Happy reading...
“apa yang di katakan oleh anna benar, tidak mungkin kan seorang alexander scott orang terkaya nomor satu tidak bisa memberikan uang sekecil itu pada istri nya” ucap Jessica dengan nada meledek
Alice menganggukan kepala nya seolah menyetujui ucapan dari sahabat anna tersebut.
‘lima puluh miliar bukan lah nominal kecil, berani nya kedua wanita itu memeras alexander’ batin monic sambil menatap kedua wanita itu secara bergantian dengan tatapan permusuhan.
Karena monic tidak tahan dengan sikap anna yang menurut nya sangat menjengkel kan itu, ia pun maju dan berdiri di samping Alexander.
“anna, bukankah kau amnesia lalu bagaimana bisa kau mengajukan syarat yang tidak masuk akal seperti itu atau mungkin kah kau sebenarnya…” ucap monic yang sengaja tidak melanjut kan ucapan nya itu sambil melirik Alexander dengan ragu – ragu
Alice dan Jessica memutar bola mata nya jengah melihat acting kepura – puraan dari wanita bermuka dua itu. Menurut mereka berdua acting monic sangatlah menjijikan.
Alexander tidak menghiraukan ucapan dari monic, ia hanya focus menatap wanita yang ia kira itu adalah istri nya dengan kening berkerut.
“hei nona, aku tidak tau siapa diri mu dan tidak peduli akan hal itu. Aku Cuma tanya apa hubungan mu dengan masalah rumah tangga ku?” tanya alice dengan santai namun setiap kalimat yang keluar dari mulut nya itu mengandung nada ejek
“ah! Jika kau merasa memiliki hubungan dengan laki – laki yang katanya adalah ‘suami’ ku itu, bisakah kau suruh dia untuk mempercepat perceraian ini. aku tidak suka membuang terlalu banyak waktu dengan hal yang tidak penting seperti ini” sambung alice dengan angkuh sambil menunjuk Alexander dengan dagu nya
Ucapan yang keluar dari mulut alice berhasil membuat ketiga orang tersebut terkejut
“wow” ucap Jessica sambil memberikan tepuk tangan pada alice
“kau-“ ucap monic terhenti saat Alexander membuka suara berat nya
“tetapi sayang nya perceraian itu tidak akan pernah terjadi” ucap Alexander setelah terdiam beberapa saat
Ketiga wanita di kamar rawat itu kompak menatap ke arah Alexander dengan berbagai ekspresi
“ternyata kau benar – benar pelit” ucap Jessica dengan nada mencibir
Alice menganggukkan kepala nya sependapat dengan ucapan Jessica
Alexander memelototi kedua wanita itu dengan tatapan tajam. Dia adalah Alexander seorang raja bisnis di Negara ini, berani sekali mereka memanggil nya dengan sebutan pelit dan juga miskin itu dapat menginjak harga diri nya.
“alex, apa maksud mu? Bukankah kau sangat ingin bercerai dengan wanita itu lalu mengapa kau membatalkan nya? berikan saja uang tunjangan lima puluh miliar itu pada nya jadi kau bisa bebas dengan pernikahan yang tidak kau inginkan ini” ucap monic yang panik berusaha membujuk Alexander agar tidak membatalkan perceraian nya namun laki – laki itu tidak memperdulikan ucapan dari monic
‘huh, dasar pelakor. Dia sungguh tidak sabaran ingin menduduki posisi sebagai istri dari Alexander, tidak heran jika anna kalah dengan wanita bermuka dua itu’ batin alice sambil menatap monic dengan tatapan jijik
“tinggalkan kami, ada yang ingin aku bicarakan dengan nya” ucap Alexander tegas dengan tatapan yang tidak lepas dari sosok alice
“baiklah alex, aku akan menunggu mu di luar” ucap monic yang kembali ke citra nya yang lembut dan patuh yang sangat di sukai oleh Alexander itu, walaupun diri nya ingin sekali mengatakan sesuatu tapi segera ia urungkan niat nya itu karena ia tau temperamen Alexander yang tidak suka di bantah. Ia tidak mau mengambil resiko menyinggung perasaan Alexander sebelum ia mendapatkan hati laki – laki itu sepenuh nya.
Sebelum keluar monic menatap alice dengan tatapan yang di penuhi dengan kebencian
“aku juga akan pergi” ucap Jessica ketika melihat tatapan tajam alexander
“oh ya, jika dia berbuat macam – macam dengan mu. Tendang saja bagian ‘masa depan’ nya itu sampai tidak berfungsi lagi” bisik Jessica di telinga alice sebelum ia keluar dari ruang rawat itu
“aku bisa mendengar nya” ucap Alexander dengan dingin ketika Jessica telah selesai berbisik
“jadi apa yang ingin kau bicarakan dengan ku?” tanya alice dingin dengan tangan bersedekap di dada sambil bersandar di kepala ranjang ketika tinggal mereka berdua di ruangan tersebut.
