Enardo tampak menghela nafasnya panjang, mencoba terus fokus pada pekerjaan nya.
Tiba-tiba tanpa dia sadari Seseorang telah meletakkan secangkir cappucino di hadapan nya.
"Aku fikir ini waktunya untuk istirahat, sayang"
Ucap seorang gadis berusia sekitar 26 tahunan itu sambil mengembangkan senyumannya pada enardo.
Seketika enardo menoleh ke arah gadis tersebut, gadis cantik berkulit putih dengan wajah pucat itu tampak terus berusaha tersenyum menghadapi nya.
"Kenapa kamu kemari, sayang?"
Enardo jelas saja terkejut saat menyadari siapa yang ada dihadapannya.
Gadis itu melebarkan senyumannya,menutup pelan buku-buku dan lembaran kerja nya lantas dengan cepat mengulurkan tangannya.
"Temani aku makan"
Ucap nya pelan.
Enardo menerima uluran tangan gadis itu, menatap dalam bola matanya.
"Kamu tidak tinggal dan istirahat dirumah?"
Dengan cepat dia berjalan lantas menggendong tubuh gadis itu.
"Bukankah dokter sudah bilang kamu harus banyak beristirahat hmm?"
Ucap enardo sambil menatap manik mata gadis itu, dia tahu gadis rapuh itu tidak seharus keluar rumah hanya demi untuk menemui dirinya.
"Aku terlalu bosan di rumah, sayang"
Dia bicara sambil mengembangkan senyuman nya, terus berusaha memeluk leher enardo sambil menatap dalam wajah itu.
Seolah-olah takut saat memejamkan bola matanya malam ini, besok pagi dia tidak lagi bisa melihat sosok laki-laki itu di dalam bola matanya.
"Jangan khawatir, semua akan baik-baik saja dan kita pasti bisa mencari pendonor nya,Zaffa"
Ucap enardo pelan.
Gadis yang di panggil zaffa hanya mengulas senyum, mengangguk sejenak.
Enardo menurunkan tubuh gadis itu secara perlahan, membiarkan zaffa duduk di atas kursi sofa dihadapan.
"Dokter masih berusaha mencari pendonor yang cocok, jika mendapatkan nya, mari lakukan Operasi nya, setelah itu pastikan Anta mendapatkan laki-laki yang baik dan menikah, setelah itu kita akan pergi dari sini untuk memulai kehidupan kita"
Enardo bicara sambil duduk ber jongkok, menggenggam erat telapak tangan zaffa sambil menatap dalam wajah gadis itu.
Zaffa secara perlahan menyentuh wajah enardo, cukup lama dia mengelus wajah tampan dan dengan jutaan hati penyabar itu.
"Laki-laki yang paling cocok untuk anta adalah kamu, menikahlah dengan adik ku, enardo"
Lagi...lagi...dan lagi...
Gadis itu selalu berkata begitu, bagi enardo seolah-olah zaffa tahu kemungkinan terburuk yang akan terjadi pada kondisi penyakitnya, seakan-akan gadis itu siap melepaskan dirinya, padahal jelas enardo begitu mencintai nya.
"Aku tidak bisa melakukan nya, tidak akan pernah, kau dan anta jelas berbanding terbalik, aku tidak pernah mencintai dia"
"tapi mommy juga berharap kamu mau mendampingi anta, kau orang yang paling tepat berdiri disampingnya"
"Jika kamu dalam keadan sehat, akan iklas melepas kan aku? apa kamu tidak mencintai ku? apa kamu tidak tahu betapa aku mencintai kamu?"
Enardo mulai merasa terpojok, dia benar-benar merasa keluarga Cullen company seolah-olah tengah memaksa nya untuk menikahi gadis kecil itu, seakan-akan zaffa sudah tidak punya harapan lagi untuk bertahan hidup lebih lama lagi.
Kedua belah tangan zaffa terus Menyentuh wajah enardo.
"Jangan terus membohongi diri mu sayang, semua orang tahu aku tidak punya banyak harapan lagi"
"Tapi aku yakin kamu masih punya banyak harapan untuk bertahan, aku akan terus berusaha dan menunggu hingga hari itu tiba"
Enardo bicara dengan cepat,menepis tangan zaffa lantas berdiri dengan perasaan kesal.
Laki-laki itu melangkah keluar, menutup pintu dengan sejuta kekecewaan.
Seketika enardo memukul dinding yang ada dihadapannya,air mata laki-laki itu perlahan tumpah.
Kau tahu betapa aku mencintaimu? Bahkan jika mereka berkata maukah kamu menukar nyawa mu pada nya, aku siap untuk melakukan nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 261 Episodes
Comments
Siti Khumaira Rahma
lanjut makkk
2022-12-17
1
Nailott
kok zehra baek banget, readers bilsng zehra. donorin tulang sum sum belakang untuk saffa.
2022-12-07
1
Lila Susanti
ini judul yg ke 3 sy baca, penulisan kalimat bnyk mengandung unsur nasihat. walau panjang tp ga bkin bosen
2022-11-01
1