Sand yang sangat marah di datangi oleh Big One
“Tuan muda ini saya, Big One” ucap Big One khawatir.
Tidak ada jawaban dari Sand
“Tuan muda, tuan muda, saya buka pintunya ya, tuan muda, kenapa tidak ada jawabannya ?” Big One semakin cemas.
Ternyata Sand berbaring lemah di tempat tidurnya, sehingga tidak merespon Big One.
“Tuan muda saya masuk ya !” kata Big One.
Melihat tuan muda Sand yang tidak berdaya di tempat tidur.
“Tuan muda, anda kenapa ?” tanya Big One.
“Big, saya capek mau istirahat” kata Sand terlihat pucat.
Karena kejadian dengan Shine membuat Sand kehilangan energi dan tubuhnya menjadi demam.
“Tuan muda anda demam, saya akan panggilkan dokter, sebentar !" ucap Big One.
Big One yang ketakutan, memerintahkan Big Team menjaga tuan muda selagi dia pergi mencari dokter.
“Big Team, jaga tuan muda, saya akan segera kembali” kata Big One.
“Siap Bos !” ucap Big Team.
Big One pergi kerumah pak Londo, karena hanya pak Londo yang tahu daerah villa itu.
Mengetuk pintu, “tok…tok…tok”
Laning yang membukakan pintu, “siapa yaaa ?”
Saat melihat Big One berdiri di depan rumahnya, Laning langsung panik menutup pintu kembali dan menguncinya.
“Star, star, star !” Laning berteriak whispering.
“Ada apa Laning, kamu kok panik gitu ?” tanya Shine.
“Star, ada orang besar yang nyeremin itu, yang di villa, yang pake kacamata hitam” jawab Laning.
“Kenapa dia bisa kesini ? mereka berlima ?” Shine ikut panik karena takut akan keberadaanya yang bersembunyi.
“Kamu coba temui dia Laning, aku akan sembunyi” Shine panik bila ketahuan.
“Star aku takut, mana bapak belum pulang” kata Laning ketakutan.
“Aduh masak aku yang harus menemui sih, gimana kalo nanti aku di seret pergi dari sini ?” ucap Shine.
Saat Shine dan Laning panik dan berdiskusi yang tidak penting
“Hei anda yang di dalam buka pintunya, saya l mau bertemu dengan pak Londo ?” suaranya Big One yang keras menakuti Laning.
“Aduh Star gimana ini, suaranya semakin keras, aku takut" Laning makin takut.
“Hei, buka pintunya, dar….dar…dar” Big One mencoba mendobrak pintu.
“Aduh star gimana ini” ucap Laning semakin panik.
“Laning kamu aja yang buka, kamu dulu kan yang buka tadi” Shine melempar kesalahan.
Mereka berdua saling melempar perintah membuka pintu, tidak tahu ada hal mendesak bagi Big One.
“Jika tidak buka pintu sekarang saya aka dobrak, satu….dua…..tii” Big One emosi karena tidak dibukakan pintu.
Terpaksa Shine yang membuka pintu.
“Iya , iya saya menyerahkan diri, oke aku akan pergi dari sini dan tidak menemui tuan muda lagi, puaskan anda” ucap Shine pasrah.
“Saya tidak berniat menemui anda, saya ingin menemui pak Londo !” ucap Big One.
“Ups, salah ya ternyata, pak Londo masih di pasar” kata Shine.
“Ada apa sebenarnya, mencari bapak saya ?” tanya Laning, yang bersembunyi di belakang Shine.
“Tuan muda demam, badannya sangat panas, saya mencari seorang dokter, pak Londo pasti tahu dokter di sekitar sini” kata Big One.
Kebetulan pak Londo pulang dari pasar.
“Ada apa tuan kerumah saya ?, apa ada masalah di villa ?” tanya pak Londo.
“Bapak tahu dokter disekitar sini ?” tanya Big One.
“Siapa yang sakit tuan ?” tanya pak Londo balik.
“Tuan muda pak" sahut Laning.
“kalau dokter, adanya di puskesmas dan kalo udah sore gini, biasanya sudah tutup tuan” ucap pak Londo.
Shine merasa bersalah karena kemarahan tuan muda Sand disebabkan olehnya.
“Sebenarnya, saya bukan dokter medis, tapi jika hanya demam boleh saya lihat tuan muda Sand ?” celetuk Shine yang ragu-ragu.
“Untuk tuan muda, kali ini saya perbolehkan, tetap dengan pengawasan saya !” ancam Big One.
“Saya ajak pak Londo dan Laning juga ya tuan Big ?” tanya Shine.
Tanpa berlama-lama lagi mereka menuju Villa.
Sand yang masih berbaring di ranjang, tanpa bergerak, tubuhnya lemah. Dijaga oleh Big Team.
“Bos anda sudah kembali” tanya Big Two.
“Bagaimana tuan muda ?, apakah meminta sesuatu pada kalian ?” tanya Big One
“Tidak ada sama sekali, setiap menit saya lihat, masih di ranjang tidak beranjak kemana-mana” jawab Big Two.
“Boleh kan saya lihat ?” Shine melihat Big One.
Shine memeriksa tuan muda Sand, diikuti Big One dibelakangnya.
