Jantung pria itu berdetak cepat dan terpaku saat matanya menatap manik gadis cantik didepannya ini.
'Astaga jantungku kenapa berdetak dengan cepat??? dan dia cantik sekali'. Batinnya.
Anita yang melihat pria didepannya ini diam saja menjadi heran. Bukannya tadi marah-marah tapi kenapa sekarang diam begitu. Pikirnya.
"Maaf tuan anda tidak apa-apa?"
Tapi yang ditanya masih terdiam melihat dirinya tanpa berkedip
"Sekali lagi maaf kan saya tuan. Saya akan bertanggung jawab atas kerusakan ponsel anda tapi maaf tidak bisa sekarang" ucap Anita penuh penyesalan.
Karena ia sudah tak tahan ingin buang hajat ia pun segera berlalu tanpa menghiraukan pria tersebut yang masih terdiam.
Sesaat kemudian pria tadi tersadar saat Anita pergi dari hadapannya.
"HEI,tungguu!!!" teriak pria itu tapi tak dihiraukan Anita.
"Ah sial,kenapa aku terlihat bodoh didepan gadis tadi dan baru kali ini aku seperti ini. Biasanya juga malah para gadis yang terpesona melihatku".
"Apakah pesonaku mulai luntur??? Ah tidak ini tidak bisa dibiarkan besok aku harus melakukan perawatan" batin pria tersebut dengan PD nya sambil mengusap wajah tampanya.
Saat di dalam toilet, Anita merutuki kobodohan nya.
'Astaga Nita,kenapa kau begitu ceroboh. Menabraknya dan merusak ponselnya yang harganya segitu mahal dan bagaimana caranya aku menggantinya?? Sedangkan tabunganku saja cuma 15 Juta' batin Anita sambil mengetuk kepalanya berkali kali dengan tangannya.
Sesaat kemudian ia sudah selesai dengan urusannya di toilet lalu bergegas kembali kedalam Kafe.
"Hufzzzzzzzzz" menarik nafas panjang saat ia mendudukan diri dan meneguk habis minuman yang ada dihadapannya membuat sahabatnya itu heran.
"Kamu kenapa? Kayak abis lari maraton aja" tanya Amel heran.
"Enggak apa-apa kok. Cuma tadi ada Insiden kecil pas mau ke toilet" jawab Anita.
"Ehh liat deh kedepan Nit. Ada cowok mau nyanyi ganteng banget" ucap Amel heboh.
Karena posisi Anita saat ini membelakangi panggung kecil yang berada di Kafe tersebut jadi ia tak begitu tertarik.
"Hemmmm" jawab Anita malas tanpa melihat kedepan karena ia pusing memikirkan bagaimana ia mengganti ponsel pria tadi. Anita memijit pelipisnya pusing.
"Kamu sakitt?" tanya amel
"Enggak cuma sedikit pusing. Santai aja" ucap Anita meyakinkan sahabatnya karena ia tak mungkin menceritakan masalahnya itu.
"Em oke" ucap Amel percaya.
Sesaat kemudian terdengar alunan musik dan diiringi nyanyian yang sangat merdu membuat yang mendengarnya itu terhipnotis. Bagaimana tidak yang nyanyi gantengnya kebangetan ditambah suaranya sangat merdu tapi tidak dengan Anita mendengar lagu ini malah membuatnya menangis.
'Dalam pikiranku
Selalu saja terbayang wajahmu
Hati ini terasa perih
Bila teringat apa yang kau janjikan
Kucoba 'tuk singkirkan
Bayangmu saat-saat bersamaku
Tapi tak pernah bisa hilang
Wajahmu selalu menghantuiku
Sungguh sakit hatiku
Kau tinggalkan diriku
Di saat 'ku mulai
Mencintai dirimu
Sungguh sakit hatiku
Kau campakkan diriku
Di saat 'ku mulai
Menyayangi dirimu
Kucoba 'tuk singkirkan
Bayangmu saat-saat bersamaku
Tapi tak pernah bisa hilang
Wajahmu selalu menghantuiku
Sungguh sakit hatiku
Kau tinggalkan diriku
Di saat 'ku mulai
Mencintai dirimu
Sungguh sakit hatiku
Kau campakkan diriku
Di saat 'ku mulai
Menyayangi dirimu
Sungguh sakit hatiku
Kau tinggalkan diriku
Di saat 'ku mulai
Mencintai dirimu
Sungguh sakit hatiku
Kau campakkan diriku
Di saat 'ku mulai
Menyayangi dirimu
~dadali-sakit hatiku~
Melihat sahabatnya menangis Amel menepuk punggung tangan Anita seolah mengatakan 'semua akan baik-baik saja' membuat Anita tersenyum kecil.
