Adzan subuh berkumandang Anita bergegas bangun dan mandi tak lupa ia menjalankan kewajibannya.
Setelah selesai ia membantu Ibunya mengerjakan pekerjaan rumah dari nyapu,ngepel,nyuci baju dan memasak,melupakan sejenak kegalauan hatinya.
Diana melihat putrinya megerjakan semuanya hanya bisa menghela nafas.
"Sini nak Ibu bantu" ucap Diana saat melihat Anita memotong sayuran.
"Gak usah abu,nanti Ibu kecapean" jawab Anita.
"Ini bukan pekerjaan yang berat,hanya memasak saja".
"Udah Bu. Ibu cukup diam dan duduk dikursi biar Nita yang kerjain semuanya" ucap Anita sambil menunjuk kursi di ruang makan karena dapur dan ruang makan jadi satu ruangan.
"Baiklah baiklah,Ibu mengalah" pasrah Diana.
"Bukannya apa Bu,aku gak mau bu kelelahan,apa lagi beberapa hari ini kesehatan Ibu menurun" ucap Anita sambil mengupas bawang.
"Iya nak mungkin karena faktor usia".
"Maafkan Ibu telah menyusahkanmu"ucap Diana.
"Ibu ini ngomong apa sih?. Ibu gak nyusahin justru aku malah senang merawat ibu,aku beruntung karena jadi anak ibu "ucap Anita memeluk Ibunya.
"Ibu jauh beruntung karena memiliki putri cantik dan sebaik dirimu" Lalu mengecup kening Anita.
"Oh iya,Bu hari ini aku mau kekantor".
"Lho bukannya kamu ambil cuti satu minggu" tanya Diana.
"Sayang lho nak baru satu hari,apalagi kamu kan jarang mengambil cuti".
"Iya Bu,Nita bakalan jenuh dirumah kalo gak ngapa-ngapain" rengek Anita.
Sebenarnya ia bisa memanfaatkan waktu untuk liburan ke tempat wisata di Surabaya ataupun bisa liburan keluar Kota tapi baginya itu hanya membuang uang,bukan karena pelit akan tetapi ia sadar bahwa ia menjadi tulang punggung semenjak Ayahnya meninggal 5 tahun yang lalu dan ia berfikir dari pada uangnya buat liburan lebih baik uangnya untuk keperluan rumah misalnya beras dan keperluan lainnya.
"Baiklah jika itu keputusan kamu" pasrah Diana.
Tak terasa menu sarapan sudah siap dan mereka sarapan dengan lahap karena masakan anita sangatlah enak.
Setelah selesai sarapan dan selesai mencuci perabotan dan piring kotor,Anita bergegas mandi lagi walaupun tadi Subuh sudah mandi akan tetapi habis memasak membuat badannya bau bumbu dapur.
Siap mandi dan memakai pakaian kerja tak lupa memakai Make-up tipis dan memakai lipstik warna nude menambah kecantikan Anita dengan rambut bergelombang sebahu,wajah blasteran dan kulit putih setiap lelaki yang melihatnya akan terpesona walaupun Usainya 35 Tahun tapi orang melihat Ia seperti gadis berusia 28 Tahun.
"Anita berangkat ya Bu" pamit Anita.
"Iya nak hati hati dijalan,nyetir mobilnya jangan ngebut" pesan Diana.
"Siap Bu komandan" balas Anita dengan gaya memberi hormat ke ibunya.
"Ya udah Bu,Assallamuallaikum" sambil mencium tangan Ibu dan tak lupa mencium pipi sang Ibu.
"Wa'allaikumussallam" balas Diana.
Anita berjalan keluar menuju garasi mobil. Walaupun rumahnya minimalis tetapi ia mempunyai garasi mobil demi kemanan kata nya.
Sesaat sudah memasuki mobil dan memanasi mobilnya ia teringat ponselnya yang ia matikan dari kemarin ada banyak panggilan tak terjawab dari mantan kekasihnya dan pesan WA.
Ia teringat saat Ia dalam taksi menuju bandara ponselnya terus berbunyi merasa jengah Ia pun mematikan ponselnya.
Ia menguatkan hati untuk membuka pesan WA dari mantan kekasihnya.
Sayang,Please angkat telponnya.
Aku bisa jelasin semua,ini gak seperti yang kamu lihat.
Sayang,aku mohon jangan tinggalkan aku.
Sayang,aku mencintaimu.
Dan masih banyak pesan lainnya.
"Dasar baj*ngan" umpatnya
"Sayang Cinta??? Hehh bulshit".
"Membaca pesannya aja sudah membuatku mual".
Anita akhirnya memblokir Nomer mantan kekasihnya dan seketika kejadian 'itu' terlintas di di kepalanya membuat hatinya berdenyut sakit
menepuk dadanya berulang kali dan tak terasa air matanya menetes lagi dan segera menghapusnya.
Menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan melakukan Beberapa kali agar dirinya tenang setelah tenang Ia pun menjalankan mobilnya menuju Perusahaan tempatnya bekerja.
****
Disisi lain tepatnya dijakarta di sebuah kamar di sebuah apartemen ada 2 sejoli yang masih tertidur dalam balutan selimut tebal.
Bram menerjapkan matanya dan meraIh ponselnya yang berada dimeja nakas samping ranjang mengecek apakah ada notifikasi dari Anita ternyata nihil. Ia pun menghela nafas kasar dan mengusap wajahnya.
Ia menyibakkan selimutnya lalu menoleh kesamping melihat kondisi Siska yang mengenaskan karena ulahnya.
Tak ada rasa penyesalan dalam dirinya yang ada adalah rasa kepuasan karna telah menyiksa siska secara fisik dan batin.
Sekarang yang Ia fikirkan adalah Ia akan ke Surabaya dan menjelaskan semuanya ke Anita karena Ia tak ingin kehilangan orang yang sangat cintainya.
Ia bangkit dari tempat tidur dan berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
15 menit kemuadian ritual mandinya telah usai dan Ia pun keluar kamar mandi dengan handuk melilit dipinggangnya dan memperlihatkan dada bidang dan perut kotak seperti Roti sobek.
Berjalan ke Walk In Closet ia memilih pakaian Casual kaos polo dan celana jeans panjang yang akan dipakainya tak lupa beberapa stel pakaian ia masukan kedalam tasnya. Rencana Ia akan menginap beberapa hari di Surabaya tepatnya di Panti Asuhan di mana ia dibesarkan dulu.
Setelah selesai ia pun berjalan keluar menoleh ketempat tidur dan wanita itu masih pulas dengan tidurnya.
Bram bergegas keluar dan memesan taksi menuju Bandara.
...Maaf kalo ceritanya membosankan ya sobat masih banyak typo....
...Jangan lupa like,comen,favorite dan kalo bisa kasih bunga mawar biar outhor makin semangat nulisnya😘😘😘...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 174 Episodes
Comments
Musryanto Andhika
di Surabaya apa Jakarta thor.....huh kenapa kok gue ikut pusing😄😄😄😄😉😉😉😉😉
2023-07-09
0
Rini Utya
oh.... bangsa pria"kala ketauhan aja ngomong khilaf dan nggak seperti yg dilihat.... lalu apa kenyatanya yg dilihat didepan mata
2023-01-04
0
Dewi Nurmalasari
g seperti yg dilihat wkwkkwkw,, trs yg dilihat halusinasi brarti
2023-01-03
0