Di ulang tahun pernikahan nya yang ke sepuluh, Sarah di minta oleh ibu mertua nya menyusul Gibran yang tinggal di tanah perantauan.
Tapi alangkah terkejut nya Sarah, dia menemukan suami nya sudah menjadi suami dari wanita lain. Bahkan mereka sudah memiliki anak berusia 7 tahun. Hal yang lebih mengejutkan, setiap tahun mertua nya datang ke sana mengunjungi mereka serta memberikan banyak hadiah.
Merasa di khianati, Sarah memutuskan kembali ke kota dan memilih untuk berpisah. Tapi setiba nya di rumah, sebuah fakta baru terungkap. Selama ini suami nya membohongi ibu nya sendiri dan menjual nama Sarah demi wanita itu.
Gibran, suami nya Sarah di dukung oleh ayah nya dan juga wanita yang menjadi selingkuhan dari Ayah nya. Ibu mertua nya mendukung Sarah dan membalas perbuatan anak dan suami nya, 2 orang yang berusaha merampas semua harta nya. Tepat di hari Gibran melakukan resepsi mewah, Ibu nya dan Sarah datang memberikan kejutan yang tak terduga untuk Gibran dan juga ayah nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
10
Pak Burhan sendiri merasa gugup, karena bu Meri tidak percaya dengan semua ucapan nya.
"Gawat ini, jangan sampai Meri curiga kalau aku lah yang sudah mencuri semua perhiasan milik nya!" Guman Pak Burhan sambil memijit pelipis nya.
Dreettttt, dreettt, dreeett.
Pak Burhan di kejutkan dengan dering ponsel nya, bergegas dia mengambil benda pipin itu. Dia melihat bahwa yang menelepon nya adalah Gibran.
"Kebetulan sekali, Gibran yang telepon aku!" Ujar Pak Burhan.
Pak Burhan segera menyeret lambang gagang telepon ke atas lalu dia menempelkan benda pilih tersebut ke telinga nya.
"Hallo Gibran!" Sapa pak Burhan.
"Hallo pak, bapak di mana sekarang?" Tanya Gibran dari seberang sana.
"Bapak lagi ada di rumah sekarang, bapak tidak bisa pergi ke rumah bu Siti sekarang. Karena bapak tidak punya uang, ibu mu tidak mau memberikan uang lagi pada bapak!" Pak Burhan mulai mengadukan semua nya pada anak nya.
"Pak, bapak tenang saja. Besok aku akan pulang, aku akan membawa Santi ke rumah kita. Setelah i i aku dan Santi akan meresmikan pernikahan kami pak!" Gibran menceritakan rencana nya pada snag bapak.
"Bagai mana dengan Sarah?" Tanya pak Burhan kemudian.
"Pak, sekarang Sarah sudah mengetahui semua nya. Rencana nya aku dan Sarah akan berpisah, dan akan menikahi Santi secara resmi secepat nya. Tenang saja, jika ibu memberikan aku banyak uang, maka bapak juga akn dapatkan bagian nya!" Gibran berkata pada bapak nya.
"Iya, iya, bapak percaya pada mu. Bapak tunggu kamu di rumah secepat nya!" Jawab pak Burhan dengan senang hati.
Klik.
Panggilan telepon antara ayah dan anak itu pun terputus, pak Burhan sangat senang sekali mendengar ucapan Gibran tadi.
"Bagus lah, jika Gibran dan Sangi akan meresmikan pernikahan mereka. Istri ku pasti akan memberikan banyak uang pada Gibran untuk biaya resepsi itu, dengan begitu aku juga pasti akan mendapatkan uang dalam jumlah besar!" Guman pak Burhan sambil tersenyum.
Sementara itu saat ini bu Meri dan Sarah sedang duduk berdua, merka berada di dalam kamar nya Sarah. Kedua nya tengah membicarakan tentang rencana mereka untuk memberi pelajaran pada ayah dan anak itu.
"Bu, bagai mana jika mas Gibran pulang dan dia pasti akan sangat marah saat melihat ku masih ada di rumah ini!" Sarah berkata pada bu Meri.
"Kamu tenang saja nak, biar ibu yang akan mengurus nya. Ini adalah rumah ibu, dan tidak ada seorang pun yang bisa mengusir mu dari rumah ini!" Bu Meri berkata pada Sarah.
"Terima kasih bu, aku sangat yakin dalam waktu dekat ini mas Gibran pasti akan pulang membawa Santi ke rumah ini!" Sarah berkata pada bu Meri.
"Ibu akan menunggu nya nak, ibu akan memberi pelajaran pada Gibran dan si Jalang itu. Ibu mau lihat, apa yang akan dia lakukan selanjutnya!" Jawab Bu Meri.
