Arash Menyapu bibir mungil itu dengan begitu lembut dan penuh cinta, sangat lembut dan tidak tergesa-gesa, Karena arash tahu ini adalah pertama kalinya untuk zehra, mengingat ekspresi bingung dan terkejutnya tempo hari sebelum mereka menikah.
Tangan kanan nya masih memberi gerakan lembut di bawah sana, mencoba membuat zehra mendapatkan pancingan has..rat agar lebih mudah untuk Arash menyatukan diri mereka.
Zehra mungkin menikmati kelembutan arash dibawah sana tapi untuk ciuman nya dia bahkan merasa mulai kehilangan nafasnya, dia semakin erat menggenggam lengan Arash, bola matanya jelas membulat sempurna, dia bingung harus melakukan apa.
Zehra fikir apa sudah waktunya dia menunaikan kewajiban awalnya sebagai seorang istri? disini, di atas pesawat jet pribadi? di antara cuaca cerah dimana mereka tengah melayang ke udara.
Lu..ma..Tan demi lu..ma..Tan yang mendominasi terus Arash berikan, hingga akhirnya secara perlahan li..dah nya menyusup lembut ke dalam rongga mulut zehra.
Arash ingin tertawa melihat ekspresi zehra, gadis itu seolah kehilangan nafasnya, arash secara perlahan melepaskan ciuman nya.
"Bernafas lah dengan santai"
Bisik Arash pelan sambil menatap dalam bola mata zehra.
Gadis itu berusaha menarik nafasnya dengan rakus, membuat arash geli dengan ekspresi nya
"Ini kewajiban, aku sedang meminta hak ku sebagai seorang suami"
Seketika rona merah muncul di wajah zehra.
"Aku akan melakukan nya Secara lembut dan Perlahan"
Zehra fikir laki-laki dihadapan nya itu memang sejak awal begini, begitu pandai merayu, sangat pandai bermain kata dan membuat diri nya terbuai mesra.
Arash kembali menautkan bibir mereka, masih tetap seperti tadi begitu lembut dan mendominasi bagi zera,tangan kanan arah terus bergerak di bawah sana, menggesek secara perlahan hingga membuat sensasi aneh di tubuh zehra.
Arash mulai membelit Li..dah nya didalam sana, mengajarkan zehra untuk ikut Melakukan nya dan membalas belitan nya. lagi-lagi arash merasa geli karena zehra jelas begitu amatir, bukan type berpengalaman dan arash tahu ini untuk pertama kalinya bagi gadis itu.
Kali ini Zehra jelas memejamkan bola matanya, selain malu karena rasa nikmat oleh ciuman yang begitu dalam dia mulai menenggelamkan dirinya dalam kenikmatan yang baru pertama kali dia rasakan, berbeda saat pertama kemarin, hati zehra diliputi kecemasan karena mereka bukan pasangan halal, kali ini dia tidak memiliki ketakutan untuk menyerahkan utuh dirinya pada laki-laki di depannya in.
Saat bi..bir arash tahu-tahu secara perlahan turun ke dagunya, menyapu lembut dengan lidah nya hingga naik ke tulang lehernya.
"Ahh.."
seketika rasa malu menyeruak, saat ******* lembut keluar dari bibir zehra, dia fikir kenapa dia mengeluarkan suara yang begitu memalukan.
"Tidak sayang..jangan malu, men..de..sah lah"
bisik Arash di Balik telinga nya, zehra lagi-lagi merona, kata sayang terlalu terdengar indah di balik telinga nya. lantas dengan lembut Arash menyapu telinga zehra, memainkan lidah nya disana dengan begitu sempurna.
"Aku.."
Zehra lagi-lagi men..de..sah lembut.
