NovelToon NovelToon
CROSSLINE

CROSSLINE

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sci-Fi / Iblis
Popularitas:349
Nilai: 5
Nama Author: Niskala Cakrabuana

Dunia tidak pernah benar-benar dikuasai manusia. Jauh sebelum manusia mengenal sihir, teknologi, atau kekuatan supernatural, dunia telah dihuni oleh Primordial, entitas purba yang merupakan manifestasi dari kekuatan alam dan dunia itu sendiri. Manusia pernah berperang melawan mereka. Untuk bertahan hidup, manusia menciptakan berbagai cara untuk melawan. Sebagian terlahir dengan kekuatan. Sebagian mempelajari sihir. Sebagian mengembangkan alkimia dan teknologi. Dan sebagian lainnya memilih jalan yang seharusnya tidak pernah ditempuh. Dari sejarah panjang itu, lahirlah delapan kekuatan besar: Esper. Magic. Alchemy. Science. Artificial Esper. Mutant. Mafia. Primordial. Mereka tidak saling percaya. Mereka tidak saling menyukai. Dan beberapa bahkan saling membenci. Namun ketika ancaman Primordial kembali meningkat, para Alchemist memaksa berbagai pihak untuk membentuk sebuah gencatan senjata bernama Peace Faction. Lima orang kemudian dipertemukan. Dafa, Artificial Esper dengan kemampuan Nullification yang tidak dapat dipahami. Alicia, Pure Esper tingkat Infinity yang kekuatannya berasal dari rasi bintang. Sirhan, Magician pengguna Dark Magic yang bahkan ditakuti oleh kaumnya sendiri. Raga, Mutant tingkat Rare dengan tubuh yang mampu berevolusi hingga menjadi sekeras berlian. Dan Nerissa, seorang Alchemist yang menjadi penghubung di antara mereka. Mereka seharusnya bekerja sama. Masalahnya, tidak ada seorang pun yang benar-benar datang untuk berdamai. Ada yang ingin membuktikan bahwa kaumnya adalah yang paling unggul. Ada yang ingin membalas dendam. Ada yang menyembunyikan tujuan sebenarnya. Dan ada manusia yang sejak awal memanfaatkan kekacauan ini untuk sesuatu yang jauh lebih besar. Karena perang melawan Primordial mungkin bukan satu-satunya perang yang sedang berlangsung. Di CROSSLINE, musuh tidak selalu berada di seberang garis. Kadang, mereka berdiri tepat di sampingmu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Niskala Cakrabuana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

AN OLD SISTER

Setelah beberapa waktu, suasana di ruang perawatan mulai kembali tenang. Mikael masih tertidur di atas tempat tidur setelah mendapatkan penanganan dari Nerissa dan beberapa Alchemist lainnya.

Dafa duduk di kursi yang berada tidak jauh dari tempat tidur. Ia sesekali melihat kondisi Mikael, memastikan temannya itu masih baik-baik saja.

Nerissa masuk kembali ke ruangan sambil membawa dua cangkir minuman hangat. Ia meletakkan salah satunya di hadapan Dafa.

“Minum.”

Dafa mengangkat pandangan. “Terima kasih.”

Nerissa kemudian duduk di kursi di sebelahnya.

Beberapa saat mereka hanya diam. Tidak ada pembicaraan mengenai Scientists ataupun Artificial Esper. Untuk sementara, keduanya hanya menikmati suasana ruangan yang tenang.

“Kalian masih sering berpindah-pindah?” tanya Nerissa.

“Masih. Tidak banyak tempat yang bisa kami tinggali terlalu lama.”

Nerissa mengangguk. “Kedengarannya melelahkan.”

“Kami sudah terbiasa.”

“Kamu selalu bilang begitu.”

Dafa tersenyum kecil.

Nerissa menatapnya sebentar. “Bagaimana kehidupanmu sekarang?”

Dafa terdiam sejenak sebelum menjawab. “Tidak terlalu berbeda. Hanya lebih banyak masalah.”

Nerissa tertawa kecil. “Dari dulu memang begitu.”

