4. BABY KEMBAR

Keesokan harinya, Noah yang merasa masih memiliki kesempatan untuk membujuk lagi Kanaya di tempat gadis itu bekerja. Kanaya sedang sibuk melayani para pengunjung restoran, dikejutkan dengan kedatangan Noah yang sedang mengantri dengan pengunjung lain untuk memesan makanannya.

Kanaya merasa salah tingkah melihat lelaki yang sudah membuatnya terjaga semalaman ini, berusaha mengendalikan perasaannya dan memperlakukan Noah seperti pengunjung lainnya.

Noah menyebutkan beberapa menu yang terpampang di atas meja kasir tersebut, setelah membayar harga makanan itu, iapun memberikan secarik kertas kepada Kanaya. Gadis itu membuka kertas itu dan membacanya sesaat.

"Tolong temui aku sepuluh menit lagi di mobilku di depan restoran ini, aku mohon Kanaya." Tulis Noah di kertas tersebut.

"Rupanya orang itu keras kepala juga untuk tidak menyerah membujuk diriku, dasar tidak tahu malu." Umpatnya dalam hati.

Naya meminta sahabatnya Desy menggantikan dirinya untuk melayani pengunjung restoran. Iapun menggantikan bajunya agar tidak terlihat oleh pengunjung lain saat ia masih menggunakan seragam kerjanya.

"Apa yang kamu inginkan tuan, bukannya sudah jelas aku menolakmu, mengapa harus mengejarku sampai ke tempat kerjaku?" Tanya Kanaya dengan nada kesal kepada Noah yang sabar melayani omelan gadis ini padanya.

"Seorang ayah rela melakukan apapun untuk putranya, apa lagi harus menghidupkan dua nyawa sekaligus, itu yang membuatku nekat menemuimu lagi, aku mohon maaf jika membuatmu merasa tidak nyaman, tapi aku tidak tahu lagi bagaimana caranya memohon padamu agar bisa membawamu ke rumahku sebagai ibu susu putra kembarku." Ucap Noah yang sudah merasa frustasi dengan Kanaya yang tidak bisa memahami dirinya sesaat saja.

Kanaya hanya menyembunyikan wajahnya dengan rambutnya yang dibiarkan tergerai menutupi pipinya. Antara iba dan egois menyatu di dalam pikirannya saat ini.

"Maafkan saya Tuan, saya tidak bisa memenuhi permintaan anda," Ucap Naya lalu segera ingin turun. Namun belum sempat tangannya mendorong pintu mobil itu, Noah menarik tubuh gadis yang keras kepala itu dan menangkup wajah Naya lalu

melu**at bibir Naya hingga Naya merasa sangat terpojok dan tidak bisa meronta karena tangannya di tekan oleh Noah. Ciuman itu terlepas karena terdengar dering ponsel milik Noah berbunyi. Pria tampan itu menerima panggilan yang berasal dari maminya.

"Hallo assalamualaikum Noah!" kamu di mana nak, baby kembar tiba-tiba demam, mami sekarang sudah berada di rumah sakit, tolong kamu segera menyusul ke sini sayang!" Titah mami Ambar dari seberang telepon.

"Waalaikumuslam mami!" astaghfirullah, baik mami tunggu sebentar mami, Noah akan segera menyusul mami ke rumah sakit." Sahut Noah lalu menjalankan mobilnya menuju rumah sakit.

"Ikut aku Naya, karena baby kembar saat ini dalam keadaan demam. Sekarang mereka sudah berada di rumah sakit, aku akan menikahimu demi bayiku jika itu yang kamu butuhkan." Ucap Noah yang ingin menahan gadis ini agar tidak meninggalkan dirinya lagi.

Naya yang mendengar penuturan pria tampan yang mirip dengan suaminya ini, merasa tidak percaya dengan apa yang didengarnya. Antara senang namun juga takut jika lelaki ini hanya memanfaatkan dirinya saja untuk kepentingan baby kembarnya, yang akan menggantikan posisi almarhumah istrinya hanya sebagai ibu susu semata, bukan ibu sambung yang diimpikan janda lainnya. Ingin rasanya ia protes untuk menolak pinangan dadakan itu, tapi waktunya belum tepat untuk mengatakan ini, karena saat ini baby kembar pria ini lebih penting untuk ia pikirkan dari pada harus berdebat untuk sebuah harga diri.

"Tapi tunggu, mengapa pria ini tiba-tiba menciumku? apakah dia jatuh cinta padaku atau dia hanya sedang menjebakku saja, agar aku terikat dengan dirinya?" akhh! mengapa jadi pusing seperti ini?" Pikirannya seakan berkecamuk dengan berbagai pertanyaan yang tak karuan dirasakannya saat ini.

