Anta tampak menaikkan kakinya ke atas meja saat mendengar suara deru mobil enardo yang mulai terdengar memasuki pekarangan rumah.
Dengan gaya cueknya dia terus menggoyang kan kakinya sambil sibuk membiarkan para pelayan memperbaiki cat kuku di tangan kiri dan kanannya.
Saat enardo memasuki mansion utama keluarga Cullen, bola matanya jelas sempat melirik ke arah anta, laki-laki itu hanya bisa menghela pelan nafasnya.
"Jangan biasakan kaki anta berada di atas meja"
Enardo bicara pada para pelayan.
"Baik tuan"
Setelah berkata begitu enardo dengan gerakan cepat mulai menaiki anak tangga.
"Aku akan keluar malam ini enardo, jadi kirimkan aku uang belanja ke rekening ku"
Pekik Anta tanpa berniat menatap ke arah enardo, dia mulai memejamkan bola matanya.
Laki-laki itu Sejenak menghentikan langkah kaki nya.
"Kemana?".
Anta Langsung membuka bola matanya.
"Tidak bisakah kamu tidak bertanya soal privasi ku? cukup kirimkan uang nya, selesai, oke?"
Anta bicara sambil menatap kesal ke arah enardo sambil menepis kan tangan nya dari para pelayan.
"Kau bukan kekasih ku, tunangan ku, suami ku, kakak ku atau bahkan ayah mu, jadi tolong pahami batasan mu soal privasi ku, oke'
Anta tidak tahu, dia hanya selalu merasa kesal saat berhadapan dengan laki-laki itu, dia begitu membecinya hingga dia tidak tahu lagi kemana sebenarnya dia ingin meletakkan kebencian nya.
Sejak dulu enardo selalu tidak pernah mau menjadi pendengar untuk nya, selain untuk kakak nya Zaffa, laki-laki itu tidak pernah mau mengajak nya bicara, tidak pernah menghiraukan dirinya, bahkan enggan berinteraksi dengan nya, pada akhirnya semua kasih sayang enardo tidak pernah terbagi antara dirinya dan kakak perempuan nya itu.
Semua selalu diberikan penuh untuk kakak nya, cinta, kasih sayang, senyuman, kehangatan, semua nya, padahal enardo jelas-jelas tahu Daddy nya berkata sebelum meninggal.
"Perhatikan anta dan zaffa, mereka sama-sama masih butuh kasih sayang seorang seorang ayah"
Bahkan Arash pun lebih menyayangi kakak nya zaffa ketimbang dirinya yang notabene adalah tunangan nya, sejak kecil arash selalu memperhatikan zaffa, menyambut tangan nya ketika terjatuh bahkan menggendong nya ketika kakaknya tidak kuat berjalan, bagi ansa laki-laki di rumah ini semuanya selalu lebih mencintai kakak perempuan nya.
Dia tidak pernah membenci Kakak perempuan nya, tapi seiring nya waktu rasa cemburu kadang membuncah, karena itu demi menjaga kecemburuan agar tidak menjadikan dirinya menjadi sang pemeran antagonis, dia lebih baik tinggal terpisah dengan kakaknya zaffa.
Tapi celakanya, enardo malah ditempatkan di mansion nya sesuai dengan jadwal yang di atur sang mommy dan uncle nya.
"Aku Hanya ingin tahu kemana tujuan mu, apakah ketempat yang tepat, atau tidak"
Jawab enardo sambil menghela kasar nafasnya.
"Memang nya sejak kapan kau peduli pada ku"
Dengus anta.
"Kirimkan saja uang belanja ku, jangan lupa aku ini putri kandung keluarga Cullen, kau hanya anak laki-laki yang di angkat oleh Daddy ku"
Bentak Anta kesal.
"Anta"
Enardo mengeraskan rahangnya.
"Jika kamu tidak mau memberikan nya juga tidak apa-apa, aku akan menemui arash setelah ini"
"Oh ayolah apa kau akan terus bersikap kekanak-kanakan?"
enardo mencoba menetralisir perasaan nya.
Anta mulai kesal dengan sikap enardo, dengan gerakan cepat dia meraih kunci mobil nya, berlarian ke Depan dengan perasaan dongkol.
"Anta"
Enardo berusaha turun untuk mengejar langkah nya, tapi cukup terlambat, Mobil gadis itu telah menghilang menjahui dirinya.
Dengan gerakan cepat enardo mencoba untuk menghubungi seseorang.
"Kau dimana?"
Enardo mencoba mendengar kan jawaban dari seberang sana.
"Aku fikir anta menuju ke mansion mu, aku harap istri mu cukup sabar menghadapi nya, Arash"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 261 Episodes
Comments
dita18
msh bnyk teka-teki nya
2023-01-30
0
Yoan
ak msih bingung arash dengan enardo ...ada yg bisa jelasin ga 🤔
2023-01-15
2
Siti Khumaira Rahma
lanjut
2022-12-17
0