Dua puluh menit kemudian mereka sampai di Taman Kota dan mereka keluar dari mobil tak lupa Anita mengunci mobilnya terlebih dahulu agar aman.
Mereka memilih duduk di bangku panjang di tengah taman tersebut suasana di taman agak sepi karena cuaca mendung hanya ada beberapa orang saja yang ada disana yang sedang bercengkrama ada juga ada yang sedang Olah raga.
"Katakan" ucap Anita dingin dengan pandangan lurus kedepan.
"Hah?".
"EM,aku beli minum dulu ya. Pasti kamu haus kan?. Sebentar!" ucap Bram.
"Kamu tunggu disini dulu" ucap Bram lagi dan di jawab anggukan oleh Anita.
Bram segera berlari menuju Minimarket terdekat entah mengapa Ia tiba-tiba canggung dan tenggorokannya terasa kering saat berhadapan dengan Anita.
Sepuluh Menit kemudian Ia sudah kembali ke Taman dan membawa beberapa minuman dingin.
"Ini diminum dulu Nit!" ucap Bram menyodorkan minuman kaleng dingin.
"Thanks Bram" jawab Anita sambil membuka minuman kaleng tersebut dan langsung meminum nya.
"Sekarang katakan Bram" Ucap Anita pelan.
"Maaf,karena aku sudah melukai hatimu tapi sungguh Nit aku dijebak Siska!!" jelas Bram dengan menatap Anita yang enggan melihatnya.
"Kamu percayakan sama aku kan?"
"Please,kasih aku kesempatan lagi" mohon Bram.
Anita yang mendengar penjelasan Bram mendadak lidahnya kelu matanya berembun dan tak terasa air matanya menetes dipipi tapi Ia segera menghapusnya karena Ia tak mau terlihat lemah di depan mantan kekasihnya ini.
"Kesempatan kamu bilang??,HAH?" Ucap Anita dingin menatap Bram tajam dan penuh kebencian.
"Sekarang aku tanya kamu,berapa kali kamu berhubungan dengannya?? aku rasa sudah berkali!!. Apa itu yang disebut dijebak HAH?" teriak Anita emosi nafasnya memburu.
"Memang benar aku dijebak Siska saat itu dia bilang sedang sakit dan minta tolong kepadaku untuk datang ke Apartementnya dan mengantarkannya kedokter,karena aku kasihan aku menyanggupi permintaanya" jelas Bram dengan memandang Anita berkaca-kaca.
"Siska itu Sekretarisku dikantor. Aku tau kalau selama ini dia menyukaiku dan selalu menggodaku tapi aku selalu mengabaikannya. Kamu tahukan kalau aku selalu baik terhadap siapapun termasuk dirinya walaupun selalu menggodaku tapi aku salah ternyata kebaikannku dimanfaatkan olehnya" jelas Bram lagi.
Flasback On
Satu Bulan yang lalu di Minggu pagi saat Bram sedang bersantai Ia mendapat telepon dari Sekertaris nya yang tak lain adalah Siska.
Kring kring kring
'Tumben Siska menghubungiku dihari libur seperti ini'
'Angkat ajalah siapa tau ada penting' batin Bram.
Percakapan di Telepon
"Ya hallo Sis?"
"Pak Bram tolong saya"
"Kamu kenapa?"
"Saya demam pak dan saya gak tau menghubungi siapa lagi karena keluarga saya jauh di Lampung".
"Bapak bisa tolong kesini dan mengantarkan saya ke Rumah Sakit?".
Bram berfikir sejenak dan meng iya kan karena kasihan juga dengan Siska karena Ia pernah mengalami hal tersebut.
"Baiklah,sebutkan Alamat Apartemenmu!!".
"Di Apartemen xxx No xx".
Setelah Bram mendapat Alamat Siska Ia segera meluncur ke Lokasi setelah 30 menit perjalanan akhirnya Bram sampai di Apartemen Siska dan langsung memencet bel setelah beberapa saat menunggu akhirnya pintu pun terbuka.
"Silahkan masuk Pak" ucap Siska tersenyum manis.
"Lho katanya kamu lagi sakit??" heran Bram.
"Silahkan duduk dulu Pak. Saya buatkan minum dulu" ucap Siska tanpa menjawab pertanyaan Bram.
Bram bingung bagaimana bisa tadi di telpon bilang sakit tapi saat dilihat biasa saja dan sehat saja. Begitu pikir Bram.
"Silahkan diminum Pak" ucap Siska meletakkan secangkir kopi di meja di hadapan Bram yang sudah dicampur sesuatu.
Bram pun meminum kopi tersebut tanpa rasa curiga.
"Sekarang jawab pertanyaanku Sis!! Katanya kamu tadi sakit? Kenapa kamu terlihat sehat?" tanya Bram bingung tapi yang ditanya malahan tersenyum miring dan menatapnya dengan tatapan sulit diartikan.
"Ya aku sakit. Sakit hati karena bapak selalu mengabaikanku. Heh. Secantik apa sih kekasih bapak itu?? Hingga saya sudah berdandan cantik dan berpakaian seksi hingga mempermalukan diriku sendiri tapi Bapak tetap cuek terhadap ku" ucap Siska marah karena selama ini ia berusaha menggoda Bram tetapi selalu terabaikan. Ia merasa tak punya harga diri lagi.
"Ternyata karena itu?? HEH. Kau di bandingkan dengan kekasihku itu sangat jauh bagai bumi dan langit dan kau tak ada apa-apanya!!!" geram Bram emosi karena tindakan Siska.
Dan setelah beberapa saat kemudian Bram merasakan badannya terasa aneh.
'Kenapa badanku terasa aneh' batin Bram.
Bram terus menggeliat seperti cacing kepanasan. Siska yang melihat pun tersenyum miring dan segera mendekati Bram.
"Tadi kamu bilang aku sangat jauh berbeda dengan kekasih mu itu Bram??? Tapi bagaimana dengan ini??" ucap Siska di depan Bram sambil membuka pakaiannya sendiri.
"Stopp Sis!!! Apa yang kamu lakukan??" ucap Bram nafasnya tercekat melihat pemandangan indah di depan matanya. Dan akhirnya terjadilah apa yang tidak seharusnya terjadi.
J****angan** lupa like,vote,komentarnya ya biar author tambah semangat nulisnya**.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 174 Episodes
Comments
Eli Elieboy Eboy
𝚊𝚠𝚊𝚕𝚗𝚢𝚊 𝚔𝚑𝚒𝚕𝚊𝚏 𝚔𝚛𝚗 𝚍𝚒 𝚓𝚎𝚋𝚊𝚔 𝚝𝚙 𝚕𝚊𝚖𝚊𝟸 𝚓𝚍 𝚔𝚎𝚝𝚊𝚐𝚒𝚑𝚊𝚗
𝚑𝚊𝚕𝚊𝚊𝚊𝚊 𝚋𝚞𝚕𝚜𝚑𝚒𝚒𝚒𝚒𝚝
2024-08-10
0
Yuli Silvy
awal ny iy d jebak tp lama2 kebablasan
2023-04-26
0
Dewi Nurmalasari
eprtama emang di jebak,, selanjutny@ nagih y br@m
2023-01-03
0