NovelToon NovelToon
Rotinya Manis, Rin!

Rotinya Manis, Rin!

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cintapertama
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Renjana

Rin-pertemuannya dengan Al adalah kebetulan. Tapi Al bisa memberikan rasa manis dan asem di hari-harinya.

Al-kaku dan dingin. Tapi dinginnya bisa meleleh. Pertemuannya dengan Rin seperti roti. hangat di luar empuk di dalam.

Kisah semanis roti buatan Rin, penuh proses, harus dibentuk dengan bahan takaran yang pas. Baru bisa dinikmati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Renjana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10

Ruangan T & T hening, cuma kedengeran suara dengung AC dan suara napas Rin yang masih kaget kalau drummer band T & T adalah Al.

Al masih menyilangkan tangan. Kemeja hitam, rambut rapi ke belakang. Tatapannya nggak berubah dari awal-tajam, menilai. Bukan lagi mode Al yang tidur mangap di bukit.

Rin nunduk. Undangan di tangannya udah lecek karena di remas terus.

"Jadi," suara Al datar. "Kalian dari panitia?"

"I... Iya kak," Tyo yang jawab cepat. "Kami dari Panitia Pagelaran Seni, mau mengundang Tomorrow Today untuk jadi guest star..."

Al ngangguk sekali. Tangannya terulur mengambil undangan dari tangan Rin. Profesional. Dingin.

Dia buka amplopnya dan mulai membaca. Lama.

"Acara sabtu, dua minggu lagi. Jam 19.00. Aula utama," Al ngomong kayak lagi baca laporan. Jarinya mengetuk-ngetuk meja. "Sound system dari kampus?"

"Iya kak, sudah kami siapkan," jawab Tyo.

"Rider? List alat?"

Tyo bingung. Rin juga bingung. Tugas mereka nggak sedetail itu. Al menaruh undangan itu kembali ke meja. Tuk.

"Untuk fee dan rider, hubungi manajer kami. Bukan saya", Al melirik ke arah pintu yang sekarang udah berdiri seseorang di pojokan.

"Mas Reza yang akan urus. Saya cuma acc jadwal".

"Oh oke kak... Jadi..."

"Di acc," potong Al cepat . "Kami main".

Rin dan Tyo bernapas lega. Mereka nggak perlu lagi nyari band lain. Dan Rin nggak perlu ngantar-ngantar undangan lagi.

"Terimakasih banyak kak!" Rin akhirnya berani ngomong, sedikit senyum.

Al akhirnya menatap Rin. Lurus. Lama.

"Jangan telat ngirim rider-nya. Saya ngak suka molor".

Dingin. Jleb. Rin menelan ludahnya, senyumnya hilang lagi.

"Baik kak..."

"Sudah? Kalau sudah, saya ada meeting lain,"

Itu usiran halus. Al memang nyebelin. Batin Rin.

Tyo langsung berdiri, narik tangan Rin. "Sudah kak, terimakasih banyak! Kami pamit dulu!"

Rin ikut berdiri dan mengangguk sopan "Terimakasih kak..."

"Sama-sama..." Al mengangguk kecil. Tanpa senyum. Rin dan Tyo keluar. Pintu T & T tertutup kembali.

Di koridor Rin masih diam. Tyo berbisik penuh exited "Gila, Rin! Serem banget tapi keren! Drummer-nya beneran galak kayak yang di gosipin!"

Rin nggak jawab. Dia kepikiran satu hal.

Tadi Al menyebut dirinya "saya" bukan "Gue"

Padahal di chat semalam, Al masih pake "gue".

Di dalam ruangan T & T, Al masih duduk di kursi putarnya. Baru setelah langkah kaki Rin dan Tyo hilang di tangga bawah, Al meremas undangan lecek tadi.

Di balik undangan itu ada coretan kecil tulisan tangan Rin yang diberi stabilo hijau. Tulisannya Please datang ya kakak-kakak yang keren!! (bawa cookies?)

Al menatap coretan itu lama. Rahangnya yang tadi kaku, pelan-pelan turun. Melunak.

Al meraih ponselnya. Ngetik.

Al : rider-nya jangan lupa. Cookies 2 box

Tapi nggak jadi dikirim. Di hapus lagi.

Al : tadi ngapain di bonceng Tyo?

Di delete lagi. Akhirnya Al ngirim pesan singkat.

Al : udah sampe?

Ponsel Rin bergetar di sakunya. Rin masih menyadarkan dirinya kalau yang dia temui tadi beneran Al. Pantesan banyak yang negur kalo mereka jalan-jalan keluar. Ada aja yang sekedar menyapa atau minta foto.

"Mereka tuh nyari apaan sih?"

"Lo kenal mereka?"

Banyak pertanyaan Rin saat mereka sedang di luar dan banyak yang menyapa atau sekedar minta foto. Al hanya mengangkat bahunya.

"Karna gue ganteng!" selalu itu jawabannya. Rin menganggapnya lebay, sok kepedean, dan ejekan lainnya. Al hanya diam menanggapi celoteh Rin. Tidak marah dan bersikap santai.

Sekarang setelah tahu, Rin malu sendiri. Dan tadi malam dia ngirim chat ke Al. Menertawai nama band-nya. Wajar kalau hari ini muka Al datar dan dingin. Apa Al marah? Ruangan tadi membuatnya sesak, dinginnya berkali lipat.

"Rin! Dah nyampe!" suara Tyo membuyarkan lamunannya. Mereka sudah sampai di kampus lagi. Hari ini mereka masih ada rapat dan persiapan lainnya.