"Lagu nya aku banget ya Mel" isak Anita sesegukan.
"Miris banget hidup aku" ucapnya lagi
"Udah dong nangisnya malu dilihatin orang entar dikira orang aku yang buat kamu nangis" ucap Amel menenangkan.
"Entar aku beliin es krim atau mau dibeliin permen?" tanya Amel bercanda.
"Ih Amel emangnya aku anak kamu apa? " dengus Anita tapi sambil tersenyum.
"Nahh gitu dong senyum kan tambah cantik" goda Amel sambil mengeluarkan jurus lawakannya dan membuat anita makin tersenyum lebar.
Amel emang paling bisa menghibur Anita saat sedang bersedih. Emang sahabat terbaik.
Lagu yang dinyanyikan telah habis
dan ditutup dengan ucapan terimakasih dari penyanyi untuk pengunjung Kafe dan disambut sorakan pengunjung Kafe.
"Yuk nit balik,udah sore nih" ajak Amel dan di iya kan Anita.
Saat dipintu keluar mereka berpasan dengan seorang pria yang juga akan keluar dan tak sengaja pria tersebut menyenggol bahu Anita.
Brukkk
"Aduh. Kalau jalan lihat-lihat dong" pekik Anita memegang bahunya terasa sakit.
Pria tersebut pun berbalik dan seketika mata Anita melotot melihat pria yang ada di hadapannya yang tak lain adalah pria yang ia tabrak saat menuju toilet tadi.
Dan begitu sebaliknya pria tersebut tak kalah terkejut melihat gadis dihadapannya ini yang membuat jantungnya berdetak cepat tapi ia segera menetralkannya dan bersikap biasa saja karena tak ingin terlihat bodoh lagi dihadapan gadis ini.
"Loe?? Akhirnya ketemu lagi" ucap pria itu
"Mana?" tanya pria itu dan menyodorkan tangannya dan membuat Anita bingung.
Amel melihat interaksi keduanya pun heran
"Kalian saling kenal?" tanya Amel dijawab gelengan kepala oleh keduanya.
"EH,bukan nya kamu penyanyi yang tadi?" tanya Amel antusias.
"YA " jawabnya singkat.
"Aku Amel dan ini sahabat aku Anita" ucap Amel memperkenalkan diri.
'Ohh,jadi namanya Anita' batinnya.
"Aldo" jawabnya singkat lalu menjabat tangan Amel.
"Aku tanya sekali lagi mana?" tanya Aldo mengadahkan tangannya ke Anita.
"Apa?" dijawab Anita bingung dan membuat Aldo gemas.
"Pertanggung jawaban 30 juta!!! Lupa?? Atau pura-pura lupa??" sindir Aldo.
"Maaf. Kan tadi aku udah bilang aku bayarnya nyicil" ucap Anita.
"Loe pikir gw tukang kredit?? Engak bisa!!gw maunya lunas" ketus Aldo.
"Atau loe mau membayar dengan cara lain??hemm?" ucap Aldo sambil memandang Anita dari atas sampe bawah dan balik lagi ke atas.
Anita yang ditatap seolah ditelanjangi segera menyilangkan tangannya didada.
"YA!!! Apa yang kau lihat??" teriak Anita masih menyilangkan tangannya didada membuat Aldo terkekeh.
"Apa? Loe berpikiran mesum?" ucap Aldo meledek lalu mencondongkan tubuhnya dan mendekatkan bibirnya ke telinga Anita dan berbisik.
