"Tak ada penolakan" tegas Aldo dan menarik tangan Anita.
"Tapi tuann--".
"Sudah jangan banyak alasan" ucap Aldo masih terus melangkah sambil menarik tangan Anita menuju basmen Apartemen.
"Ya tapi lepaskan dulu tanganku" ucap Anita meringis karena Aldo memegang pergelangan tangan Anita cukup kuat.
"Maaff" ucap Aldo tersadar dan melepas pegangan tangannya dan melihat tangan Anita sedikit memerah.
Anita mengusap tangannya dan Aldo melihat membuatnya sedikit merasa bersalah lalu ia menarik tangan Anita dan meniup tangan yang memerah itu dan membuat Anita tertegun melihatnya.
"Apakah masih sakit" tanya Aldo lembut sambil mengusap tangan Anita.
"Tak apa tuan. Sebentar lagi juga akan sembuh" ucap Anita segera menarik tangannya karena merasa tak nyaman diperlakukan seperti itu.
"Hemm sekali lagi gw minta maaf" ucap Aldo merasa bersalah karena tanpa sengaja melukai tanngan Anita
"Iya tak apa. Lagian kenapa sih tuan itu menarik tangan saya,dan saya kan bisa berjalan sendiri" ucap Anita.
"Itu karena loe ke banyakan mikir dan jalan loe itu lelet kayak siput" ucap Aldo kesal mendengar ucapan Anita lalu meninggalkan Anita menuju mobilnya.
'Haisss tadi lembut sekarang berubah galak lagi
apa dia itu mempunyai kepribadian ganda,cibir anita dalam hati' batin Anita.
Anita masih berdiam diri ditempat ia menjadi kesal karena ucapan Aldo barusan.
TITTTTTTTTTTT
Bunyi klakson mobil ditekan berkali-kali menyadarkan Anita dan itu menambah kekesalannya pada orang tersebut menjadi berkali-kali lipat. Ya siapa lagi kalau bukan Aldo yang membunyikan klakson mobil.
"Woy dasar siput. Buruan!!!" teriak Aldo dari mobil sambil menguarkan kepalanya sedikit dari jendela mobil.
'Dasar tak sabaran' kesal Anita dalam hati . Lalu melangkah menghampiri aldo
"Loe pikir gw supir???" kesal Aldo saat melihat Anita duduk di kursi belakang.
"Pindah kedepan??" ucap Aldo lagi dan membuat Anita bertambah kesal dengan mulut komat kamit menyumpah serapahi Aldo dan mau tak mau Ia pun pindah kedepan duduk di samping Aldo.
BRAKK
Anita menutup pintu mobil dengan keras dan itu membuat Aldo terkejut dan melotot tak percaya karena kalau dilihat Anita adalah wanita yang kalem.
'Dasar makhluk astral. Tukang paksa' cibir Anita dalam hati.
"Berhenti mencibir gw dalam hati "ucap Aldo. Membuat Anita mengerutkan alisnya mendengar ucapan Aldo.
'Bagaimana dia bisa tau kalau aku mecibirnya. Oh. Astaga apakah dia mempunyai indra ke enam??' batin Anita.
"Gw tau apa yang sedang loe pikiran saat ini. Jadi kalo loe mau mencibir silahkan katakan langsung pada orangnya" ucap Aldo. Menoleh kesamping menatap Anita yang masih terlihat kesal.
"Gak usah banyak omong tuan. Silahkan jalankan mobilnya kalau tidak saya pulang saja" ancam Anita.
"Baiklah tapi sebelum gw menjalankan mobil sebaiknya---" ucap Aldo terhenti lalu mendekati Anita menatap lekat wajah cantik Anita dan membuat Anita terpojok dan memejamkan matanya. Hembusan nafas Aldo terasa hangat dipipi Anita karena posisi mereka saat ini sangatlah dekat.
'Astaga apakah dia akan menciumku?' batin Anita.
KLEK
Suara sabuk pengaman terpasang. Aldo melihat Anita masih terpejam ia memperhatikan wanita didepannya ini dengan lekat wajah bulat nan cantik ke bulean,bulu mata lentik,hidung bangir,dan bibir merah ceri berbentuk mungil seksi tapi sedikit agak tebal membuat otak Aldo berfantasi liar.
'Astaga ada apa denganku,' batin Aldo.
Menggelengkan kepalanya seketika itu ia tersadar lalu menegak kan badannya dan membenahi posisi duduknya.
