Waktu sudah menunjukan ukul Empat sore waktunya pulang kerja,Anita dan Rekan rekannya pun bersiap pulang.
"Nita,kamu langsung pulang atau kita jalan dulu nih"? tanya Amel saat mereka akan memasuki Lift.
"Pulang aja deh Mel" jawab Anita lesu.
Ting
Setelah Lift terbuka mereka masuk kedalam Lift.
"Kamu kenapa? Lesu banget kayak lagi galau aja?" tanya Amel sambil memiringkan kepalanya melihat Anita yang berdiri disampingnya.
"Aku gak apa Mel" jawab Anita tersenyum paksa,karena ia belum menceritakan bahwa ia putus dengan Bram.
"Please deh Nit,kita udah sahabatan dari orok,luar dalam kamu aku pun tahu!" ucap Amel kesal.
"Jadi apa masalah kamu?" ucap Amel.
"EM,Sebenarnya aku dah putus sama Bram" cicit Anita.
"WHATTTTTTTT" pekik Amel terkejut.
"Kamu serius nit?.
"Kamu gak bohong".
"Kok bisa?"
Anita pun memijit pelipisnya karena pusing di Cecar pertanyaan sahabatnya ini.
'Hufttt tuhh kann belum cerita semua aja dah heboh. Apa lagi kalau aku cerita semuanya,bisa-bisa ngamuk ini anak' batin Anita.
Melihat Anita yang di tanya diam saja membuat Amel semakin penasaran.
Plak
"Aduh Mel sakit,kenapa kau memukul tanganku?" ucap Anita kesal sambil mengelus tangannya tang di pukul sahabatnya.
"Hehehe Sory abisnya kesel banget sama kamu di tanya malah bengong" ucap Amel cengengesan.
"Sekarang cerita dong" ucap Amel lagi.
Dan akhirnya Anita menceritakan semua bagaimana Ia putus dengan Bram.
Setelah mendengar semuanya Amel menggertakkan giginya dan mengepalkan tangan kuat kesal,emosi dan kecewa jadi satu bagaimna bisa Anita yang begitu baik hati yang sudah di anggap kakaknya sendiri disakiti seperti ini Ia tak terima dan akan memberi perhitungan.
"Kurang ajar banget sih itu Laki" geram Amel.
"Lihat aja kalo ketemu bakalan aku jadiin perkedel" ucap Amel kesal.
"Udah Mel aku gak apa" ucap Anita terseyum meyakinkan.
"Gak apa gimana?. Aku kenal kamu Nit mulut kamu bilang gak apa tapi hati kamu itu pasti hancur"ucap Amel kesal dengan sahabatnya ini udah tahu di sakiti masih bilang gak apa.
Ting
Setelah beberapa menit akhirnya Lift yang mereka naiki sampai di Loby.
"Ih,beneran aku gak apa Mel mungkin ini udah ketentuan Allah kalo aku gak berjodoh dengan Bram" ucap Anita menenangkan Amel.
"Tapikan Nit...." ucap Amel terputus karena ada yang memanggil sahabatnya.
ANITAAAAA
Panggil pria itu saat melihat anita berjalan menuju pintu keluar.
Anita yang mendengar namanya di panggil pun terpaku karena Ia tahu suara itu yang tak lain adalah Bram. Ia melihat Bram berjalan kearahnya niat hati untuk menghindar tapi tangannya sudah dicekal oleh sahabatnya.
"Tunggu Nit kamu jangan lemah di depannya" ucap Amel pelan karena ia melihat mata Anita sudah berkaca-kaca.
"Itu laki harus dikasih pelajaran Nit" ucap amel berapi-api.
Tanpa mendengar jawaban Anita. Amel berjalan ke arah Bram dan tanpa babibu.
PLAKKK
PLAKKK
Tamparan cantik mendarat di kedua pipi mulus Bram hingga ujung bibirnya robek dan berdarah. Bram yang ditampar tak mengelak karena Ia salah dan Ia pantas mendapatkannya.
''Auhhh sakitt sekali tanganku" pekik Amel mengibaskan tangannya.
'Astaga apakah wajahnya itu terbuat dari beton kenapa keras sekali bahkan tanganku sampai sakit' batin Amel.
Dan setelah itu Ia menatap tajam Bram bahkan sangat tajam.