Mobil mereka akhirnya tiba juga di rumah sakit. Noah buru-buru turun dan berjalan menuju pintu mobil ke arah Kanaya. Pintu mobil itu di buka Kanaya, dengan cepat pria tampan ini menggandeng tangan Kanaya agar jalan beriringan dengannya. Lagi-lagi Noah memperlakukan dirinya layaknya seorang kekasih.

"Apakah aku harus bersorak bahagia dengan perlakuannya, mengapa hanya dengan tindakannya saja yang membuat perasaanku tidak menentu seperti ini. Aku butuh statement dari mulutnya, untuk mendengarkan ia menyatakan perasaan cintanya padaku, akhk!" aku terlalu lebay untuk memikirkan perasaan sukanya padaku secepat ini.

Ah!" biarkan sajalah apa maunya, kita lihat saja nanti sampai dimana ia menyukai diriku?" Gumamnya tak berhenti dalam diamnya, hingga tidak terasa mereka sudah berada di depan kamar inap VVIP pasien putra kembarnya Noah.

Ketika keduanya melangkah masuk ke kamar inap itu, nyonya Ambar, ibunda dari Noah hampir syok setengah tak percaya, dengan apa yang ia lihat di depannya saat ini. Sesosok gadis yang sama persis kemiripan wajah almarhumah menantunya Kayla. Beruntungnya ia sudah di peringatkan oleh putranya Noah jika wajah ibu susu untuk cucunya ini mirip dengan Kayla.

"Assalamualaikum Nyonya!" Sapa Kanaya malu-malu pada nyonya Ambar yang masih menatap lekat pada wajahnya.

"Waalaikumuslam nona Kanaya, terimakasih sudah datang menemui cucuku." Ucap mami Ambar sambil tersenyum pada Kanaya yang sedang mencium punggung tangannya.

"Mereka sakit apa mami?" tanya Noah yang melihat bayi kembarnya tidur pulas dengan infus di tangan masing-masing yang terdapat ditangan kanan mereka.

"Mereka dehidrasi dan kuning karena kurangnya asupan ASI, mereka sama sekali tidak ingin minum susu formula, ASI yang diberikan nak Kanaya sudah habis stoknya." Sahut mami Ambar menatap sedih putranya dan itu membuat Kanaya merasa sangat bersalah.

Noah menatap wajah Kanaya yang juga menatapnya, tatapan mereka beradu. Tatapan tajam penuh amarah dari Noah seakan menyalahkan keegoisan Kanaya yang menolak untuk menyusui bayinya. Kanaya yang tidak tahan dengan tatapan mata yang menakutkan itu, seakan sedang menguliti tubuhnya dalam keadaan hidup-hidup. Iapun tertunduk dengan perasaan sangat bersalah sambil menggigit ujung bibirnya.

Tidak lama baby Zein mulai menangis, Kanaya begitu cekatan menghampiri bayi malang itu lalu menggendong bayi itu hati-hati untuk di bawa ke dadanya, namun sebelum ia membuka kancing bajunya ia meminta Noah untuk meninggalkan kamar itu sebentar.

"Bisakah Tuan meninggalkan kami sebentar?" tanya Kanaya yang tidak ingin belahan dadanya diperhatikan oleh ayah dari bayi kembar yang akan ia susui ini.

"Baiklah Kanaya, terimakasih sebelumnya." Ucap Noah tersenyum kecut lalu meninggalkan kamar inap baby kembarnya.

Hanya mami Ambar yang tidak beringsut dari tempatnya duduk, ia memperhatikan cara Kanaya menyusui salah satu cucunya Zein yang sudah mengisap salah satu pu**ingnya dengan rakus seakan bayi ini sangat kelaparan membuat Naya meringis kesakitan.

"Pelan-pelan sayang, ibu nggak akan meninggalkan kalian lagi, jangan takut," bisiknya lirih kepada baby Zein yang sedikit menggerutu sambil menyedot makanannya pada dada Kanaya.

Nyonya Ambar memperhatikan adegan Naya dan cucunya Zein merasa sangat terharu. Iapun langsung jatuh cinta dengan gadis yang mirip dengan almarhumah ibu si kembar ini dan berdoa semoga Noah menikahi gadis ini secepatnya, tidak peduli putranya itu mencintai gadis ini atau tidak.

