Namun, bukannya dia takut, Jin Lien semakin tertantang untuk melawan sekelompok serigala. Baginya, cara tepat untuk menjadi kuat adalah melampaui diri sendiri.
Jin Lien terus bertarung melawan serigala hingga dia berhasil membunuh 4 serigala dan itu sukses membuat napasnya memburu. Melihat masih ada 9 serigala lagi, Jin Lien menghela napas dan mengelap darah yang mengalir di sudut mulutnya.
Tubuhnya tidak lagi terlihat mulus, melainkan ada beberapa luka cakar dari serigala tampak terbuka dan mengeluarkan darah segar tampak menghiasi tubuhnya.
Beberapa kali salah satu serigala akan melancarkan serangan petir yang membuat Jin Lien harus menghindar tepat waktu, jika tidak, maka nyawanya sendiri yang menjadi taruhan.
Mengeratkan pegangannya pada pedang miliknya, Jin Lien memasang kuda-kuda menyerang. Meski dia sudah terlihat lelah, tapi dia enggan untuk menyerah. Mata hitam sekelam malam itu menatap seperti elang yang mengintai musuh dari udara.
Aura merah berpendar dari tubuhnya dan menjalar pada pedang yang dia pegang, beberapa saat kemudian dia menggumamkan nama teknik miliknya.
Tarian duri mawar
Segera Jin Lien melesat ke arah serigala seolah sedang menari hingga di bawah kakinya mengeluarkan sulur rambat berduri dengan beberapa mawar langsung menerjang ke arah para serigala.
Segera 4 serigala lagi mengerang nyawa, meski serigala lebih kuat dari Jin Lien, tapi teknik Jin Lien berhasil mengalahkan mereka.
Napas Jin Lien semakin memburu setelah menggunakan teknik pedang miliknya, dia juga yakin jika dia telah mencapai batas, tapi dia masih tidak mau menyerah. Jika dia jatuh, dia percaya jika 5 serigala yang tersisa akan langsung menyerangnya.
Melihat Jin Lien yang masih berdiri dengan kokoh dengan pedang yang berlumuran darah jenis mereka, 5 serigala itu mundur perlahan dan langsung berlari meninggalkan Jin Lien yang telah menjadi dewa kematian di mata mereka.
Setelah 5 serigala itu mundur, Jin Lien menghela napas lega, dia langsung memasukkan semua tubuh serigala yang telah dia bunuh ke dalam dimensi lotu, lalu dia juga melintas memasuki dimensi lotus bersama Da Hei yang dari tadi hanya mengawasi dirinya dari samping.
Begitu Jin Lien masuk, dia langsung ambruk dengan luka di sekujur tubuhnya, bisa dikatakan jika Jin Lien kejam pada dirinya sendiri hanya untuk menjadi kuat.
Da Hei yang melihat Jin Lien jatuh tak sadarkan diri langsung mengubah wujudnya menjadi sosok remaja laki-laki untuk menggendong Jin Lien menuju kediamannya di dalam dimensi lotus.
Lotus kecil sendiri yang telah terbiasa dengan cara Jin Lien menjadi kuat sudah tidak terkejut, dia hanya pergi menyediakan pil yang dibutuhkan Jin Lien.
Ketika dia memasuki kamar Jin Lien, dia mendapati sosok remaja laki-laki yang tengah menatap khawatir pada Jin Lien. Remaja tersebut mengenakan pakaian yang tak biasa, dan bisa dipastikan jika status remaja tersebut tidak rendah.
“Aku akan membersihkan tubuh master, Anda bisa menunggu di luar.”
“Baik.”
Da Hei berbalik, kemudian meninggalkan kamar Jin Lien.
Meninggalkan kediaman Jin Lien, Da Hei memutuskan untuk berkeliling di dalam dimensi lotus.
Dia bisa melihat jika dimensi lotus memiliki kebun dengan beberapa tumbuhan yang tidak dia kenali, ada juga berbagai jenis buah roh yang sulit dia kenali, dia hanya mengenali kebun herbal dan kebun tumbuhan beracun.
Ada juga sungai yang airnya sangat jernih, bahkan ikan yang berenang di dalam sungai dapat terlihat dengan jelas.
Terus berkeliling, Da Hei akhirnya berhenti di depan danau. Dia menatap danau tersebut dengan rumit seolah tidak menyangka jika danau tersebut bisa berada di dalam dimensi lotus.
Danau tersebut tidak lain adalah danau air roh surgawi milik Jin Lien yang pernah dia pindahkan dari dunia kecil ke dalam dimensi lotus.
