Jika gadis kecil itu yang membantu mereka, berapa kuat adik perempuan Qin Haoyu.
Wajar jika rumor tentang Qin Lien tidak tersebar luas, bukan karena orang-orang tidak ingin berbicara, tapi di kerajaan Yun, tidak seorangpun diizinkan untuk menyebarkan rumor tentang pejabat pemerintah, terlebih keluarga Qin adalah keluarga militer yang telah melindungi kerajaan Yun dan setia pada kerajaan Yun.
Maka dari itu, tidak ada rumor buruk tentang Qin Lien, dan orang-orang pada dasarnya memperlakukan Qin Lien seperti orang biasa pada umumnya dan tidak menganiayanya.
"Mengapa dia di sini?"
Gadis itu kembali bertanya karena penasaran, seorang gadis kecil tanpa pengawalan sedang bepergian sendiri, sungguh sangat mencolok. Gadis itu Yin Meizi, setahun lebih mudah dari Qin Haoyu. Qin Haoyu sendiri berusia 19 tahun.
"Dia sedang dalam perjalanan menuju hutan Warcraft untuk berlatih selama sebulan. Karena lebih dari sebulan akan ada pertandingan antara generasi keluarga besar di ibukota kerajaan. Dan itu mengharuskan semua generasi muda untuk datang berpartisipasi termasuk aku."
Mereka terkejut, tidak ada yang tidak tahu betapa berbahayanya hutan Warcraft itu. Di dalamnya ada semua jenis Warcraft berbahaya dan beracun.
"Aku ingin menemani adik perempuanmu, tapi kita juga belum menemukan buah merah."
Ya, meski mereka ingin menemani Jin Lien pergi, tapi mereka masih mempunyai tugas untuk menemukan buah merah. Dan itu terlalu jauh dari hutan Warcraft.
"Kita hanya perlu menyelesaikan tugas, tidak perlu menemaninya pergi. Dia suka bepergian sendiri, dan jika kita pergi bersamanya, dia akan mereka tidak nyaman."
Qin Haoyu jelas tahu tempramen sepupunya. Ini juga hal yang membuat Qin Haoyu tidak pernah mengambil inisiatif untuk mendekati sepupu itu ketika pulang untuk berlibur. Paling-paling dia hanya menitipkan hadiah yang dia belikan pada kakeknya. Dia juga tahu, jika sepupunya lebih suka berlatih sendiri, tanpa harus ditemani oleh orang lain.
"Dengan Da Hei, itu sudah cukup."
Setelah terdiam, Qin Haoyu melanjutkan, dan itu membuat teman-temannya merasa heran.
Semua memandang Da Hei yang berbaring di depan tenda Jin Lien dan mereka menghela napas lega.
Melihat kuda hitam legam itu, mereka yakin jika kuda itu bukan kuda biasa, dan memiliki tempramen.
Keesokan harinya sebelum matahari terbit, Jin Lien telah bangun dan memulai latihan pagi seperti biasa. Kebiasaan yang dia bawah dari kehidupan sebelumnya telah mengakar dalam jiwanya.
Setelah latihan pagi, dia menyiapkan sarapan. Sarapan hanya roti kukus isi daging dan segelas susu. Dia juga menyiapkan untuk Qin Haoyu dan yang lainnya.
Menyelesaikan sarapannya, Jin Lien mulai membereskan tenda miliknya, dan saat itu Qin Haoyu dan yang lainnya juga terbangun.
"Selamat pagi."
"Selamat pagi."
Qin Haoyu dan yang lainnya juga menjawab dan mereka mencuci sederhana lalu menatap Jin Lien.
"Apakah kau sudah ingin pergi?"
"Ya."
Jin Lien menjawab dengan sederhana, dia kemudian melanjutkan.
"Ada roti daging dan susu di sana untuk kalian sarapan."
Semua melihat ke satu arah, dan langsung memakan dan meminum sesuatu yang disebut susu.
Melihat cairan putih itu, mereka mengernyit, karena mereka hanya melihat cairan putih tersebut dari seorang ibu yang memiliki bayi, atau Warcraft yang baru melahirkan.
Mereka dengan ragu menyesapnya dan memakan roti daging di tangan mereka, dalam sekejap, mata mereka berbinar.
Hal ini merupakan sarapan terbaik mereka dalam hidup mereka, semua kemudian menatap Jin Lien dengan mata memohon.
"Mei mei, apakah masih ada?"
