NovelToon NovelToon
Aku Menyelamatkannya, Lalu Menjadi Tawanannya

Aku Menyelamatkannya, Lalu Menjadi Tawanannya

Status: sedang berlangsung
Genre:Dark Romance
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Dijual oleh keluarganya sendiri sejak kecil, Viona Lin tumbuh sebagai pembantu keluarga Jiang. Hidupnya berubah ketika ia dipaksa mendonorkan ginjalnya untuk menyelamatkan Dylan Jiang, pewaris keluarga yang berkuasa.

Mengetahui pengorbanan itu, Dylan membawa Viona pergi dari keluarga Jiang. Namun alih-alih mendapatkan kebebasan, Viona justru terjebak dalam perhatian dan obsesi Dylan yang semakin sulit ia hindari.

Ketika seorang pria bertekad menjadikan dirinya miliknya selamanya, masih bisakah Viona menemukan jalan untuk bebas?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

Sanny melangkah mendekati pintu kamar mandi.

Baru saja tangannya hendak menyentuh gagang pintu—

Klik.

Pintu terbuka lebih dulu.

Dylan keluar dengan mengenakan jubah tidur. Wajahnya terlihat datar, tetapi sorot matanya dingin.

“Ada apa mencariku?” tanyanya. “Dan siapa yang memberimu izin masuk ke kamarku?”

Sanny langsung terkejut.

“K-Kakak... aku hanya ingin memanggilmu untuk sarapan bersama,” jawabnya gugup.

“Walaupun begitu,” ucap Dylan tegas, “bukan berarti kau bisa masuk ke kamar orang tanpa izin. Keluar.”

Sanny menundukkan kepala.

Ia pun segera meninggalkan kamar.

Setelah pintu tertutup, Dylan menoleh ke arah kamar mandi.

“Apa kau berencana bersembunyi di sana selamanya?” tanyanya.

Perlahan, pintu kamar mandi terbuka.

Viona keluar dengan wajah yang masih pucat.

Tatapannya langsung tertuju ke arah pintu, memastikan Sanny benar-benar sudah pergi.

“Pergi kemasi barang-barangmu,” perintah Dylan.

“Kita langsung berangkat.”

Viona ragu sejenak.

“Tuan Muda... Anda tidak sarapan dulu? Mereka sedang menunggu di ruang makan.”

“Aku tidak selera.”

Dylan berjalan menuju lemari pakaiannya, lalu mulai mengganti pakaian.

Viona yang menyadari hal itu langsung memalingkan wajah.

Ia buru-buru keluar dari kamar dengan wajah memerah.

Beberapa menit kemudian.

Viona keluar dari gudang sambil membawa sebuah tas kecil berisi pakaian seadanya.

Belum sempat melangkah jauh—

Plak!

Sebuah tamparan keras mendarat di pipinya.

“Nona...” lirih Viona sambil memegang pipinya yang memerah.

“Sejak tadi aku mencarimu!” bentak Sanny. “Apa kau sudah mati sampai tidak menjawab panggilanku?”

Viona menundukkan kepala.

“Saya sedang di belakang, Nona.”

Sanny mendengus kesal.

“Cepat ke dapur! Siapkan makanan!”

Namun sebelum Viona sempat menjawab—

“Apa kau lupa sesuatu?”

Suara dingin Dylan terdengar dari belakang.

Semua orang langsung menoleh.

Dylan berjalan mendekat dengan kedua tangan di dalam saku celananya.

“Viona sudah menjadi pelayan pribadiku,” ucapnya datar. “Kau tidak berhak memberi perintah kepadanya.”

“Kakak,” protes Sanny, “hari ini ulang tahunku. Sebelum para tamu datang, dia harus membantu di dapur.”

“Kalau hari ini ulang tahunmu,” jawab Dylan tenang, “berarti kau sendiri yang seharusnya menyiapkan semuanya.”

Sanny membelalakkan mata.

“Dan satu lagi. Bibi Ma juga ikut denganku.”

“Apa?” seru Sanny.

“Kalau Bibi Ma juga pergi, lalu bagaimana dengan pesta makan siang nanti?”

“Itu bukan urusanku.”

Jawaban Dylan singkat, tetapi cukup membuat wajah Sanny berubah pucat.

Dylan menggenggam pergelangan tangan Viona, lalu melangkah menuju ruang tamu.

Viona hanya bisa mengikuti di belakangnya dengan kepala tertunduk.

Di ruang tamu, Jay sudah berdiri menunggu.

“Tuan, mobil sudah siap,” lapornya.

Dylan mengangguk pelan.

Saat hendak melangkah keluar, suara Delvin menghentikannya.

“Dylan, kau tidak sarapan dulu?”

“Tidak selera,” jawab Dylan singkat tanpa menoleh.

Pada saat itu, Bibi Ma datang sambil membawa sebuah tas kecil berisi barang-barangnya.

Ia berhenti di depan Delvin dan Moly, lalu membungkukkan badan.

“Tuan, Nyonya... maafkan saya. Saya tidak bisa bekerja di rumah ini lagi.”

“Apa?” Moly langsung berdiri. “Dylan, kenapa kau membawa semua pelayan pergi?”

