Bab. 15

Pletak

Jitakan keras yang menjawab ucapan Jin Lien, dia kemudian memandang pelaku dengan mata hitam besar yang melotot.

"Hiss, kejam."

Qin Ze tercengang, dalam benaknya, sepupu kecil ini tidak pernah mengeluh seperti ini, paling banter dia hanya memberikan tatapan melotot ketika dia menjitak atau merusak gaya rambut sepupu kecil itu.

Meski mereka jarang berinteraksi dan berbicara, tapi ketika mereka berpapasan di kediaman Qin, dia selalu mencuri kesempatan untuk mengacak rambut sepupu kecil atau menjitak kepalanya tanpa menghentikan langkah kakinya.

"Apa yang kau lakukan di sini seorang diri?"

Jin Lien memutar matanya dengan kesal, tapi dia masih menjawab.

"Pertama, aku tidak sendiri, tapi bersama Da Hei. Kedua, tentu saja memasuki hutan kabut untuk berlatih."

Bibir Qin Ze berkedut dengan jawaban Jin Lien yang menurutnya tidak masuk akal.

"Tempat ini berbahaya."

Jin Lien tidak mau kalah, dan masih membalas dengan arogan dan percaya diri.

"Justru karena itu aku datang ke sini untuk berlatih, karena hutan Warcraft sama sekali tidak menantang."

"Gadis konyol, aku tidak mengizinkanmu menjauh dariku dalam 3 langkah."

"Da Ge, kau terlalu tidak adil."

"Hei jika terjadi sesuatu padamu, kakek akan murka. Ngomong-ngomong, apakah kakek tahu jika kau keluar?"

Jin Lien tercengang, dan merasa hangat di hatinya, keluarga yang di luar tampak tak peduli padanya, tapi pada kenyataan mereka sangat peduli. Namun, dia masih tidak menunjukkan fluktuasi apa pun dan menjawab pertanyaan Qin Ze dengan percaya diri.

"Tentu saja kakek tahu, aku keluar juga untuk berlatih dengan tujuan kompetisi antara keluarga besar."

"Tapi ..."

Qin Ze menghentikan ucapannya, dia kemudian sadar dengan sekitarnya yang menatap dirinya dan sepupu kecil itu sedang berdebat.

Jin Lien juga tahu apa maksud Qin Ze, dan dengan senyum lebar dia berkata dengan percaya diri.

"Da Ge, jangan meremehkan aku, aku ini kuat. Juga ada Da Hei bersamaku."

Jin Lien juga akhirnya sadar dengan sekitarnya, dia kemudian tersenyum ramah pada rekan tim Qin Ze sambil memperkenalkan diri.

"Panggil saja aku Xiao Qin, aku adik perempuan Qin Ze."

Rekan Qin Ze juga mengangguk, dan wajah salah satu gadis dalam kelompok juga membaik.

Setelah memperkenalkan dirinya pada kelompok Qin Ze, dia menatap kelompok lain dengan dingin. Tidak ada senyum konyol ketika pertama kali bertemu dengan Qin Ze, tapi wajah itu datar dan tatapan ketika menatap kelompok lawan sangat dingin.

Dia kemudian berkata dengan mendominasi dan tidak kalah arogan dari pemuda kekar ketika mengisi kelompok Qin Ze.

"Tempat ini lebih dulu ditempati oleh saudaraku dan kelompoknya, kalian sebaiknya mencari tempat lain atau tinjuku akan menyapa kalian."

"Hee, gadis kecil itu terlalu sombong."

Pemuda kekar menyeringai kesenangan ketika melihat Jin Lien, terlebih wajah Jin Lien sangat cantik dan dia lupa mengenakan topeng.

Jin Lien berbalik dan menatap Qin Ze, kemudian bertanya.

"Da Ge, apakah tidak apa-apa jika aku membunuh mereka semua?"

"Sesukamu."

Jawaban Qin Ze tentu saja membuat senyum Jin Lien semakin merekah, dan dia kemudian menatap kelompok seberang layaknya orang mati.

"Hahahahaha."

Namun, kelompok lawan tertawa mengejek seolah melihat sesuatu yang lucu.

Jin Lien menyipitkan matanya dan tersenyum cerah, tidak ada yang memperhatikan jika dia telah melempar bubuk pembusuk ke arah kelompok lawan.

Jin Lien tidak menanggapi, dan mengangkat bahu dengan acuh tak acuh lalu kembali berbicara.

"Da Ge, atau biarkan tempat ini pada mereka, kita pergi mencari tempat lain."

Qin Ze dan yang lainnya menatap aneh pada Jin Lien, lalu kemudian mereka seolah mengerti sesuatu dan mengangguk.

