Tidak lama kemudian, Jin Lien mendengar suara dari tenda di mana dia menempatkan sepupu dan dua orang lainnya, tapi dia tidak peduli dan masih bersandar nyaman di perut Da Hei.
Malam itu, bulan sangat bulat bersinar menerangi tempat Jin Lien berada saat ini.
***
Qin Haoyu awalnya mengambil tugas yang diberikan akademi pada kelompoknya. Tugas ini sebenarnya tidak rumit, hanya mengambil buah merah di hutan air, tapi setelah sehari perjalanan, mereka entah bagaimana disergap oleh orang berpakaian hitam dengan tak bisa dijelaskan.
Mereka telah bertahan untuk waktu yang lama, tapi karena kehabisan qi spiritual dan kelelahan fisik, dia tidak yakin jika mereka bisa selamat.
Namun, ketika dia akan pingsan, dia melihat bayangan hitam membunuh sekelompok pria berpakaian hitam begitu saja, dan tidak lama kemudian, dia melihat sosok yang sangat dia kenal.
Dia ingin berbicara, tapi dia tidak bisa menahannya lagi hingga akhirnya dia pingsan.
Begitu dia bangun, dia melihat luka di tubuhnya telah pulih banyak, dan kelelahan fisik juga telah teratasi. Melihat 2 rekannya masih belum bangun, Qin Haoyu berdiri dan keluar dari tenda. Tidak jauh dari tenda, dia bisa melihat Da Hei yang memberikan perutnya pada Jin Lien untuk bersandar.
Kuda hitam itu sama sekali tidak ingin didekati oleh orang lain selain Jin Lien, tapi beberapa saat kemudian dia mengernyit karena Jin Lien tidak seharusnya ada di tempat ini. Bukan karena dia tidak menyukai Jin Lien, tapi dia khawatir Jin Lien akan terluka, terlebih Jin Lien tidak mampu berkultivasi sama sekali.
Berjalan mendekati Jin Lien, Qin Haoyu berbicara
"Meimei!"
Jin Lien berbalik dan tersenyum pada Qin Haoyu.
"Er ge, kau sudah bangun? Bagaimana keadaanmu?"
"Sudah mendingan, hanya luka kulit. Ngomong-ngomong mengapa kau ada di sini?"
Jin Lien menghela napas lega, dan terkekeh ringan.
"Aku keluar untuk berlatih, dan kakek juga sudah mengizinkanku."
Qin Haoyu melototi Jin Lien, dan merasa panik melihat gadis kecil itu berada di luar sendiri.
"Gadis bodoh, apakah kau tidak tahu betapa bahayanya di luar."
"Aku tahu, aku juga sudah bisa berkultivasi sekarang. Justru karena ini, aku keluar untuk berlatih, aku juga ingin membalas dendam pada Fu Yao yang berani memukulku hingga aku tak sadar selama 2 hari semalam."
Wajah Qin Haoyu menjadi gelap. Meski dia sangat jarang berinteraksi dengan sepupu perempuan ini, bukan berarti dia tidak peduli. Dari 3 tuan muda keluarga Qin, Qin Haoyu yang paling menyayangi dan bahkan memanjakan sepupu perempuannya. Terkadang dia mengirimkan sesuatu pada sepupu perempuannya melalui sang kakek.
"Dia sangat berani."
Karena terlalu marah, Qin Haoyu bahkan tidak menyadari jika Jin Lien mengatakan jika dia sekarang mampu berkultivasi.
"Ya, dia sangat berani, maka dari itu, aku tidak bisa tinggal diam."
Jin Lien seolah menambahkan minyak pada api, dan kemarahan Qin Haoyu juga semakin meningkat.
"Karena dia berani membuatmu tak sadar selama 2 hari, meski aku tidak akan membalasnya langsung pada Fu Yao itu, tapi aku akan membalas pada saudaranya."
Jin Lien tercengang dan dia diam-diam tersenyum.
Benar, orang-orang di keluarga Qin bukan tidak peduli pada pemilik aslinya, hanya saja ada alasan tertentu membuat mereka jarang berinteraksi.
"Hmmp."
Hanya gumaman tak jelas yang keluar dari bibir Jin Lien, hingga suara perut Qin Haoyu terdengar di telinga Jin Lien.
Qin Haoyu sendiri memerah karena malu, dan Jin Lien terkekeh ringan. Dia mengeluarkan domba panggang yang tadi dia panggang dari dimensi lotus.
