Saat ia menunggu Anita sambil memainkan ponselnya tiba-tiba ada seorang yang menepuk pundak kanannya ia pun menoleh dan memutar kedua matanya malas saat tau siapa yang menepuk pundaknya.
"ALDO" ucap seorang itu dengan mata berbinar.
"Ck,apa?" decak Aldo malas.
"Tutup mata loe itu atau gw congkel" ancam Aldo karena orang didepannya ini memandangnya penuh minat.
"Hahahaahaaaa" tertawa terbahak saat mendengar ancaman Aldo. Membuat Aldo mendecih kesal.
"Lagi apa?? Tumben ke Supermarket?? " tanya orang itu lagi dengan antusias.
"Menurut loe?" jawab Aldo mentap jengah manusia yang ada didepannya ini.
"Loe masih marah sama gw?" tanya orang tersebut karena melihat Aldo terlihat sangat kesal.
"Pikir aja sendiri" ucap Aldo.
"Iya deh iya gw minta maaf. Gw salah" Ucapnya sambil cengengesan dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Tuh loe sadar kalo loe salah!! Tapi kenapa loe gak berpikir dulu sebelum bertindak Don" ucap Aldo kepada sahabatnya ini. Ya dia adalah Doni Hermansyah teman dekat Aldo sekaligus orang kepercayaannya.
Doni adalah seorang bastard sering keluar masuk klub malam dan parahnya lagi ia penganut s**s beb*s. Walaupun seorang bastard dia setia kawan dalam keadaan apapun dan solidaritas tanpa batas.
"Iya gw salah" ucap Doni sambil mengingat kejadian beberapa hari yang lalu saat ia mengajak Aldo ke club malam dan menyewakan seorang j*lang untuk Aldo dan itu membuat Aldo murka terhadap Doni.
Bagaimana tidak murka j*lang yang disewakan Doni itu dengan tidak malunya duduk di pangkuannya seketika itu Aldo mendorong j*lang tersebut hingga tersungkur kelantai,saat mengingat kejadian itu Doni tertawa terbahak.
"Loe waras kan?" tanya Aldo saat melihat temannya tertawa terbahak hingga menjadi perhatian para pengunjung.
"Waras,seratus persen gw mah".
"Nih gw heran sama loe sebenernya loe itu masih normal gak ?" tanya Doni masih menyisakan tawanya.
"CK. Fw masih normal 100%. Gak percaya? mau coba?" seru Aldo.
"Hihh najiss" ucap Doni bergidik ngeri dan membuat Aldo terkekeh.
"Lagian kalau loe normal mana mungkin bokap loe sampe ngejodohin loe sama si Handbody lotion?" ucap Doni membuat Aldo berkerut heran.
"Hah siapa itu Handbody lotion?".
"Ck. Citra itu lho yang cantiknya pari purna dan punya body bahenol tapi loe masih aja gak tertarik. Heran gw". Nih kalo gw jadi loe. Gw langsung embat tuh Citra" ucap Doni sambil menyeringai membayangkan ucapannya tadi.
"Huh dasar otak loe gak jauh dari sel*ngk*ngan" ucap Aldo sambi menonyor kepala Doni kebelakang.
"Ya iyalah. Karena itu surga dunia. Coba aja kalo gak percaya pasti loe bakal ketagihan bro" ucap Doni terbahak. Membuat Aldo kesal lalu memiting kuat kepala sahabatnya ini.
"Aduh sakitt Al. Sakit lepas!!" aduh Doni.
"Kalo ngomong itu disaring dulu dasar Sialan" umpat Aldo lalu melepas kepala sahabatnya.
"Yang begini bikin para ciwi ciwi ketagihan" ucap Doni terkekeh sambil mengusap kepalanya.
"Tadi loe belum jawab pertanyaan gw" Tanya Doni.
"Yang mana?".
"Loe kesini ngapain?".
