Elos juga dapat melihat bahwa Rolir berusaha mengalihkan perhatian Riona agar menghilangkan aura membunuh miliknya, oleh karena itu Elos ikut berbicara untuk membantu Rolir "Aku tidak keberatan jika paman mengenalkan ku pada Ilina, bagaimanapun aku dan Tegir sudah berteman sehingga aku mungkin bisa berteman dengan Ilina".
Mendengar perkataan Elos, aura membunuh milik Riona menghilang. Ia sekarang merasa sedikit malu sebab mengenalkan Ilina pada Elos bisa berarti sebagai teman, jadi Riona merasa dirinya terlalu panik mengambil keputusan.
Rolir menghela nafas ketika aura membunuh milik Riona menghilang, aura tersebut benar-benar menekannya, di sisi lain ia memberikan penilaian yang berbeda kepada Riona.
Sebelumnya Rolir berpikir bahwa hanya Elos yang memiliki bakat menakutkan, nampaknya ia sudah salah sebab bakat wanita bernama Riona ini tidak kalah menakutkan. Setidaknya Ilina yang merupakan anak berbakatnya tidak memiliki aura membunuh sekuat Riona.
Tegir tidak terlalu peduli mengenai semua pembicaraan tersebut, ia masih memikirkan pembicaraan antara ayahnya bersama Loin yang membuat ia berkata "Ayah, apa yang paman Loin lakukan disini? Apakah mereka benar-benar akan mengkhianati ras manusia hewan dan bergabung bersama manusia? Apakah mereka akan meninggalkan ramalan yang sudah dipercayai leluhur kita selama ratusan tahun?".
Mendengar perkataan Tegir, wajah Rolir menjadi sedih "Sepertinya kau mendengarkan semua pembicaraan kami sebelumnya, aku tidak perlu merahasiakan apapun darimu sebab perang besar antara manusia hewan mungkin akan di mulai. Loin memang memutuskan untuk berpihak pada manusia, walaupun itu berarti harus membunuh kita semua".
"Kenapa? Padahal kita sama-sama manusia hewan? Dari dulu, baik itu ayah ataupun kakek paman Loin sekalipun selalu mempercayai ramalan tersebut dan menunggu, kenapa paman Loin tiba-tiba berubah pikiran?", kata Tegir sambil berdiri.
"Jika tidak ada perkataan dan ramalan leluhur ratusan tahun yang lalu maka aku pasti akan memilih pilihan yang sama, jadi pilihan Loin sama sekali tidak salah. Dulu ada 5000 manusia harimau, sekarang hanya ada kurang lebih 500 orang yang berkurang sangat banyak, apabila terus seperti ini maka hanya masalah waktu sebelum ras manusia hewan kita punah sepenuhnya. Oleh karena itu, Loin memutuskan untuk menjadi pengikut manusia agar bisa pergi dari tanah tandus ini, ia memilih pilihan ini untuk masa depan ras manusia singa miliknya. Sebagai walikota maka pilihannya tidak salah, tapi ia melupakan perjuangan leluhur kita selama ratusan tahun", kaya Rolir menggelengkan kepalanya.
"Ramalan? Jika tidak keberatan, bisakah kalian memberitahuku tentang ramalan tersebut? Aku mungkin bisa membantu", kata Elos yang sudah penasaran dari awal sejak mendengar perkataan ramalan ini, bagaimanapun alasan Rolir dan manusia hewan lainnya tetap keras kepala tinggal di tanah tandus adalah ramalan ini.
Rolir menatap Elos sebelum berkata "Sebenarnya ini sama sekali bukan rahasia, tidak ada masalah untuk menceritakannya kepada orang lain. Ratusan tahun yang lalu, ras manusia hewan bergabung bersama untuk membentuk sebuah kerajaan. Tapi sejak manusia dan iblis yang berusaha memperluas kekuasaan mereka, kerajaan kami dihancurkan sebab mereka mendapatkan dukungan para dewa. Pada awalnya kami berpikir untuk menyerah dan bersiap untuk kepunahan sebelum ada seorang manusia hewan yang memiliki kemampuan ramalan. Dengan bantuannya maka kami bisa terus melarikan diri sampai ke tanah tandus ini, kami bisa lepas dari kepunahan akibat bantuan ramalannya. Sebelum kematiannya, ia memberikan sebuah ramalan terakhir".
"Ramalan itu adalah apapun yang terjadi, jangan pernah meninggalkan tanah tandus sebelum orang itu datang. Orang itu membawa kehancuran di tangan kirinya dan kemakmuran di tangannya yang lain, selama ia menggerakkan tangannya maka kerajaan paling hancur akan menjadi makmur, begitu juga sebaliknya. Kami hanya perlu menunggu datangnya orang tersebut, selama kami memberikan kesetiaan kami maka ia akan membangkitkan kembali kerajaan manusia hewan dan membawa kemakmuran pada seluruh dunia".