"Dasar mesum. Gw gak tertarik sama loe apalagi mereka sangat kecil seperti jeruk nipis" bisik Aldo membuat wajah Anita bersemu merah menahan kesal.
'Wangi sekali gadis ini' batin Aldo saat berbisik didekat Anita.
'Bibirnya itu sangat seksi,ingin sekali gw kecup. Astaga kenapa malah gw yang berpikiran mesum. Batin Aldo.
"YA!! Si*lan kamu" Umpat Anita geram mengepalkan tangannya karena harga dirinya merasa direndahkan.
Apa dia bilang jeruk nipis? batin Anita kesal.
Bagaimana tidak kesal banyak yang mengatakan bahwa ia mempunyai body goal dan banyak yang bilang bahwa bagian depannya itu sexy.
Amel yang tadi hanya diam melihat mereka berdepat pun angkat bicara.
"WAIT,ini sebenarnya ada apa? 30 Juta? Kamu punya hutang sama dia Nit" tanya amel sambil menunjuk aldo.
"Enggak Mel. Tadi aku enggak sengaja nabrak dia pas mau ke toilet dan gak sengaja juga aku merusak ponselnya" Ucap Anita menjelaskan.
"Oke sekarang biar beres ini aku ada bayar dulu ya biar kelar urusannya" ucap Amel.
"Enggak Mel,aku nggak mau nyusahin kamu" tolak Anita.
"Ya tapikan Nit ..".
"Enggak Mel. Biarin aku nyelesaiin masalahku sendiri. Selama ini kamu udah banyak bantu aku" potong Anita membuat Amel pasrah.
"Okelah kalau begitu tapi kalau kamu berubah pikiran kamu ngomong sama aku. Okey!" ucap Amel.
Aldo yang mendengar percakapan mereka semakin tertarik dengan Anita. Tapi ia tetap menyembunyikan rasa tertariknya itu.
"Udah ngobrolnya?" ucap Aldo.
"Ini kartu nama gw dan disitu ada alamat gw" menyodorkan kartu namanya ke Anita dan di terima Anita.
'Aldo Sanjaya? Kayak pernah dengar tapi dimana?? Ahh gak mungkin pasti cuma kebetulan. Batin Anita saat melihat kartu nama Aldo.
"Gw mau besok loe datang ke Apartement gw dan gw minta loe jadi pembantu gw selama 3 bulan dan setelah itu gw anggap hutang loe lunas. Bagaimana?" tawar Aldo.
"Gila kamu ya!! Gak mungkin lah" tolak Anita.
"Oke kalau loe gak mau. Mana sekarang uang 30 Juta" tagih Aldo.
"Udah Nit. Biarin aku aja yang bayar" bisik Amel.
"Enggak Mel" kekeh pada pendiriannya dan membuat Amel menghela nafas panjang.
'Apa aku terima aja tawarannya? 3 Bulan jadi pembantunya kayaknya gak terlalu buruk dan setelah itu semua lunas' batin Anita.
"Oke DEAL " ucap Anita matang setelah memikirkannya dan membuat Aldo tersenyum penuh arti entah apa yang ada dipikiran Aldo saat ini.
"Deal" ucap Aldo menjabat tangan Anita.
'tangannya halus sekali' batin Aldo.
"Gw tunggu loe besok 8 pagi,awas kalau besok gak datang" ancam Aldo dan berlalu meninggalkan kedua wanita itu.
"Astaga Mel. Bagaimana ini??"ucap Anita.
"Ya gak gimana-gimana. Kan kamu sendiri yang bilang deal jadi ya harus kamu jalani" kesal Amel dan meninggalkan Anita menuju parkiran.
"Yahhdia marah".
"Mel tunggu" teriak Anita mengejar Amel.
jangan lupa like,vote dan komentarnya ya readers
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 174 Episodes
Comments
Dyah Oktina
iya kan udah deal...tinggal jalanin.. kok pakai gemana2... 🤭
2024-11-28
0
Tiwik Wiyono
Itu si Aldo MoDus doang paling
2025-01-20
0
🍁𝐂𝐋𝐈𝐅𝐅❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
masuk perangkap buaya🤭
2025-03-11
0