Selama di ruang makan, Nanang sudah memancarkan aura permusuhan terhadap Kaysan.
Kaysan
Mari kita lanjutkan ke studio musik.
Kaysan
Saya akan menilai kemampuan sampean secara langsung.
Rinjani
Kalian pergilah terlebih dahulu mas, Nang. Aku masih ingin berdua dengan Nadila.
Nanang
Ayo bareng-bareng aja Mbak!
Nanang
Soalnya saya yakin Mbak pasti...
Kaysan
Ayo Gusti pangeran Nanang, kamu harus memastikan sound sistemnya hidup.
Nanang
Lah... itukan bukan tugasku mas! Tugasku cuma foto-foto and directing.
Kaysan langsung memejamkan mata. Tanda bahwa ia tak mau dibantah.
Nanang mendesah lelah, ia menatap Rinjani dengan tatapan iba.
Rinjani
Pergilah. Biarlah sesama wanita bicara.
Nanang
Hmm...
Kaysan dan Nanang berlalu pergi dari ruang makan.
Kini tinggallah Rinjani dan Nadila. Termasuk Pandu yang masih asyik menyantap makanannya.
Rinjani
Sudah lama menjadi secret admirer Gusti pangeran Nanang?
Nadila
Lama sekali.. Makanya saya berminat untuk bergabung menjadi pesinden di istana biar saya bisa melihat langsung pangeran Nanang.
Rinjani tersenyum dan mengangguk.
Rinjani
Hanya sebatas mengaguminya? Atau ada perasaan lain?
Nadila
Ah... Gusti Kanjeng ratu seperti tidak pernah mengagumi seseorang.
Rinjani
Saya mengagumi ibu mertua saya sendiri.
Nadila mengangguk, ia tersenyum paham.
Nadila
Saya mengikuti perjalanan kisah cinta panjenengan Gusti Kanjeng ratu.
Rinjani
Jadilah seperti saya jika mau memasuki tembok istana.
Rinjani
Professional dan tidak perlu ada goyangan pinggul untuk menjadi pesinden di istana. Karena itulah alasannya kenapa suamiku menolak lamaran kerja sampean.
Nadila mengangguk.
Nadila
Semoga kali ini saya lolos. Karena saya lelah jadi pedangdut yang di sawer dan dianggap penggoda suami orang.
Rinjani mengangguk.
Ia pun membersihkan mulut dan tangan Pandu yang belepotan bakmi Jawa.
Pandu
Ndu mau main kejal-kejalan sama Mbak.
Rinjani
Nanti ya. Ndu sekarang main dulu sama Mbak dayang. Bunda harus menemani Mbak Nadila nyanyi dulu.
Pandu
Ndu ikut.
Rinjani
Tidur siang mas...
Pandu
Ndu ikut!
Rinjani
Ya sudah ayo..
SANG PERMAISURI
Rencana.
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Comments
ARDIANSYAH GG
maraton lagi......
2021-09-06
0
Diandra
yg bahaya itu ya sinden kan duduk manis anteng
2021-09-06
0
Muhammad Dimas Prasetyo
ndu ikut semua berantakan..
2021-09-03
0