"Belanja lah!! Masa iya gw kesini berjemur".
"Hah seorang Aldo belanja ke Supermarket??? Ada apa gerangan?? " ucap Doni penuh menyelidik menatap sahabatnya penuh intens.
"Sesekali gak apa-apa kali".
Saat mereka berbincang Anita datang dengan belanjaan setroli penuh.
"Al--" Panggil Anita.
"Aku udah selesai belanjanya".
Merasa namanya dipanggil membuat aldo menoleh begitupun Doni mereka terkejut melihat troli Anita.
"Loe mau hajatan emang??" tanya Aldo.
"Enggak buat stok aja" jawab Anita cuek.
"Tapi gw yakin kulkas gw gk bakalan muat".
"IH siapa bilang ini buat kamu!! Kan ini belanjaan aku sendiri. Bukannya kamu yang bayarin??" ucap Anita cuek.
"Em iya sih. Tapi--" Aldomenggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Jadi kamu keberatan?? Bukannya kamu sendiri yang nawarin_" ucap Anita.
"Iya iya gw bayar!!" potong Aldo.
"Gitu dong"ucap Anita tersenyum puas.
"WOWW ada bidadari dari khayangan" celetuk Doni saat melihat Anita.
"Ngelihatnya biasa aja kali Don. Lap dulu tuh ilernya" ucap Aldo. Membuat Doni tanpa sadar mengelap bibirnya. Aldo dan Anita terkekeh lalu meninggalkan Doni yang masih terbengong dan tersadar dengan tingkah bodohnya "Haisss sial. Gw di kerjain".
"Eh tunggu. Kayaknya gw pernah liat tuh cewek deh tapi dimna ya?" gumam Doni lalu ia mengedihkan bahunya dan melanjutkan berbelanjanya.
Aldo membantu Anita mendorong trolinya menuju meja kasir untuk membayar belajaan mereka.
Saat dimeja kasir Anita terkejut dengan total belanjaanya. Bagaimana tidak?? Total belanjaan separuh dari gajinya. Membuatnya merasa bersalah kepada Aldo.
"Gila. Aku belanja apa aja sih?? Gimana kalo dia marah dan memasukan harga belanjaan itu dalam hutang ku??" gumam Anita saat sudah didalam mobil sambil menggigit kuku jarinya.
"Tenang aja. Gw ikhlas bayarinnya kok" ucap Aldo tersenyum saat mendengar gumaman Anita. ia tahu jika Anita sedang mengerjainya. Uang segitu gak ada apa-apanya buat Aldo.
"Maaf" cicit Anita menundukkan wajahnya dan dibalas anggukan Aldo.
Beberapa saat kemudian mereka sampai diapartemen Aldo dan selesai menyusun belanjaan dikulkas lalu Anita pamit pulang tak lupa ia mengucapkan terimakasih. Sebenarnya Aldo menawarkan ingin mengantarkan Anita akan tetapi Anita menolak dan mereka tak lupa bertukar nomer ponsel.
30 menit kemudian Anita sudah sampai dirumah dan menyusun belanjaannya. Ibunya yang melihatnya pun heran karena begitu banyak belanjaan Anita.
"Ini bukannya pemborosan??banyak banget belanjanya??" tanya Diana.
"Lagi ada rejeki bu kan lumayan buat stok" jawab Anita.
"Ya sudah" Ucap Diana membantu Anita membereskan belanjaanya.
********
Disisi lain
"Bram kok kamu resign gak bilang aku???" tanya Siska saat di Apartement Bram.
Bram telah resign beberapa hari yang lalu walaupun pimpinan Perusahaan menyayangkan keputasan Bram tapi beliau mengahargainya, karena beliau tau Bram mempunyai bisnis sendiri dan beliau tak lupa memberi pesangon begitu besar untuk Bram. Beliau bilang pesangon itu untuk mengembangkan bisnisnya dan Dram pun berterimakasih dan akan menggunakan uang tersebut sebaik mungkin untuk mengembangkan bisnis nya.
