Bab. 7

Jika gadis kecil itu yang membantu mereka, berapa kuat adik perempuan Qin Haoyu.

Wajar jika rumor tentang Qin Lien tidak tersebar luas, bukan karena orang-orang tidak ingin berbicara, tapi di kerajaan Yun, tidak seorangpun diizinkan untuk menyebarkan rumor tentang pejabat pemerintah, terlebih keluarga Qin adalah keluarga militer yang telah melindungi kerajaan Yun dan setia pada kerajaan Yun.

Maka dari itu, tidak ada rumor buruk tentang Qin Lien, dan orang-orang pada dasarnya memperlakukan Qin Lien seperti orang biasa pada umumnya dan tidak menganiayanya.

"Mengapa dia di sini?"

Gadis itu kembali bertanya karena penasaran, seorang gadis kecil tanpa pengawalan sedang bepergian sendiri, sungguh sangat mencolok. Gadis itu Yin Meizi, setahun lebih mudah dari Qin Haoyu. Qin Haoyu sendiri berusia 19 tahun.

"Dia sedang dalam perjalanan menuju hutan Warcraft untuk berlatih selama sebulan. Karena lebih dari sebulan akan ada pertandingan antara generasi keluarga besar di ibukota kerajaan. Dan itu mengharuskan semua generasi muda untuk datang berpartisipasi termasuk aku."

Mereka terkejut, tidak ada yang tidak tahu betapa berbahayanya hutan Warcraft itu. Di dalamnya ada semua jenis Warcraft berbahaya dan beracun.

"Aku ingin menemani adik perempuanmu, tapi kita juga belum menemukan buah merah."

Ya, meski mereka ingin menemani Jin Lien pergi, tapi mereka masih mempunyai tugas untuk menemukan buah merah. Dan itu terlalu jauh dari hutan Warcraft.

"Kita hanya perlu menyelesaikan tugas, tidak perlu menemaninya pergi. Dia suka bepergian sendiri, dan jika kita pergi bersamanya, dia akan mereka tidak nyaman."

Qin Haoyu jelas tahu tempramen sepupunya. Ini juga hal yang membuat Qin Haoyu tidak pernah mengambil inisiatif untuk mendekati sepupu itu ketika pulang untuk berlibur. Paling-paling dia hanya menitipkan hadiah yang dia belikan pada kakeknya. Dia juga tahu, jika sepupunya lebih suka berlatih sendiri, tanpa harus ditemani oleh orang lain.

"Dengan Da Hei, itu sudah cukup."

Setelah terdiam, Qin Haoyu melanjutkan, dan itu membuat teman-temannya merasa heran.

Semua memandang Da Hei yang berbaring di depan tenda Jin Lien dan mereka menghela napas lega.

Melihat kuda hitam legam itu, mereka yakin jika kuda itu bukan kuda biasa, dan memiliki tempramen.

Keesokan harinya sebelum matahari terbit, Jin Lien telah bangun dan memulai latihan pagi seperti biasa. Kebiasaan yang dia bawah dari kehidupan sebelumnya telah mengakar dalam jiwanya.

Setelah latihan pagi, dia menyiapkan sarapan. Sarapan hanya roti kukus isi daging dan segelas susu. Dia juga menyiapkan untuk Qin Haoyu dan yang lainnya.

Menyelesaikan sarapannya, Jin Lien mulai membereskan tenda miliknya, dan saat itu Qin Haoyu dan yang lainnya juga terbangun.

"Selamat pagi."

"Selamat pagi."

Qin Haoyu dan yang lainnya juga menjawab dan mereka mencuci sederhana lalu menatap Jin Lien.

"Apakah kau sudah ingin pergi?"

"Ya."

Jin Lien menjawab dengan sederhana, dia kemudian melanjutkan.

"Ada roti daging dan susu di sana untuk kalian sarapan."

Semua melihat ke satu arah, dan langsung memakan dan meminum sesuatu yang disebut susu.

Melihat cairan putih itu, mereka mengernyit, karena mereka hanya melihat cairan putih tersebut dari seorang ibu yang memiliki bayi, atau Warcraft yang baru melahirkan.

Mereka dengan ragu menyesapnya dan memakan roti daging di tangan mereka, dalam sekejap, mata mereka berbinar.

Hal ini merupakan sarapan terbaik mereka dalam hidup mereka, semua kemudian menatap Jin Lien dengan mata memohon.

"Mei mei, apakah masih ada?"

