Leukemia atau kanker darah adalah salah satu penyakit mematikan yang paling di takuti banyak orang di dunia ini. Leukemia juga bukan sekedar penyakit sepele, karena jika seseorang terlambat mengatasinya bisa - bisa akan sulit untuk disembuhkan. Proses pengobatannya pun cukup menguras kantong karena harus rutin melakukan kemoterapi sampai waktu yang telah ditentukan oleh seorang dokter.
Laura Shalsabila adalah seorang siswi cantik dan berprestasi yang harus mengalami nasib malang ini. Laura di vonis mengidap penyakit leukemia ini sejak ia masih duduk di bangku sekolah menengah atas. Namun disaat Laura di vonis mengidap penyakit leukemia secara bersamaan masalah besar datang menghampiri Laura, dimana Laura harus menyimpan perasaan sakit hatinya terhadap Chika sahabatnya sendiri berpacaran dengan seseorang yang ia sayangi.
Akankah Laura mampu melawati hari - hari tersulitnya ini?🤔
Author : Febi Ayeni
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Febi Ayeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 10
"Sorry Ra, gue jadi buat lu sedih!" Ucap Chika sambil menghapus air mata Laura.
"Udah ya kita lupain aja pertanyaan gue tadi! "Lanjut Chika sambil memeluk Laura dari samping.
* * * *
Kini Randy dan Chika sudah mulai dekat sampai - sampai membuat Chika sering gagal fokus.
"Chika, seminggu lagi kita udah kelulusan aja ya ga kerasa ya Chik? Lu mau masuk universitas apa Chik? Ha, UI aja kali ya Chik? " Tanya Laura sambil memainkan ujung pulpennya dan memandang papan tulis dengan tatapan kosong. Chika tak menghiraukan ucapan Laura, Chika sibuk dengan handphone nya sambil tersenyum - senyum sendiri. Kemudian saat Laura sadar Chika tidak mendengarkannya.....
"CHIKA!!!" Teriak Laura sontak membuat Chika kaget.
"Apa Ra? " Jawab Chika terkejut.
"Tau ah, dari tadi gue ngomong, lu malah asik sendiri sama handphone lu!" Celoteh Laura.
"Yaudah tanya aja sama handphone lu, gue ngomong apa tadi! " Lanjut Laura marah.
"Laura, lu kok jadi marah - marahin gue gini sih?" Tanya Chika yang mulai tidak terima dengan kelakuan Laura kepadanya.
"Atau lu lagi PMS ya?" Ejek Chika sambil tersenyum kecil.
"Iya😭😭 perut gue sakit banget! " Jawab Laura sambil merengek.
"Pantes pipi lu makin bengkak, pasti lu banyak makan kan? " Tanya Chika dengan nada menyindir.
"Biarin wek😋" Ucap Laura sambil menjulurkan lidahnya mengejek Chika.
"Gitu dong, jangan marah marah aja! " Ucap Chika sambil mencubit kedua pipi Laura.
"Aduh sakit tau!" Ucap Laura sambil melepaskan tangan Chika dari pipinya.
"Gue toilet dulu ya!" Lanjut Laura sambil berjalan keluar kelas.
"Ngapain ke toilet?" Tanya Chika dan Laura membalikkan badannya.
"Mau absen lah!" Jawab Laura sambil tersenyum.
"Huu, emang lu ya Ra ke toilet aja rajinnya! " Ucap Chika kesal.
Saat Laura berjalan menuju toilet tanpa sengaja ia menabrak seorang Pria dan membuat buku - buku yang Pria itu bawa pun terjatuhkan.
"Sorry sorry gue ga sengaja, nih buku - buku lu! " Ucap Laura sambil memberikan buku - buku itu ke tangan Pria itu. Saat mengambil buku - buku itu sejenak Pria itu terpaku mengingat sesuatu. Laura yang sangat terkejut segera lari ke arah toilet wanita.
"Guu..eee pergi dulu ya!" Ucap Laura tergesa gesa dan berlari ke arah toilet.
"Cewek itu siapa ya? Kok kayaknya gue kenal ya? " Ucap Pria itu penasaran.
"RANDYYY!!! "teriak Chika dari depan pintu kelasnya. Ya Pria itu ialah Randy. Chika pun segera menghampiri Randy yang masih tak memperdulikan panggilannya dan justru asik melihat ke belakang.
"RANDYY!! " Ucap Chika ke telinga kanan Randy. Randy hanya bergumam pelan.
"Cantik! " Gumam Randy.
"Cantik?" Tanya Chika sontak membuat Randy terkejut.
"Maksud kamu siapa?" Tanya Chika penasaran.
"Ya kamu lah, siapa lagi coba kan cuma kamu yang ada di sini!" Jawab Randy sambil mencubit pipi Chika dengan ekspresi gemes.
"Aww sakit tau! " Sahut Chika sambil memegang pipinya.
"Eh kita kok jadi panggil *aku kamu* gitu sih kayak orang pacaran aja!" Ucap Randy dan Chika hanya tersenyum.
"Ikut gue ke lapangan yuk Chik!" Ucap Randy sambil merangkul bahu Chika. Chika pun terkejut tak percaya melihat tangan Randy berada di bahunya. Chika hanya tersenyum malu mengikuti langkah Kaki Randy berjalan.
Randy mau ngapain ya bawa Chika kelapangan?🤔
Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membacanya ya guys. 😉
Terimakasih buat yang udah dukung, like dan komentnya. 😊