Bab. 11

Malam berlalu tanpa mimpi, ketika Jin Lien bangun, Da Hei telah menarik array yang dia pasang, dia menatap Jin Lien yang sedang mencuci muka dan menggosok gigi.

Setelah pembersihan sederhana, Jin Lien mengeluarkan panci kecil dan kompor alkohol. Dia juga mengeluarkan mi instan dan beberapa sosis serta daging kaleng, ada juga beberapa sayuran.

Menyalakan kompor alkohol, dia menuangkan air di panci dan mulai memanaskan panci. Menunggu sampai air di panci mendidih, Jin Lien pertama memasukan daging kaleng dan sosis yang telah dia potong ketika air di panci mendidih. Dia juga memasukan sayuran terlebih dahulu kemudian memasukan beberapa bungkus mi instan bersama bumbunya.

Menunggu hidangan selesai, dia mengeluarkan 2 mangkuk dari dalam dimensi lotus. Melihat mi telah jadi, dia menuangkan ke dalam mangkuk dan memberikan satu mangkuk pada Da Hei, dan mangkuk lain adalah miliknya.

Keduanya makan dengan tenang, tapi Da Hei selalu merasa jika pemahaman dirinya tentang makanan sangat rendah. Dengan adanya Jin Lien, dia akhirnya tahu apa itu kelezatan.

Mi instan, makanan kalengan, sosis, susu kotak dan segala macam hal tentang materi lengkap di dalam dimensi lotus. Jin Lien pada dasarnya tidak kekurangan apa pun, tapi dia sedikit bingung, kapan dia menyiapkan semua materi ini?

Apa pun yang ingin dia makan, semua ada. Jika Jin Lien berniat menjadi kutu beras, itu tidak ada masalah sama sekali, tapi dia bukan orang seperti itu. Dia rela menderita untuk menjadi kuat, meski dia sesekali menikmati kenyamanan untuk dirinya sendiri.

Menyelesaikan mi dan membereskan tenda, dia masih mengeluarkan burger dan memakannya sambil berjalan mencari Warcraft yang bisa dijadikan objek latihan.

Jin Lien tidak menyerang Warcraft yabg lebih lemah dari dirinya, tapi akan menyerang yang lebih kuat dari dirinya sendiri.

Hari terus berlalu, dan Jin Lien telah berada di hutan Warcraft selama seminggu. Saat ini seluruh tubuhnya berlumuran darah setelah berhasil mengalahkan ular python besar yang ukurannya lebih besar dari tubuh Jin Lien sendiri.

Baju merah miliknya sendiri tidak lagi utuh dan telah dipenuhi robekan akibat bertarung.

Jin Lien tanpa basa-basi memasukan mayat ular python ke dalam dimensi lotus, dia juga membawa Da Hei ketika memasuki dimensi lotus untuk membersihkan diri.

Merasa dirinya telah bersih, dia menggunakan hanfu hitam dengan bordiran lili laba-laba merah di hanfu tersebut. Modelnya pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan set sebelumnya.

Keluar dari dimensi lotus, Jin Lien langsung meninggalkan tepat pertarungan bersama Da Hei. Kali ini dia tidak berniat untuk mencari partner latihan, tapi mencari herbal yang tidak ada di dalam dimensi lotus.

"Da Hei, apakah kau merasakan aura Divine Beast di hutan ini?"

"Tidak, tapi aku merasa akan ada harta surga dan bumi yang akan lahir di hutan ini dalam beberapa hari."

Jin Lien terdiam, dan mengangguk mengerti.

"Jadi itu bukan Divine Beast."

"Tentu bukan."

Jin Lien masih dengan santai memakan burger dan sesekali memberikan pada Da Hei.

Tidak peduli harta surga dan bumi macam apa itu, Jin Lien tidak tertarik. Dia telah memiliki banyak harta dan pusaka yang tak ternilai di dalam dimensi lotus, tapi jika memang dia berjodoh dengan harta kali ini, tentu dia tidak akan melepaskan. Namun bukan berarti dia berinisiatif untuk mencari harta itu.

Dia datang ke hutan ini dengan tujuan untuk berlatih dan mencari herbal yang menurutnya tidak ada di dalam dimensi lotus untuk mengoleksinya dan menambah varietas herbal miliknya.

Ketika sedang berjalan, dia tiba-tiba berhenti dan bibirnya sedikit melengkung.

"Da Hei, lindungi aku. Aku akan menggali rumput bulan ungu terlebih dahulu."

Da Hei tidak menjawab, tapi sedikit menggeram rendah, dan Jin Lien dengan senang hati menggali rumput bulan ungu.

