Saat laki-laki itu sudah berada tepat dihadapannya, zehra jelas Bingung. Laki-laki itu berdiri sambil memandangi zehra dari ujung kaki hingga ujung kepalanya.
"Kau tahu kenapa dikirim kemari?"
zehra menarik berat nafas nya saat laki-laki itu sudah berada di hadapannya, tatapan laki-laki itu jelas begitu dingin dan bergai..rah.
ada apa ini?
"ma..ma bilang tu..an mena..warkan pe..kerjaan diperu..sa..haan tuan untuk saya"
zehra bicara begitu gugup saat wajah laki-laki itu benar-benar berjarak hanya sekitar 3 jari dari wajahnya.
"Aku suka aroma mu"
Ucapnya tiba-tiba.
"Mak..maksud anda?"
zehra memepetkan Tubuhnya ke daun pintu, laki-laki itu tiba-tiba menahan tubuhnya dengan kedua tangan laki-laki itu disisi kiri dan kanannya. dalam Seketika wajah zehra memerah.
"Mama mu tidak bicara soal kenyataan nya padamu?"
tanya laki-laki itu sambil berbisik, kemudian tiba-tiba laki-laki itu menghirup lembut aroma rambut
Zehra langsung menahan tubuh laki-laki itu dengan kedua tangannya.
"Maksud tuan?"
jelas saja zehra bingung dengan ucapan laki-laki itu.
"kau tahu baby?, mama mu telah menjual diri mu pada ku"
Jedarrrrrrrr...........
kata-kata laki-laki itu bagaikan petir di malam hari tanpa mendung tanpa hujan meledak begitu saja dari atas langit malam yang dipenuhi bulan dan bintang.
"Apa?"
zehra jelas merasa tidak bisa bernafas dengan baik saat mendengar ucapan laki-laki itu.
"Dengan perjanjian yang sedemikian rupa, kontrak naik pangkat dan uang senilai 1 milyar "
"1 milyar?"
jelas saja bola mata zehra langsung menatap bola mata laki-laki itu, seketika matanya memerah dan mulai berembun.
"Kau.. berbohong"
seketika air matanya tumpah
yah laki-laki itu pasti bohong, yah dia pasti berbohong, mama nya tidak mungkin melakukan itu.
"Mau lihat perjanjian yang sudah mama mu sepakati dan tanda tangani?"
laki-laki itu bicara sambil menghapus pelan air mata di wajah zehra.
"Mama ku tidak mungkin melakukan itu"
Suara nya kali ini terdengar lancar dan parau, tubuhnya jelas bergetar hebat, laki-laki itu tiba-tiba menarik tubuhnya lembut menuju ke arah kasur, menampilkan layar laktop nya disana.
Terlihat sang mama menandatangani surat kontrak, ada cek bernilai 1 milyar dan pembicaraan yang begitu menyakitkan.
"Kau yakin menjual putri mu sendiri pada ku?"
laki-laki itu bertanya sambil bersandar santai di sebuah sofa, tangan kirinya terbentang lebar di atas sofa sedangkan kanannya kanannya masih sibuk menghisap cerutu nya , semua berkas-berkas berserakan di atas meja,mama nya duduk di hadapan laki-laki itu juga.
"Seperti yang anda lihat tuan, dia telah sah menjadi milik anda"
sang mama bicara dengan nada yang begitu santai.
"asalkan bisa naik jabatan sesuai keinginan, rumah kami kembali utuh dan..."
mama nya menarik cek uang senilai 1 milyar itu dari atas meja.
"1 milyar"
lanjut mama nya.
laki-laki itu menyeringai, bergerak pelan kemudian mematikan rokoknya di atas sebuah asbak, lantas meraih gelas winski yang ada dihadapannya, meminumnya dengan gaya yang begitu berkharisma.
"Aku ingin putri mu sudah ada di dalam kamar ku sebelum jam 10 malam besok"
"Saya akan mengatur nya"
kata-kata akhir dari mama nya terasa begitu menyakitkan, mencabik-cabik perasaannya saat ini juga.
Harusnya sejak awal dia curiga kenapa tiba-tiba sang mama meminta dia menggunakan pakaian yang begitu kacau, curiga pertemuan dilakukan di sebuah club malam elit, curiga saat di club laki-laki itu menatap nya dengan tatapan biasa seolah ingin menelanjangi dirinya, curiga saat tiba-tiba mama nya bilang dia mendapat kan tawaran pekerjaan tiba-tiba, curiga tiba-tiba di jemput dengan mobil mewah, curiga ketika laki-laki itu memerintah kan diri nya agar naik ke atas juga curiga saat tiba-tiba dia berada di kamar bernuansa suram dan gelap ini.