"Ugh." Jin Lien tersenyum kaku dan mengangguk

Dia kemudian mengeluarkan banyak roti daging dan roti batu dari dimensi lotus, kemudian dia juga mengeluarkan 10 karton susu kotak.

Melihat kotak aneh itu, Qin Haoyu dan yang lainnya mengernyit heran.

"Apa ini?"

"Itu susu."

Jin Lien menjawab pertanyaan dari Bo Leng, Bo Leng sendiri seumuran dengan Qin Haoyu dan sangat jarang berbicara.

Jin Lien mengeluarkan 1 karton susu kotak lagi dan memberitahu mereka cara membuka karton. Dia kemudian mengeluarkan 1 susu kotak dan membuka plastik yang membungkus sedotan. Setelah itu Jin Lien menusuknya pada tempat yang disediakan, lalu dengan santai menyesap susu kotak di tangannya.

Melihat Jin Lien melakukannya, mereka mengerti jika Jin Lien mengajarkan mereka cara meminum susu dari kemasan yang terlihat aneh itu.

"Masing-masing mengambil 2 karton untuk susu, sedangkan untuk roti daging dan roti batu, kalian bagi merata. Sekarang aku pergi."

Menyelesaikan pekerjaannya, Jin Lien memanggil Da Hei, dan mereka kemudian melanjutkan perjalanan menuju hutan Warcraft.

Melihat kepergian Jin Lien, Qin Haoyu segera menyingkirkan 2 karton susu miliknya dan memasukan ke dalam tas penyimpanan, dia juga membagi roti daging dan roti batu dengan merata, lalu menyimpan miliknya sendiri.

Melihat karton yang telah dibuka oleh Jin Lien, Qin Haoyu mengambilnya dan memberikan masing-masing 5 kotak pada teman-temannya.

Semua juga bergerak mengambil milik mereka masing-masing dan mulai membereskan tenda yang ditinggalkan Jin Lien untuk mereka.

Menyelesaikan semuanya, mereka juga melanjutkan perjalanan mereka.

***

Jin Lien yang terus maju menuju hutan Warcraft akhirnya melihat kota kecil. Kota kecil ini tidak jauh dari hutan Warcraft.

Berdiri di depan gerbang kota, Jin Lien melihat 2 penjaga.

"2 koin perak untuk biaya memasuki kota."

Jin Lien mengangguk dan tanpa basa-basi mengeluarkan 2 koin perak lalu memberikannya pada penjaga.

Memasuki kota, Jin Lien melihat pemandangan kota yang cukup ramai.

Ada beberapa toko dan kios kecil, ada juga penginapan. Namun, kota kecil ini lebih didominasi oleh penginapan. Menurut Jin Lien ini wajar, karena lokasi ini tidak jauh dari hutan Warcraft.

Jin Lien juga melihat banyak tentara bayaran di kota kecil ini yang mungkin ingin melakukan tugas memasuki hutan Warcraft.

Agar tidak menarik perhatian, Jin Lien menggunakan topeng untuk menutupi wajah bagian atasnya, dan dia berjalan berdampingan dengan Da Hei, karena aturan kota kecil ini tidak mengizinkan siapapun untuk menunggang.

Karena hari sudah siang, Jin Lien memasuki sebuah kedai makanan, membiarkan Da Hei menunggu di luar.

Duduk di salah satu kursi, Jin Lien memesan beberapa hidangan khas kedai ini. Dia juga mendengar informasi dari beberapa orang yang mengobrol tidak jauh.

Sambil mendengarkan, dia melihat beberapa hidangan diantarkan ke mejanya. Melihat hidangan di depannya, Jin Lien mengambil sumpit dan mulai memakannya.

Suapan pertama membuat Jin Lien mengernyit, tapi wajahnya masih tidak menunjukan emosi.

"Sial, rasa macam apa ini. Makanan hanya dipenuhi Qi spiritual, tapi rasanya terlalu mengerikan."

Jin Lien ingin menangis, tapi dia tidak bisa. Untuk kultivator di dunia ini, rasa masakan tidak penting, itu hanya pengganjal perut, lagi pula mereka juga memiliki pil bigu.

............

Terpopuler

Comments

Nf@. Conan 😎

Nf@. Conan 😎

akan merasa tidak nyaman X thor!!

