Happy reading...
"apa dia sudah gila?" ucap monic sambil menatap ke arah alexander, terlihat alexander yang sedang menggertakan gigi nya itu karena menahan amarah nya.
alexander pun segera berbalik dan menyusul anna yang sudah masuk duluan itu, monic yang melihat itu pun lamgsung mengerut kan kening nya tidak suka ia pikir laki - laki itu akan memarahi anna karena telah bersikap sombong dan meremehkan nya di depan para pelayan namun ternyata dugaan nya salah.
ketika alice sedang melihat ke sekeliling ruangan di rumah mewah itu, tiba - tiba saja ia melihat beberapa pelayan di rumah ini melewatinya begitu saja sambil menatap nya dengan berbisik - bisik.
dua orang pelayan perempuan itu melewati nya sambil menatap nya dengan tatapan meremehkan.
"dia benar - benar tidak tau malu berani sekali muncul di rumah ini" bisik salah satu pelayan perempuan yang membawa sebuah ember berisi air untuk mengepel lantai
tepat di saat alice ingin menegur pelayan itu alexander sudah datang dan berdiri di sebelah nya, laki - laki itu pun memanggil kedua pelayan tersebut.
"ada yang bisa kami bantu, tuan muda?" tanya salah satu pelayan itu ketika sudah berada di hadapan alexander
"di mana yang lain?" tanya alexander tanpa basa basi
"tuan dan nyonya besar ada di kamar kakek, tuan. beberapa saat lalu nyonya memanggil dokter untuk mengecek kondisi kakek" jawab pelayan itu
alexander pun langsung pergi ke lantai atas dengan terburu - buru setelah mendengar ucapan dari pelayan itu.
"terimakasih, kalian sudah bekerja keras" ucap monic ramah kepada pelayan itu
"iya, nona monic!" ucap kedua pelayan itu dengan antusias menyambut kedatangan monic berbanding terbalik dengan sifat mereka kepada anna tadi.
Monic melemparkan tatapan puas pada alice sebelum dirinya menyusul Alexander. Alice pun membalas tatapan nya itu dengan ekspresi mencibir.
‘bahkan pelayan di rumah ini kurang disiplin sehingga bersikap kurang ajar pada majikan nya maka jangan salah kan aku jika aku memberikan sedikit saja pelajaran kepada mereka anggap saja ini sebagai hukuman’ batin alice Ketika kedua pelayan itu ingin melewati nya tanpa memandang atau menghormati nya dulu, alice pun dengan sengaja mengulurkan kaki nya untuk menjegal kaki dari salah satu pelayan itu agar terjatuh.
“akh!” ucap salah satu pelayan itu yang terjatuh bersama ember yang ia bawa membuat lantai tersebut basah karena di banjiri oleh air
“ups! Kalo jalan mata jangan lupa di pake donk” cibir alice
Kedua pelayan itu menatap alice dengan mata terbelalak, pelayan yang tadi jatuh pun langsung bangkit dari lantai dengan marah hendak memaki alice
“apa yang sedang kalian lakukan di sini?” tanya seorang kepala pelayan yang baru saja turun dari tangga dan berjalan menghampiri mereka, kedua pelayan yang melihat kedatangan kepala pelayan itu pun langsung memberi hormat padanya.
“tuan kepala pelayan, wanita ini menjatuh kan santi dengan sengaja” adu pelayan satu nya sambil menunjuk kearah alice.
Mereka pikir anna akan segera di ceraikan jadi tidak masalah bertindak seperti ini dan lagi pula nyonya besar tidak mengakui nya sebagai menantu di rumah ini.
“berani nya kalian bersikap kurang ajar pada nyonya anna!” ucap kepala pelayan itu dengan tegas sambil menatap tajam kearah pelayan tersebut
Meskipun anna selalu di rendahkan di kediaman scott tapi kakek Alexander yang bernama Thomas scott sangat menghargai nya, karena kepala pelayan adalah orang yang setia pada kakek Thomas jadi ia juga menghormati anna sebagai majikan nya.
Kedua pelayan itu saling pandang sebelum menatap kepala pelayan dengan ragu – ragu dan berucap :
“bukan kah tuan Alexander akan segera menceraikan wanita itu lalu mengapa anda masih memanggil nya dengan sebutan nyonya?” ucap salah satu pelayan itu
“kurang ajar!” bentak kepala pelayan itu hingga membuat kedua pelayan perempuan itu menciut dan menundukkan kepala
“maafkan kedua pelayan ini, nyonya anna. Tuan Alexander beserta yang lain nya sedang menunggu anda di kamar kakek Thomas” ucap kepala pelayan itu sambil membungkuk hormat
“saya saran kan kepada anda segera didik dengan benar pelayan anda ini agar tidak menggigit tuan mereka” ucap alice dengan dingin. selama ia menggantikan posisi anna, ia tidak akan membiarkan siapa pun bisa merendahkan atau meremehkan anna lagi.
Mendengar ucapan anna membuat kedua pelayan itu menatap nya dengan marah tapi alice membalas tatapan mereka dengan senyum dingin sehingga membuat kedua pelayan itu merasa cemas.
Benarkah wanita di depan mereka ini adalah anna yang selalu menundukkan kepala nya?
Selama menjadi menantu di keluarga scott, anna sudah biasa di remehkan dan di rendahkan oleh para pelayan di rumah ini tapi anna tidak pernah sekalipun mengejar masalah ini dengan seorang pelayan yang terang – terangan meremeh kan nya itu.
Namun berbeda dengan hari ini anna yang sekarang justru membalas orang yang mencoba merendah kan nya itu.
“baik nyonya, akan saya lakukan perintah anda” jawab kepala pelayan itu dengan nada tegas menatap kedua pelayan perempuan itu
“Mari ikuti saya, nyonya. untuk menemui yang lain nya.” sambung kepala pelaya
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 32 Episodes
Comments
*Wéixiào*微笑
up up up
2021-12-31
1
r.E 0412
siap" pd kena serangan mental🤭🤭🤭
2021-12-30
3