Bu Meri sudah tidak sabar lagi menanti kedatangan putra semata wayang nya, putra yang selama ini sudah mengkhianati diri nya dan juga Sarah. Bu Meri sudah bertekad, akan membalas perbuatan suami dan juga anak nya.
Kini bu Meri tahu, kelakuan suka main serong pada diri putra nya menurun dari suami nya. Selama menikah dengan pak Burhan, bu Meri lah yang membiayai semua nya. Karena bu Meri adalah orang yang kaya raya, dia memiliki banyak perkebunan teh dan sawit yang di wariskan oleh orang tua nya.
******
Gibran pulang ke kota dengan mengendarai mobil nya, dia pulang bersama Santi. Mereka hanya datang berdua, Kevin tidak ikut serta dengan mereka.
"Mas, aku gugup banget, aku takut ibu mu tidak bisa menerima hubungan kita!" Santi berkata pada Gibran.
"Kamu tenang saja sayang, ibu ku pasti menerima mu. Karena kamu sudah memberi sesuatu yang tidak bisa di berikan oleh Sarah!" Jawab Gibran sambil mengelus puncak kepala Santi.
"Mas, bagai mana dengan biaya resepsi pernikahan kita nanti nya?" Tanya Santi pada Gibran.
"Jangan risau masalah biaya nya, ibu ku adalah orang kaya. Dia pasti akan memberikan uang untuk biaya resepsi pernikahan kita, aku adalah putra satu - satu nya. Dia tidak akan mungkin menolak keinginan ku!" Ujar Gibran.
"Aku bahagia sekali mas, terima kasih karena telah memilih ku!" Santi bersandar di bahu sang suami.
Gibran sendiri hanya tersenyum, dia tidak sabar lagi untuk tiba di rumah. Selama ini Gibran sengaja menutupi semua nya dari sang ibu, karena dia tahu pasti ibu nya akan membela Sarah. Tapi kini Gibran merasa sang ibu pasti mendukung nya, karena Santi sudah memberi nya cucu, hal yang tidak bisa di berikan oleh Sarah.
"Mas resepsi pernikahan kita nanti di adakan di kampung ya, aku ingin kita mengundang semua orang kampung. Kita harus busa menunjuk kan pada semua orang, bahwa kita adalh orang terkaya di sana!" Santi memberi usul pada Gibran.
"Apapun itu sayang, asal kau bahagia mas ikut saja!" Jawab Gibran sambil tersenyum.
Santi sangat puas sekali, karena Gibran selalu menuruti semua ucapan nya. Santi tidak sabar lagi untuk melakukan pernikahan ulang dengan Gibran, karen dulu mereka berdua hanya menikah siri. Dan kini mereka akan meresmikan pernikahan mereka dengan mengadakan pesta resepsi mewah.
"Aku bahagia mas, akhir nya Sarah sadar diri akan siapa diri nya. Awal nya aku takut, dia akan menolak untuk mundur. Tapi sekarang dia sudah mundur dengan sendiri nya, tanpa aku melakukan apa - apa!" Santi berkata dengan bangga.
"Lagi pula, kalaupun dia tidak mau mundur. Aku sendiri yang akan mengusir nya, selama ini aku bertahan dengan nya agar ada yang merawat orang tua ku!" Gibran kembali berucap.
"Mas, setelah menikah nanti kita akan tinggal di kota kan?" Tanya Santi lagi.
"Tentu saja sayang, aku akan segera mengurus surat mutasi ku agar bisa kembali ke kota!" Jawab Gibran sambil mengangguk kan kepala nya.
"Kita akan tinggal di rumah orang tua mu, kan?" Kembali Santi mengajukan pertanyaan.
"Iya sayang, rumah itu di wariskan pada ku karena aku lah satu - satu nya putra mereka. Kau akan menjadi nyonya di rumah itu!" Gibran berkata dengan percaya diri.
"Mas, aku sudah tidak sabar lagi menunggu waktu itu tiba!" Ucap Santi.
Gibran juga tersenyum mendengar nya, kini dia merasa hidup nya sudah sempurna. Dia memiliki istri yang cantik dan lembut seperti Santi, dia juga telah memiliki putra sebagai penerus keturunan nya. Gibran sendiri tidak menyadari bahwa sesuatu hal yang besar tengah menunggu nya di depan, sesuatu hal yang tidak pernah dia duga sebelum nya.
gugat cerai saja Pak Burhan. Depan tanpa sepeserpun di kasih harta. Hidup numpang kok ya banyak tingkah