Jin Lien belum memiliki herbal ini di dalam dimensi lotus, jadi dia menggali beberapa dan melemparkan langsung ke dalam dimensi lotus.

Tidak sampai sore hari, Jin Lien akhirnya mengumpulkan selusin jenis varietas herbal. Setelah membersihkan tangannya, dia tiba-tiba mendengar suara orang berbicara tidak jauh, tapi dia hanya berhenti dan tidak peduli.

Duduk di bawah pohon dan bersandar di perut Da Hei, Jin Lien menunggu beberapa sosok mendekat.

"Da Hei, ini hampir malam, apa yang akan kita makan?"

Da Hei tidak tahu harus bereaksi seperti apa, selain latihan dan mencari herbal, sebagian besar waktu dihabiskan untuk makan. Untuk makanan, jangan salahkan Jin Lien tentang itu, siapa yang menyuruhnya memiliki banyak persediaan.

"Aku tidak pilih-pilih, asal itu enak."

"Baiklah."

Pertama Jin Lien mengeluarkan tungku tanah liat yang dia buat sendiri, karena tidak mungkin untuk mengeluarkan kompor secara langsung.

Setelah itu dia mengeluarkan beberapa bahan untuk membuat sup Wonton.

Selain membuat sup Wonton, Jin Lien mengeluarkan tumpukan kayu bakar dan alat pemanggang untuk memanggang daging Warcraft yang telah mereka kalahkan beberapa hari lalu. Dari beberapa Warcraft, yang menjadi pilihan kali ini adalah Rusa impian.

Memanggang di atas api sambil mengoleskan bumbu dan sedikit minyak.

Melihat sup Wonton miliknya telah masak, dia memadamkan api, dan aroma sup serta rusa panggang itu terbawa oleh angin.

Menunggu beberapa saat lagi, rusa panggang juga selesai, dan Jin Lien membagi duo Wonton bersama Da Hei.

Memakan sup Wonton dan rusa panggang, membuat Jin Lien puas. Tidak peduli seberapa keras hidupmu, itu harus dinikmati.

Ketika Jin Lien dan Da Hei telah menghabiskan sup Wonton, masih ada setengah rusa panggang yang tersisa. Kebetulan orang-orang yang ditunggu Jin Lien juga tiba.

Jin Lien mengangkat matanya dan menatap dua orang yang dia sinyalir adalah pemimpin dalam kelompok. Itu adalah gadis muda dan pemuda, tapi dia merasa itu adalah 2 kelompok yang berbeda, tapi entah bagaimana mereka bisa bersama.

Jin Lien tidak peduli dan kembali fokus pada rusa panggang yang masih ada setengah.

"Da Hei, aku sudah kenyang, kau habiskan sisanya."

Setelah mengatakan hal tersebut, Jin Lien mengeluarkan air mineral dari cincin ruang dan menyesapnya.

Dia kembali melihat kelompok orang yang baru saja datang berhenti tidak jauh. Kelompok orang itu tidak datang menyapanya, dan Jin Lien lega.

Namun, ketika dia melihat kelompok orang itu mengeluarkan burger, dia terkejut, tapi wajahnya masih tenang.

Da Hei tidak melanjutkan makan daging panggang, tapi melihat beberapa orang sedang memakan burger dengan santai, dia kemudian menatap Jin Lien.

"Ada apa? Apakah kau sudah kenyang?"

Da Hei tidak menjawab, tapi hanya mengangguk dan menggeleng dan menatap kelompok orang yang baru datang.

"Apakah kau ingin memakan burger juga?"

Melihat Da Hei mengangguk, Jin Lien terkekeh dan kemudian dia menyimpan sisa rusa panggang, kemudian mengeluarkan tumpukan burger dan menaruhnya di depan Da Hei.

"Baiklah, kau bisa memakannya, dan aku akan beristirahat."

Jin Lien bersandar di tubuh Da Hei dan perlahan menutup matanya.

........

Terpopuler

Comments

Nf@. Conan 😎

Nf@. Conan 😎

kuda pemakan segala ya cuma Ba Hei

2024-03-26

0

Lyssa Ly Alex

Lyssa Ly Alex

𝒘𝒐𝒘𝒘... 𝒌𝒖𝒅𝒂 𝒎𝒂𝒌𝒂𝒏 𝒃𝒖𝒓𝒈𝒆𝒓 𝒉𝒂𝒉𝒂𝒉𝒂𝒉...

2023-11-29

0

Shinta Dewiana

Shinta Dewiana

nah siapa tu...orang2 dr dunia modern kah...

