Episode 3

Happy reading...

Dokter roberts pun segera memeriksa keadaan alice di bantu oleh suster yang tadi datang bersama nya itu.

Alice pun tertidur setelah dokter roberts menyuntikan nya dengan obat bius, setelah itu dokter pun menatap alexander dan membawa laki – laki itu keluar sebentar untuk membicarakan tentang kondisi alice saat ini.

Alexander memandangi wanita yang tak sadarkan diri di ranjang rumah sakit itu dengan ekspresi tidak terbaca sebelum ia berjalan mengikuti dokter roberts.

“tuan kondisi nyonya saat ini sangat buruk, beliau sepertinya mengalami depresi dan syok setelah kecelakaan itu. Kemungkinan hal itu lah yang menyebabkan nya hilang ingatan karena otak nya ingin melupakan kenangan buruk untuk melindungi pemilik nya” ucap roberts panjang lebar memberi kesimpulan tentang kondisi alice saat ini

“mungkin dia hanya berpura – pura amnesia saja dokter karena tidak ingin bercerai dari alexander” ucap sekretaris alexander yang bernama monica karena curiga sekaligus tidak senang, sedari tadi ia juga ikut mendengarkan penjelasan dokter roberts

Monica pun sekilas menatap alexander yang  ekspresi nya tidak terbaca sama sekali, ia takut bahwa alexander tidak jadi menceraikan anna karena kondisi nya.

“saya memang tidak bisa menyimpulkan berdasarkan sudat pandang medis tapi reaksi psikologis tidak bisa berbohong, jika anda tidak percaya anda bisa memeriksa nya di rumah sakit lain.” Ucap dokter roberts sambil tersenyum sopan

“tidak perlu” ucap alexander yang akhir nya membuka suara nya

“teruskan perawatan nya sampai di benar – benar sembuh” sambung alexander setelah melirik sekilas ke ranjang anna

“baik tuan scott” ucap dokter roberts dengan hormat

“tapi peceraian nya?” tanya monica yang tidak senang

“bukan urusan mu” jawab alexander dengan wajah dingin menatap monica

Monica menatap wajah alexander dengan tatapan sedih tetapi alexander tidak memperhatikan nya karena ponsel di saku nya tiba – tiba saja bergetar.

Alexander langsung memijit – mijit pangkal hidung nya ketika nama ayah nya muncul di layar handphone ia pun langsung mengangkat panggilan tersebut.

“ada apa ayah?” tanya alexander to the point

“kamu di mana? cepat pulang sekarang! Kakek mu jatuh sakit” jawab ayah alexander yang bernama mike dengan marah

“baiklah, aku akan segera pulang sekarang” ucap alexander yang langsung menutup telpon nya itu agar tidak mendengar omelan sang ayah mengenai keputusan nya untuk menceraikan anna

Di keluarga nya orang yang paling menentang peceraian nya adalah ayah dan kakek nya, entah alasan apa yang di berikan oleh anna sehingga membuat kedua orang yang paling tegas di keluarga scott mendukung nya.

“kamu mau kemana?” tanya monica saat ia menahan tangan alexander yang ingin pergi

“kakek sakit, ayah ingin aku pulang untuk segera menemui kakek” jawab alexander, sebenar nya sebentar lagi ia ada rapat dengan perusahaan tapi terpaksa harus di batalkan karena ia harus segera pulang

“apa aku boleh ikut? Aku juga mencemaskan kakek” ucap monica dengan tatapan lembut

“tidak usah, kakek paling tidak suka melihat mu” ucap alexander yang hanya melirik sekilas ke arah monica lalu berbalik meninggalkan nya

Monica dan alexander adalah teman masa kecil karena mereka bertetanggaan dan juga kedua keluarga mereka saling mengenal satu sama lain

‘kakek tua sialan!’ batin monica kesal sambil menggertakkan gigi nya

Kakek alexander bernama thomas scott beliau lah yang selalu menghalangi monica untuk mendekati Alexander.

Monica menatap pintu kamar anna dengan tatapan penuh kebencian sebelum diri nya berbalik memutuskan untuk pergi

Semua itu tidak lepas dari penglihatan dokter Roberts beliau hanya bisa menggelengkan kepala nya saja menurut nya tidak sulit untuk memahami perasaan orang dewasa apalagi perasaan perempuan yang di penuhi oleh api cemburu itu akan sangat berbahaya dan akan menjadi racun di hati nya.

