"Aaaaa, tanganku!", suara teriakan seorang pria terdengar dari pohon yang Riona hancurkan, suara itu bukan hanya dari 1 orang melainkan ada banyak sekali suara teriakan kesakitan dari orang-orang di sekitar.
"Tuan, nampaknya apa yang kita pikirkan benar, tugas kali ini bukan untuk membunuh serigala bayangan, tapi kita adalah target yang akan di bunuh tersebut", kata Riona dengan dingin sebab mereka sudah di tipu, walaupun pada akhirnya mereka bisa mengetahui jebakan tersebut tapi Riona masih merasa tidak senang.
Elos sedikit tersenyum "Kau benar, dari awal para petualang ataupun resepsionis guild sudah menganggap kita sebagai orang mati sejak menerima tugas tersebut. Mereka bukan ragu kita bisa melawan serigala bayangan, alasan mereka mengganggap kita sebagai orang mati adalah mereka tahu bahwa tugas ini merupakan jebakan, siapapun yang menerimanya pasti tidak pernah kembali".
"Lalu Porte adalah orang yang memberi kita tugas ini, sepertinya ia membantu kita bukan karena menghargai bakat kita, melainkan ada alasan lain di balik semua ini. Kepala desa, kau akan bersembunyi di sana sampai kapan?".
Suara teriakan Elos bergema di seluruh hutan, puluhan penduduk desa yang membawa pedang atau senjata lainnya muncul dari balik pepohonan di sekitar, kepala desa sebelumnya juga ada di antara mereka.
Melihat masih ada banyak musuh di sekitar, wajah Riona menjadi suram. Ia berjalan untuk berdiri di depan Elos agar bisa melindunginya, ia tidak akan membiarkan siapapun melukai Elos meskipun hanya sedikit.
Kepala desa yang ada di antara para musuh memiliki wajah yang suram, ia sudah melakukan pekerjaan ini cukup lama dan belum pernah gagal sebelumnya. Lebih tepatnya ketua guild selalu membawa anak baru ke tempat ini, jadi mereka pasti tidak tahu bahwa ini adalah jebakan.
"Nak, bagaimana kau bisa tahu bahwa kami adalah pelaku di balik semua ini? Apakah kau kebetulan mengetahuinya atau petugas yang di kirim dari kerajaan untuk menangkap kami?", kata kepala desa sangat dingin, ada tekad membunuh yang sangat kuat di matanya.
"Aku tidak keberatan untuk memberitahumu cara aku mengetahui bahwa ini adalah jebakan, tapi kalian harus memberitahu lebih dulu alasan melakukan hal seperti ini. Nampaknya kami bukanlah korban paling awal kalian, kemungkinan besar hal ini sudah sering terjadi kan?", tanya Elos untuk memastikan.
Kepala desa itu tersenyum kejam "Kami tidak memiliki pilihan lain, untuk bertahan hidup maka hal ini harus dilakukan! Hutan kematian itu sudah membuat tanah di sekitarnya menjadi hancur, bahkan desa di sekitar ikut terpengaruh. Ladang kami menjadi hancur, ternak yang diberi makan ikut menjadi kurus, walaupun sudah mencari makanan terbaik dari Kota Ruher tapi semuanya tidak berguna, oleh karena itu hanya ini jalannya untuk menyelesaikan kelaparan kami yaitu menangkap para petualang bodoh serta menjadikan mereka sebagai budak. Terutama para wanita cantik, bangsawan-bangsawan menjijikan itu akan dengan senang hati untuk membayar mahal wanita cantik!".
Setelah itu kepala desa menatap Riona seakan-akan melihat banyak uang di depan matanya, Elos sedikit menggelengkan kepalanya. Ia tahu bahwa orang-orang ini tidak perlu dibiarkan hidup, lebih tepatnya Elos sudah membuang perasaan manusia miliknya sejak menjadi tengkorak sehingga ia tidak akan ragu untuk membunuh orang-orang ini.
Elos menarik pedang miliknya "Aku akan membunuh kalian semua, keberadaan kalian sama sekali tidak perlu di dunia ini!".
