Keesokan harinya, oma Hara menepati janjinya untuk berkeliling rumah, agar Shine mendapat ide bagaimana caranya, bisa memancing Sand keluar kamar.
Sambil berkeliling rumah, oma Hara menceritakan ketika itu Sand sangat senang bermain di halaman belakang, walaupun hanya sendirian, terlihat oleh oma Hara dia tertawa bahagia, setelah sedih berkepanjangan karena kehilangan kedua orang tuanya.
“Ini foto saya ambil saat tawa Sand kecilku, sudah terlihat lagi”
“Kemudian yang ini, dia diam-diam mencuri makanan untuk kucing dan burungnya”
“Yang ini dia kelihatan ketakutan karena absen saat home schooling”
“Satu ini, dia terlihat lahap sekali makan makanan kesukaanya, ditemani Kity dan Rio”
Semua foto itu diambil oma Hara secara diam-diam, karena Sand takut pada orang di rumahnya.
Dari semua penjelasan oma Hara, Shine mendapatkan sebuah ide.
Dia akan memelihara kucing dan burung di halaman belakang yang terlihat oleh CCTV Sand.
Karena itu Shine mencari tahu semua CCTV yang dipasang Sand. Semua lokasi CCTV sudah diketahui Shine.
Setiap melihat CCTV yang terpasang dia melambaikan tangannya ke Sand, berharap agar dia mau keluar, walaupun hanya untuk mengusir Shine.
Saat Sand melihat Shine melambaikan tangan terlihat di CCTV, dia mejadi sangat kesal. Namun belum ada cara untuk menyingkirkan Shine.
Shine mulai membeli kucing sangat lucu dan menggemaskan di letakkan di tempat yang kiranya terlihat oleh CCTV Sand.
Setiap hari, Shine bermain kucing di halaman belakang berharap bisa memancing Sand tertarik lagi terhadap peliharaan.
Tiga hari sudah berlangsung, namun Sand tidak kunjung memperlihatkan ketertarikannya.
Percobaan pertamanya gagal, Shine mencari cara lain. Dia teringat foto yang diperlihatkan oma Hara, kalau Sand terlihat lahap makan pizza.
Shine terpikirkan memberikan pizza untuk Sand, melalui pelayan yang menyajikan makanannya setiap hari.
Awalnya sang pelayan,Tegar, susah sekali untuk di bujuk untuk kerjasama, namun berkat oma Hara, itu bisa dilakukan.
Shine mencegat pelayan makanan Sand di dekat dapur.
“Eh…eh, bang berhenti dulu, kamu bang Tegar kan, yang biasa ngantar makanan untuk Sand ?” pelayan itu tidak menggubris pertanyaan Shine.
Saat itu kebetulan oma Hara melihat Shine dan pelayannya Sand.
“Ada apa Shine ?” tanya oma Hara.
“Begini oma, saya mempunyai sebuah rencana...” Shine menceritakan rencananya.
“Oh, begitu ternyata, saya bisa mengaatasi itu”
Lalu oma Hara menyuruh pelayan itu berhenti
“Nama kamu Tegar bukan ?” mengeluarkan uang.
“Iya nyonya, nama saya Tegar” mata fokus ke uang oma Hara.
“Ini akan saya berikan ke kamu asalkan melaksanakan perintah Shine !” memutar- mutar uang kertas.
“Baik nyonya, saya akan laksanakan semua perintah nona itu” mengambil uang yang diberikan oma Hara dan melaksanakan yang diminta Shine.
“Bang Tegar untuk menu makan siang tuan Sand tolong diganti dengan ini” Shine menyerahkan kotak pizza yang diatasnya ada sebuah note bertuliskan, *s*elamat pagi Sand, salam kenal.
Saat mengantar makanan, seperti biasa, selalu melalui pengecekan oleh Big Team, sebutan bodyguard Sand. Big Two, yang bertugas mengantar makanan ke dalam kamar Sand, dia secara tidak sengaja membaca note dari Shine. “selamat pagi Sand, salam kenal” dengan nada kaku.
Sand yang sedang sibuk membaca laporan keuanga perusahaanberhenti sejenak, karena mendengar Big Two mengucapkan “selamat pagi Sand, salam kenal”.
“Kamu bilang apa ?” dengan nada marah, sedikit membentak.
“Maaf tuan muda, ini ada note yang bertuliskan “selamat pagi Sand, salam kenal”, jadi saya membacanya” Big Two sedikit gerogi.
“Cepat bawa sini” Sand meletakkan semua yang ia pegang.
Setelah melihat box pizza Sand menjadi tergiur, karena sudah lama tidak makan, tapi saat melihat note yang diberikan Shine menjadi tidak selera.
“Apa-apaan ini, pasti wanita itu yang memberikannya, Big Two, cepat kembalikan ke dapur ganti makanannya, saya tidak minta pizza, berikan aku seperti biasanya” Sand marah, Dan Big Two mengembalikan makanannya.
Setelah mengantar makanan, bang Tegar dicegat lagi oleh Shine.
“Bang Tegar, jam berapa anda mengantar makanan untuk tuan muda Sand ?”
“Waktu sarapan jam 8 tepat, jam makan siang jam 2 dan makan malam ketika saya dapat panggilan saja” jawab Tegar secara cepat, langsung pergi meninggalkan Shine.
“Oke, aku dapatkan jadwal makanmu, aku akan mengirim note setiap kamu makan, aku tidak akan menyerah sampai dapat respon darimu”, Shine berbicara sendiri.
Tidak lama setelah Shine berbicara dan menyemangati diri sendiri, melihat troli makanan dari kamar dikembalikan tanpa disentuh.
“Wah…wah…wah, tuan muda ini, padahal ini makanan kesukaannya, siapa sih yang tidak doyan pizza ?” Shine menggumam sendiri, sebel.
Walaupun makanan kesukaan tapi ada note dari Shine, Sand memilih tidak jadi makan. Karena itu Shine ingin tetap rencanya berjalan lancar, dia mengubah strategi.
Dia akan tetap memberikan makanan yang dipesan Sand, tapi tetap dengan note yang setia menempel di tudung sajinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 107 Episodes
Comments
💮Aroe🌸
ide bagus, shine😆😆😆😆
🏃🏻♀️🏃🏻♀️🏃🏻♀️🏃🏻♀️🏃🏻♀️🏃🏻♀️🏃🏻♀️🏃🏻♀️🏃🏻♀️🏃🏻♀️
2022-03-05
1
amirna kuswantiya
lanjuuttt
2022-02-18
2
Aris Pujiono
semangat kak
2022-02-09
1