Wajah Sares berubah lagi menjadi ramah "Dengan ini maka si penjahat itu sudah mati, kita tidak perlu khawatir lagi. Baiklah, aku akan mengirim kalian menuju Kerajaan Ray, raja di sana akan merawat serta membantu kalian untuk menjadi lebih kuat dan memiliki cukup kekuatan untuk melawan dewa jahat".
Semua orang di ruangan itu mengangguk, tidak ada lagi yang berani melawan Sares sebab mereka tahu dari pertarungan sebelumnya bahwa Sares ini sangat kuat. Ia memang selalu tersenyum ramah yang tidak terlihat menakutkan, tapi siapapun yang meremehkannya pasti akan menyesal.
Di sisi lain, wajah Serun menjadi sangat suram. Bagaimanapun ia mencoba mengajak Riona sebelumnya, tapi ia ditolak oleh Riona. Jika itu sebelumnya maka Serun pasti tidak keberatan di tolak, tapi ia sekarang adalah pahlawan yang membuatnya merasa malu.
Gisha yang cerdas mengerti tentang pikiran Serun, jadi ia memeluk lengan Serun dengan lembut "Jangan terlalu memikirkan wanita itu, kau tidak perlu merasa malu sebab Riona adalah orang yang bodoh. Padahal kau sudah sangat baik hati untuk membantunya menjauh dari kematian, tapi Riona tidak mendengarkan mu sehingga ia mati. Benar-benar wanita yang bodoh, sebagai pahlawan maka kau tidak perlu repot-repot memikirkan wanita itu".
Serun kembali sadar, ia sangat senang terhadap Gisha yang cerdas sehingga membantunya menghilangkan rasa malu di tolak oleh Riona.
Oleh karena itu, Serun memeluk pundak Gisha sambil berkata penuh kesombongan "Kau benar, aku yang merupakan seorang pahlawan ini sudah berbaik hati untuk mengingatkannya jalan yang baik, tapi Riona adalah wanita bodoh yang tidak tahu tentang kebaikanku. Aku tidak perlu membuang-buang waktu untuk seseorang yang bodoh seperti itu".
Teman sekelas yang lain hanya diam, tidak ada orang yang cukup bodoh untuk mengejek Serun sebab dirinya adalah pahlawan sekarang, bahkan Yazou yang merupakan teman dekat Elos sekalipun tidak berani mengatakan apapun.
Akhirnya Sares membuka lingkaran sihir yang membiarkan semua orang di tempat tersebut pergi ke Kerajaan Ray.
...----------------...
Elos tiba-tiba merasa seluruh dunia menjadi gelap, tapi dunianya kembali menjadi terang dan ia menyadari bahwa dirinya sudah berada tinggi di atas langit.
Riona masih memeluk Elos memakai seluruh kekuatannya, sayap kanan Riona sudah tidak ada lagi akibat dibakar oleh Sares yang membuat Elos bersama Riona jatuh ke tanah sangat cepat.
Apa yang paling membuat Elos terkejut bukanlah mereka yang jatuh, tetapi api yang terus membakar tubuh bagian belakang Riona. Bukan hanya Riona yang terbakar kali ini, api tersebut ikut membakar seluruh tubuh Elos.
Elos merasakan rasa sakit yang sangat berlebihan, lagipula api sedang membakar semua kulit ataupun sel pada tubuhnya yang memberikan rasa sakit besar pada Elos, Riona sekarang juga mengalami hal yang sama.
Walaupun sangat kesakitan, Elos dan Riona menggertakkan gigi mereka agar tidak berteriak apapun serta menahan rasa sakit tersebut.
Elos menatap Riona yang masih berusaha sebaik mungkin untuk terbang hanya memakai sayap kiri "Riona, kenapa kau harus membantuku sampai membuatmu akan kehilangan hidupmu? Meskipun kita teman masa kecil, tapi kau tidak perlu melakukannya hingga sejauh ini".
Riona menatap Elos, ada rasa cinta yang sangat besar bisa terlihat melalui matanya "Elos, kau benar-benar bodoh! Pria tidak peka! Jika kita hanya teman masa kecil maka aku tidak akan repot-repot membantumu hingga bisa membuatku kehilangan hidup, aku melakukan ini karena aku menyukaimu! Sejak dari kita bertemu sewaktu berumur 7 tahun sampai 10 tahun kemudian yaitu hari ini, aku tidak bisa menghilangkan perasaan ini! Aku benar-benar menyukaimu! Jadi aku melakukan semua ini untuk dirimu, perkataan di bumi dulu memang benar bahwa cinta bisa membuat seseorang menjadi bodoh!".