2024-03-26

1

Dara duri Rose

Dara duri Rose

kebiasaan makan micin

2024-02-29

0

pristiana

pristiana

ngebuuttt thorr updatex. ..🙏🏻🙏🏻🙏🏻😂😂

2022-06-13

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1.
2 Bab. 2
3 Bab. 3
4 Bab. 4
5 Bab. 5
6 Bab. 6
7 Bab. 7
8 Bab. 8
9 Bab. 9
10 Bab. 10
11 Bab. 11
12 Bab. 12
13 Bab. 13
14 Pengumuman
15 Bab. 14
16 Bab. 15
17 Bab 16
18 Bab 17.
19 Bab 18
20 Bab 19
21 Bab 20
22 Bab 21
23 Bab 22
24 Bab 23
25 Bab 24
26 Bab 25
27 Bab 26
28 Bab 27
29 Bab 28
30 Bab 29
31 Bab 30
32 Bab 31
33 Bab 32
34 Bab 33
35 Bab 34
36 Bab 35
37 Bab 36
38 Bab 37
39 Bab 38
40 Bab 39
41 Bab 40
42 Bab 41
43 Bab 42
44 Bab 43
45 Bab 44
46 Bab 45
47 Bab 46
48 Bab 47
49 Bab 48
50 Bab 49
51 Bab 50
52 Bab 51
53 Bab 52
54 Bab 53
55 Bab 54
56 Bab 55
57 Bab 56
58 Bab 57
59 Bab 58
60 Bab 59
61 Bab 60
62 Bab 61 (Revisi)
63 Bab 62 (Revisi)
64 Bab 63
65 Bab 64
66 Bab 65
67 Bab 66
68 Bab 67
69 Bab 68
70 Bab 69
71 Bab 70
72 Bab 71
73 Bab 72
74 Bab 73
75 Bab 74
76 Bab 75
77 Bab 76
78 Bab 77
79 Bab 78
80 Bab 79
81 Bab 80
82 Bab 81
83 Bab 82
84 Bab 83
85 Bab 84
86 Bab 85
87 Bab 86
88 Bab 87
89 Bab 88
90 Bab 89
91 Bab 90
92 Bab 91
93 Bab 92
94 Bab 93
95 Bab 94
96 Bab 95
97 Bab 96
98 Bab 97
99 Bab 98
100 Bab 99
101 Bab 100
102 Bab 101
103 Bab 102
104 Bab 103
105 Bab 104
106 Bab 105
107 Bab 106
108 Bab 107
109 Bab 108
110 Bab 109
111 Bab 110
Episodes

Updated 111 Episodes

1
Bab 1.
2
Bab. 2
3
Bab. 3
4
Bab. 4
5
Bab. 5
6
Bab. 6
7
Bab. 7
8
Bab. 8
9
Bab. 9
10
Bab. 10
11
Bab. 11
12
Bab. 12
13
Bab. 13
14
Pengumuman
15
Bab. 14
16
Bab. 15
17
Bab 16
18
Bab 17.
19
Bab 18
20
Bab 19
21
Bab 20
22
Bab 21
23
Bab 22
24
Bab 23
25
Bab 24
26
Bab 25
27
Bab 26
28
Bab 27
29
Bab 28
30
Bab 29
31
Bab 30
32
Bab 31
33
Bab 32
34
Bab 33
35
Bab 34
36
Bab 35
37
Bab 36
38
Bab 37
39
Bab 38
40
Bab 39
41
Bab 40
42
Bab 41
43
Bab 42
44
Bab 43
45
Bab 44
46
Bab 45
47
Bab 46
48
Bab 47
49
Bab 48
50
Bab 49
51
Bab 50
52
Bab 51
53
Bab 52
54
Bab 53
55
Bab 54
56
Bab 55
57
Bab 56
58
Bab 57
59
Bab 58
60
Bab 59
61
Bab 60
62
Bab 61 (Revisi)
63
Bab 62 (Revisi)
64
Bab 63
65
Bab 64
66
Bab 65
67
Bab 66
68
Bab 67
69
Bab 68
70
Bab 69
71
Bab 70
72
Bab 71
73
Bab 72
74
Bab 73
75
Bab 74
76
Bab 75
77
Bab 76
78
Bab 77
79
Bab 78
80
Bab 79
81
Bab 80
82
Bab 81
83
Bab 82
84
Bab 83
85
Bab 84
86
Bab 85
87
Bab 86
88
Bab 87
89
Bab 88
90
Bab 89
91
Bab 90
92
Bab 91
93
Bab 92
94
Bab 93
95
Bab 94
96
Bab 95
97
Bab 96
98
Bab 97
99
Bab 98
100
Bab 99
101
Bab 100
102
Bab 101
103
Bab 102
104
Bab 103
105
Bab 104
106
Bab 105
107
Bab 106
108
Bab 107
109
Bab 108
110
Bab 109
111
Bab 110

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!