perjuangan seorang gadis yang merantau ke kota,dan hampir di lecehkan oleh pacar sendiri,hingga akhirnya dia di selamatkan oleh seorang pemuda. apakah meraka bisa menjalin kasih?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DP aja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab10
Sedangkan di rumah aisyah kakaknya dani,farid berlari mencari bundanya sambil membawa hp milik bundanya yang menyala pertanda ada panggilan masuk.
"Bunda bunda,nenek telfon,"sambil mengulurkan hp bundanya yang masih menyala.
Aisyah tampak berbalik dan menghadap ke arah putranya.
"Mana sayang." jawab aisyah ke putranya,lalu menggeser ikon hijau tanda terima telfon.
"Assalamualaikum buk"jawab aisyah setelah sebelumnya melihat nama ibunya di layar.
"Waalaikumsalam, mbak,mbak nanti makan malam usahakan makan ke rumah ya sama ilyas dan farid,soalnya nanti malam dani mau mengenalkan calonnya ke rumah." terang bu fatimah kepada anak sulungnya.
Aisyah tampak berbinar ketika mendengar bahwa adiknya akan memperkenalkan pacarnya ke keluarga, karena memang adiknya itu paling susah kalau ingin di kenalkan dengan seorang gadis.
"Iya bu nanti saya bilang mas ilyas,kelihatanya bisa,soalnya malam ini ndak ada jadwal ngisi keluar sih." jawab aisyah
Mendengar itu bu Fatimah tampak berbinar karena setidaknya nanti semua keluarga bisa berkumpul.
"Oya gimana cucu nenek yang ganteng?lagi ngapain dia?" tanya bu Fatimah kepada anaknya
"Biasa bu lagi mainan di kolam ikan." jawab Aisyah sambil melihat ke arah kolam ikan.
"Yaudah kalau gitu salam buat anak dan suamimu,di tunggu nanti malam assalamualaikum."
"Iya bu waalaikum salam."lalu aisyah menutup telfon bersamaan ilyas suami aisyah datang dan mengucap salam.
"Assalamualaikum,wah serius amat bun telfonnya?telfon siapa sih?" tanya ilyas sambil menghampiri istrinya.
Kembali Aisyah berbalik ke arah belakang dan kali ini nampak sosok suaminya.
"Waalaikumsalam," jawab aisyah sambil mencium punggung tangan suaminya dengan takzim.
"Ibu mas,nanti malam mengundang kita makan malam,karena om dani mau mengenalkan calonnya katanya,oya ibu titip salam buat mas." jawab Aisyah kepada suaminya.
"Waalaikumsalam,oya itu om dani bener udah mau serius?" jawab ilyas.
"Iya katanya,tapi seperti apa ya ceweknya?"
"Ya kita percaya dani aja,dia ndak mungkin salah pilih,paling sebelum serius udah di selidiki dulu sama dani dan giyo,soalnya tau sendiri tu anak modelnya gimana?"
"Iya sih."balas aisyah.
"Oya bun yang undangan ke desa xxx om dani bisa kan?soalnya kemarin panitianya menghubungi lagi ke ayah,tapi ayah sampaikan kalau yang ngisi bukan ayah tapi adik ayah gitu,dan mereka setuju."
"Oh itu,udah tempo hari bunda udah bilang sama om dani dan katanya bisa."
"Yah!tadi pagi pak pardi dan istrinya ke sini mencari ayah,tapi ayah masih di pondok,pas tak tanya perlunya malah nanti ayah udah tau katanya,memang ada apa sih?"tambah aisyah penuh tanya.
"Oh ,itu pak pardi meminta tolong ke ayah membujuk dani untuk investasi ke perusahaannya,dan sekalian mau menjodohkan anaknya zahra sama dani." jelas ilyas.
Seketika Aisyah terkejut, dia takut kalau suaminya malah main jodoh menjodohkan adiknya.
"Trus ayah bilang apa?kan sekarang dani sudah punya calon sendiri."
"Ayah tidak janji,soalnya semua itu hak dani,selama tidak menyimpang,tapi ayah sudah bicara sama dani,dan perusahaan pak pardi menurut dani dan giyo udah tidak sehat,juga tidak prospek,tapi dani maunya membeli 60%saham perusahaan itu,biar dani bisa menyelamatkan perusahaan dengan caranya,makanya pak pardi kekeh mau menjodohkan dengan anaknya,tapi dani tidak tertarik dengan anaknya." jelas ilyas panjang lebar.
*******
Sementara itu di desa xxx,tepatnya di desa asal asri setelah sholat dzuhur pak arjo di panggil tetangganya pak sukri.
"Pak.pak arjo," panggil pak sukri sembari mengejar pak arjo.
Seketika pak Arjo menoleh ke arah pak Sukri
"Ya pak sukri,oya gimana jadinya psk kyai ilyas bisa ndak?" jawab pak arjo sambil duduk di teras masjid.
Setelah mereka duduk bersama baru pak Sukri menjelaskan.
"Itu dia pak arjo,tolong dampaikan sepupu pak arjo,kalau kyai ilyas kadung ada jadwal di hari yang sama,tapi kalau mau adik beliau bisa menggantikan."
Pak Arjo tampak terdiam sejenak sambil berfikir dan menimbang nimbang.