“Kenapa kamu kembali kesini ?, Big usir dia !” bentak Sand.
“Tuan muda anda sedang sakit, mohon diperbolehkan diperiksa oleh tikus ini !” Big One berbicara kesal dengan gigi menempel rapat.
“Tidak, semuanya keluar, aku ingin sendirian !, keluuuuaaaaarr !!!” Sand berteriak memaksa, kepalanya terasa berat.
“kalo kamu gak mau diperiksa yaudah, aku pergi !” Shine berharap dihentikan Sand.
“Tuan muda saya mohon, anda dalam keadaa tidak baik, walaupun terpaksa, ijinkan tikus ini memeriksa anda “ Big One berlutut di dekat ranjang Sand.
“Big bangunlah, aku akan memenuhi permintaanmu” kata Sand tidak tega.
Walaupun sebel dengan Shine, Big tetap melakukan yang terbaik untuk tuannya. Setelah Sand mau diperiksa Shine. Dia mengusap semua yag sudah disentuh Shine. Shine memberikan obat penurun demam yang dibawa Laning, dan menyuruh tuan muda Sand istirahat.
“Silahkan semuanya keluar, saya yang akan menjaga tuan muda” kata Shine.
“Saya akan tetap disamping tuan muda” minta Big One.
Big One duduk disamping ranjang tuan muda, sedangkan Shine di balkon kamar tuan muda Sand, karena sudah malam, Big One juga tertidur di kursi. Secara berkala Shine memeriksa suhu badan Sand.
“Oke suhu badannya sudah turun” Shine mengecek dengan telapak tangan.
Sambil memandangi wajah tuan muda Sand yang tertidur, Shine berbisik lembut.
“Tuan muda sebenarnya kamu sangat tampan, tetapi semuanya hilang saat kamu sedang marah, sayang banget. Kamu tau gak tuan muda, saya juga merasakan sakit yang anda alami, dada saya terasa sesak saat anda marah tadi, saya tidak tahu kenapa, apakah anda tahu penyebabnya apa ?”
Perkataan lembut Shine tadi tidak sengaja terdengar oleh Sand, dia berpikir, kenapa dia juga merasakan apa yang ia rasakan. Dan kembali tidur.
Saat Sand terbangun merasakan badannya sudah membaik, dia melihat Shine yang tertidur di samping ranjangnya. Kepala Shine di ranjang, badan dan kakinya di lantai. Secara tiba-tiba terbesit pikiran apakah aku tidak perlu marah kepadamu lagi ?. Lamunan itu terpecah saat Shine bangun.
“Guan muda anda sudah bangun ?” tanya Shine keadaan nyawa belum terkumpul.
“Kamu pergi dari sini, sekarang juga !” Sand marah lagi kepada Shine.
Saking kagetnya Shine langsung berdiri, dan Big One pun bangun dari tidurnya, spontan mengangkat Shine keluar kamar tuan muda Sand.
“Siap tuan muda !” mengangkat tubuh Shine posisi kacamata miring dan ada bekas air liur di pipi.
“Eh..eh..eh, aku di bawa kemana ini, hei turunkan aku, turunkan !” Shine meronta.
Shine diturunkan di depan pintu villa, lagi-lagi disitu.
“Dasar Big botak, gak punya otak, eh salah, gak punya rambut, hahahahah” Shine menendang pintu yang ditutup Big One sambil tertawa.
Karena sudah pagi, dan Shine diusir dari kamar tuan muda Sand, dia memutuskan untuk…. membuat sarapan.
“Laning……, pak Londo, bukain pintu, saya diluar, saya mau masuk…..!” kata Shine meminta dibukakan pintu.
“Star kenapa kamu diluar, bukannya kamu di kamar tuan muda ?” tanya Laning.
“Big botak yang ngusir aku, kamu udah buat sarapan untuk tuan muda ?” tanya Shine berjalan beriringan dengan Laning masuk ke villa menuju dapur.
“Ini lagi buat Star” kata Laning.
“Untuk tuan muda, saya saja yang buatkan ya, kamu buatkan untuk Big Team, kayaknya untuk mereka kurangi porsinya deh, biar agak lemes gak kuat kayak gitu”bcandaan Shine.
“Kamu jahat banget Star, gimana kalau dikasih obat tidur sekalian, biar mereka tidur seharian, hahahaha” Laning membalas candaan Shine.
Mereka tertawa bersama, bercanda menghilangkan kekesalan pada Big One.
“Ih kamu mah yang lebih jahat Laning” ucap Shine.
Dari candaan itu Shine mendapatkan ide bagus, cara untuk melemahkan penjagaan Big Team terhadap Sand.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 107 Episodes
Comments
💮Aroe🌸
dasar tidak tau berterimakasih, udah di sembuhin malah ngusir😑
🏃🏻♀️🏃🏻♀️🏃🏻♀️🏃🏻♀️🏃🏻♀️🏃🏻♀️🏃🏻♀️🏃🏻♀️🏃🏻♀️🏃🏻♀️
2022-03-05
1
bunda f2
boom like buatmu Thor semangat
2022-02-24
1
Aris Pujiono
semangat kak
2022-02-12
0