Happy reading...
Seorang laki – laki dewasa yang sedang berjalan dengan tagap nya di koridor rumah sakit membuat nya menjadi pusat perhatian.
Bagaimana tidak?
Aura karismatik yang di miliki oleh laki – laki itu membuat kaum hawa yang melihat nya langsung jatuh hati dan bahkan ada yang pikiran nya sudah traveling kemana – mana saat membayangkan otot – otot kekar nya yang di balut oleh setelan jaz mahal bewarna hitam itu, di tambah dengan wajah tampan dan dingin yang di miliki oleh lelaki itu semakin memperkuat karisma nya sebagai seorang CEO di perusahaan ternama di Negara tersebut yaitu ScottCompany.
Laki – laki itu adalah Alexander scott, siapa yang tidak mengenal nya? seorang CEO yang wajah nya selalu menghiasi majalah- majalah bisnis setiap minggu nya.
Dengan wajah tampan dan karisma seorang CEO banyak para wanita yang rela melemparkan diri ke ranjang nya tapi Alexander tidak tertarik akan hal itu, ia hanya setia dengan dokumen – dokumen yang berurusan dengan kantor nya tak heran ia mendapat julukan ‘maniak kerja’
Alexander memandang lurus ke depan tanpa menghiraukan pandangan orang - orang yang menatap nya dengan tatapan terpesona. ia datang bersama asisten, sekretaris dan juga pengacara di belakang nya.
Seorang dokter paruh baya dengan terburu – buru menghampiri Alexander dan di ikuti seorang suster bersama nya
“tuan scott, apa anda ingin menjenguk istri anda?” Tanya dokter tersebut
“iya, dokter Roberts” jawab Alexander sopan
Istri Alexander scott adalah Annatasya William, gadis yang ia nikahi satu tahun yang lalu karena sebuah alasan. Ia tidak mencintai sang istri dan bahkan sangat membenci nya.
dua bulan lalu anna tertangkap kamera sedang berselingkuh di sebuah hotel dan di muat di majalah gossip, karna skandal itu lah membuat reputasi Alexander jatuh.
Alexander pun langsung menceraikan nya namun anna bersikeras tidak mau bercerai dan bahkan mengancam akan bunuh diri walaupun ia sudah menyiapkan tunjangan yang cukup besar tapi anna tetap saja menolak dan pergi melarikan diri ke kota B, tidak lama kemudian ia mendapat kabar bahwa anna mengalami kecelakaan dan ia segera di pindahkan ke rumah sakit terbaik di kota A saat itu ia dalam kondisi koma satu minggu.
“mari tuan, saya antar ke kamar nyonya” ucap dokter roberts menuntun alexander ke kamar rawat VVIP anna
“tidak perlu repot – repot dokter roberts, saya hanya mampir sebentar” ucap alexander
“baik tuan” ucap dokter roberts. Ia ingin sekali bertanya kenapa alexander hanya sebentar saja menjenguk sang istri? padahal ia belum pernah datang menjenguk istri nya sama sekali saat koma, namun dokter roberts mengurungkan niat nya itu.
Saat Mereka menyusuri lorong rumah sakit menuju kamar rawat anna tiba – tiba langkah alexander terhenti saat melihat seorang wanita berpakaian baju pasien sedang berjalan dengan susah payah nya di lorong rumah sakit tersebut bahkan wanita itu menolak perawat yang ingin membantu nya.
Alexander pun mengerut kan alis nya ketika melihat kelakuan wanita itu yang tak lain adalah istri nya sendiri yaitu annatasya william. Ia pun semakin mempercepat langkah nya untuk mendekati anna tapi saat ia hampir sampai tiba – tiba saja tubuh anna hampir saja jatuh ke lantai beruntung saat itu alexander lebih dulu menangkap tubuh ramping anna sebelum tubuh nya jatuh ke lantai.