Setelah itu Riona tidak menatap Elos lagi, ia terlalu malu untuk memberitahukan perasaannya. Jika bukan karena mereka akan mati, Riona mungkin tidak akan seberani ini untuk mengatakan perasaannya pada Elos.
Mendengar perkataan Riona, Elos ikut merasa malu tapi sebagai pria maka Elos tahu bahwa ia harus menjawab perasaan Riona "Terima kasih, aku sangat senang atas perasaanmu--".
Sebelum Elos bisa menyelesaikan kata-katanya, angin yang kuat akibat mereka yang jatuh menabrak wajah Elos yang membuat ia tidak bisa mengatakan apapun.
Akhirnya mereka sudah melewati awan, di depan mata Elos dan Riona maka mereka bisa melihat hutan yang sangat luas di bawah mereka, tapi anehnya semua hutan itu tidak memiliki daun. Semua pohon di hutan hanya memiliki batang berwarna hitam, tempat ini lebih seperti hutan mati.
Selain itu mereka bisa melihat kota di kejauhan, karena jarak yang jauh maka baik itu Elos ataupun Riona tidak bisa melihat kota itu dengan jelas.
"Elos, aku sudah lelah! Mungkin aku akan pergi lebih dulu", kata Riona dengan senyum lemah, api milik Sares terus membakar Riona yang membuat dirinya sudah terluka berat.
"Tunggu sebentar! Selama kita mendarat maka akan ada kesempatan untuk bertahan hidup, aku akan mencari--", kata Elos dengan panik.
Tapi Riona tiba-tiba mencium Elos di bibirnya, mereka hanya melakukan ini selama 5 setia sebelum Riona menjauhkan kepalanya dan berkata sambil tersenyum lemah "Elos, aku mencintaimu--".
Riona perlahan-lahan menutup matanya, karena hilangnya Riona maka sayap kiri miliknya ikut berhenti bergerak yang menyebabkan mereka jatuh semakin cepat. Walaupun Elos dan Riona sudah hampir mati, tapi api milik Sares masih membakar mereka tanpa henti yang menunjukkan tekad Sares untuk membunuh mereka.
"Apakah aku akan mati disini? Paling tidak aku harus mencoba mematikan api pada tubuh Riona!", kata Elos yang merasa bahwa kesadarannya semakin lemah.
Ia berusaha mematikan api pada tubuh Riona, tapi Elos menyadari bahwa tidak ada yang bisa ia lakukan.
Di tengah kebingungan, Elos mengingat bahwa ia memiliki kemampuan. Walaupun Elos tidak tahu kegunaan kemampuan itu, tidak ada salahnya untuk mencoba.
Elos mengulurkan tangannya ke api yang membakar Riona "Ruler of Death!".
Aura hitam berkumpul di tangan Elos yang menutupi api pada tubuh Riona, kejadian berikutnya membuat Elos terkejut sebab api pada tubuh Riona perlahan-lahan melemah hingga mati sepenuhnya seakan-akan Ruler of Death bisa membuat api tersebut mati seperti makhluk hidup.
"Apabila kekuatanku bisa menghilangkan api pada Riona maka aku bisa menghilangkan api pada tubuhku juga--", kata Elos yang akan memakai kekuatan ini untuk mematikan api pada tubuhnya.
Tapi Elos baru menyadari bahwa kesadarannya sudah semakin melemah, ia tidak bisa mempertahankan kesadarannya lagi. Hal ini terjadi bukan hanya api yang terus membuatnya terluka, Rule of Death nampaknya menghabiskan banyak kekuatan Elos hingga membuatnya semakin cepat kehilangan kesadaran.
Elos hanya bisa melihat matanya yang semakin menutup sampai tertutup sepenuhnya akibat terlalu lelah, Elos berkata-kata di detik sebelum ia kehilangan kesadaran "Apakah aku akan mati disini? Padahal aku baru datang ke dunia lain! Jika aku tidak terpilih ke dunia lain ini maka semuanya tidak akan jadi seperti ini--".
Elos kehilangan kesadaran sepenuhnya.
Tubuh Riona dan Elos jatuh ke tanah dengan keras, tapi Elos sudah mengganti posisi mereka jatuh ketika Riona kehilangan kesadaran sehingga tubuh Elos lebih dulu menabrak tanah, ia terus memeluk Riona sampai akhir sebab Riona adalah orang yang melindunginya tanpa ragu sedikitpun.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 297 Episodes
Comments
call me oni chan
cie
2024-06-29
0
call me oni chan
yang namanya cinta emang gitu
2024-06-29
0
Hades Riyadi
Lanjutkan Thor 😀💪👍👍👍
2023-06-03
0