“aku memberi mu kontrak selama satu tahun untuk terus melanjutkan pernikahan ini” ucap Alexander tanpa basa – basi dengan kedua tangan yang di masukkan di saku celana
Alice mengkerut kan alis nya saat mendengar ucapan laki – laki di depan nya itu
“kalo aku tidak mau” ucap alice dengan tatapan tidak suka
“bukankah dulu kau yang bersikeras tidak ingin bercerai dariku? Jadi aku memberi mu kesempatan untuk terus melanjutkan pernikahan ini. Lalu mengapa kau tidak mengambil kesempatan ini?” tanya Alexander dengan kening berkerut menatap alice
‘jelas lah! Saat itu kan anna yang asli sedangkan posisi saat ini adalah aku, alice wiston’ batin alice
“maaf tuan, bukan kah kau sudah mendengar nya dari dokter bahwa wanita di depan mu ini sedang amnesia” jawab alice dengan tajam
“orang yang hilang ingatan sekali pun tidak mungkin merubah sikap nya dalam waktu semalam” ucap Alexander yang berhasil membuat alice terdiam tidak bisa berkata – kata
‘dasar sialan!, kau ingin mencoba bermain kata – kata dengan ku? baiklah! Akan ku tunjukkan pada nya kehebatan ku dalam bermain kata – kata’ batin alice
“lalu bagaimana dengan mu yang terus saja memaksa ku untuk menanda tangani surat perceraian itu? Di saat aku sudah siap untuk bercerai dengan mu kenapa sekarang kau malah membatalkan perceraian itu?” balas alice yang berhasil membuat seorang Alexander kehabisan kata – kata untuk menjawab nya
“itu tidak penting! Yang jelas aku ke sini hanya untuk menawarkan kontak itu pada mu” ucap Alexander dengan ekspresi datar
“cih, bagaimana kalo aku tidak setuju dengan kontrak itu?” ucap alice, ia tidak ingin menghabiskan satu tahun hidup nya terjebak kontrak dengan laki – laki brengsek yang berada di depan nya ini
Alexander pun berjalan mendekat kearah alice lalu merendahkan tubuh nya dengan kedua tangan nya memegang kedua sisi ranjang yang sedang di duduki oleh alice. Saat ini gadis cantik itu sudah berada dalam kurungan tangan kekar nya.
Sedangkan Alice yang melihat itu pun langsung mengerutkan alis nya sambil memundur kan kepala nya ketika wajah Alexander mendekati nya.
Laki – laki itu pun menatap kedua mata biru milik alice dengan tatapan mengintimidasi.
“maka kau tidak akan mendapat kan apa pun setelah kita bercerai” desis Alexander di telinga alice
“kau –“ ucap alice geram sambil menatap Alexander dengan tatapan tajam
“silahkan saja kau lakukan itu, maka aku akan menuntut mu” ucap alice dengan mengancam
“apa kau lupa? Dua bulan lalu kau berselingkuh di belakang ku. apa menurut mu aku akan memberi mu uang tunjangan cerai setelah kau membuat ku menjadi bahan tertawaan di Negara ini” desis Alexander dengan tajam
‘apa di rumah nya tidak ada cermin untuk nya berkaca? Enak sekali menuduh anna berselingkuh dari nya padahal dia sendiri lah yang duluan berselingkuh. Dasar laki – laki sok suci!’ batin alice sambil balik memelototi laki – laki di depan nya itu
“dasar brengsek” gumam alice geram namun masih bisa di dengar oleh Alexander
“apa kau bilang?” ucap Alexander dengan tatapan tajam. Wanita yang ia anggap anna itu adalah orang pertama yang berani memaki langsung di depan nya.
“apa kau mengerti apa yang barusan kau katakan itu?” sambung Alexander namun kali ini dengan nada yang mengancam
“tidak heran jika aku berselingkuh karena memiliki suami brengsek seperti mu” ucap alice dengan angkuh
Baru saja alice menyelesaikan ucapan nya itu, sebuah benda kenyal mendarat mulus di bibir nya. Alexander sesaat hilang kendali ketika merasakan bibir lembut milik wanita di depan nya itu membuat nya ketagihan dan ingin terus merasakan nya bahkan dia sampai memejam kan mata nya untuk memperdalam ciuman tersebut.
Alice yang tersadar ketika Alexander mulai menggunakan lidah nya dan menindih tubuh nya, ia mulai memberontak karena merasa jijik tetapi lelaki itu menahan kepala nya dan semakin memperdalam ciuman nya seperti orang yang kesetanan.
“hmph!”
Seluruh wajah alice memanas karena tidak bisa bernafas tapi laki – laki itu tidak melepaskan bibir nya. ia pun dengan kesal menggigit bibir laki – laki itu sampai berdarah.
Alexander pun tertegun dan melepaskan bibir nya dengan nafas yang terengah – engah begitu pun juga alice yang akhir nya bisa kembali bernafas.
Alice dengan raut wajah marah langsung mendorong tubuh pria itu dengan kasar. dia membersih kan bibir nya dengan kasar dan juga jijik yang sangat jelas tergambar di wajah nya.
‘apa ciuman ku sangat buruk sampai dia bereaksi seperti itu?’ batin Alexander sambil mengerut kan alis nya saat melihat ekspresi alice mengelap bibir nya dengan jijik.
“pelecehan! Ini tindakan pelecehan!” ucap alice dengan marah
‘berani sekali si brengsek ini mencuri ciuman pertama ku’ batin alice marah
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 32 Episodes
Comments
r.E 0412
waaah seru ini saya suka👍👍👍
2021-12-28
1