...Aku akan meresapi semua makna di balik kenangan pahit yang kau berikan itu dan akan kujadikan pelajaran untuk menuju masa depan yang lebih baik"...
Setelah beberapa saat anita sampai di rumahnya tak lupa ia memarkir mobilnya digarasi.
"Assalamu'allaikum Bu" Salam Anita saat memasuki rumah dan merebahkan tubuhnya diatas sofa diruang tamu.
"Waallaikumussalam" jawab Diana dari belakang menghampiri putrinya. Diana melihat Anita terbaring disofa pun menggeleng kepala.
"Anak perawan itu kalau pulang kerja itu langsung mandi dan terus Sholat lihat tuh waktu magrib hampir habis" ucap. Diana menasehati anaknya.
"Iya bu iyaa. Lagian juga ini cuma rebahan bentar. Kan Anita capek" ucap Anita cemberut dan beranjak menuju kamarnya.
'Capek hati maksudnya'. Batin Anita.
Setelah mandi dan melaksanaka kewajibannya Anitamenuju ruang makan untuk makan malam.
"Masak apa bu? Nita udah laper banget" tanya Anita menghampiri ibunya yang sudah duduk di ruang makan.
"Ayam kecap kesukaan kamu. Ini ambil" ucap Diana menyodorkan piring yang sudah diisi nasi beserta lauknya.
"Makasih,bu.
"Ibu memang the best" ucap Anita tersenyum dan mengacungkan kedua jempol tangannya.
Setelah selesai makan dan mencuci piring kotor. Anita bersantai ruang keluarga sambil menemani ibunya melihat Televisi.
Sudah menjadi kebiasaan mereka selalu meluangkan waktu bersama.
'Ku menangis menangis membayangkan'.
Sountrack lagu Sinetron yang ada di Televisi ikan terbang yang Sinetronnya bikin emosi dan penuh kehaluan tapi disukai para emak-emak.
"Dasar lelaki bodoh!!! Udahh dapet istri cantik dan baik eh malahan selingkuh" omel Diana pada Sinetron tersebut.
"Ehemmmm" dehem Anita merasa tersindir.
"Kamu kenapa eham ehem??sakit tenggorokan?" tanya Diana.
"Enggak bu. Cumaa heran aja sama ibu masih suka aja nonton begituan" ucap Anita.
"Udah diam ah lagi seru ini"
"Aduhhh kalo aku jadi istrinya udah aku potong itunya dan aku jadikan perkedel" omel Diana lagi begitu geram melihat sinetron yang ia tonton.
Anita yang melihat hanya menghela nafas.
"Dasar emak emak" gumam Anita.
Tring Tring
Ponsel Anita bunyi menandakan ada pesan masuk ia pun membuka dan ternyata dari Amel.
Amel: 'Apa kamu sudah pulang Nit? Kamu baik baik saja kan?'.
Anita: 'Aku udah pulang tadi Mel. Aku baik-baik saja. Makasih ya Mel'.
Amel: 'Its oke karena kamu sahabat aku dan udah aku anggap kakak aku sendiri'. Oh ya besok weekend nongkrong yukk ke Kafe xxx'.
Anita: 'Oke. Besok kabari aja ya'.
Amel: 'Asiapppp'.
Setelah berbalas pesan dengan sahabatnya ia pun memutuskan untuk tidur.
"Nita tidur dulu bu" ucap Anita melangkah menuju kamarnya.
"Hemmm" jawab Diana karena masih asik dengan Sinetron yang di lihatnya.
Setelah dikamar Anita merebahkan tubuhnya di atas kasur dan menarik selimut hingga keleher. Memejamkan matanya tidur berharap besok ada kebahagiann untuk dirinya.
*****
Esok harinya seperti biasa jika libur Anita membantu ibunya mengerjakan pekerjaan rumah.
Kring Kring
Ponsel Anita bunyi
Halo Mel.
(......)
Iya udah. Aku tunggu.
(.......)
Oke bye. Aku siap-siap dulu.
Seperti janjinya dengan Amel kemarin ia akan pergi ke Kafe yang direkomendasikan sahanatnya itu.
Anita bergegas mandi dan bersiap tak perlu waktu lama ia selesai mandi dan memakai dress selutut warna dusty tanpa lengan tak lupa memakai Make-up tipis semakin menambah kecantikannya semua orang yang melihatnya pasti terpesona.
Setelah semua sudah siap ia pun menunggu Amel di ruang tamu.
"Mau kemana dah cantik banget??" tanya Diana.
"Biasa bu anak muda" jawab Anita.
"Muda?? Ingat umur nak" cibir Diana terkekeh.
"Ih ibu kok gitu sih?? Gak inget apa kalau Nita abis patah hati" ucap Anita cemberut.
"Iya maaf. Ibu bercanda walaupun umurmu sudah tua tapi mukamu masih seperti ABG" canda Diana dan membuat Anita tersenyum.
Beberapa saat kemudian yang ditunggu akhirnya datang juga.
