Aldo gugup bukan main tapi ia mencoba bersikap biasa saja.
Lihat lah dia bersikap biasa saja seolah tak terjadi apa pun,kesal Anita dalam hati.
Mereka makan dalam diam tidak ada percakapan hanya ada suara dentingan sendok dan garpu. Perasaan kesal masih menghinggapi hati Anita,ia makan sambil melirik tajam Aldo.
Sedangkan Aldo yang merasa dilirik hanya menundukkan kepalanya dan rasanya ia sangat sulit menelan makanannya tenggorokan nya rasanya seperti ada bongkahan batu besar.
*Lirikan matanya seolah ingin menghujam jantungku.Baru peluk aja sudah seperti singa yang ingin menerkam mangsa,apa lagi kalo aku melakukan lebih? Bisa-bisa langsung di cabik-cabik*. Batin Aldo.
Membayangkan itu semua sudah membuatnya bergidik ngeri dan menggelengkan kepalanya.
"Kamu kenapa? Sakit?" tanya Anita saat melihat Aldo bergidik.
"Ah,eng gak. Em i ni cuma agak dingin ya hari ini?. Ya benar dingin" ucap Aldo gugup lalu memalingkan wajahnya. Anita hanya mengerutkan alisnya saat mendengar ocehan Aldo.
"Aneh sekali kamu ini,aku sendiri aja kegerahan" ucap Anita lalu mencepol rambutnya keatas dengan asal dan memperlihatkan leher jenjangnya yang putih mulus.
GLEKKK
Aldo yang melihat pemandangan indah didepannya ini terpana dan menelan ludahnya kasar,ingin sekali ia mengecup dan memberi tanda kepemilikannya di leher Anita.
Cobaan yang sungguh berat,ya Allah. Tahan Aldo tahan jangan kejadian tadi terulang kembali. Batin Aldo.
Meraup wajahnya kasar dan memalingkan wajahnya. Bisa-bisa bisa khilaf lagi kalau terus memandangi Anita.
"Kamu kenapa sih Al? Dari tadi kok kamu aneh banget?"ucap Anita.
"Enggak kok beneran hehehe" ucap Aldo meyakinkan.
"Eh ya. Al hari ini hari terakhir perjanjian kita kan?" tanya Anita menatap Aldo.
"Hemm" hanya deheman saja sebagai jawabanya karena yang di tanya terpana oleh tatapan wanita didepannya .
"Hello Al Aldo. ALDO" panggil Anita sambil menggoyangkan tangannya di depan wajah aldo dan membuat Aldo tersadar.
"Eh iya,ada apa?" ucap Aldo gelagapan.
"Aku tanya hari ini hari terakhir perjanjian kita? Eh kamu nya malah bengong" ucap Anita.
"Ya sory. Iya Anita" lirih aldo sungguh Aldo beneran gak rela jika berjauhan dengan Anita.
"Em ya,sekali lagi aku minta maaf soalnya udah ngerusakin ponsel kamu dan maaf aku gak bisa ngegantiin eh malahan jadi Art di sini,dan itu pasti membuat kamu rugi" ucap Anita merasa bersalah.
"Tidak apa-apa. Sebenarnya semua itu sudah gw atur" ucap Aldo tapi dengan suara yang pelan seperti gumaman.
"HAH?"
"Harusnya gw yang minta maaf sama loe karena ini skenario gw agar loe bisa tetap di dekat gw" terang Aldo entah ia mempunyai keberanian dari mana ia bisa berbicara seperti itu.
"Maksudnya?" Anita masih tak mengerti.
Dan Aldo pun menjelaskan semuanya dari awal ia bertemu Anita di cafe ia sudah tertarik bahkan sudah jatuh cinta kepada Anita dan pucuk dicinta ulam pun tiba saat Anita tanpa sengaja menabrak dan merusak ponselnya dan seketika ide cemerlang terlintas diotaknya untuk menjerat Anita agar lebih dekat dengan nya.
Anita tercengang mendengar penjelasan Aldo. Oh, astaga jadi selama ini ia di jebak oleh Aldo. Kenyataan apa ini? Ia merasa di permainkan.
"Maaf,gw tau loe pasti kaget dan kecewa sama gw tapi--".
"Tapi apa Aldo? Kamu mau mempermainkan aku? Hah? Kamu tau waktu ku tersita untuk menjalani perjanjian konyol ini? Kamu tau ibuku dirumah sedang sakit tapi aku malah berada disini menyiapkan kebutuhan mu,sedangkan ibuku lebih membutuhkan ku dan juga perhatianku" potong Anita emosinya memuncak dan air matanya luruh ke pipi mulusnya. Sungguh ia merasa jadi orang bodoh dan juga durhaka kepada ibunya.
DEG
Mendengarkan ucapan Anita jantung Aldo serasa dihantam batu besar terasa sakit bahkan sangat sakit. Ia tak menyangka semua akan berakhir seperti ini apalagi orang yang dicintainya saat ini sedang menangis tersedu-sedu ingin rasanya ia ingin menenangkan dan memeluknya. Tapi itu tidak akan mungkin karena suasana hati Anita sedang tidak baik.
"Hiks hiks hiks tega kamu Al. Aku kecewa sama kamu Aldo" teriaknya lantang.
"Maaf" ucap Aldo penuh penyesalan lalu ia menghampiri anita dan ingin menggenggam tangan Anita tapi segera di tepis Anita.
"Maafin gw. Gw gak tau kalau akan berakhir seperti ini".
"Lalu kamu mau berakhir seperti apa? Hah!! Kamu ingin aku juga jatuh cinta padamu dan aku akan tergila-gila kepadamu begitu?" seru Anita menatap tajam Aldo.
"Jangan harap. Hatiku sudah mati" ucapnya tegas lalu mengusap air matanya kasar. Ya benar hatinya sudah mati dan ia sudah tak pernah percaya akan yang namanya cinta setelah penghianatan itu terjadi.
Aldo sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi tapi ia tidak akan menyerah untuk meyakinkan pujaan hatinya ini.
Sesakit itu kah hati mu,hingga membuat hatimu mati dan tak percaya akan cinta? *Baik*lah akan ku buktikan jika aku bisa menghidupakan hatimu lagi yang saat ini sendang mati suri.
Bajingan mana yang membuat mu seperti ini? batin Aldo.
"Terimakasih atas waktu yang telah terbuang sia- sia disini" ucap Anita lalu pergi meninggalkan Apartemen Aldo.
BRAK
Anita menutup pintu dengan keras membuat Aldo terkejut dan mengusap dadanya,lalu ia mengikuti Anita. Ia tak akan membiarkan Anita mengendarai mobil dengan keadaan kacau seperti ini.
Jangan lupa like,vote dan komentarnya ya readers tersayang
Makasih🥰🥰
Love you all😘😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 174 Episodes
Comments
Tiwik Wiyono
Salah pinaham itu Anita sama Aldo.....hhaadduuhhh
2025-01-21
0
Sumi afiz
selamat berjuang Aldo,buat Anita bangkit LG atas keterpurukan nya selama ini
2023-09-30
1
nesya
ayo Aldo kejar trs dan jgn lepaskan Nita, dia perempuan yg baik yg layak utk di pertahankan serta di bahagiakan, dan mgkin dia lah jodoh yg di kirimkan Tuhan utk mendampingi perjalanan hidup mu kedepannya.
2022-10-05
0