"Emang loe pengen banget ya gw cium?' ucap Aldo menyadarkan Anita yang masih terpejam seketika membuat mata Anita terbuka lalu ia melihat sabuk pengan sudah melingkar dipinggangnya.
'Sangat memalukan' batin Anita.
Anita memalingkan wajahnya kesamping kiri karena saat ini wajahnya memanas seperti kepiting rebus. Aldo melihat itupun terkekeh lalu menjalankan mobilnya.
Setelah 20 menit akhirnya mereka sampai di Supermarket dalam perjalanan baik Aldo atau Anita mereka saling diam. Jika Aldo fokus menyetir tapi lain untuk Anita ia sangat malu kejadiaan tadi dan merutuki kebodohannya. Bagaimna ia bisa berfikir kalau Aldo akan menciumnya?? Padahal Aldo hanya memasangkan sabuk pengaman,tapi Aldo juga salah kenapa dia tidak bilang? Kenapa juga harus bertindak sendiri? Membuat Anita bertambah kesal bercampur malu.
Saat ini mereka tengah berbelanja Aldo mendorong troli berjalan disamping Anita. Anita memilih sayuran dan bahan makanan lainnya. Sungguh mereka terlihat seperti pasangan yang serasi.
Banyak pasang mata yang memandang mereka iri.
'Lihat deh pasangan itu serasi sekali'.
'Iya yang cewek cantik dan cowoknya juga ganteng banget'.
'pasti mereka pengantin baru'.
Aduh. Aku mau dong jadi selingkuhan lakinya itu abis ganteng banget'.
Begitulah ucapan dari pengunjung supermarket dan masih banyak lagi ucapan lainnya ada yang memuji dan ada yang iri.
Anita yang mendengar itu semua menjadi jengah ingin rasanya ia cepat pergi dari sana tapi beda Aldo yang dari tadi selalu tersenyum tipis saat para pengunjung memuji mereka.
"Tuan saya kesana dulu "ucap Anita menunjuk salah satu tempat penjual daging.
"Iya. Gw tunggu disini" jawab Aldo.
"Oh ya. Kalau loe mau beli sesuatu beli aja nanti gw yang bayar" ucap Aldo saat Anita akan melangkah pergi.
"Benarkah ?" tanya Anita memastikan. Lalu diangguki oleh Aldo dan membuat Anita tersenyum miring.
'Kesempatan dan saatnya pembalasan hahhaaaa' batin Anita girang.
Anita akan menguras dompet Aldo bukan karena ia matre tapi ia akan membalas Aldo karena telah membuatnya kesal.
"Baiklah tuan. Saya akan membeli semua apa yang saya butuhkan" ucap Anita tersenyum manis bahkan sangat manis membuat Aldo terpesona.
"Satu lagi jangan panggil gw tuan tapi panggil gw ALDO" ucap Aldo dengan penuh penekanan
"Baik lah. Aldo" ucap Anita lalu pergi meninggalkan Aldo menuju tempat penjual daging.
Sementara Anita memilih daging segar untuk stok diapartemen. Aldo memilih menunggu dan duduk salah satu kursi di area tersebut yang telah di sediakan disana.
Saat ia menunggu Anita sambil memainkan ponselnya tiba-tiba ada seorang yang menepuk pundak kanannya. Ia pun menoleh dan memutar kedua matanya malas saat tau siapa yang menepuk pundaknya.
"ALDO" ucap seorang itu dengan mata berbinar.
duhh kira2 siapa yaaa??penasarann gak?nantikan episode selanjutnya ya para readers tersayangku 😘😘
SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1442 H
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN YA DARI AUTHOR RECEH INI 🥰🥰
semoga kalian semua sehat selalu,diberi panjang umur dan diberikan rejeki yang berlimpah,AMINNNN
dah pada dapet daging qurban belum nih??
yukk sambil baca cerita author ini disambi bikin bumbu sate persiapa buat bakar sate ntar sore🤭🤭
dan jangan lupa kasih,like,vote dan komentarnya ya seyeng
biar author makin semangat nulisnya,love you all😘😘😘😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 174 Episodes
Comments
Dyah Oktina
Aamiin Yaa Robbal Alamin
2024-11-28
0
Eli Elieboy Eboy
𝚜𝚒𝚊𝚙𝚊 𝚔𝚒𝚛𝚊𝟸 𝚢𝚊 𝚞𝚕𝚎𝚝 𝚋𝚞𝚕𝚞 𝚔𝚊𝚑
2024-08-10
0
Dede Suryani
baca yg ke 2x tp gk bosen
2024-01-13
0