Air danau surgawi yang begitu berharga dan menjadi rebutan, ternyata sangat banyak di dalam dimensi lotus. Da Hei tidak berani berpikir apa jadinya jika para ahli mengetahui tentang keberadaan air spiritual yang tak ada habisnya, yang jelas itu akan menjadi bencana untuk Jin Lien.
Tidak berlama-lama di depan danau, dia memasuki salah satu kediaman yang ada di dimensi lotus.
Begitu dia memasuki bangunan tersebut, dia langsung melihat 3 sosok yang tak sadarkan diri berbaring di atas ranjang es abadi. 3 sosok yang tidak dia kenali yang mungkin menjadi sosok penting bagi sang master.
Tidak hanya ada 3 sosok tersebut, Da Hei juga bisa melihat ular hitam dengan 7 kepala tidak jauh, ular tersebut seolah mengistirahat tubuhnya yang tengah terluka parah.
Dia meninggalkan kediaman tersebut, dan beralih ke bangunan lainnya. Bangunan tersebut tertulis kata ‘Kenangan’ tulisan yang sama sekali tidak dimengerti oleh Da Hei.
Memutuskan untuk memasuki bangunan tersebut, dia segera disambut dengan 2 bingkai foto besar yang menghadap pintu.
Bingkai foto pertama adalah foto Jin Lien dan Hong Zhuang mengenakan pakaian pengantin berwarna merah. Kedua saling menatap sambil tersenyum bahagia.
Bingkai foto lainnya di mana Jin Lien mengenakan gaun pengantin berwarna putih dengan rambutnya ditata dengan cara unik, sedangkan Hong Zhuang mengenakan jas hitam dengan bunga tersemat di saku jas.
Walaupun tidak saling menatap, tapi ekspresi bahagia keduanya sangat terlihat.
Hanya dengan sekali pandang, Da Hei dapat mengenali siapa sosok perempuan di dalam foto tersebut. Sosok yang tidak lain adalah master yang dia kenali saat ini, yaitu Jin Lien.
Namun, ketika dia melihat siapa yang berada di samping Jin Lien, tubuhnya membeku. Bukan karena dia takut, tapi karena terkejut.
Sosok yang begitu misterius dan berpengaruh di dunia atas, dan banyak gadis yang begitu mengagumi sosok tersebut.
Saat itu, dia beruntung dapat melihat wajah orang itu secara tidak sengaja saat dia melewati kediaman orang itu ketika dia di buru oleh orang-orang serakah yang ingin mengambil hatinya.
Da Hei memang tahu jika Jin Lien merupakan jiwa dari dunia lain, tapi suami Jin Lien tidak perlu semirip itu dengan raja hantu kan? Entah memang mereka berhubungan, Da Hei tidak ingin memikirkannya lagi. Dia kemudian mengedarkan pandangannya di sekitar ruangan, dan mendapati banyak foto dengan orang berbeda, dan itu membuatnya berpikir jika orang-orang tersebut merupakan kerabat Jin Lien.
Dia bisa melihat berbagai jenis ras yang dia kenali, dan itu termasuk ras Jin Lien dan Hong Zhuang di salah satu foto.
“Master, aku tidak tahu apakah ini kebetulan, tapi jika suamimu berhubungan dengan raja hantu, aku memiliki harapan untuk lepas dari orang-orang serakah itu. Bukannya aku tidak percaya padamu, tapi untuk saat ini kau masih terlalu lemah untuk melindungiku, begitu juga aku yang tidak sekuat yang kau pikirkan.”
Da Hei menghela napas, dia merasa sedih ketika melihat foto keluarga yang begitu bahagia. Melihat hal tersebut, dia menjadi merindukan keluarganya.
Mungkin selama 5 tahun ini keluarganya sibuk mencarinya, dia juga merasa bersalah karena tidak mendengar ucapan sang ayah untuk tidak keluar dari wilayah mereka.
Keluar dari bangunan tersebut, Da Hei melangkah menuju kediaman Jin Lien. Dia kemudian mendapati Lotus kecil yang memiliki wajah sedih.
“Bagaimana keadaan master?”
Lotus kecil terkejut, dia kemudian menatap Da Hei dengan aneh.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 111 Episodes
Comments
al
Thor double up dong sebagai hadiah karena baru up kembali setelah sekian lama menghilang. sebagai pembaca setia yg udh mengulang beberapa kali sangat senang karena akhirnya dapat notif klo udh ada perbaruan.
2023-11-02
0
Rachael
akhirnya Update juga Lu Thor, dapat notif gue langsung baca, cuman lupa semua gue sama alurnya harus maraton lagi nih
2023-11-02
2