Di tengah hutan yang sebagian besar pohon di sana sudah mati, seorang tengkorak berjalan bersama wanita cantik menuju ke sebuah arah.
Ketika tengkorak itu menemukan mayat di tengah jalan, ia mendekati mayat tersebut untuk mengambil semua benda berharga pada tubuh mayat.
"Ini adalah mayat ke 77", kata tengkorak itu yang merupakan Elos sedangkan wanita yang menemaninya adalah Riona.
Sebelum berangkat, Elos sudah membiarkan Riona untuk terbang dan mencari keberadaan kota terdekat. Sekarang mereka sudah berjalan selama beberapa hari menuju kota tersebut, untungnya Elos adalah tengkorak yang tidak membutuhkan makan serta Riona adalah malaikat jatuh yang bisa menahan diri dari tidak makan beberapa hari.
Selain tidak membutuhkan makanan lagi, Elos yang sudah menjadi tengkorak sama sekali tidak perlu tidur ataupun merasa lelah akibat berjalan jauh, hal ini membuat Elos semakin merasakan bahwa dirinya sudah sangat jauh dari menjadi manusia.
Selama perjalanan ini, mereka belum menemukan 1 pun makhluk hidup, bahkan mereka menemukan banyak sekali mayat yang membuat Elos memutuskan untuk mencari barang berharga dari para mayat ini.
Sebagian besar senjata mereka sudah berkarat yang membuat Elos tidak bisa memakainya lagi, tapi Elos masih bisa mengambil beberapa koin perunggu atau perak yang kemungkinan besar adalah mata uang di dunia ini. Mereka juga menemukan sebuah jubah lain dari para mayat, walaupun jubah ini hanyalah jubah rank 0 yaitu jubah normal tapi setidaknya Riona bisa memakainya sebab sebagian pakaiannya sudah terbakar sehingga jubah itu bisa menutup dirinya agar tidak diketahui orang lain tentang pakaiannya yang terbakar sedikit.
"Tuan, apakah kau tidak merasa aneh? Semua makhluk hidup di hutan ini sudah mati, bahkan tidak ada 1 pohon yang masih hidup. Bukan hanya itu, ada banyak sekali mayat yang kita temukan di jalan, tapi kita tidak mengalami masalah apapun disini. Jadi apa sebenarnya yang membuat orang-orang ini mati? Apakah ada monster yang menakutkan disini atau racun? Jika memang ada yang seperti itu maka kenapa kita tidak ikut diracuni atau menemukan monster tersebut?", tanya Riona yang sudah penuh rasa penasaran dari awal, tempat ini terlalu aneh yang membuat Riona curiga.
Elos yang sudah mengambil uang dari mayat tersebut berkata "Apakah kau tertarik untuk mendengar apa yang sudah aku pikirkan?".
Riona mengangguk, ia tahu bahwa Elos adalah orang yang cerdas sehingga ia sangat tertarik untuk mendengarkan pandangan Elos mengenai masalah ini.
"Kemungkinan besar tempat ini dipenuhi oleh racun, mungkin semacam racun yang memiliki elemen kematian atau sesuatu yang hampir sama. Oleh karena itu racun ini tidak berpengaruh pada kita, aku adalah tengkorak yang membuat daya tahan ku terhadap racun cukup tinggi. Sedangkan untukmu, kau sudah mendapatkan karakteristik kekuatan kematian milikku, hal ini membuat kau memiliki daya tahan yang cukup kuat terhadap racun kematian di sekitar", kata Elos yang mulai berjalan lagi ke arah kota yang ditunjuk Riona sebelumnya.
Mata Riona bersinar ketika mendengarkan ide Elos, ia harus mengakui bahwa Elos ini sangat cerdas. Padahal mereka baru samapi di dunia lain yang menyebabkan informasi mereka akan dunia ini sangat kecil, tapi Elos sudah bisa memikirkan kemungkinan yang terdengar benar.
Melihat Elos yang sudah semakin jauh, Riona berlari untuk mengejar Elos lagi. Walaupun dirinya sudah berubah menjadi tengkorak, tapi Riona merasa bahwa Elos tidak berubah. Bukan hanya Elos yang tidak berubah, tapi perasaannya untuk Elos masih sama.
...----------------...
