Jam makan siang telah tiba Anita dan Amel berjalan beiringan menuju kantin perusahaan untuk makan siang. Setelah selesai makan siang mereka menuju ruang kerjanya masing-masing.
TRING
Bunyi ponsel Anita menandakan ada pesan masuk,ia pun segera membuka ponselnya dan mendudukan dirinya di kursi kerjanya.
08xxxxxxxxxx
'Sudah makan siang?' isi pesan singkat dari nomer yang tak dikenal.
Anita hanya membaca dan mengabaikan pesan tersebut tanpa membalasnya lalu meletakkan ponselnya kedalam laci meja kerjanya.
Di dalam kamar mewah seorang lelaki tersenyum saat tau pesannya di baca oleh Anita,walau pun tak dibalas.
Ia memandangi foto Anita yang telihat begitu cantik alami walau usianya sudah tak muda lagi,ia mengelus foto Anita dan memeluknya
kau hanya milikku gumamnya sambil memejamkan mata.
--------
Anita menatap jam yang ada di pergelangan tangannya tak terasa waktu nya pulang kerja. Ia membereskan meja kerjanya dan bergegas keluar dari ruangannya.
TING
Anita memasuki lift begitu pun dengan karyawan lainnya.
"Tumben mbk gak bareng mbk Amel??"tanya karyawan wanita yang berdiri di sebelahnya.
"Iya Amel ijin setengah hari anak nya sakit" jawab Anita dan di anggukin karyawan tersebut.
Di dalam lift mereka ngobrol dan sesekali tertawa. Hingga tak terasa lift yang ia naiki sampai di lobby.
"Bye mbk Nita,ketemu lagi besok" ucapnya melambaikan tangan kepada Anita.
Anita tersenyum dan lambaikan tangan juga.
'Udah cantik ramah lagi,tapi kenapa banyak yang bekerja disini bilang kalau mbk Anita itu jutek dan galak?'ucapnya dalam hati.
Ya Anita memang tegas dan disiplin saat berada di kantor jadi ia di segani para karyawan lainnya
Sekarang Anita melajukan mobilnya menuju Apartemen Aldo.
Hufffzzzz
Menghela nafasnya panjang.
Kapan ini akan berakhir? rasanya cukup melelah kan harus bolak balik kayak gini tapi mau gimana lagi ia tak punya pilihan lain.
Ia sedang membutuhkan biaya untuk ibunya kontrol kerumah sakit karena ibunya mengidap gagal ginjal dan 1 minggu sekali harus cuci darah.
Kenyataan ini baru ia ketahui satu bulan yang lalu saat ia sedang membereskan kamar ibunya tanpa sengaja ia menjatuhkan map yang ada di meja rias yang ada didalam kamar ibunya.
Dibukalah map itu dan ia baca membuat matanya membola sempurna bagai disambar petir di siang bolong,hatinya sakit bagaimana ibunya merahasiakan hal sebesar ini.pikirnya
Ia meminta penjelasan ibunya dan alasan ibu nya merahasiakan semuanya karena tak ingin membebaninya dan tak ingin membuatnya kepikiran. Mendapat jawaban dari ibunya
ia merasa menjadi anak yang bodoh dan tak berguna,bagaimana ia tak menyadari kondisi ibunya yang akhir-akhir ini terlihat tak sehat.
Anita sekarang barada didalam Apartemen Aldo,ya kemari aldo memberi kode pintunya kepada Anita agar memudahkannya masuk,ia menuju dapur dan memulai mengambil bahan makanan untuk dimasak. Setelah 1 jam berkutat didapur,ia menuju kamar Aldo membereskan kamar yang seperti kapal pecah. Bagaimana bisa orang tidur sendiri kamar bisa seberantakan itu? Atau Aldo memang sengaja mengerjainya? Entah lah yang penting ia mengerjakan tugasnya.
Setelah semua rapi ia mengambil piyama Aldo dan diletakan di atas ranjang. Semua sudah beres ia mengirim pesan ke Aldo.
'Aku sudah memasak untuk mu. Jangan lupa setelah makan cuci piring'.
'Piyama mu juga sudah aku siap kan'.
'Aku pulang'.
Begitu lah isi pesan yang dikirim kan ke Aldo tanpa menunggu balasan dari Aldo,ia pun bergegas pulang kerumahnya karena mengingat ibu nya sedang sakit dan sendirian dirumah.
******
Saat ini aldo sedang ninjau lokasi untuk pembangun Kafe baru nya masih di kota Surabaya tapi beda wilayah.