Sesaat laki-laki itu mendekatkan tubuhnya, meraih rambut indah tergerai milik zehra, menyentuh nya dengan sedemikian rupa, lantas menghirup aroma nya Begitu dalam.
Sesuatu di bawah sana jelas bergejolak, laki-laki itu sejak kemarin sudah menahan gejolak ini secara luar biasa saat melihat gadis cantik ini berdiri bingung di hadapannya saat di club malam kemarin.
"Tidak tuan, maafkan aku, aku akan pulang dan meminta mama mengembalikan semua nya, membatalkan semua perjanjian nya"
zehra bicara sambil menaikkan kedua telapak tangan nya, menggesek-gesek nya dengan cepat, dia menangis tidak bisa berhenti, bibir indah nya terus memohon agar dilepaskan.
Bukan nya melepas kan, melihat bibir zehra yang bergerak begitu menggoda membuat has..rat.. laki-laki itu semakin bergejolak, di ba..wah sana terasa semakin mengembang dan segera ingin mendapatkan tempat terbaiknya.
Laki-laki itu menyentuh lembut wajah zehra.
"Tidak, tidak, anda pasti salah, tuan dengarkan aku"
Ucap zehra cepat, dia mencoba berbalik, berlari ke arah pintu dan mencoba meraih gagang pintu serta membuka nya. Sayangnya sama sekali tidak bisa dibuka.
"Tuan..tuan buka pintunya"
zehra memukul pintu itu sekuat tenaga nya.
"Dia tidak akan pernah terbuka kecuali atas perintah ku"
ucap laki-laki itu sambil menyeringai, masih berdiri ditempat dia yang tadi, berbalik lalu duduk di atas kasurnya.
"Kemarilah, nikmati semua nya malam ini dengan ku"
dia bicara sambil menepuk-nepuk kasur nya, meraih sebuah selimut berwarna putih lantas meletakkan nya di atas kasur yang dominan berwarna hitam itu.
zehra menggeleng, dia tahu jika ke sana maka habis sudah semua nya malam ini, hal yang dia jaga berpuluh-puluh tahun agar terenggut begitu sama oleh laki-laki ini, dia jelas tidak mau.
Impiannya jelas menikah dengan laki-laki yang dia cintai, menghabiskan malam pertama mereka di tempat impian mereka, melakukan makan pertama dengan lembut dan penuh cinta.
"Kemarilah, aku akan melakukan nya dengan lembut"
seolah tahu apa yang difikirkan zehra, seolah tahu ketakutan nya laki-laki itu bicara dengan lembut dan begitu menggoda.
Yah dia memang penggoda yang sangat luar biasa, dia begitu ahli di atas kasur dan begitu ahli dalam menggoda seseorang.
Zehra tetap menggeleng, bertahan di pinggir pintu itu dengan tangis yang semakin pecah.
"Aku tidak mau, maafkan aku tuan"
yah dia jelas tidak mau, bagaimana mungkin dia menyerahkan harta paling berharga nya kepada laki-laki asing yang baru dikenalnya 1 hari.
"Kau adalah milik ku, jadi selama nya akan jadi milik ku, dari ujung kaki hingga ujung kepala mu. kau tahu zehra? mulai hari ini rumah ini akan terus terisi dengan kehadiran mu hingga aku merasa bosan pada waktunya"
kata-kata terakhirnya begitu menyakitkan, yah hingga pada akhirnya dia menjadi bosan. setidak berharga nya dirinya? hingga akan timbul kebosanan, dicampakkan dan di buang pada akhirnya.
zehra masih menggeleng
"Aku bukan barang mainan mu tuan, aku bukan barang yang bisa kau beli lalu kau buang"
jerit zehra sambil memegang kedua telinga nya, dia menjerit sejadi-jadinya, menangis dengan hati yang begitu hancur.
kenapa ma? kenapa? apa salah zehra? Demi ambisi dan uang, kenapa menjual zehra? kenapa ma?
zehra terus menangis sejadi-jadinya.
laki-laki itu tampak menyeringai kejam, masih menatap zehra tanpa hati. Bagi nya melihat gadis ini menangis menjadi kesenangan tersendiri untuk nya.
"Pada akhirnya kau akan lelah, dan tangis mu menjadi sia-sia, kau masih akan naik ke atas kasur ku dan tetap akan menikmati cum..buan hangat ku"
kata-kata itu terdengar menjijikkan di balik telinga zehra, dia benar-benar benci pada laki-laki itu saat ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 261 Episodes
Comments
Salma Suku
Ibu tiri apa ibu kandung thor...
tega bener...
2024-08-29
0
Alpha
itu beneeran ibunya zehra, Thor?tega bener
2023-09-30
0
Ihay Dava Nur Shadiq
Aq baru kd sni thor setelah selesai baca putri sang penguasa
2023-04-17
0