“siapa kau?” ucap wanita itu sebelum kesadaran nya menghilang dalam pelukan alexander
Pria itu mengerutkan kening nya saat mendengar ucapan anna tadi yang tidak mengenali nya,
‘apa dia sekarang pura – pura amnesia?’ batin nya, dengan raut wajah kesal bercampur amarah alexander pun menggendong wanita itu dengan gaya bridal style
“dimana kamar nya?” tanya alexander dengan wajah dingin pada dokter roberts
“mari ikut saya, tuan” jawab dokter roberts yang sudah merasakan suasana laki – laki itu sedang tidak bagus
...….....
Alice mengejabkan kedua mata nya. lagi – lagi ia melihat pemandangan seperti pertama kali ia membuka mata nya di tempat ini yaitu langit – langit dan dinding bercat putih.
“anda sudah sadar nyonya?” tanya dokter roberts itu saat melihat anna sudah mulai membuka mata nya.
anna pun mengalihkan pandangan nya menatap seorang dokter paruh baya yang berada di samping ranjang nya itu, ia pun mencoba duduk dan seketika rasa pening di kepala nya kembali terasa namun tidak sesakit saat ia pertama sadar tadi
“nyonya anna, anda tidak boleh bergerak dulu” ucap dokter roberts buru – buru menghentikan ketika melihat anna mengerang kesakitan saat mencoba untuk duduk
“anna? Siapa anna yang kau maksud itu?” tanya alice sambil mengerutkan kening nya menatap heran saat dokter paruh baya itu memanggil nya dengan nama yang terdengar asing di telinga nya
“anda, nyonya” jawab dokter roberts yang tak kalah bingung
Alice pun mengalihkan pandangan nya menatap sekeliling ruangan tersebut, di sana ia melihat beberapa orang yang sedang berkumpul di ruangan nya tapi tatapan nya terhenti saat ia melihat sosok laki – laki tampan yang sedang duduk di sofa single dan seorang wanita cantik yang berdiri di sebelah laki – laki itu.
‘siapa mereka? Berani sekali masuk keruangan ku dan mengganggu istirahat ku’ batin alice sambil menatap laki – laki dan para gerombolan nya dengan tatapan tidak suka
Alice pun mencoba duduk tanpa menghiraukan larangan dokter roberts
“siapa mereka? Kenapa ada di ruangan ku? cepat suruh mereka keluar sekarang!” ucap alice kesal, saat ini mood nya sedang tidak bagus
Semua orang di ruangan tersebut terkejut ketika melihat respon wanita itu kecuali alexander yang ekspresi nya tidak berubah, laki – laki itu tetep duduk di sofa sambil menatap ke arah alice dengan wajah angkuh dan kedua tangan bersedekap di dada nya.
Alice menatap laki – laki itu dengan tatapan tidak suka, sikap angkuh laki – laki itu mengingatkan nya dengan seseorang yang sangat ia benci.
“apa kau mengingat ku?” tanya seorang perempuan cantik yang sedang berjalan mendekati alice
“apa penting aku mengingat mu?” tanya balik alice dengan dingin
“oh, tidak! Seperti nya kau beneran amnesia” ucap nya dengan ekspresi menjengkelkan
“pelayanan di rumah sakit ini sungguh sangat buruk “ gumam alice yang masih terdengar oleh dokter roberts yang berdiri di samping nya itu
“maksud anda nyonya?” tanya dokter roberts dengan tatapan bingung
“maksud ku bagaimana bisa ada orang asing di perboleh kan masuk dan mengganggu pasien yang tengah beristirahat?” ucap alice dengan kesal sambil menatap lelaki paruh baya itu
“hentikan omong kosong mu” ucap seorang laki – laki dengan tegas
Alice pun mengalihkan pandangan nya pada sosok laki – laki yang sedari tadi duduk di sofa tersebut, laki – laki itu kemudian berdiri dan berjalan ke arah alice dengan langkah tegap.