Rin turun dan mengikuti Tyo masuk ke kampusnya. Rin duduk di ruang rapat. Badannya di ruangan tapi pikirannya jauh di luar. Rin membuka pesan dari Al.

Al : udah sampe?

Akhirnya ponsel Al bergetar setelah sekian lama, nunggu. Al yang gelisah di kantornya bolak-balik menatap ponselnya sejak tadi. Cepat-cepat Al buka.

Rin : Sudah. Terimakasih banyak untuk waktunya tadi Kak Al. Rider akan segera dikirim oleh panitia.

Al langsung kejedot meja sesudah baca balasan yang dikirimkan Rin.

"Kenapa jadi formal gini!" Al mengelus jidatnya yang kebentur meja. Al kembali mengirim pesan untuk mengajak Rin ke bukit.

Rin : "Maaf kak, sedang rapat.

Berkali-kali Al mengirim pesan, jawabannya sangat formal. Bahkan nggak ada lagi bercanda atau panggilan "lo-gue".

Sore itu Al tetap nekat ke bukit. Dia bakal nunggu Rin di sana. Al serba salah berhadapan dengan Rin di depan temannya. Dia harus profesional di depan temannya.

"Lagian Rin kenapa ngajak temennya sih!" Al masih ngedumel. Antara tidak suka Rin dibonceng temannya juga kesal karena tadi bicara terlalu formal. Dan Al yakin, Rin pasti kaget dan sekarang Rin pasti jaga jarak.

Al nggak mau itu. Dia mau Rin yang seperti biasa. Rin yang lucu dan cerewet. Ini baca chat-nya aja udah bikin Al uring-uringan.

Al nunggu sampai matahari terbenam. Rin nggak datang. Dengan perasaan kecewa, Al pulang dan mengurung diri di kamar.

Al masih mengetik di ponselnya. Hapus. Ketik. Hapus. Lalu membanting ponselnya ke kasur. Al membenamkan wajahnya ke bantal.

"Berantem lo?" tanya Baim. Al mengintip dari sela bantal.

"Nggak!"

"Capek gue liat lo dari tadi. Nggak usah jaim. Sana samperin!" ucap Baim.

"Kalo dia nggak mau ketemu?"

"Lo jadi bego ya! Udah coba aja dulu ke rumahnya! Capek gue liat lo mondar-mandir! Badan lo masih asem! Mandi sana, yang ganteng! Jumpai si Rin!" ucap Bima tegas.

Al beranjak mengambil handuk dan mandi. Memakai hoodie dan meraih kunci motor. Al melaju ke Roemah Roti. Di sana ada Rin yang duduk di meja kasir melayani pembeli.

Al masuk, menyambar roti dan berdiri di meja kasir.

"Totalnya..." Rin terdiam saat melihat Al di depannya tersenyum.

"Lima belas ribu!" Rin memasukkan roti ke kantong dan menyerahkan ke Al.

"Mau makan di sini, tapi Lo temenin gue!"

"Maaf kak, masih ada kerjaan!" ucap Rin. Al jengkel mendengar nada bicara Rin.

"Lo mau temenin gue atau gue nunggu di sini sampe tutup" bisik Al yang mencondongkan tubuhnya ke arah Rin. dingin. Rin memilih keluar dari meja kasir. Roemah Roti tutup masih dua jam lagi. Pasti makin nggak nyaman.

"Gue mau ngobrol di luar! Lima menit aja!" ucap Al saat melihat beberapa orang masuk ke Roemah Roti.

Rin mengikuti Al keluar.

1
renjana biru
wooo hadirr dg boom like kakk, smangat💪
renjana biru
ga cm km kok rin, aku pun gregetan ama si al😊
Renjana: hai kak @renjana biru Renjana Biru, aku notice banget soalnya nama kita mirip.🥰
makasih banyak udah mampir + boom like. sumpah komen kakak yang gregetan sama Al itu bikin aku ngakak.
aku uda gregetan duluan pas nulis itu😄
makasih ya udah nemenin AlRin dari episode awal.
jangan pernah bosen baca ceritaku

salam manis semanis Roti Rin🥰
total 1 replies
falea sezi
nyimak moga bagus klo bagus q kirim hadiah🤭
Renjana: semoga suka ya kak,
😊
total 1 replies
Erin Dwi Andini
karya yang keren
Renjana: sekeren kk,
makasih ya udah mampir😊
total 1 replies
justice
wahh bagusss, semangat ya kak
Renjana: terimakasih, semangat nulis juga yah😊
total 1 replies
renjana biru
btw lucuuu bgt mereka ihhh🤭🤭
Renjana: bikin gemes kan...🤭
total 1 replies
renjana biru
done mmpir ya kakaa💪
Renjana: makasih🥰
total 1 replies
oding's
halo kaa aku mampir jugaa nihh xixi
Renjana: makasih banyak🥰
total 1 replies
R
😍
Renjana: 🥰🥰
makasih yaaaaa
total 1 replies
Seraphina
saling support kak
Akao Rion
aku mampir kak, meskipun setiap baca Rin selalu ingat nama bapakku 🫣
Renjana: makasih, aku tunggu tulisan kamu juga😊
total 3 replies
Renjana
cinta manis diawali dari salah tingkah, berakhir manis. Tapi namanya hidup tak selalu manis.
kisah Al dan Rin tak melulu soal cinta, ada sedih, bahagia, lucu dan kadang sedikit kaku🤭
kisahnya nggak berat kok
aefpe fp
💪🤣
Mustika Nusantara
semangat ka bikin karyanya
Renjana: makasih😊
total 1 replies
Lisye Aisyah Hematang
Hadir juga kak 😍🙏
Renjana: terimakasih😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!