NovelToon NovelToon
Cinta Sang Bos Pada Guru Les Anaknya

Cinta Sang Bos Pada Guru Les Anaknya

Status: tamat
Genre:Duda / CEO / Tamat
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Puja Mardika

Aelsana Jamira, mahasiswi cerdas yang baru lulus kuliah, menerima pekerjaan di Hanggara Group tanpa menyadari bahwa atasannya, Raksa Hanggara, adalah ayah dari Langit, anak yang selama ini ia rawat sebagai pengasuh sekaligus guru lesnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puja Mardika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

9

Beberapa hari berturut-turut Sana memakai gaun yang sama untuk wawancara di berbagai perusahaan. Dua hari lalu, wawancara terakhirnya di Metro Grup akhirnya selesai.

Mungkin karena hari pertama itu begitu membekas, atau karena Hanggara Group satu-satunya perusahaan yang presiden direkturnya turun langsung mewawancarai, Sana tetap memutuskan memilih Hanggara Group. Dia sadar alasannya cukup egois, padahal semua perusahaan lain menawarkan syarat yang menggiurkan.

Setelah menolak tawaran perusahaan lain, Sana mengeluarkan kartu nama dari tas kulit kecilnya dengan hati-hati. Kartu itu pemberian Raksa Hanggara.

Dia menarik napas dalam beberapa kali, lalu menekan nomor telepon Raksa. Hatinya campur aduk antara senang dan malu, tapi dia sengaja menjaga suaranya tetap tenang.

"Halo, Pak Raksa! Saya sudah memutuskan bekerja di perusahaan Bapak. Kapan saya bisa...?"

Sana yang tadi berpikir jernih langsung buyar begitu telepon tersambung. Dia buru-buru menyampaikan keputusannya.

Setelah selesai bicara, nada sambung masih berbunyi. Raksa sama sekali belum mengangkat. Sana memarahi dirinya sendiri karena terlalu gugup.

Dia hanya membalas panggilan kerja dari Hanggara Group. Kenapa dia sebegitu terburu-buru? Seakan-akan takut Raksa berubah pikiran dan menolaknya.

Hidungnya berkerut. Dia mendengarkan bunyi tut panjang dari telepon, jari-jarinya mengetuk-ngetuk meja karena gugup.

"Raksa Hanggara."

Akhirnya telepon diangkat. Suara Raksa terdengar dalam dan berwibawa, tapi sepertinya dia tidak tahu bahwa yang menelepon adalah Sana.

"Pak, Pak... Bapak... halo..."

Sana tanpa sadar terbata-bata. Dia berdiri sambil memegang ponsel dengan satu tangan, tangan satunya bertumpu di meja untuk menenangkan diri.

Ada apa dengannya? Ini bukan dirinya sama sekali.

Belum pernah dia begini. Biasanya dia selalu bicara dengan laki-laki secara wajar. Kenapa hanya di depan Raksa dia jadi aneh?

"Aelsana Jamira, kamu sudah memutuskan bekerja di perusahaan saya?" Raksa mengenali suara Sana dan langsung bertanya.

Sebenarnya dia sangat senang menerima telepon itu. Dia sudah punya firasat Sana akan memilih perusahaannya. Tapi tetap saja, mendapati firasatnya terbukti membuat dia lega.

"Iya, Pak! Kapan saya bisa mulai bekerja?" Tarik napas, tarik napas, tetap tenang, tetap tenang.

Setelah beberapa kali tarik napas, suara Sana terdengar lebih percaya diri, walaupun masih terlalu cepat.

"Besok jam sepuluh pagi, lapor ke Pak Satria. Saya akan memberi tahu staf di lantai bawah lebih dulu. Tapi kali ini saya harap kamu datang tepat waktu. Saya tidak suka orang yang tidak menghargai waktu."

Lewat telepon, Raksa menjelaskan singkat. Dia memuji kemampuan Sana dan menyatakan harapannya agar Sana tepat waktu.

"Saya mengerti, Pak. Terima kasih. Selamat siang." Sana buru-buru menutup telepon, karena merasa bicaranya mulai ngawur lagi.

Huft...

Dia menarik napas dalam-dalam untuk meredakan gugupnya yang tidak jelas sebabnya. Lalu dia merebahkan diri di tempat tidur dan menguap.

Besok dia mulai kerja, jadi malam ini harus tidur lebih awal. Dia tidak boleh telat lagi...

Sambil bergumam tidak jelas, Sana tidak peduli bahwa saat itu baru pukul tiga sore. Perlahan dia memejamkan mata.

Mulai besok dia bisa bertemu Raksa setiap hari. Dia penasaran pekerjaan apa yang akan diberikan Raksa kepadanya.

Alangkah enaknya bekerja sambil melihat pria tampan. Akan sempurna kalau dia ditugaskan jadi sekretaris pribadinya.

Tapi itu mustahil. Raksa sudah punya sekretaris kepercayaan yang sangat cakap, Satria. Tidak mungkin dia yang jadi sekretaris pribadinya...

Sambil melamun, Sana tertidur dan mulai bermimpi indah. Di dalam mimpi, Raksa jauh lebih lembut dan sangat perhatian padanya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!