“sungguh malang nasib nona anna” gumam dokter Roberts yang merasa kasihan kepada anna

...….....

Ke eseokan hari nya Alice membuka mata nya kembali dengan pemandangan yang masih sama seperti sebelum nya. ia pun bangun dan menyandar kan tubuh nya di kepala ranjang sambil memegang kepala nya yang masih tertutup oleh perban itu, walaupun kepala nya masih terasa sedikit pusing karena efek obat bius yang masih terasa tapi masih bisa ia tahan.

“nyonya sudah sadar? Bagaimana perasaan anda sekarang nyonya? apa ada yang sakit?” Tanya seorang perawat wanita yang baru saja masuk

“bisakah kau tutup mulut mu itu, kau membuat kepala ku tambah sakit saja” jawab alice dengan ketus sehingga membuat perawat itu langsung terdiam

“maaf nyonya, kalo begitu akan saya panggilkan dokter Roberts dulu” ucap perawat itu yang hendak pamit keluar untuk memanggil dokter tapi segera di hentikan oleh alice

“tidak perlu! Apa yang kau bawa itu?” ucap alice sambil menatap sesuatu yang di bawa oleh perawat itu

“ini tadi polisi mengantarkan tas nyonya yang selamat dari ledakan mobil” ucap perawat itu sambil meletakkan tas tersebut di nakas meja yang berada di samping ranjang alice

“tas?” gumam alice

“iya nyonya” jawab perawat itu masih dengan mempertahankan sikap ramah nya walaupun di dalam lubuk hati yang paling dalam ia merasa iri dan mencemooh nya.

‘wanita itu sudah mendapat jackpot karena bisa menikahi seorang CEO ternama di kota ini tetapi bukan nya mensyukuri keberuntungan nya, ia malah berselingkuh dan akan segera di ceraikan’ batin nya

Jika tidak karena dokter Roberts lah yang menyuruh nya untuk merawat nyonya anna hingga benar – benar sembuh maka ia bahkan tidak sudi untuk merawat nya. toh, dia juga akan segera di ceraikan oleh tuan Alexander scott.

“apa ada sesuatu yang anda butuhkan nyonya?” Tanya perawat itu namun tidak di hiraukan oleh alice, gadis itu masih sibuk menatap tas yang berada di nakas itu

“kalo begitu saya permisi dulu nyonya” pamit perawat itu saat merasa di acuh kan oleh alice

Ketika perawat itu berjalan keluar dari kamar rawat alice, ia bertemu dengan rekan sesama perawat nya di depan pintu.

“hai meli” sapa rekan nya sambil melirik ke dalam kamar lalu berbisik di telinga perawat yang merawat anna bernama meli itu

“bukan nya itu istri dari CEO yang terkenal itu?”

Meli menjawab nya dengan anggukan, ia bahkan tidak menutup pintu kamar rawat yang di tempati oleh alice yang menjadi anna itu, toh menurut nya anna tidak bisa mendengar percakapan mereka.

“jadi kabar dia kecelakaan itu benar?” Tanya rekan kerja meli

“ya,  dia juga akan di ceraikan oleh tuan Alexander. Jika aku jadi dia mungkin aku akan bunuh diri” ucap meli sambil cekikikan bersama rekan nya itu

“kasihan sekali padahal dia sudah susah payah naik keatas ranjang tuan Alexander tapi malah menyelingkuhi nya.” ucap nya lagi

“dasar murahan” sambung nya

alice yang sedari tadi diam bukan berarti ia tidak mendengar nya tapi karna menurut nya yang mereka bicarakan bukan lah identitas asli diri nya melainkan anna identitas yang sedang mereka bicarakan dan sedang ia pakai itu, semakin lama di diamkan alice makin kesal dengan pembicaraan mereka itu karena tidak berhenti dan malah makin menjadi - jadi ketika alice ingin membuka suara nya hendak memaki – maki kedua perawat itu tapi ia urung kan niat nya karena ada seseorang yang mewakilkan nya.

“tutup mulut kotor kalian itu”

Bersambung...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!