"Sebut nama ku"
Bisik Arash lembut
Arash terus menyesap tulang Atlas (leher atas) zehra dengan begitu lembut sembari tangan nya mulai melepaskan pakaian zehra satu persatu secara sempurna hingga meninggal kan ********** yang berwarna hitam. Dengan gerakan lembut tangan Arash membuka kancing dalaman atas milik zehra dari arah belakang hingga akhirnya terlepas sempurna, menampilkan dua tonjolan yang berukuran begitu sempurna, padat dan berisi.
Secara perlahan tangan zehra Menyentuh da..da itu, meraupnya begitu lembut dan penuh cinta. Seketika membuat zehra merasa aliran listrik menyentak hingga ke ubun-ubun nya, apalagi saat jemari Arash Menyentuh ujung nya, seketika zehra meremang hingga mengeluarkan de..sa..Han menggila. Bahkan saat tiba-tiba kepala Arash turun ke sana, menyapu da..da nya dengan gerakan lembut bahkan menyesap nya dengan sempurna seperti anak bayi yang mendapat kan pelepasan nya, Seketika zehra me..le..guh dan menjerit kecil.
"Arash..aku"
Arash menarik ujung bibirnya, merasa puas mampu membuat gadis itu menyebutkan nama ya dengan cara yang begitu indah, terdengar manis hingga semakin memicu adrenalin nya untuk terus bermain.
Zehra menyentuh kepala laki-laki itu, meremas rambut Arash dengan erat.
Sembari menyapu dan menyesap da..da zehra, kali ini tangan kiri arash turun dengan perlahan ke bawah sana, menyentuh lembut mulai dari perut, pusat, turun hingga ke paha zehra, mengelus nya dengan gerakan lembut guna merangsang di bawah sana agar bergerak menggeser posisinya.
Zehra yang tadi nya sempat menutup rapat-rapat kakinya seketika bergerak dan membuka gerakan hingga akhirnya jemari Arash bermain di luar kain tipis yang menutupi di bawah sana, sepersekian detik kemudian penutup di bawah sana entah menghilang kemana lantas terasa satu jemari Arash telah masuk perlahan dengan sempurna hingga membuat otak zehra tiba-tiba mendapatkan aksi potensial yang meningkatkan rangsangan. saat jemari itu bergerak dengan lembut keluar masuk seketika Pembuluh darah nya tahu-tahu mengembang dan mengalir ke arah Bawah sana, Zehra merasakan ada jutaan kupu-kupu seolah-olah menggelitik dirinya, begitu menyenangkan dan membuat dirinya terhanyut sempurna.
Gerakan itu semakin mendominasi hingga acapkali membuat zehra menyebutkan nama arash berkali-kali, mengeluarkan suara-suara memalukan yang memenuhi seluruh ruangan itu saat ini.
"Arash"
zehra me..de..sah tidak karuanan, otak nya Seketika benar-benar buntu dan menggila, tapi arash lagi-lagi dengan cepat menautkan bibir mereka, me..lu..mat nya dengan gerakan lebih cepat dari di awal tadi, mendominasi.
Tapi saat gerakan dibawah sana yang semakin menggila, tiba-tiba rasa perih mulai menghantam.
"Perih?"
Arash melepaskan tautan bibir mereka, menatap bola mata zehra dalam.
Gadis itu mengangguk pelan.
"Aku akan membuat nya tidak perih lagi"
ucap Arash sambil mencium lembut kening zehra.
Kemudian tahu-tahu bi..bir arash sudah berpindah kebawah sana, memainkan lidah nya dengan sempurna hingga rasa perih tadi lagi-lagi berubah menjadi rasa nikmat taida Tara,bahkan ketika laki-laki itu menyesap nya dengan sempurna zehra terus mengeluarkan suara-suara memalukan milik nya dengan sedikit getaran memenuhi seisi ruangan jet pribadi itu.
"Ahh"
Gerakan Arash dibawah sana semakin menggila dan seketika membuat zehra merasa sesuatu akan tumpah saat ini juga.
"Akhh Arash..aku.."
dia berusaha menarik ujung kasur kiri dan kanannya dengan erat karena merasa sesuatu akan tumpah di bawah sana.
