainya Shine di rumah, terlihat Papa Drake duduk di sofa ruang kerjanya sambil melihat tablet berisi jadwal mengajar, Shine masuk keruang belajar papa Drake.
” Papa, selamat malam” mengucapkan sambil tebata bata karena sudah sangat lama Shine tidak berbicara dengan papanya. “duduk” papa Drake hanya mengatakan satu kata dengan singkat.
“Ada apa papa menyuruh saya pulang ?, saya sudah lulus pa, ini ijazah saya”, duduk sambil menyerahkan ijazah.
Karena moment ini Shine bisa menunjukkan kalau dia bisa menyelesaikan studinya tanpa papanya. Papa Drake hanya melihat ijazah Shine dengan ekspresi datar.
“Kamu kerja dimana ?”, tanya papa Drake tanpa melihat Shine dan hanya sibuk dengan tabletnya.
“Saya belum dapat panggilan kerja pa”, jawab Shine pelan.
“Malam ini tinggal dirumah, besok ada yang ingin bertemu” ucap papa Drake tanpa memperhatikan Shine, “baik pa”, Shine langsung pergi ke kamar tanpa tahu ada sesuatu di balik sikap mengalahnya papa Drake kepada Shine.
Shine tidak berpikir aneh ketika papa Drake memintanya untuk pulang, justru Shine merasa senang karena papanya luluh, pengorbanan Shine yang bisa lulus sesuai pilihannya dengan predikat terbaik menjadi tidak sia-sia.
Waktu menunjukkan pukul 06.00, di hari minggu pagi, papa Drake meminum kopi dan menyiapkan roti untuk srapan di meja makan, tanpa menunggu Shine turun dari kamarnya.
Shine merasa asing dirumahnya sendiri karena itu dia memilki inisiatif untuk membuatkan sarapan papanya. Bangun tidur langsung mandi dan turun kebawah untuk masak, namun Shine kaget karena papa Drake sudah di meja makan dan meminum secangking kopi ditemani roti, yang sudah dioles mentega dan selai kacang.
“Papa sudah sarapan ?, aku baru mau membautkan sarapan untuk papa”, ucap shine dengan sungkan karena belum terbiasa dengan papanya.
“Keruang kerja saya nanti jam 9 ”, kata papa Drake tanpa melihat Shine, langsung pergi meninggalkan meja makan. Mbok Janem menghampiri Shine, menanyakan ingin sarapan apa.
“Neng mau sarapan apa ?”, tanya mbok meletakkan segelas susu hangat di hadapan Shine.
“Mbok, biasanya papa jam segini udah sarapan?”
“Iya neng, malah kadang lebih pagi lagi, tanpa menyuruh mbok, bikin kopi sendiri di dapur” kata mbok Janem.
Jam di dinding sudah menunjukkan pukul 09.00, Shinebergegas ke ruang kerja papanya. Ketika masuk ruang kerja papanya, Shine melihat seorang wanita paruh baya yang berpenampilan elegan dan nampak anggun bekelas. Dalam pikiran Shine bertanya-tanya siapa nenek anggun ini, seorang yang berkharisma, sungguh luar biasa.
Papa Drake memecah lamunan Shine, “duduk Shine”, sahut papa drake dengan wajah sumringah hangat dan ramah meyapa Shine yang sedang mengagumi sang nenek.
Shine langsung duduk di samping papanya.
“Sini Shine agak dekat dengan papa” kata papa Drake dengan lembut.
Shine berpikir “tadi pagi papa masih sangat dingin kepadaku, sekarang kok sudah berubah ya, mungkin papa sudah berubah dan tahu kalau aku membutuhkannya”. Shine masih berusaha untuk berpikir positif terhadap papanya.
“Nyonya Hara, ini putri saya satu-satunya, dia sudah lulus dengan predikat terbaik dan sekarang sedang mencari pekerjaan”, kata papa Drake memperkenalkan Shine kepada nyonya Asmaharani.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 107 Episodes
Comments
Ryoka2
Habis koma lebih cantik pakai huruf kapital Thor. Saran aja hehe😁
2022-03-15
1
💮Aroe🌸
aku merasa.... papa drake bawa es kemana mana😬😬😬😬 dingiiin...
🏃🏻♀️🏃🏻♀️🏃🏻♀️🏃🏻♀️🏃🏻♀️🏃🏻♀️🏃🏻♀️🏃🏻♀️🏃🏻♀️🏃🏻♀️
2022-03-03
1
yumi wie
sudah ku masukan ke favorit ya Thor😘
2022-02-25
1