"Baiklah, kali ini kami mengalah, tempat ini milik kalian."

Setelah mengatakan itu, Qin Ze dan rekannya pergi mencari tempat lain dan tidak pernah menatap ke belakang.

Mereka bisa mendengar tawa mengejek dan kemenangan dari kelompok lawan, tapi tidak lama setelah itu, mereka mendengar jeritan menyakitkan dari kelompok itu.

Ketika jeritan itu semakin keras, mereka semua berbalik dan mendapati jika kelompok tersebut memiliki daging yang membusuk.

Dengan serempak, mereka semua menatap Jin Lien yang menatap kelompok lawan dengan acuh tak acuh, seolah meracuni orang adalah hal biasa baginya.

Tidak ingin melihat lebih lama, mereka berbalik dan pergi. Meski mereka ingin bertanya, tapi ini bukan waktu yang tepat.

Setidaknya mereka tidak boleh berada di lokasi kejadian, bukan karena mereka takut, tapi mereka tidak ingin bertemu masalah lain.

Setelah 2 jam berjalan dan mencari tempat, mereka akhirnya menemukan lokasi yang bagus untuk berkemah. Melihat hutan kabut kejauhan, itu masih belum memiliki tanda-tanda kabut akan menipis.

Segera mereka mendirikan tenda dan beristirahat untuk mengisi perut mereka.

Mereka semua mengeluarkan burger dari tas penyimpanan mereka. Qin Ze juga mengeluarkan untuk Jin Lien.

Jin Lien mengambil dan menggigit dengan wajah berkerut. Rasa ini memang rasa burger yang tidak asing bagi lidahnya.

Dia memakan dengan tenang, dan menatap semua orang yang juga makan dengan tenang.

Dia kemudian melihat Da Hei yang sedang menatap mereka semua dengan liur menetes dari mulutnya.

Jin Lien tersenyum dan kemudian berdiri menghampiri Da Hei.

"Maaf melupakanmu."

Dia kemudian melambai dan tumpukan besar burger muncul di depan Da Hei.

Da Hei meringkuk ringan dan menggosok kepalanya penuh kasih sayang pada Jin Lien.

"Apa yang ingin kau minum?"

"Beri aku jus jeruk."

Jin Lien kembali melambai dan wadah besar berisi jus jeruk muncul di samping wadah burger untuk Da Hei.

"Oke, makan dengan tenang."

Setelah itu Jin Lien kembali ke tempatnya dan mendapati tatapan penuh tanya Qin Ze.

"Da Ge, ada apa?"

"Dari mana kau mendapatkan begitu banyak burger, dan apa yang kau berikan pada Da Hei untuk di minum?"

Jin Lien terperangah dan kemudian dia menjawab dengan tenang.

"Tentu saja aku membelinya, dan yang diminum oleh Da Hei adalah jus jeruk. Apakah Da Ge menginginkannya?"

Qin Ze bingung, dia bertanya-tanya apa itu jeruk? Tapi melihat jika itu sepertinya enak, jadi dia mengangguk.

Jin Lien mengeluarkan 8 gelas jus jeruk, masing-masing dari mereka memiliki 1 gelas.

Baru saat itulah Qin Ze dan yang lainnya sadar jika Jin Lien mengeluarkan sesuatu bukan dari tas ruang, melainkan dari cincin ruang.

Mereka semua terkejut, tapi tidak mengatakan apa-apa, dan memilih untuk makan dalam diam.

Ketika semua menyelesaikan makanannya, mereka kembali bertanya pada Jin Lien.

"Apakah kau meracuni mereka?"

"Uhm, tentu saja. Mereka terlalu menyebalkan."

Jin Lien menjawab pertanyaan Chi Wang dengan santai.

"Apakah mereka mati."

"Uhm."

Jin Lien mengangguk, dia kemudian melanjutkan.

"Siapa pun yang berani merendahkan orangku, mereka tidak akan aku biarkan, kecuali mereka berinisiatif meminta maaf. Namun, kelompok orang-orang arogan itu sama sekali tidak pantas untuk hidup."

****

Hai, Aska muncul lagi, tapi dalam sekejap ja. cuma mau kasih tau insyah allah akhir tahun nanti, Aska bakal selesaiin semua cerita Aska. makasih.

untuk Miracle secret, ceritanya belum tamat, cuma Aska kodein aja hehehe.

Terpopuler

Comments

Imam Banong

Imam Banong

SEMANGAT AUTHOR
💪💪💪💪💪

2025-03-11

0

Note 2

Note 2

lanjut bc thor

2024-10-30

0

Nf@. Conan 😎

Nf@. Conan 😎

lnjuuuutkaaaan thor seemmaaannggaaaaattt...