"Gak ada urusannya sama kamu!!!" balas Bram dingin.
"Bram kita udah melakukannya!! Kamu tega ninggalin aku?" tanya Siska dengan mata yang berkaca-kaca.
"HEH!!! Kamu sendiri yang menyerahkannya dan sekarang kamu mau nuntut aku buat bertanggung jawab gitu?" tukas Bram emosi."Jangan harap!!" lanjutnya.
"Tapi gimana kalo aku hamil?" Siska sudah tak bisa menahan tangisnya.
"Itu urusanmu!! " jawab Bram enteng sambil membuka lemari dan memasukan pakaiannya kedalam koper. Biarkanlah ia dibilang jahat. Ia sudah tak peduli lagi.
"Kamu mau kemana?". Tanya Siska saat melihat Bram membereskan pakaiannya. Tapi Bram tak merespon pertanyaan Siska.
"Kamu jahat bram!!!" isak Siska.
"Kamu yang lebih jahat Siska! Kamu menghancurkan hidupku,masa depanku dan juga cintaku" teriak Bram emosi. Matanya memerah karena marah dan juga sedih tak terasa airmatanya menetes dipipi.
"Dengar Sis. Kita tak memiliki hubungan apa-apa dan semua yang telah terjadi itu karena sebuah kesalahan. Kesalahan yang telah kau perbuat dan merugikanku. Karna kamu Anita menjauh dariku dan aku kehilangan cintaku" desis Bram mencengkaram rahang Siska sehingga membuatnya meringis kesakitan karena cengkraman Bram begitu kuat.
"Bram sakit" ucap Siska. Lalu Bram melepas kasar cengkramannya dan membuat wajah Siska terhempas kesamping. Setelah itu Bram pergi dari Apartemenya dengan menyeret 2 koper besar karena ia akan menjual Apartement nya itu dan ia akan pindah ke Surabaya.
"Bram tunggu Bram. Kamu gak bisa ninggalin aku begitu saja" teriak Siska saat Bram meninggalkanya. Ia pun mengejar Bram hingga ke basment tak peduli semua mata memandangnya dengan tatapan aneh.
Saat di basmen Apartement Siska mengetuk berkaki-kali kaca mobil Bram tapi tak pedulikan. Lalu Bram melajukan mobilnya kencang.
ARGGGGGGG
Siska berteriak sambil mencengkram rambutnya kasar saat Bram meninggalkannya. Tubuhnya pun luruh ke lantai "Kenapa jadi begini??" isak Siska menangkup wajahnya dengan kedua tangannya.
Siska pikir saat ia menyerahkan tubuhnya ia akan memiliki Bram seutuhnya dalam arti Bram akan menikahinya. Tapi ternyata salah,Bram semakin menjauh darinya dan sekarang Bram sangat membencinya. Bagaimana jika ia hamil dan bagaimana jika benar terjadi dan bagaimana jika keluarganya tau perbuatanya. Pikiranya terus berputar memikirkan kemungkinan yang akan terjadi nanti hingga membuat kepalanya pusing dan kemudian pingsan.
jangan lupa like,vote,dan komentarnya 😘😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 174 Episodes
Comments
Dyah Oktina
nah pingsang....jangan2 dah hamil tuh siska...bram harus tetep bertanggung jawablah.. emang dia yg ngehamilin.. walaupun d jebak
2024-11-28
0
Eli Elieboy Eboy
𝚗𝚊𝚑 𝚕𝚘 𝚝𝚊𝚗𝚐𝚐𝚞𝚗𝚐 𝚜𝚎𝚗𝚍𝚒𝚛𝚒 𝚍𝚘𝚗𝚔 𝚊𝚔𝚒𝚋𝚊𝚝𝚗𝚢𝚊
2024-08-11
0
Ari Ani
karma buat mu
2024-07-15
0