Tatapannya berubah kesal.

“Kalau kalian pergi, siapa yang akan menyajikan hidangan untuk tamu-tamu yang datang hari ini?”

Dylan tersenyum tipis.

“Ulang tahun putrimu bukan urusanku. Kalau butuh pelayan, cari saja yang baru. Bukankah keluarga Jiang mampu membayar puluhan pelayan?”

Nada suaranya penuh sindiran.

Wajah Moly langsung berubah tidak enak.

“Dylan, kau sengaja ingin mempermalukan keluarga ini?” bentaknya.

Dylan akhirnya menoleh.

“Aku? Aku hanya membawa pelayanku sendiri. Kalau pesta anakmu gagal hanya karena kehilangan dua orang pelayan... berarti pesta itu memang dipersiapkan dengan sangat buruk.”

Moly tidak mampu membalas.

Dylan kembali melangkah menuju pintu.

“Kakak!”

Sanny berlari mengejarnya.

“Kau tidak boleh membawa Bibi Ma pergi! Kalau Bibi Ma pergi, pestaku bisa berantakan. Teman-temanku akan menertawakanku!”

Dylan menghentikan langkahnya sesaat.

Tanpa menoleh, ia berkata dengan nada datar,

“Kalau begitu... belajarlah mengurus pestamu sendiri. Jangan terus bergantung pada orang yang selama ini kau tindas.”

Setelah mengucapkan itu, Dylan tidak memberi kesempatan siapa pun untuk menghentikannya lagi.

Ia berjalan keluar dari mansion bersama Viona.

Jay membawa barang-barang mereka, sementara Bibi Ma mengikuti dari belakang.

Beberapa saat kemudian, mereka tiba di halaman depan.

Mobil hitam mewah telah menunggu dengan mesin yang masih menyala.

Jay segera membukakan pintu belakang.

Dylan lebih dulu masuk, lalu menoleh kepada Viona.

“Masuk.”

Viona masih berdiri ragu.

Ia tanpa sadar menoleh ke arah rumah besar keluarga Jiang.

Di dalam hatinya hanya ada satu pikiran.

"Vivi... semoga mereka tidak benar-benar menghentikan biaya pengobatanmu..."

Dengan perasaan gelisah, Viona akhirnya masuk ke dalam mobil.

Tak lama kemudian, mobil itu perlahan meninggalkan kediaman keluarga Jiang.

Dari teras rumah, Delvin menatap mobil yang semakin menjauh dengan wajah suram.

"Semakin lama Viona berada di sisi Dylan... semakin besar kemungkinan rahasia yang mereka sembunyikan selama ini akan terbongkar," batin Delvin.

1
erviana erastus
sujud syukur aku....selamat atas kehancuran kalian, 👏🏻👏🏻👏🏻
merry
kejam nuga dilan wkkkk adik se ayah pun gk peduli krn perbuatan orgtua yg jdi penghianat dan pelakor,, mntp dil
merry
bnr tu Jay 😆😆klo bls budi cukup ksh uang yg bnykk beres knn ksh saham juga bisa,,, in dr segala bju pun di atur in mah menlebhin seorg suami yg syg bgtt sm istrinya,, pdhl tau sndri bis mu dan vio bukn pasutri pcr juga buknn
erviana erastus
senangnya aku lihat 3 orang ini hancur lebur 🤭
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
sekali kali di buat tersadar krn selama ini g sadar sadar
erviana erastus
sujud syukur aku 🤭 hancur kalian bertiga manusia2 zholim dan serakah
merry
ngs bls perbuatan Bpk mu yg selingkuh buang kmu demi selingkuhn ya,,, blm lg viona dijadiin babu dan gaji
Henny Syafrida Rani
up terus Thor 😍 lagi seru banget ini
erviana erastus
habis kau delvin .... puas aku 🤭
erviana erastus
langsung eksekusi aza dylan terutama si moly ular
erviana erastus
cuma gtu doang mana ngepek buat dua orang ini 😏 lakukan tindakan tegas semisal blokir semua pendonor biar tau rasa tuh plakor....
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
alhamdulillah dylan masih ada di rumah
erviana erastus
asyik semoga mereka berdua di eksekusi dylan ya setidaknya jual ginjal sama hati mereka 🤣
erviana erastus
habis kau pak tua ... beruntung dokternya langsung tlp dylan
merry
penghianat mati matian berjuang demi ank perselingkuhan y sdgk ank kandung y di lwan,,, emng kamprett tu delvin blm tentu sani itu ank mu x bisa jdi dh hamil tu moly
Maria Mariati
delvin masuk jebakan Dylan😁😁😁
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
ooo jelas tidak bisa, dylan sudah mempersiapkan semuanya. viona g bakalan tersentuh lagi sama kalian
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
lapor ke dylan dokter Xu
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
yaAllah jajaran bgt jd orang, semoga dylan bisa mencegah kekejaman keluarga nya ibu tirinya
erviana erastus
kirain bunting ternyata lbh parah moga cepat kealam baka, kau sentuh viona pak tua siap2 umurmu bakalan pendek ayo dylan sikat habis 3 iblis ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!