"Keluarkan lah"
ucap Arash pelan lantas terus memainkan li..dah nya di bawah sana.
"Ahhh.."
Zehra me..lenguh dan benar saja sesuatu benar-benar menyembur dengan sempurna.
Lalu tiba-tiba Arash sudah berada tepat di atasnya, mendarat kan ciuman lembut nya ke Bi..bir zehra, mencium lembut puncak kepalanya.
"Siap?"
tanya Arash lembut, menelisik bola mata gadis itu begitu dalam.
zehra dengan wajah sayu nya mengangguk pelan, pelepasan tadi seolah-olah menguras semua tenaga nya.
"Ini akan sakit awalnya, tapi aku akan coba bergerak selembut mungkin hmm"
Zehra kembali mengangguk.
Seketika Arash mencium kedua bola matanya, dengan lembut kakinya membuka ke dua kali zehray Secara perlahan.
Zehra dapat merasakan sesuatu yang keras bergerak lembut di bawah sana, menggesek-gesek dengan perlahan ke bagian bawah nya, lantas terasa gerakan lembut itu menuntun sempurna, mulai mencoba menyeruak masuk secara perlahan.
"Come, tatap mata ku"
Arash bicara sambil menyentuh wajah Zehra.
Dengan cepat Zehra menatap wajah Arash.
Wajah tampan mendominasi itu bahkan bisa membuat perempuan manapun pasti tergila-gila pada nya fikir zehra.
"Aku akan masuk perlahan hmm"
ucap Arash begitu lembut, tangannya membenahi beberapa lembar rambut Zehra yang menutupi wajah cantik nya itu, lantas tangan Arash meminta tangan zehra agar memeluk pinggangnya.
"Jika ingin terus, saat terasa sakit kamu boleh membagi kesakitan mu, membenamkan kuku-kuku mu di pinggang bahkan di punggung ku bahkan kamu bisa menggigit ku jika mau"
zehra mengangguk pasrah.
laki-laki itu kembali menautkan bibir mereka dengan lembut, membawa zehra kembali mendayung ke cak..rawala, kembali membuat zehra terlena dengan lu..matan dan be..litan Li..dah nya hingga tiba-tiba di bawah sana bergerak cepat memaksa untuk masuk.
"Akhhh"
zehra seketika berteriak histeris, melepaskan pangu bibir mereka karena rasa sakit dibawah sana sungguh luar biasa.
"Arash ini menyakitkan"
"Mau berhenti?"
zehra tampak diam, dia menggigit bibir bawahnya, dia fikir bagaimana mungkin dia menolak nya, bahkan laki-laki itu memperlakukan dirinya dengan begitu lembut dan tidak memaksa, sepersekian detik kemudian dia menggeleng pelan.
dengan gerakan lembut Arash kembali bergerak masuk secara berlahan, kali ini Arash mencoba menghentakkan nya dengan sekali gerakan dan
"Akhhh'
zehra kembali berteriak histeris, rasa perih, sakit dan entah apalagi mendominasi, kuku-kuku zehra jelas menancap sempurnah di punggung arash, dia sempat menggigit pelan bahu Arash dan jelas air matanya secara spontan tumpah seketika.
Belum terbenam sempurna, tapi zehra sudah mengeluarkan air matanya, meringis di balik telinga Arash, laki-laki itu fikir ingin berhenti saja tapi dibawah sana sama sekali tidak bisa di jinakkan untuk saat ini.
Arash mencium lembut kening zehra, menatap bola mata yang dipenuhi genangan air bah itu.
"Mau berhenti?"
Arash sama sekali tidak bergerak dari posisi nya.
Zehra mencoba menetralisir rasa di bawah sana, begitu penuh, sesak, sakit, perih bercampur aduk menjadi satu, Tapi wajah khawatir arash jelas mengalahkan Semua rasa di bawah sana, zehra berusaha menyentuh wajah itu, dia tahu mungkin Arash sama tersiksa nya seperti dia karena menginginkan pelepasan sejak sebelum mereka menikah.