"Assallamuallaikum" salam Amel saat masuk rumah Anita tak lupa mencium punggung tangan Diana.
"Waallaikumussalam" jawab ibu dan anak kompak.
"Lama banget sih??? Aku nungguin sampe lumutan" ucap Anita cemberut.
"Ya elah. Baru segitu udah cemberut. Apa kabar tuh yang nungguin 10 Tahun tapi gak gak lumutan tuh" sindir Amell sambil terkikik geli.
Diana yang melihat menggeleng kepala tapi Diana senang karena Anita terlihat ceria lagi.
"Hiss apaan sih gak lucu!!!" makin cemberut Anita.
"Uluh-uluh dah ah ayo berangkat". Ajak Amel sambil mencolek dagu Anita tapi segera ditepis dan membuat Amel tertawa terbahak begitu juga Diana.
"Ya udah ayok. Kamu yang nyetir aku lagi gak Mood" ucap Anita menyerahkan kunci mobilnya dan beranjak keluar rumah.
"Baiklah-baiklahh" ucap Amel pasrah.
''Ya udah bu kami pamitt ya. Doakan anakmu itu nanti dapet jodoh ya bu kalau perlu yang Berondong" Ucap Amel dengan berteriak agar Anita mendengarnya.
"AMELLLLLLLLLLLLLLLL" teriak Anita dari luar dan kembali kedalam menarik kerah baju Amel dari belakang seperti kucing yang akan dilempar.
"Astaga Anita. Bercanda doang ih" ucap Amel kesal tapi diiringi kekehan.
"Kalian berdua kalau bersama seperti kucing dan tikus. Berantem terus".
"Ibu meng aminkan doa kamu Mel" ucap Diana terkekeh.
" Ibu!!! " kesal Anita.
"Ya sudahh, sana buruan berangkat" ucap Diana lagi.
Dan mereka pun berangkat tak lupa mengucapkan salam dan mencium punggung tangan Diana.
'Semoga kamu selalu bahagia nak dan segera melupakan rasa sakit hati mu ' batin Diana saat melihat mobil yang di tumpangi anaknya berjalan menjauh.
Beberapa menit kemudian Anita dan Amel sampe di kafe yang dituju. Segera masuk dan mencari kursi kosong.
"Wah,tempatnya enak banget ya Mel" ucap Anita seraya duduk dan memperhatikan Kafe tersebut.
"Iya ini Kafe tuhh abis di renovasi soalnya Kafe ini juga udah pindah pemilik makanya enak tempatnya sekarang dan Instagramnable banget" ucap Amel
sambil melihat sekelilingnya yang banyak muda mudi berselfie.
"Yang aku denger nih ya. Pemiliknya sekarang tuh ganteng dan masih muda lagi. Brondong Nit brondong" ucap Amel antusias.
"Hih apaan. Dari tadi brondang-brondong!! Inget tuh suami kamu yang lagi tugass malah ganjen" ucap Anita kesal karena sahabatnya ini sudah menikah dan dikaruniai Dua putri yang cantik dan suaminya adalah seorang TNI yang sedang ditugaskan di Papua.
"Hehe,gak apa kali cuci mata dikit. Siapa tau juga tuh brondong kecantol sama kamu" ucap Amel cengengesan.
"Terserah deh" ucap Anita.
Sesaat kemuadian seorang Waitres menghampiri mereka saat itu juga Anita merasa kebelet ingin kebelakang.
"Mel,aku toilet dulu udah kebelet nih" ucap Anita.
"Kamu belum pesan lho!! Mau di pesankan apa?" tanya Amel.
"Apa aja. Kan aku bukan pemilih makanan" ucap Anita berlari ketoilet.
Karena panggilan alam yang sudah tak tertahankan ia sedikit berlari dan tak sengaja menabrak seorang pria yang sedang menelpon seseorang sambil berjalan.
Brukkkkk
Pyarr
"Aduhhhhh ponsel ku" ucap Pria itu kesal karena ponsel terbarunya yang baru ia beli beberapa hari yang lalu layarnya pecah.
"Woyyyyyy!!!!! Punya mata gak Loe???" teriak Pria itu.
"Maaf tuan maaff" sesal Anita menunduk dan membungkukan punggungnya berkali-kali.
"Maaf-maaf Loe harus tanggung jawab!! Ponsel gue rusak dan loe tau harganya? Harganya 30 Juta!!" geram pria itu melihat wanita didepannya ini masih menunduk.
"APA?????" kaget Anita dan menegakkan badannya dan saat itu juga pandangan mereka bertemu.
DEGGGG
Jangan lupa like,komentar dan vote ya readerss.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 174 Episodes
Comments
Dyah Oktina
siapa yg mak ddeeegggg???
2024-11-28
0
Dedeh Dian
sip ketemu brondong ya...Hem pasti tuh jodo yg othor siapkan ..
ha ha
2022-09-11
1
Rierudi Laras
Wah seru nie ceritanya thor
2022-09-06
0