“berhenti lah berpura –pura dan segera tanda tangani surat cerai ini sekarang juga” ucap alexander dengan tegas sambil meletakkan dokumen perceraian di depan alice
Alice menatap dokumen itu dengan kening berkerut
“apa kau sudah gila? Aku saja belum menikah bagaimana bisa bercerai?” ucap alice kesal sambil melempar dokumen itu ke wajah alexander
Raut wajah alexander di penuhi dengan amarah, sementara para bawahan nya hanya bisa menahan nafas mereka sambil mengeluarkan keringat dingin karena mereka tau kalo kemarahan bos mereka sangatlah menakutkan.
“tuan scott, mohon tenang. Nyonya anna baru saja sadar dari koma nya karena kecelakaan makanya emosi nya belum stabil” ucap dokter roberts buru – buru menenangkan alexander agar pria itu tidak tersulut oleh amarah.
‘apa mereka salah mengenali ku sebagai anna istri dari laki – laki brengsek itu?’ batin alice yang baru menyadari nya, ia pikir itu adalah nama samaran nya yang di berikan oleh assisten nya agar tidak terlacak oleh musuk ternyata dugaan nya salah
“hey, dokter siapa nama laki – laki kurang ajar ini?” tanya alice kepada dokter roberts sambil menunjuk alexander dengan mata nya
Ucapan alice berhasil membuat suasana di ruangan tersebut menjadi lebih mencekam bahkan membuat semua orang yang berada di ruangan itu tidak bisa bernafas.
“saya bertanya dokter” ucap alice yang melihat dokter itu tidak menjawab pertanyaan nya tapi malah menatap laki – laki yang di samping nya itu, siapa lagi kalo bukan Alexander.
“I - ini tuan alexander scott suami anda nyonya” jawab dokter paruh baya itu dengan gugup sambil melihat ke arah alexander dengan ragu – ragu
‘alexander scott? Nama itu seperti tidak asing di telinga ku’ batin alice sambil berpikir
‘ah, aku baru ingat sekarang!. dia kan salah satu pengusaha yang terkenal karena skandal di selingkuhi oleh istri nya sendiri itu, pantas saja nama nya tidak asing’ batin alice sambil sekilas menatap alexander dari bawah ke atas
bagaimana ia tidak tau tentang skandal itu? Skandal yang sudah tersebar di internet ataupun di majalah yang hampir setiap hari di bicarakan oleh para bawahan dan pembantu di rumah nya tapi ia tidak tau bahwa wajah istri nya itu akan semirip ini dengan nya, tidak heran jika alexander mengira alice adalah anna istri nya.
“jangan menguji kesabaran ku anna, cepat tanda tangani surat itu sekarang” ucap alexander dengan tidak sabaran dan berusaha menahan amarah nya
‘apa jangan – jangan wanita yang menabrak ku itu adalah anna? Jika memang benar dia? Berarti yang aku lihat saat itu tidak salah. Pantas saja wanita itu sangat mirip dengan ku. jika aku berakhir di sini dengan status ‘anna’ lalu di mana anna yang asli?’ batin alice yang sibuk berkelana dalam pikiran nya sementara alexander jangan di tanya, raut wajah laki – laki itu sangat lah merah karena menahan amarah yang sangat besar.
“apa yang terjadi setelah kecelakaan itu?” tanya alice kepada dokter paruh baya itu dengan tatapan tajam setelah ia selesai sibuk dengan pikiran nya sendiri
Alexander mengerutkan kening nya karena ia merasa ucapan nya di abaikan oleh alice yang ia kira anna itu
“nyonya anda selamat dari kecelakaan itu sementara mobil anda meledak beserta teman anda yang ada di dalam nya” jawab dokter roberts
Tiba – tiba saja kepala alice terasa sakit saat sedang serius mendengar penuturan dari dokter roberts, ‘kenapa kepala ku sakit sekali’ batin alice, ia pun menjerit histeris saat rasa sakit di kepala nya semakin menjadi – jadi seperti mau pecah rasanya dan dada nya sesak. Ia tidak bisa bernafas, entahlah ia tidak tau kenapa.
Alexander tertegun dan beberapa orang yang ada di ruangan itu terdiam melihat alice histeris kesakitan.
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 32 Episodes
Comments