Dafa menoleh kepadanya. “Kak Nerissa masih sama saja.”

“Dalam hal apa?”

“Masih suka mengurus orang lain.”

Nerissa tersenyum. “Kalau bukan aku, siapa yang akan mengurus kalian?”

Dafa tidak langsung menjawab. Ia menatap cangkir di tangannya. “Makanya aku selalu datang ke sini.”

Nerissa menoleh. “Karena kamu tahu kami akan membantu?”

Dafa mengangguk. “Dan karena aku sudah menganggap Kak Nerissa seperti kakakku sendiri.”

Nerissa terdiam sebentar, lalu tersenyum hangat. “Kamu baru mengatakan itu sekarang?”

Dafa mengangkat bahu. “Aku tidak pernah terpikir untuk mengatakannya secara langsung.”

“Dasar.” Nerissa kembali menatap Mikael yang sedang tertidur. “Kalian sudah melewati banyak hal bersama, ya?”

“Lumayan.”

“Kamu masih sering mengkhawatirkan mereka?”

Dafa terdiam sebentar. “Setiap hari, bagiku mereka bukan hanya teman seperjuangan.”

Nerissa tidak mengatakan apa-apa lagi. Ia hanya menepuk pelan bahu Dafa. “Kalau begitu, jangan terlalu banyak memikul semuanya sendiri.”

Dafa menoleh kepadanya. “Aku tahu.”

Obrolan mereka kembali berhenti. Dari luar ruangan, terdengar suara aktivitas warga Alchemy Village yang mulai kembali memenuhi jalan.

Untuk beberapa saat, Dafa bisa melupakan pengejaran Scientists dan berbagai masalah yang selama ini mengikuti dirinya.

Di tempat itu, ia tidak harus menjadi pemimpin Artificial Esper.

Ia hanya Dafa, seorang anak yang sedang berbicara dengan seseorang yang sudah lama ia anggap seperti kakaknya.

Pintu ruangan kembali terbuka.

Valerian masuk dengan langkah tenang. Pandangannya langsung tertuju pada Mikael yang masih terbaring di atas tempat tidur. Kondisinya sudah lebih baik setelah mendapatkan perawatan, meskipun beberapa luka masih harus dipulihkan.

“Bagaimana kondisinya?” tanya Valerian.

Nerissa berdiri dan memeriksa Mikael sebentar. “Sudah lebih stabil. Dia hanya membutuhkan waktu untuk memulihkan tubuhnya.”

Valerian mengangguk. Ia mendekati tempat tidur dan memperhatikan Mikael yang masih tertidur. “Kasihan anak itu.”

Dafa yang duduk di dekatnya menatap Valerian. “Dia akan baik-baik saja, kan?”

“Kalau tidak ada komplikasi, seharusnya begitu.”

Dafa menghela napas lega.

Valerian kemudian menarik sebuah kursi dan duduk tidak jauh dari Dafa. “Artificial Esper semakin sulit mendapatkan tempat yang aman.”

Dafa terdiam.

“Kalian terus diburu Scientists,” lanjut Valerian. “Bahkan untuk mencari tempat tinggal saja kalian harus berpindah-pindah.”

“Kami sudah terbiasa.”

Valerian menatap Dafa. “Jangan terlalu terbiasa dengan keadaan seperti itu.”

Dafa hanya tersenyum kecil.

Nerissa kembali duduk di dekat mereka. “Kamu sudah dapat info penyebab bagaimana Mikael bisa bertemu dengan pengejar dari Scientists?”

“Belum,” jawab Dafa. “Aku juga belum mendapatkan informasi lengkap.”

Valerian mengangguk pelan. “Aku berharap kami bisa membantu kalian lebih banyak.”

Dafa menoleh kepadanya. “Kalian sudah terlalu banyak membantu kami.”

“Merawat yang terluka bukan berarti kami bisa menyelesaikan masalah kalian.”

Dafa terdiam sejenak. “Aku tahu.”

