Zehra menggeliat pelan ketika sinar matahari menerpa wajahnya,dengan perasaan enggan dia masih mencoba memejamkan bola mata nya, suara tarikan nafas nya Terdengar begitu teratur, dan secara perlahan lagi-lagi dia mencoba untuk tidur.
Tapi sepersekian detik kemudian tiba-tiba secara perlahan terasa tangan seseorang mulai masuk kedalam perut nya hingga menyusup menuju ke arah bawah sana.
Zehra jelas dengan gerakan cepat membuka bola matanya, membalikkan tubuhnya langsung ke belakang.
"Sudah bangun hmm?"
Arash bicara sambil mengulum senyum melihat ekspresi panik zehra.
"Apa kamu selalu menampilkan ekspresi seperti itu ketika terkejut?"
Arash bertanya sambil melepaskan tangannya dari bawah sana.
"Mandilah, kita akan mendapatkan sarapan setelah ini"
Setelah berkata begitu Arash mencium pelan kening zehra Kemudian langsung turun dari kasur mereka.
"Aku menunggu di bawah"
Laki-laki itu bicara kemudian melesat meninggalkan zehra.
Sejenak zehra tampak terdiam, dia fikir laki-laki itu cukup sulit di tebak karakternya, yang jelas karakter arash adalah Laki-laki dengan type dan karakter orang yang akan bertindak sesuka hati nya saat menginginkan sesuatu.
Dan seketika saat ingat kejadian tadi, wajah nya mendadak berubah memerah, zehra mengelus pelan leher belakang nya.
Secepat kilat zehra meraih handuk mandinya, melesat menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
*******
Debora melirik ke arah arash saat laki-laki itu turun dari tangga, seperti biasa laki-laki dengan wajah dingin itu tampil menawan dengan pakaian nya.
"Apa semua baik-baik saja semalam?"
Debora bertanya pada sang adik karena laki-laki itu tahu-tahu keluar setelah sesi makan malam bersama dengan sang istri.
"Tidak begitu baik, aku fikir Tristan meminta ku untuk datang ke Paris"
Sejenak Debora mengerutkan dahinya.
"Ada masalah?"
"Ini menyangkut putri black pearl"
lanjut Arash.
Ekspresi Debora cukup terkejut, tangannya yang sibuk menyiapkan sarapan dibantu sang pelayan seketika berhenti.
"Gadis itu sudah ditemukan?"
Tanya Debora langsung menoleh ke arah Arash.
Laki-laki itu hanya mengangguk pelan, langsung memilih duduk di kursi makan nya.
"Itu cukup bagus"
Ucap Debora lantas kembali sibuk dengan kegiatan nya.
"Bagaimana dengan penjualan bulan ini?"
Tiba-tiba arash bertanya pada Debora.
"Kau tidak ingin berhenti dari bisnis berbahaya ini sayang?"
Debora bertanya sambil meletakkan secangkir kopi moccha di hadapan Arash.
"Sudah jadi kegiatan yang digeluti, aku belum berfikir untuk berhenti"
Jawab arash sambil menyeruput kopi miliknya.
"Jika istri mu tahu, aku fikir dia pasti akan shok dengan pekerjaan mu"
bisik Debora.
"Mafia, menyelundupkan berlian dan permata, menjual nya dan berurusan dengan orang-orang mengerikan, berkutat dengan bisnis kasino bahkan bertarung nyawa setiap waktu di luaran sana dengan orang-orang yang berbahaya"
Lanjut Debora.
Arash terkekeh.
"Sejak dulu itu bisnis ku, dia tidak harus ikut andil dengan urusan ku, seorang istri tugasnya hanya melayani suami nya, tidak ada kritik dan saran"
Debora tertawa kecil.
"Tapi kadang cinta bisa mengubah seseorang"
Arash mendengus.
"Aku tidak segila itu"
'Itu di ucapkan ketika kau belum merasakan cinta"
Ejek Debora.
"Kau tahu? ketika seseorang sudah jatuh cinta akal sehat nya kadang sudah tidak berfungsi dengan sempurna, dan aku yakin kau akan menjadi type laki-laki yang akan tergila-gila pada pasangan mu ketika jatuh cinta"
Arash tampak terkekeh, sedikit mengejek ucapan kakak perempuan nya itu.
"Aku tidak segampang itu jatuh hati dengan seseorang, aku sudah terbiasa di kelilingi oleh perempuan, jadi terlalu aneh aku harus jatuh cinta pada seseorang secara tiba-tiba"
Arash bicara sambil sibuk membuka majalah yang ada di hadapannya, enggan menatap Debora.
"Apalagi kau sudah tahu bukan apa alasan ku mau menikahi gadis itu"
Arash bicara sambil menatap dalam wajah kakak nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 261 Episodes
Comments
An
tunggu bucin mu
2023-06-04
0
Novie Achadini
apa apasannya
2022-12-08
0
Nailott
tunngu. arash. gimaba jatuh cinta kamu nanti akan menggila.
2022-12-07
0