"Emm,kalau menurut saya sih ndak papa,soalnya kalau yang merekomendasikan kyai ilyas berati beliau sudah tau kapasitasnya."
"Iya pak,jadi gimana?"
"Yaudah nanti saya kabarkan,tapi tolong sampaikan kalau adik kyai ilyas juga ndak papa." tambah pak arjo.ya mereka adalah pak arjo ayah dari asri dan tetangga,pak arjo sendiri di minta saudara kampung sebelah untuk mencarikan ulama untuk mengisi acara pengajian pada pernikahan anaknya,pak arjo sendiri juga belum tau kyai ilyas,jadi meminta tetangganya.
******
Sore hari pada jam pulang kerja dani sudah menunggu asri di depan toko,ya dani tadi pulang agak awal jadi bisa jemput asri.
"Sri aku duluan ya."pamit yuni pada asri yang berjalan bersisian dengannya.
Asri tampak menoleh ke arah sahabatnya, karena dia heran yang tiba tiba ingin pulang duluan.
"Loh,kok duluan?trus aku kamu tinggal gitu?tega bener temen satu ini."
"Heh,kalau gue ndak duluan trus gue jadi obat nyamuk gitu?noh sang pangeran berkuda dah nunggu." jawab yuni sambil menunjuk keberadaan dani dengan dagunya.
Mendengar perkataan dari sahabatnya, Asri langsung mengikuti arah pandang dari Yuni. Dan ketika dia melihat keberadaan sang kekasih, tampak bola matanya langsung melotot, pasalnya tadi Dani bilang akan menjemput di tempat kost.
"Hah,mas dani di sini?katanya kan njemputnya nanti di kosan."gumam Asri ."he yun mas dani bukan pangeran berkuda ya,tapi pangeran berkuda besi tau." jawab asri dengan berbinar,karena di jemput pujaan hati.
Asri segera berjalan menghampiri Dani.
"Loh mas dani kok jemput sekarang?katanya habis maghrib," tanya asri setelah berada di dekat dani.
Dani tersenyum ke arah kekasihnya, senyum yang sangat memabukkan bagi Asri.
"Acara berubah,kamu di suruh ibu langsung kesana aja,takutnya nanti kemaleman."
"Lah kan aku belum mandi ganti baju juga,ni baju udah bau kena keringet juga." ucap Asri sambil mencium bau badannya.
"gampang itu,kita mampir beli baju sekalian."
"Ndak usah mas,yaudah sekarang anter ke kosan,aku biar mandi sama ganti baju sekalian ya."
"Yasudah lah yuk gas."
"Oke." jawab asri lalu naik keboncengan motor dani dan menuju kos asri dulu.tanpa di sadari andi melihat itu mengepalkan tangannya menahan marah.
Setelah sampai di kos asri turun lalu masuk ke kos dan mandi,sedang dani menunggu di depan kamar asri.
"Lo katanya tadi langsung,kok pulang kos dulu?" tanya yuni yang melihat dani duduk di depan kamar asri.
"Iya mbak yun,tadi asri di ajak langsung ndak mau mau mandi ama ganti baju dulu." jawab Dani sambil tersenyum sopan.
"Oh.dan tolong gue titip asri ya,jangan sampai lo sakiti dia,kalau sampai itu terjadi jangan harap gue maafin lo,gue cari sampai lobang semut."kata yuni tegas.
Dani sangat kaget saat mendengar peringatan dari Yuni.
"Tenang mbak gue cinta ama asri gue ndak akan menyakiti dia.kalau lo nyari gue ke lobang semut,mending gue sembunyi di lobang tikus." jawab dani Dani sambil bercanda.
"Semprul lo.inget ya pesan gue." tambah yuni,tanpa mereka sadari asri berada di belakang pintu dan mendengar semua,dan dia terharu akan sahabatnya yang baik.
"Yuk mas dani berangkat,keburu maghrib." ajak asri ke dani.
"Mau berangkat sri." sahut yuni.
"Iya mbak,takutnya nanti kemaleman,aku berangkat dulu ya mbak."pamit asri pada yuni.
"Iya kalian ati ati,jangan lupa oleh olehnya ya." balas yuni.
"Oke,nanti tak bawain oleh oleh.tapi yang jawab dani." kemudian mereka berangkat.
"Mas kita mampir minimarket dulu beli oleh oleh ya."
"Iya nanti di minimarket depan ya."
"Ok." balas asri.
Lalu sampai di minimarket dani masuk membeli oleh oleh untuk kluarga dani.tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang melihat penuh kemarahan.
"O,jadi ini dan cewek yang membuat lo nolak gue." suara meli mengagetkan Dani dan asri yang kompak menoleh ke sumber suara,dan di sana terlihat wanita cantik dengan mekup tebal dan baju kurang bahan menatap dengan marahnya.
"Maaf mbak meli,ini asri calon istri saya,dan saya ndak mungkin nrima mbak meli karna saya sudah punya calon istri,dan saya sangat mencintainya." jawab dani yang membuat asri tersipu.
"Berarti lo udah siap nganggur?"
"Kita lihat nanti aja mbak,ayo dek." ajak dani.
"Siapa mas?mantan atau salah satu fans mas?" tanya asri setelah motor berjalan.
"Itu salah satu admin di bengkel,dia sepupu pak lutfi." mantan kamu.
"Oh.mas ndak usah bahas lutfi lah."