Mendengar ucapan Arash Debora hanya bisa mendengus, dia fikir..
Bahkan aku yakin kau akan jauh lebih gila dari teman-teman mu ketika jatuh cinta.
Baginya arash hanya terkadang tidak pandai mengekspresikan perasaan nya saja, mungkin karena sejak kecil laki-laki itu telah terbiasa hidup di dunia garis keras, bahkan memulai petualangan bermain perempuan sejak usia muda di geng mafia, maka jika Arash tidak begitu tertarik untuk jatuh cinta Debora jelas memaklumi nya.
Apalagi kehidupan seorang mafia jelas selalu berkutat dengan dunia malam, maka tidak heran mereka selalu dan bahkan tidak heran dikelilingi berbagai macam jenis perempuan cantik dari manapun yang mereka mau.
Bola mata Debora menatap sosok zehra yang mulai menuruni anak tangga satu persatu.
"Dia memang begitu indah"
Bisik Debora di balik telinga arash.
Seketika Arash mengubah pandangan nya lurus menuju ke arah depan, menangkap sosok zehra yang menuruni anak tangga satu persatu.
Yeah indah.
Batin Arash lantas membuang pandangannya.
"Duduk disini sayang"
Debora bicara ke arah zehra agar duduk di samping Arash untuk mendapatkan sarapan nya.
Zehra tampak ragu, menatap Arash yang tampak sibuk dengan majalah di tangannya.
"Kemarilah"
Ucap Arash tiba-tiba lantas menepuk-nepuk kursi di samping nya.
Zehra dengan perlahan mencoba duduk tepat disamping Arash, menerima gelas dan piring berisi sarapan dari sang pelayan wanita.
"Aku akan ke Prancis malam ini"
Ucap Arash tiba-tiba.
Zehra yang mencoba menyeruput teh miliknya sejenak menoleh ke arah Arash.
Dia berpamitan?
Batin Zehra.
"Mungkin sekitar beberapa hari"
Arash bicara sambil menatap bola mata Zehra.
"He em"
Zehra mengangguk pelan sambil berusaha tersenyum.
Arash kemudian kembali membuang pandangan nya, menyeruput kopi miliknya secara perlahan lantas kembali membaca majalah nya.
Debora jelas merasa lucu dengan interaksi kedua orang itu.
"Kau tidak ingin ikut, zehra?"
Tanya Debora tiba-tiba sambil duduk di kursi yang ada di hadapan Arash dan zehra.
"Ya?"
Zehra jelas bertanya bingung sambil menatap ke arah sang kakak ipar.
"Lebih tepatnya Arash ingin bertanya apa kau ingin ikut?, tapi harga dirinya begitu tinggi untuk mengatakan nya"
Setelah berkata begitu Debora terkekeh sambil menoleh ke arah Arash.
Laki-laki yang di singgung seperti pura-pura tidak mendengar omongan Debora.
Sejenak zehra menoleh ke arah Arash, menatap wajah itu dalam-dalam.
Laki-laki itu tampak masih sibuk dengan kegiatan membaca nya.
Sejenak zehra diam, kemudian dia tersenyum menatap wajah Arash dari sudut kiri nya.
Zehra fikir laki-laki itu memang terlihat begitu berkharisma dan tampan,tulang rahang wajah nya tercetak begitu sempurna, dengan hidung mancung nya juga bibir yang begitu menggoda, zehra fikir jika diluaran sana banyak yang memuju-muja laki-laki itu jelas saja wajar karena memang pantas untuk di puja.
"Zehra?"
Seketika Debora mengejutkan zehra dari pemikiran dan lamunan panjang nya.
"Aku akan pergi dengan seizin suami ku, kak"
ucap zehra pelan.
"Mana yang dia anggap baik aku ikuti, selama tidak keluar dari yang seharusnya dan tidak memberatkan langkah kakinya untuk berjalan karena membawa ku.
Ucap zehra lagi.
Debora tampak tersenyum, bola matanya tertuju ke arah Arash.
"Sayang kau dengar itu?"
ucap Debora pada arash.
Arash sejenak menoleh ke arah zehra.
"Minta leo menyiapkan jet pribadi nya 2 jam lebih awal dari jadwal seharusnya "
Ucap Arash tiba-tiba, lantas kembali menyesap sisa kopi miliknya.
Zehra Tampak menarik pelan nafasnya, mencoba menyelesaikan sarapan miliknya, sedang kan Debora hanya bisa mengulum senyumnya saat melihat ekspresi arash yang selalu dingin seperti biasanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 261 Episodes
Comments
An
anjai Thor aku senyum senyum sendiri bacanya 😆😆😆
2023-06-04
1
Siti Khumaira Rahma
padahal hati Arash pasti berbunga2 💐🌹 karena bahagianya 😍😍
2022-12-16
0
Nailott
zehra diajak gak ya, sambil bulsn madu.
2022-12-07
0