"Er ge, makan dulu."
Qin Haoyu tercengang dan menatap Jin Lien penuh tanya. Dia kemudian melihat cincin ruang di jari telunjuk Jin Lien.
"Kau ..."
Baru saat itu dia sadar dengan beberapa kata yang diucapkan Jin Lien, dia kemudian tersenyum cerah.
"Itu bagus jika kau bisa berkultivasi sekarang."
Tas penyimpanan dan cincin ruang hanya bisa digunakan oleh mereka yang mampu berkultivasi, tapi tidak banyak yang menggunakan benda seperti cincin ruang, dan yang paling umum adalah tas penyimpanan.
Melihat daging panggang di depannya, Qin Haoyu mau tak mau menelan ludahnya. Dia tidak tahu daging apa ini, tapi dari aromanya itu sudah sangat menggoda.
Dengan aroma menggugah seperti itu, bahkan 4 orang yang masih tak sadarkan diri di dalam tenda juga terbangun dengan keadaan linglung.
Qin Haoyu mengambil potongan paha lainnya dan mulai memakannya. Qi spiritual yang terkandung dalam daging cukup baik dan rasa unik yang belum pernah dia rasakan di restoran mewah manapun membuat Qin Haoyu tidak bisa berhenti untuk mengunyah setiap gigitan dengan hati-hati.
Ketika dia sedang makan, dia melihat jika 4 temannya juga telah bangun, dan tanpa basa-basi langsung mengajak mereka makan.
Dalam pelarian, mereka tidak sempat mengisi perut mereka, mereka bahkan tidak sempat menelan pil bigu ketika dalam pelarian. Mereka hanya berpikir bagaimana cara untuk menyelamatkan diri dari orang-orang berpakaian hitam secepat mungkin.
Melihat mereka makan, Jin Lien tersenyum tipis dan berkata pada mereka.
"Kalian makan, aku akan kembali ke tendaku untuk beristirahat."
"Pergi."
Qin Haoyu setuju, dan terus makan. Jin Lien yang kembali ke tenda mengeluarkan kantong tidur dan menyemprotkan wewangian anti serangga dan langsung tertidur.
Di luar, setelah beberapa orang menghabiskan domba panggang yang ditinggalkan oleh Jin Lien, mereka mengelus perut dengan puas.
"Sumpah, baru kali ini aku memakan daging panggang yang begitu enak."
Suara manis seorang gadis terdengar sangat puas, dan seolah masih menginginkan kelezatan yang baru saja dia makan. Gadis itu tidak lain adalah Xiao Tang, usianya hampir sama dengan Jin Lien, hanya saja dia lebih tua 4 bulan dari Jin Lien.
"Ya, ini adalah makanan terenak yang pernah aku makan." Seorang pemuda juga menimpali, jika dilihat lebih teliti, dia masih memiliki kesamaan beberapa poin dengan gadis bernama Xiao Tang. Tentu saja itu sama, karena keduanya adalah saudara dan saudari kembar, dan pemuda itu bernama Xiao Ming.
"Tapi ngomong-ngomong A Yu, siapa gadis tadi?"
Nah, akhirnya ada yang menyadari keberadaan Jin Lien, bertanya dengan ragu. Gadis ini terlihat cantik dengan wajah yang menggoda seperti rubah. Terlihat licik, tapi lugas dan itu tidak membuat beberapa orang merasa jijik, tapi merasa jika sikap itu sangat cocok dengan kepribadiannya.
"Nah, dia adalah adik Perempuanku, kita beruntung bertemu dengannya saat ini sehingga kita terselamatkan."
Dari nada suara Qin Haoyu, itu jelas-jelas nada memanjakan yang sangat jarang, dan mereka terkejut ketika mengetahui jika Qin Haoyu memiliki adik perempuan. Itu wajar, karena Qin Haoyu tidak pernah menceritakan tentang sepupu itu pada teman-temannya di akademi. Bukan karena dia malu, hanya saja dia tidak ingin ada orang yang tidak relevan mengejek sepupunya.
.........
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 111 Episodes
Comments
Yulhy Mnzz
thor up nya jan lama2 ya🙃
2022-02-13
2
Fransiska Husun
waaaaa🤩🤩🤩🤩🤩😍 up up lagiiiii semangat thor 💪♥️
2022-02-13
0
Elvina Savitri
lanjut Thor, tetap semangat up nya
2022-02-12
0