2023-07-19

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1.
2 Bab. 2
3 Bab. 3
4 Bab. 4
5 Bab. 5
6 Bab. 6
7 Bab. 7
8 Bab. 8
9 Bab. 9
10 Bab. 10
11 Bab. 11
12 Bab. 12
13 Bab. 13
14 Pengumuman
15 Bab. 14
16 Bab. 15
17 Bab 16
18 Bab 17.
19 Bab 18
20 Bab 19
21 Bab 20
22 Bab 21
23 Bab 22
24 Bab 23
25 Bab 24
26 Bab 25
27 Bab 26
28 Bab 27
29 Bab 28
30 Bab 29
31 Bab 30
32 Bab 31
33 Bab 32
34 Bab 33
35 Bab 34
36 Bab 35
37 Bab 36
38 Bab 37
39 Bab 38
40 Bab 39
41 Bab 40
42 Bab 41
43 Bab 42
44 Bab 43
45 Bab 44
46 Bab 45
47 Bab 46
48 Bab 47
49 Bab 48
50 Bab 49
51 Bab 50
52 Bab 51
53 Bab 52
54 Bab 53
55 Bab 54
56 Bab 55
57 Bab 56
58 Bab 57
59 Bab 58
60 Bab 59
61 Bab 60
62 Bab 61 (Revisi)
63 Bab 62 (Revisi)
64 Bab 63
65 Bab 64
66 Bab 65
67 Bab 66
68 Bab 67
69 Bab 68
70 Bab 69
71 Bab 70
72 Bab 71
73 Bab 72
74 Bab 73
75 Bab 74
76 Bab 75
77 Bab 76
78 Bab 77
79 Bab 78
80 Bab 79
81 Bab 80
82 Bab 81
83 Bab 82
84 Bab 83
85 Bab 84
86 Bab 85
87 Bab 86
88 Bab 87
89 Bab 88
90 Bab 89
91 Bab 90
92 Bab 91
93 Bab 92
94 Bab 93
95 Bab 94
96 Bab 95
97 Bab 96
98 Bab 97
99 Bab 98
100 Bab 99
101 Bab 100
102 Bab 101
103 Bab 102
104 Bab 103
105 Bab 104
106 Bab 105
107 Bab 106
108 Bab 107
109 Bab 108
110 Bab 109
111 Bab 110
Episodes

Updated 111 Episodes

1
Bab 1.
2
Bab. 2
3
Bab. 3
4
Bab. 4
5
Bab. 5
6
Bab. 6
7
Bab. 7
8
Bab. 8
9
Bab. 9
10
Bab. 10
11
Bab. 11
12
Bab. 12
13
Bab. 13
14
Pengumuman
15
Bab. 14
16
Bab. 15
17
Bab 16
18
Bab 17.
19
Bab 18
20
Bab 19
21
Bab 20
22
Bab 21
23
Bab 22
24
Bab 23
25
Bab 24
26
Bab 25
27
Bab 26
28
Bab 27
29
Bab 28
30
Bab 29
31
Bab 30
32
Bab 31
33
Bab 32
34
Bab 33
35
Bab 34
36
Bab 35
37
Bab 36
38
Bab 37
39
Bab 38
40
Bab 39
41
Bab 40
42
Bab 41
43
Bab 42
44
Bab 43
45
Bab 44
46
Bab 45
47
Bab 46
48
Bab 47
49
Bab 48
50
Bab 49
51
Bab 50
52
Bab 51
53
Bab 52
54
Bab 53
55
Bab 54
56
Bab 55
57
Bab 56
58
Bab 57
59
Bab 58
60
Bab 59
61
Bab 60
62
Bab 61 (Revisi)
63
Bab 62 (Revisi)
64
Bab 63
65
Bab 64
66
Bab 65
67
Bab 66
68
Bab 67
69
Bab 68
70
Bab 69
71
Bab 70
72
Bab 71
73
Bab 72
74
Bab 73
75
Bab 74
76
Bab 75
77
Bab 76
78
Bab 77
79
Bab 78
80
Bab 79
81
Bab 80
82
Bab 81
83
Bab 82
84
Bab 83
85
Bab 84
86
Bab 85
87
Bab 86
88
Bab 87
89
Bab 88
90
Bab 89
91
Bab 90
92
Bab 91
93
Bab 92
94
Bab 93
95
Bab 94
96
Bab 95
97
Bab 96
98
Bab 97
99
Bab 98
100
Bab 99
101
Bab 100
102
Bab 101
103
Bab 102
104
Bab 103
105
Bab 104
106
Bab 105
107
Bab 106
108
Bab 107
109
Bab 108
110
Bab 109
111
Bab 110

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!