2024-03-26

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1.
2 Bab. 2
3 Bab. 3
4 Bab. 4
5 Bab. 5
6 Bab. 6
7 Bab. 7
8 Bab. 8
9 Bab. 9
10 Bab. 10
11 Bab. 11
12 Bab. 12
13 Bab. 13
14 Pengumuman
15 Bab. 14
16 Bab. 15
17 Bab 16
18 Bab 17.
19 Bab 18
20 Bab 19
21 Bab 20
22 Bab 21
23 Bab 22
24 Bab 23
25 Bab 24
26 Bab 25
27 Bab 26
28 Bab 27
29 Bab 28
30 Bab 29
31 Bab 30
32 Bab 31
33 Bab 32
34 Bab 33
35 Bab 34
36 Bab 35
37 Bab 36
38 Bab 37
39 Bab 38
40 Bab 39
41 Bab 40
42 Bab 41
43 Bab 42
44 Bab 43
45 Bab 44
46 Bab 45
47 Bab 46
48 Bab 47
49 Bab 48
50 Bab 49
51 Bab 50
52 Bab 51
53 Bab 52
54 Bab 53
55 Bab 54
56 Bab 55
57 Bab 56
58 Bab 57
59 Bab 58
60 Bab 59
61 Bab 60
62 Bab 61 (Revisi)
63 Bab 62 (Revisi)
64 Bab 63
65 Bab 64
66 Bab 65
67 Bab 66
68 Bab 67
69 Bab 68
70 Bab 69
71 Bab 70
72 Bab 71
73 Bab 72
74 Bab 73
75 Bab 74
76 Bab 75
77 Bab 76
78 Bab 77
79 Bab 78
80 Bab 79
81 Bab 80
82 Bab 81
83 Bab 82
84 Bab 83
85 Bab 84
86 Bab 85
87 Bab 86
88 Bab 87
89 Bab 88
90 Bab 89
91 Bab 90
92 Bab 91
93 Bab 92
94 Bab 93
95 Bab 94
96 Bab 95
97 Bab 96
98 Bab 97
99 Bab 98
100 Bab 99
101 Bab 100
102 Bab 101
103 Bab 102
104 Bab 103
105 Bab 104
106 Bab 105
107 Bab 106
108 Bab 107
109 Bab 108
110 Bab 109
111 Bab 110
Episodes

Updated 111 Episodes

1
Bab 1.
2
Bab. 2
3
Bab. 3
4
Bab. 4
5
Bab. 5
6
Bab. 6
7
Bab. 7
8
Bab. 8
9
Bab. 9
10
Bab. 10
11
Bab. 11
12
Bab. 12
13
Bab. 13
14
Pengumuman
15
Bab. 14
16
Bab. 15
17
Bab 16
18
Bab 17.
19
Bab 18
20
Bab 19
21
Bab 20
22
Bab 21
23
Bab 22
24
Bab 23
25
Bab 24
26
Bab 25
27
Bab 26
28
Bab 27
29
Bab 28
30
Bab 29
31
Bab 30
32
Bab 31
33
Bab 32
34
Bab 33
35
Bab 34
36
Bab 35
37
Bab 36
38
Bab 37
39
Bab 38
40
Bab 39
41
Bab 40
42
Bab 41
43
Bab 42
44
Bab 43
45
Bab 44
46
Bab 45
47
Bab 46
48
Bab 47
49
Bab 48
50
Bab 49
51
Bab 50
52
Bab 51
53
Bab 52
54
Bab 53
55
Bab 54
56
Bab 55
57
Bab 56
58
Bab 57
59
Bab 58
60
Bab 59
61
Bab 60
62
Bab 61 (Revisi)
63
Bab 62 (Revisi)
64
Bab 63
65
Bab 64
66
Bab 65
67
Bab 66
68
Bab 67
69
Bab 68
70
Bab 69
71
Bab 70
72
Bab 71
73
Bab 72
74
Bab 73
75
Bab 74
76
Bab 75
77
Bab 76
78
Bab 77
79
Bab 78
80
Bab 79
81
Bab 80
82
Bab 81
83
Bab 82
84
Bab 83
85
Bab 84
86
Bab 85
87
Bab 86
88
Bab 87
89
Bab 88
90
Bab 89
91
Bab 90
92
Bab 91
93
Bab 92
94
Bab 93
95
Bab 94
96
Bab 95
97
Bab 96
98
Bab 97
99
Bab 98
100
Bab 99
101
Bab 100
102
Bab 101
103
Bab 102
104
Bab 103
105
Bab 104
106
Bab 105
107
Bab 106
108
Bab 107
109
Bab 108
110
Bab 109
111
Bab 110

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!