"Hahahahaha", kepala desa itu tertawa seakan-akan mendengar sesuatu paling lucu di dunia "Kau benar-benar bodoh, tidak hanya kami yang melakukan ini tapi hampir semua orang! Bahkan ada banyak orang yang melakukan sesuatu lebih kejam daripada kami, sejak dewa baik dan jahat saling berperang maka kemiskinan, kelaparan dan kematian selalu menghantui kami! Padahal perang ini adalah keputusan para dewa dan raja-raja itu, tapi kami yang hanya penduduk normal adalah orang yang mendapatkan paling banyak kesulitan akibat perang ini! Meskipun harus menutupi tanganku dengan darah, aku tidak bisa membiarkan keluargaku mati kelaparan! Aku akan menangkap dan menjual kalian sebagai budak! Sekarang katakan, bagaimana kau bisa tahu bahwa semua ini adalah jebakan?".
Kepala desa berusaha mencari tahu alasan Elos bisa tahu rencana mereka, lagipula ia harus menutup celah seperti ini yang bisa membuat rencana mereka gagal.
Elos bersiap-siap untuk bertarung "Alasannya mudah, aku bertanya kepadamu berapa jumlah serigala bayangan yang terlihat, kau menjawab hanya ada 1. Tetapi serigala bayangan adalah makhluk berkelompok, ia selalu bergerak paling tidak bersama 4 serigala atau lebih. Hal ini sudah menjadi keanehan!".
Elos kebetulan baru membaca buku mengenai serigala bayangan di buku guild, jadi ia bisa mengetahui hal ini.
"Apakah hanya itu alasanmu? Mungkin kebetulan bahwa serigala bayangan ini sendirian atau ia terpisah dari kelompoknya, kenapa kau bisa begitu yakin?", tanya kepala desa lagi untuk memastikan.
Elos berkata penuh percaya diri "Tentunya ada alasan lain, desa kalian terlalu ramai! Anak-anak sibuk bermain-main di jalanan sedangkan para wanita saling berbicara, hal ini sama sekali tidak terlihat seperti desa yang ketakutan. Apabila para penduduk desa takut terhadap serigala maka mereka pasti akan bersembunyi di rumah, belum lagi membiarkan anak-anak bermain. Orang tua seperti apa yang akan membiarkan anak-anaknya bermain di jalan ketika ada serigala bayangan lapar yang mungkin akan menyerang desa kapanpun? Jadi aku dapat mengerti bahwa bukan orang tuanya yang aneh, tapi penduduk desa yang tidak ketakutan sebab kalian semua tahu bahwa cerita serigala bayangan adalah bohongan!".
Mata kepala desa melebar, ia sudah menipu banyak orang tapi belum pernah ada yang sadar seperti Elos. Bahkan kepala desa sendiri belum pernah menyadari kelemahan itu, sebuah senyuman muncul di wajahnya "Terima kasih atas saran mu, aku pastikan hal ini tidak akan terjadi lagi!".
"Kau tidak perlu khawatir, hal ini tidak akan terjadi lagi sebab kalian juga akan mati!", kata Elos dengan dingin.
Lalu Elos melangkah maju secepat mungkin sambil menebas pedangnya ke arah orang paling di depan, kepala desa berada di posisi paling belakang yang membuat Elos cukup kesulitan untuk menargetkannya.
Tanpa perlu diberitahu oleh Elos, Riona sudah bergerak sendiri. Sebuah cahaya muncul di tombaknya "Spear of Light!".
"Booooom!".
Kekuatan cahaya yang sangat kuat meledak dari tombak Riona, serangan itu langsung membunuh 5 orang dari pihak musuh.
Kepala desa sudah sangat ketakutan akibat kekuatan Riona, ia mengangkat tangannya untuk menunjuk ke arah Riona "Bunuh wanita muda itu! Serangannya terlalu mematikan, lebih baik membunuhnya secepat mungkin!".
Para penduduk desa saling menatap, setelah itu mereka mengangguk penuh tekad.
"Serang wanita itu!", teriak para penduduk desa penuh semangat bertarung, mereka semua maju untuk membunuh Riona lebih dulu.
"Tidak akan aku biarkan!", sebuah suara teriakan terdengar, sosok Elos melompat di depan mereka semua, pedang di tangan Elos ditutupi oleh aura hitam yang sangat mematikan.
Elos membuka matanya sebelum menebas ke arah pasukan musuh "Ruler of Death".
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 297 Episodes
Comments
Elos
Promosi nih Teman-teman yang suka cerita tentang pemanggilan karakter,SITEM langsung aja baca"SANG SUMMONER "
2023-10-10
1
johanes ronald
wah...gak bakal dpt duit ya si mc?....
2022-12-31
1
John Singgih
membasmi penduduk desa dimulai walau terpaksa
2021-12-06
1