"Membawa kehancuran di tangan kiri dan kemakmuran di tangan kanan?", Elos sedikit tidak bisa berkata-kata terhadap petunjuk yang aneh ini "Lalu, bagaimana kalian bisa tahu bahwa itu adalah orang yang kalian cari?".
Rolir tersenyum "Menurut ramalan, saat ia datang maka ia akan mengubah seluruh tanah tandus yang kering menjadi penuh kehidupan. Tanah tandus dimana tidak ada tumbuhan yang bisa hidup kecuali kaktus akan menjadi tanah paling subur, bahkan seseorang hanya perlu menanam tanaman tanpa merawatnya, maka tanaman itu pasti akan tumbuh. Setelah itu, sebuah menara raksasa akan muncul di tanah tandus, menara yang menjadi lambang perlindungan bagi seluruh ras manusia hewan. Selama kami setia tanpa syarat kepadanya, maka hari kebangkitan manusia hewan sudah tiba".
"Apakah kalian benar-benar bisa setia kepada orang yang belum pernah kalian temui sebelumnya?", tanya Riona penasaran, lagipula ia setia kepada Elos sebab ia menyukainya. Jika itu orang lain, Riona pasti akan menolak.
Tegir menggelengkan kepalanya sedikit "Baik itu ayahku, kakekku, ayah dari kakekku, kakek buyut, leluhur kami sudah terus setia menunggu di tanah tandus ini. Tidak peduli seberapa kelaparan kami, bahkan mereka mati sebelum bisa melihat orang ini. Kami akan selalu setia menunggunya sampai tidak ada lagi ras manusia hewan yang masih hidup".
Ketika Elos akan berbicara lagi, sebuah suara terdengar "Apa yang kalian bicarakan dari tadi? Lebih baik makan siang dulu, apalagi kalian menyambut tamu disini. Tidak sopan membiarkan mereka duduk tanpa makan".
Semua orang mengangkat kepalanya untuk melihat 2 wanita cantik yang memiliki telinga dan ekor harimau juga. Wanita yang ada di depan berusia sekitar 40 tahun, meskipun usianya sudah cukup tua tapi Elos masih bisa melihat dari jejak pada wajahnya bahwa saat muda dulu maka wanita ini sangat cantik. Wanita ini tidak lain adalah istri Rolir, Samia.
Sedangkan di sisi lain adalah seorang wanita yang seperti Samia, tapi jauh lebih muda yaitu berusia sekitar 20 tahun. Berbeda dari Samia yang lembut, wanita ini memiliki sikap lebih tegas yang sama dengan Rolir. Elos yakin bahwa wanita ini tidak lain merupakan adik Tegir, Ilina.
Mereka meletakkan makanan di sekitar kecuali Elos dan Zombie Warrior yang sama sekali tidak bisa makan, Riona meminum air pada gelas yang sudah disiapkan. Setelah ia selesai meminum segelas air, wajah Riona kembali hidup lagi.
Elos juga tersenyum senang terhadap Riona yang sudah kembali sehat.
"Nak Elos, kalau begitu kami akan mulai makan dulu", kata Rolir.
"Kalian bisa mulai makan, aku dan Zombie Warrior merupakan mayat hidup yang tidak membutuhkan makanan", jelas Elos.
Rolir mengangguk, akhirnya keluarga mereka memakan makanan yang ada di atas meja bersama Riona.
Elos menatap semua makanan di atas meja tersebut, sebagai walikota maka makanan yang di makan oleh Rolir sekarang bisa dikatakan tidak sesuai. Setiap orang hanya memiliki sebuah roti dan beberapa irisan daging, berdasarkan wajah Ilina yang sangat senang memakan irisan daging tersebut maka Elos tahu bahwa mereka tidak sering memakan daging. Mungkin jika bukan untuk menyambut Elos, mereka tidak akan memakan dagin seperti ini.
Ketika semua orang sibuk makan, seorang anak kecil membuka pintu ruangan dengan panik "Gawat tuan walikota, kakekku! Kakekku kehilangan kesadarannya, ia masih belum bangun sampai sekarang".
"Apa? Kakek mu masih belum bangun juga?", kata Rolir yang langsung berdiri.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 297 Episodes
Comments
Mantappp Cishhh
Dajjal
2024-02-10
0
H Y P O C R I S Y
hmm
2022-06-26
1
R e a d e r
udah pasti banget sih yg diramalan itu elos 100℅. elos bisa ngendaliin kematian dan kehidupan yaitu membawa kehancuran juga membawa kehidupan, elos juga tuan labirin seperti yg dikatakan semblmnya tuan labirin bisa menciptakan labirin semacam menara yg dikatan diramalan
2021-12-24
0