TING
Bunyi ponsel Aldo menadakan ada pesan masuk,ia pun membuka pesan tersebut lalu tersenyum
'Aihh. Kenapa serasa punya istri ya? Perhatian sekali' ucapnya dalam hati.
Ia pun menggelengkan kepalanya.
Doni yang selalu mengekor Aldo sejak tadi pun heran kenapa sahabatnya senyam-senyum sendiri?.
"Senyam-senyum" sindir Doni.
"sirik aja loe"ucap Aldo lalu meninggalkan Doni menuju parkiran karena ia sudah tak sabar ingin cepat pulang setelah mendapat pesan Anita tadi.
"Woy loe mau kemana sih? Kerjaan kita belum beres ini"ucap Doni menginguti Aldo sampai parkiran.
"Kita?? Loe aja kali! Kan loe bawahan gw. Jadi selesaiin sendiri"jawab Aldo cuek lalu melajukan mobilnya membuat Doni kesal dan menendangkan kakinya diudara.
"Sial!! Mana gw gak bawa mobil lagi" gerutunya,ia pun kembali ke lapangan untuk meninjau lokasi.
*****
Aldo yang sudah sampai di apartemen nya langsung menuju meja makan,dibukanya tudung saji dan melihat makanan yang terlihat sangat lezat yaitu ayam kecap,udang saus tiram,segera ia mengambil piring,sendok dan juga garpu.
Ia makan seperti orang tak makan berhari-hari,bagaimana tidak ia nambah sampai 2 kali. Masakan Anita memang sungguh sangat enak.
"Ini benar-benar sangat enak" gumamnya dengan mulutnya tak berhenti mengunyah.
Setelah selesai makan ia pun meletakan piring kotor di tempat cuci piring,sesaat kemudian ia teringat pesan Anita setelah makan jangan lupa cuci piring.
Aldo mematuhinya mencuci bekas makannya sendiri yang selama ini tidak pernah ia lakukan.
Setelah selesai ia menuju kamarnya dan melihat kamarnya begitu rapi dan melihat piyama yang tergeletak di atas ranjang,ia pun tersenyum sendiri lalu bergegas kekamar mandi untuk membersihkan dirinya tak lupa ia membawa piyamanya.
-------
Anita sedang menemani ibunya di kamar,ia melihat ibunya yang sudah tertidur pulas dan melihat wajah ibunya sedikit pucat dan semakin tirus,tak terasa air matanya menetes di pipi mulusnya.
"Ya allah ,sembuhkan ibuku" doa nya dalam hati
Ia teringat ucapan ibunya sebelum tidur tadi.
"Ibu ingin melihat kamu bahagia nak".
"Ibu. Anita sudah bahagia apa lagi ada ibu yang selalu di samping Anita" ucap Anita menggengam tangan sang ibu dan mengecupnya berkali-kali.
"Tapi semua itu tidak cukup nak---"ucap Diana menjeda ucapannya sejenak. "Ibu ingin melihat kamu ada yang menjaga dengan itu ibu bisa pergi dengan tenang".
DEG
Mendengar ucapan ibu nya hatinya kembali terasa sakit.
"Ibu ngomong apa sih? Ibu akan disini saja menemani Anita sampe nanti" ucap Anita mulai terisak.
"Menikahlah nak cari pendampingmu dan lupakan masa lalumu".
"Kamu jangan terpaku di masa lalu mu,ingat masa depan mu masih panjang dan ibu yakin kamu akan dapat lelaki yang baik dan menerima kamu apa adanya" ucap Diana menasehati anaknya.
Karena Diana tau Anita merasa insecure karena umurnya yang tak muda lagi.
'Mana mungkin ada yang mau sama perawan tua seperti aku ini? Ya allah apa aku berhak untuk bahagia lagi? Jika iya kabulkan doa ibuku' Doanya dalam hati.
Anita mengangguk mendengar nasehat ibu nya lalu ia memeluk ibunya dan menumpahkan tangisnya di dekapan sang ibu.
'Ya allah jika masih ada umur panjang untukku ijin kan aku melihat putriku bahagia dan menikah dengan pasangannya kelak'.Doa Diana dalam hati.
jangan lupa like,vote dan komentarnya ya
biar author.makin semangat
makasih
love you all😘😘😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 174 Episodes
Comments
Lies Atikah
jadi sedih sabar ya Nit semoga othor segera menjodoh kan kamu sama Aldo lanjuuuuuuuuuut
2025-01-08
0
Dyah Oktina
emang ke geeran.. kan emang kamu tugasin gitu u bayar hutang ganti hp..
2024-11-28
0
Tiwik Wiyono
Gak nyangka ibu Diana lagi sakit 😩😩
2025-01-21
0