Bram yang ditatap seperti itu hanya bisa menelan ludah kasar karena Ia tahu Amel adalah cewek bar-bar dan juga jago Karate.
'Sepertinya aku akan habis di tangan cewek bar bar ini' batin Bram.
"Mau apa kamu kesini HAH?. Mau nyakitin sahabat aku lagi?" ucap Amel kesal dengan menatap tajam bram.
"Aku ingin berbicara dengan Anita" ucap Bram.
"Untuk apa lag...".
"Biarkan di bicara Mel" potong Anita.
"Katakan" ucap Anita dingin.
Bram yang mendengar Anita berkata dingin pun terpaku karena selama ini Anita selalu lembut jika berbicara.
Ia sadar luka yang ditorehkan kepada Anita sangatlah dalam membuat Anita berubah dingin kepadanya.
"Aku ingin berbicara berdua denganmu Nit. Tidak disini" ucap Bram pelan.
"Ck,aku tak punya waktu" jawab Anita ketus.
"Please Nit. Aku bisa jelasin semua" ucap Bram memohon mencoba meraih tangan Anita dan segera ditepis.
"Udah ya Bram. Anita kan udah bilang gak ada waktu jadi syuhhhh syuhhhhh sana pergi" usir Amel mengibaskan tangannya.Ia sudah sangat muak dengan lelaki didepannya ini.
"Ayo Mel kita pulang" ucap Anita melangkah pergi sambil menarik tangan Amel.
Bram tak putus asa,Ia mengejar anita ke parkiran saat udah sampai ia pun menarik Anita dalam pelukannya.
"Lepasss'' desis Anita.
"Please Nit. Beri aku waktu untuk kita bicara" melas Bram masih memeluk erat Anita.
Amel yang melihat tingkah Bram pun geram,Ia melangkah mendekati Bram dan menarik Bram hingga pelukannya ke Anita terlepas.
BUGH
BUGH
Amel menonjok perut Bram berkali kali
hingga Bram jatuh tersungkur ketanah
mencoba bangkit dan tetap kekeh ingin berbicara dengan Anita.
"Please nit" melas Bram lagi dengan memegang perutnya. Ia menahan rasa sakit di perutnya dan Anita yang melihat Bram kesakitan pun tak tega.
"Baiklah"ucap Anita.
"A paaa Nit?. Kamu benerann?" ucap Amell kesal tak mengerti jalan pikiran sahabatnya ini udah disakiti masih saja baik.
"Iya mel. Aku janji ini yang terakhir kalinya" jawab Anita meyakinkan sahabatnya.
"Kamu gak apakan kalau pulang sendiri?" tanya Anita kepada amel dijawab anggukan dan langsung pergi meninggalkan parkiran dan memesan OJOL.
Setelah melihat sahabatnya sudah naik OJOL barulah Ia masuk kedalam mobil dan dilihatnya Bram masih di luar.
"Masuk" teriak Anita dari dalam mobil.
Bram yang mendengar teriakan Anita langsung masuk mobil Anita dan duduk di kursi penumpang samping Anita.
"Aku saja yang nyetir" ucap Bram.
"Gak usah" jawab Anita ketus.
Melihat bibir bram robek Ia pun mengambil kotak P3K di laci dasboard dan menyerahkan ke Bram.
"Bersihkan dan obati lukamu nanti infeksi" ucap Anita sambil menyalakan mobilnya.
Mendapat perhatian seperti itu Bram tersenyum kecil.
"Gak usah senyum dan gak usah Ge er,aku lakuin bukan karena perhatian sama kamu tapi karena rasa kemanusiaan aja" ucap Anita ketus sambil melirik sedikit kerah Bram.
"Baiklah,aku paham" ucap Bram tersenyum kecut sambil mengobati lukanya.
Sesaat kemudian ia pun menjalankan mobilnya menuju Taman Kota.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 174 Episodes
Comments
Lies Atikah
dasar keuyeup gak ada tegas nya udah ketauan lagi nyangkul sawah eh masih di baikin si Nita minta di cangk ul juga x
2025-01-07
0
Gpermana
kak pemeran amel yang di bikinin cerita sendiri judulnya apa si lupa aku,pengen baca lagi soalnya
2023-08-10
1
Dedeh Dian
semangat thor
2022-09-11
0