"Ugh." Jin Lien tersenyum kaku dan mengangguk
Dia kemudian mengeluarkan banyak roti daging dan roti batu dari dimensi lotus, kemudian dia juga mengeluarkan 10 karton susu kotak.
Melihat kotak aneh itu, Qin Haoyu dan yang lainnya mengernyit heran.
"Apa ini?"
"Itu susu."
Jin Lien menjawab pertanyaan dari Bo Leng, Bo Leng sendiri seumuran dengan Qin Haoyu dan sangat jarang berbicara.
Jin Lien mengeluarkan 1 karton susu kotak lagi dan memberitahu mereka cara membuka karton. Dia kemudian mengeluarkan 1 susu kotak dan membuka plastik yang membungkus sedotan. Setelah itu Jin Lien menusuknya pada tempat yang disediakan, lalu dengan santai menyesap susu kotak di tangannya.
Melihat Jin Lien melakukannya, mereka mengerti jika Jin Lien mengajarkan mereka cara meminum susu dari kemasan yang terlihat aneh itu.
"Masing-masing mengambil 2 karton untuk susu, sedangkan untuk roti daging dan roti batu, kalian bagi merata. Sekarang aku pergi."
Menyelesaikan pekerjaannya, Jin Lien memanggil Da Hei, dan mereka kemudian melanjutkan perjalanan menuju hutan Warcraft.
Melihat kepergian Jin Lien, Qin Haoyu segera menyingkirkan 2 karton susu miliknya dan memasukan ke dalam tas penyimpanan, dia juga membagi roti daging dan roti batu dengan merata, lalu menyimpan miliknya sendiri.
Melihat karton yang telah dibuka oleh Jin Lien, Qin Haoyu mengambilnya dan memberikan masing-masing 5 kotak pada teman-temannya.
Semua juga bergerak mengambil milik mereka masing-masing dan mulai membereskan tenda yang ditinggalkan Jin Lien untuk mereka.
Menyelesaikan semuanya, mereka juga melanjutkan perjalanan mereka.
***
Jin Lien yang terus maju menuju hutan Warcraft akhirnya melihat kota kecil. Kota kecil ini tidak jauh dari hutan Warcraft.
Berdiri di depan gerbang kota, Jin Lien melihat 2 penjaga.
"2 koin perak untuk biaya memasuki kota."
Jin Lien mengangguk dan tanpa basa-basi mengeluarkan 2 koin perak lalu memberikannya pada penjaga.
Memasuki kota, Jin Lien melihat pemandangan kota yang cukup ramai.
Ada beberapa toko dan kios kecil, ada juga penginapan. Namun, kota kecil ini lebih didominasi oleh penginapan. Menurut Jin Lien ini wajar, karena lokasi ini tidak jauh dari hutan Warcraft.
Jin Lien juga melihat banyak tentara bayaran di kota kecil ini yang mungkin ingin melakukan tugas memasuki hutan Warcraft.
Agar tidak menarik perhatian, Jin Lien menggunakan topeng untuk menutupi wajah bagian atasnya, dan dia berjalan berdampingan dengan Da Hei, karena aturan kota kecil ini tidak mengizinkan siapapun untuk menunggang.
Karena hari sudah siang, Jin Lien memasuki sebuah kedai makanan, membiarkan Da Hei menunggu di luar.
Duduk di salah satu kursi, Jin Lien memesan beberapa hidangan khas kedai ini. Dia juga mendengar informasi dari beberapa orang yang mengobrol tidak jauh.
Sambil mendengarkan, dia melihat beberapa hidangan diantarkan ke mejanya. Melihat hidangan di depannya, Jin Lien mengambil sumpit dan mulai memakannya.
Suapan pertama membuat Jin Lien mengernyit, tapi wajahnya masih tidak menunjukan emosi.
"Sial, rasa macam apa ini. Makanan hanya dipenuhi Qi spiritual, tapi rasanya terlalu mengerikan."
Jin Lien ingin menangis, tapi dia tidak bisa. Untuk kultivator di dunia ini, rasa masakan tidak penting, itu hanya pengganjal perut, lagi pula mereka juga memiliki pil bigu.
............
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 111 Episodes
Comments
Nf@. Conan 😎
akan merasa tidak nyaman X thor!!
2024-03-26
1
Dara duri Rose
kebiasaan makan micin
2024-02-29
0
pristiana
ngebuuttt thorr updatex. ..🙏🏻🙏🏻🙏🏻😂😂
2022-06-13
1