Terpopuler

Comments

Hasnah Nanna

Hasnah Nanna

iya. lebih baik mereka menikah saja biar nggak ada fitnah nanti nya

2023-10-13

2

Noorliza Abdghani

Noorliza Abdghani

baik bonda nya

2023-09-16

0

Alya Yuni

Alya Yuni

Kasian baby kmbar

2022-12-22

0

lihat semua
Episodes
1 1. TERTEGUN
2 2. TAMU DI TENGAH MALAM
3 3. PERMINTAAN
4 4. BABY KEMBAR
5 5. PERJANJIAN
6 6. RIVAL
7 7. PERNIKAHAN
8 8. MALAM PENGANTIN
9 9. SAUDARA KEMBAR NOAH
10 10. KECEMBURUAN BRENDA
11 11. PERUBAHAN BRENDA
12 12. KETULUSAN
13 13. KECURIGAAN
14 14. BANGKRUT
15 15. ISI PERJANJIAN KONTRAK NIKAH
16 16. RAPAT KELUARGA
17 17. RAYUAN MAUT
18 18. KEDATANGAN MARISA
19 19. PENGAKUAN
20 20. DIAM
21 21. MENOLAK
22 22. PRIA MISTERIUS
23 23. KAGUM
24 24. KEJUTAN
25 25. KETUA MAFIA
26 26. ULANG TAHUN ZEIN DAN ZHIFA
27 27. PENYESALAN
28 28. CURIGA
29 29. PENJELASAN
30 30. BUKTI
31 31. PENYELIDIKAN
32 32. KETAKUTAN
33 33. DIAM
34 34. TERUNGKAP
35 35. NGIDAM
36 36. KEJARAN
37 37. HANCUR
38 38. KEPERGIAN
39 39. PENOLAKAN
40 40. BIMBANG
41 41. SAKIT
42 42. PERTEMUAN
43 43. PENGORBANAN
44 44. HAK ASUH
45 45. MINGGAT
46 46. PENCARIAN
47 47. KECELAKAAN
48 48. KEMENANGAN
49 49. RESTU
50 50. MELEWATI MALAM YANG INDAH
51 51. KESEDIHAN
52 52. PENJELAJAHAN
53 53. HONEY MOON
54 54. BABY KWARTET
55 55. CEMBURU
56 56. OBAT TIDUR ALAMI
57 57. BERTEMU MERTUA
58 58. SERANGAN
59 59. MENGGAGALKAN
60 60. KANGEN
61 61. ANGGOTA KELUARGA BARU
62 62. WAJAH PENCULIK
63 63. ALASAN
64 64. PERMOHONAN
65 65. PENGUNTIT
66 66. DADDY
67 67. BUJUKAN
68 68. TERSANGKA
69 69. BUNDA
70 70. LUKA MASA LALU
71 71. BERDEBAR
72 72. KESEDIHAN
73 73. CELOTEH
74 74. KABAR BAHAGIA
Episodes

Updated 74 Episodes

1
1. TERTEGUN
2
2. TAMU DI TENGAH MALAM
3
3. PERMINTAAN
4
4. BABY KEMBAR
5
5. PERJANJIAN
6
6. RIVAL
7
7. PERNIKAHAN
8
8. MALAM PENGANTIN
9
9. SAUDARA KEMBAR NOAH
10
10. KECEMBURUAN BRENDA
11
11. PERUBAHAN BRENDA
12
12. KETULUSAN
13
13. KECURIGAAN
14
14. BANGKRUT
15
15. ISI PERJANJIAN KONTRAK NIKAH
16
16. RAPAT KELUARGA
17
17. RAYUAN MAUT
18
18. KEDATANGAN MARISA
19
19. PENGAKUAN
20
20. DIAM
21
21. MENOLAK
22
22. PRIA MISTERIUS
23
23. KAGUM
24
24. KEJUTAN
25
25. KETUA MAFIA
26
26. ULANG TAHUN ZEIN DAN ZHIFA
27
27. PENYESALAN
28
28. CURIGA
29
29. PENJELASAN
30
30. BUKTI
31
31. PENYELIDIKAN
32
32. KETAKUTAN
33
33. DIAM
34
34. TERUNGKAP
35
35. NGIDAM
36
36. KEJARAN
37
37. HANCUR
38
38. KEPERGIAN
39
39. PENOLAKAN
40
40. BIMBANG
41
41. SAKIT
42
42. PERTEMUAN
43
43. PENGORBANAN
44
44. HAK ASUH
45
45. MINGGAT
46
46. PENCARIAN
47
47. KECELAKAAN
48
48. KEMENANGAN
49
49. RESTU
50
50. MELEWATI MALAM YANG INDAH
51
51. KESEDIHAN
52
52. PENJELAJAHAN
53
53. HONEY MOON
54
54. BABY KWARTET
55
55. CEMBURU
56
56. OBAT TIDUR ALAMI
57
57. BERTEMU MERTUA
58
58. SERANGAN
59
59. MENGGAGALKAN
60
60. KANGEN
61
61. ANGGOTA KELUARGA BARU
62
62. WAJAH PENCULIK
63
63. ALASAN
64
64. PERMOHONAN
65
65. PENGUNTIT
66
66. DADDY
67
67. BUJUKAN
68
68. TERSANGKA
69
69. BUNDA
70
70. LUKA MASA LALU
71
71. BERDEBAR
72
72. KESEDIHAN
73
73. CELOTEH
74
74. KABAR BAHAGIA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!