Ketika Elos dan Riona sudah sangat dekat dari kota, Elos menjadi sedikit khawatir sebab ada banyak masalah yaitu bahasa orang-orang di dunia ini belum tentu sama dengan mereka. Masalah lainnya mungkin saat datang ke kota maka seseorang harus melepas jubah mereka untuk menunjukkan identitas, jika memang seperti itu maka Elos hanya bisa melarikan diri sebab selama ia melepas jubahnya maka ia akan kembali ke sosok tengkorak miliknya.
Walaupun merasa khawatir, Elos masih berjalan menuju tembok kota bersama Riona.
Nampaknya tempat yang Elos dan Riona datangi hanyalah sebuah kota kecil, jadi tidak ada tembok batu raksasa yang melindungi kota melainkan hanya pagar kayu yang dijadikan sebagai tembok untuk melindungi kota.
Pada gerbang kayu kota terdapat beberapa penjaga yang memakai baju zirah kulit, para prajurit itu terlihat duduk dan saling berbicara di ruang penjagaan gerbang kota tanpa memperdulikan penjagaan yang seharusnya mereka lakukan.
Elos menarik nafas dan mencoba berjalan menuju gerbang kota tersebut, tapi saat mereka melewati gerbang kota maka penjaga yang sebelumnya sedang tidak bekerja tiba-tiba berteriak "Nak, tunggu! 2 orang yang berjubah di sana berhenti dulu!".
Tubuh Elos membeku, ia berhenti bergerak bersama Riona dan hatinya sudah dipenuhi rasa khawatir. Apakah mereka ketahuan yang membuat penjaga itu menghentikan mereka untuk memastikan identitas?
Penjaga itu berjalan mendekati Elos sambil melihat wajahnya "Apakah kau baru datang kesini? Nampaknya kau adalah seorang petualang, ya hal itu sama sekali tidak penting. Kau orang baru sehingga tidak mengerti peraturannya, untuk melewati gerbang kota maka harus membayar 2 perunggu untuk setiap orang. Jadi kalian harus membayar 4 koin perunggu untuk datang ke kota".
Mendengar hal tersebut, Elos membuang kekhawatirannya. Ternyata penjaga ini menghentikan mereka hanya untuk uang melewati gerbang, bukan karena curiga terhadap mereka yang memakai jubah.
Untungnya Elos sudah mengambil beberapa koin perunggu dari mayat di jalan, ia mengambil 4 koin perunggu dan memberikannya kepada penjaga tersebut.
Melihat koin perunggu di tangannya, wajah penjaga itu menjadi semakin ramah "Terima kasih sudah membayar pajak tuan, sekarang anda bisa pergi ke kota. Anda adalah seorang petualang jadi jika anda mencari guild petualang maka lokasi mereka terletak di sebelah kiri kota. Walaupun kota ini cukup tertinggal daripada kota-kota besar lainnya, tapi guild petualang disini tidak kalah dari guild petualang di kota besar. Mereka menyiapkan tugas untuk para petualang, penginapan murah hingga tempat makan, tuan tidak perlu khawatir tentang waktu tinggalnya selama di kota ini dengan bantuan guild petualang".
Elos mengangguk yang menunjukkan bahwa ia mengerti, penjaga itu juga kembali ke tempat para rekannya berjaga sambil berbicara dan tertawa lagi.
"Tuan, apakah kita harus pergi ke guild petualang? Di sana akan menjadi tempat terbaik untuk mencari informasi", kata Riona yang memikirkan perkataan penjaga itu tadi, tempat makan merupakan tempat terbaik untuk mencari informasi. Belum lagi para petualang adalah orang yang pergi ke berbagai tempat untuk melawan monster atau melakukan tugas, informasi yang mereka miliki pasti sangat banyak. Setidaknya jauh lebih banyak daripada para penduduk di kota yang hanya bekerja di ladang atau menjaga gerbang kota setiap harinya.
"Baiklah, ayo kita pergi ke sana untuk mencari informasi. Selain itu kita bisa mencoba menjadi petualang juga untuk mempelajari lebih banyak lagi tentang dunia ini", kata Elos yang sudah menentukan langkah selanjutnya.
Ia bisa mencoba untuk menjadi petualang agar bisa meningkatkan rank miliknya serta mencari tahu lebih banyak lagi tentang dunia ini, bagaimanapun para petualang harus pergi ke berbagai tempat untuk menyelesaikan tugas dari guild.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 297 Episodes
Comments
Sampah Satu
good
2024-08-20
0
call me oni chan
okkkk
2024-06-29
0
call me oni chan
amazing
2024-06-29
0