"Aku baik-baik saja"
Ucap zehra pelan.
Arash diam sejenak.
"Sekali lagi mungkin benar-benar akan menyiksa,bagi lah rasa sakit mu pada ku"
Ucap Arash lembut.
Zehra mengangguk pelan.
Kemudian tiba-tiba arash kembali menyentak kan dirinya dibawah sana.
"Akhhh"
Jeritan lagi-lagi terdengar histeris, Arash tahu saat ini dibawah sana telah masuk dengan sempurna, terasa sesuatu yang hangat mengalir dibawah sana, seketika dia menarik ujung bibirnya, gadis ini memang belum pernah terjamah sebelumnya.
Arash mencium kedua belah mata zehra, menghapus pelan air mata itu, dia belum bergerak, membiarkan zehra terbiasanya dulu dengan milik nya untuk beberapa waktu hingga akhirnya Arash mulai bergerak secara perlahan.
Awalnya memang begitu menyiksa bagi zehra, sangat pedih, perih dan sakit yang mendominasi di bawah sana, tapi perlakuan arash yang begitu lembut mampu mengalahkan segalanya, dia masih terus menancapkan kuku-kuku dipunggung arash hingga akhirnya laki-laki itu mulai bergerak sempurna, Secara Perlahan mencampur kan rasa perih, pedih dan sakit menjadi rasa baru yang begitu aneh.
Pompahan itu terus bergerak begitu lembut, rasa dibawah sana bercampur aduk menjadi satu, zehra meringis di antara rasa sakit dan perih bercampur aduk menjadi rasa aneh yang terus menggelitik dirinya.
Arash kembali menautkan bibir mereka, menciptakan hal baru untuk zehra secara sempurna, lucu nya zehra berkali-kali mengeluarkan suara-suara yang di anggap nya memalukan, semakin Arash memompa nya semakin zehra menge..rang, men..de..sah bahkan merasakan sensasi penuh gai..rah di bawah sana, laki-laki itu jelas begitu pandai membawa alur, menyeret zehra pada pusaran baru yang menghanyutkan, menerbangkan diri nya ke langit cak..rawala.
Cukup lama hingga zehra merasa lagi-lagi sesuatu dibawah sana akan tumpah.
"Arash"
Suara de..Sahan dengan sedikit tersengal-sengal terdengar mendayu di balik telinga arash, seolah tahu ini Waktunya pelepasan untuk zehra, dengan cepat Arash berbisik.
"Tumpahkan lah"
Arash membiarkan Zehra memper erat pelukan nya di punggung nya.
Dan benar saja sesuatu Benar-benar tumpah di bawah sana, sepersekian detik kemudian tiba-tiba Zehra merasakan sesuatu yang hangat menghantam dinding rahim nya.
"Terima kasih"
bisik Arash Penuh kelembutan,secara perlahan laki-laki itu mencium kening zehra, mencium kedua kelopak matanya, mencium pipi kiri dan kanannya, mencium hidung mancung itu, mencium dagu nya terakhir kembali me..lum..at bibir indah itu untuk waktu yang begitu lama.
Arash sebenarnya masih menginginkan nya, tapi dia tahu dia belum bisa membuat babak baru diwaktu pertama mereka, zehra jelas masih baru menghadapi hal seperti ini, apalagi dia tahu rasa perih dan sakit masih mendominasi dibawah sana untuk di malam pertama mereka.
Dia tidak mungkin menjadi laki-laki egois untuk kepuasan nya semata.
Arash memeluk tubuh zehra, merasa cukup puas karena telah memiliki zehra seutuhnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 261 Episodes
Comments
An
mafia nya baik banget Thor
2023-06-04
2
purnama
oouuhh hot banget thoorr....manukku tangi thor
2023-01-06
1
Siti Khumaira Rahma
akhirnya unboxing juga Arash 😁😁
2022-12-17
1