Valerian menyandarkan tubuhnya pada kursi. “Alchemy Village bisa menjadi tempat berlindung sementara. Selama kalian berada di sini, tidak ada faksi yang boleh melakukan kekerasan. Tapi aku tidak bisa menjamin tempat ini akan tetap aman jika suatu hari perang sampai terjadi.”

Dafa mengangguk. “Itu sudah lebih dari cukup.”

Valerian menatapnya beberapa saat, kemudian tersenyum tipis. “Kamu selalu mengatakan itu.”

Dafa ikut tersenyum.

Nerissa memperhatikan keduanya tanpa mengatakan apa-apa. Suasana di ruangan kembali tenang, hanya terdengar suara napas Mikael yang masih tertidur.

Valerian kemudian kembali memandangnya. “Semoga suatu hari nanti kalian tidak perlu terus hidup seperti ini.”

Dafa tidak menjawab. Ia hanya menatap Mikael yang masih terbaring di hadapannya.

Untuk saat ini, setidaknya mereka masih memiliki tempat untuk beristirahat.

Keesokan paginya, suasana Alchemy Village kembali dipenuhi aktivitas warga. Toko-toko mulai dibuka, beberapa tabib menerima pasien, sementara para Alchemist kembali melanjutkan penelitian mereka.

Di salah satu ruangan, Mikael sudah bisa duduk di atas tempat tidur. Kondisinya terlihat jauh lebih baik dibandingkan hari sebelumnya, meskipun beberapa luka masih belum sepenuhnya pulih.

Dafa berdiri di dekat pintu sambil mengenakan kembali hoodie-nya. “Aku akan pergi sekarang.”

Mikael menoleh. “Kamu mau ke mana?”

“Ada beberapa hal yang harus aku urus.”

Mikael mengangguk pelan.

Dafa kemudian melihat ke arah Nerissa yang sedang memeriksa beberapa ramuan di meja.

“Tolong jaga Mikael untuk beberapa hari ke depan.”

Nerissa menoleh. “Tenang saja. Dia masih belum boleh terlalu banyak bergerak.”

Mikael langsung menyela, “Aku bisa menjaga diriku sendiri.”

Nerissa menatapnya. “Kemarin kamu bahkan kesulitan berdiri.”

Mikael terdiam.

Dafa tersenyum kecil. “Dengar saja apa kata Kak Nerissa.”

Mikael menghela napas. “Baiklah.”

Dafa kemudian berjalan keluar ruangan. Namun sebelum meninggalkan bangunan, Valerian menghentikannya.

“Tunggu sebentar.”

Valerian membawa sebuah kantong kecil dan menyerahkannya kepada Dafa. “Apa ini?”

“Beberapa ramuan obat. Bawa ini bersamamu.”

Dafa membuka kantong tersebut. Beberapa botol kecil tersusun rapi di dalamnya. “Untuk apa sebanyak ini?”

“Dengan keadaan kalian yang sering berpindah-pindah, lebih baik kalian punya persediaan sendiri.”

Dafa menatap botol-botol tersebut sebentar. “Tidak perlu repot-repot, kami bisa ke sini kapan saja.”

Valerian tersenyum tipis. “Aku tahu. Tapi tetap bawa ini untuk pertolongan pertama.”

Dafa akhirnya memasukkan kantong tersebut ke dalam tasnya. “Terima kasih banyak.”

Valerian mengangguk. “Jaga dirimu.”

Dafa kemudian berjalan meninggalkan bangunan.

Dari dalam ruangan, Nerissa memperhatikannya melalui pintu yang terbuka.

“Dia memang selalu begitu,” ujar Nerissa.

Valerian berdiri di sampingnya. “Sepertinya dia tidak banyak berubah sejak pertama kali kita bertemu dengannya.”

Nerissa tersenyum kecil.

Di luar, Dafa berjalan menyusuri jalan utama Alchemy Village sebelum akhirnya meninggalkan desa tersebut.

Sementara itu, Mikael masih harus tinggal beberapa hari di sana sampai kondisinya benar-benar pulih.

1
Niskala Cakrabuana
Gasssd
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!