NovelToon NovelToon
Misteri Penunggu Lantai 4

Misteri Penunggu Lantai 4

Status: tamat
Genre:Teen / Horor / Misteri / Cintapertama / Tamat
Popularitas:120.9k
Nilai: 5
Nama Author: Caroline Gie White

Juna akhirnya mau berhubungan lagi dengan hal gaib yang hampir bertahun-tahun dia coba hindari, karena ada sesosok hantu cewek berseragam, Louise, yang sudah menjadi rahasia umum di SMA Ksatria Negara sering menampakkan dirinya kepada siapapun yang mencoba membicarakan dan mengusiknya.

Pada awalnya Juna tidak mengenali sosok itu sampai pada akhirnya dia mau mendengarkan Louise yang ternyata kakak sepupunya yang tewas ditangan pacarnya.

Dan Juna pun dengan dibantu Ariel, cewek yang bisa membuatnya merasa berani menghadapi Louise, mencoba memecahkan misteri tewasnya Louise, serta mencari dimana jasadnya dikubur.


Jangan lupa utk like, komen (biar aku bisa terus memperbaiki karya aku), dan vote yaaa.. thanks a lot!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Caroline Gie White, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pilihan Juna

Di sekolah, keesokan paginya, Ariel melihat keanehan di Juna. Tumben sekali Tuan Muda yang duduk di sampingnya anteng, tidak rusuh seperti biasanya. Buat Ariel sih ini jarang terjadi, tapi tidak bisa dipungkiri kalau Ariel merasa aneh.

Sejak pagi Juna hanya menyandarkan kepalanya di dinding sampingnya. Mukanya pun terlihat pucat. Waktu istirahat, ia pun tidak beranjak dari posisinya. Ariel menghela nafas lalu keluar dari kelas.

Tidak berapa lama, ia pun kembali namun Juna sudah berubah posisi dengan menelungkupkan kepalanya di meja. Ariel meletakkan sebotol air mineral dan sepotong sandwich yang ia beli di kantin sekolah di dekat Juna. Lalu dengan ragu, ia menepuk pelan bahu Juna.

“Eh, Tuan Muda, kamu kenapa?”

“Jangan ganggu aku.” Hardik Juna galak tanpa merubah posisinya.

“Aku juga malas gangguin kamu, tapi dari pagi aku lihat muka kamu pucat banget, jadi aku beliin sarapan.”

Juna tidak bereaksi lagi. Ariel pun mengangkat bahunya lalu meninggalkan Juna.

Bel masuk pun berbunyi. Ariel sudah duduk di tempatnya sambil melirik Juna yang belum berubah posisi juga. Berikut sarapan yang tadi ia beli. Masih utuh. Sampai Bu Nani, guru pelajaran Bahasa Indonesia masuk, Juna belum mau bangun.

Ariel memberanikan diri untuk membangunkannya namun tidak ada reaksi sama sekali dari Juna. Ariel pun panik lalu memanggil gurunya. Ternyata Juna dinyatakan pingsan di tempat. Menurut saran Bu Nani, Juna lebih baik pulang, jadi Ariel langsung mencari Pak Iyan di parkiran untuk mengabarkan kondisi Juna lalu kembali ke kelas.

“Ariel, kamu temani Juna pulang ya, sekalian jelaskan keadaan Juna ke orang rumahnya.”

“Ta..tapi Bu..” Lah masa aku sih yang ketumpuan?

“Sudah, cepat kamu bereskan buku kamu dan Juna.”

Ariel pasrah. Dengan bantuan beberapa anak cowok berbadan kekar di kelasnya, Juna diangkat menuju mobilnya. Ariel mengekor di belakang mereka lengkap dengan tasnya dan Juna.

“Riel, kamu masuk duluan.” Sahut Jono, sang ketua kelas.

Ariel pun menurut. Ia masuk ke jok belakang dan disusul kemudian Juna yang sedang tidak sadarkan diri. Ariel pun semakin tidak bisa berbuat apa-apa waktu tersadar, kalau alasan ia disuruh masuk duluan, biar ia bisa memangku kepala Juna. Setelah situasi aman terkendali, Pak Iyan langsung tancap gas.

“Dari rumah Juna sudah sakit, Pak?”

Pak Iyan menghela nafas. “Bapak sudah merasa Den Juna sakit, tapi ia kekeuh mau sekolah.”

“Keringatnya banyak banget.” Ariel mengambil tisu dalam tasnya lalu perlahan menyeka keringat di wajah Juna.

Ini anak kalau lagi enggak buat kesal, ternyata ganteng juga.

“Kira-kira ia sakit apa ya, Pak? Soalnya badannya enggak demam.”

“Den Juna sudah lama sekali enggak kaya gini, Neng.”

“Maksud Pak Iyan, Juna punya penyakit?

“Bapak enggak bisa menjelaskan ke Neng Ariel, nanti biar Den Juna sendiri yang cerita ya.”

Ariel hanya bisa terpana waktu pertama kalinya masuk ke lingkungan rumah Juna.

Ternyata beneran tajir banget ini anak. Pantesan itu cewek-cewek pada gila.

Pak Iyan lalu memanggil bala bantuan untuk memindahkan Juna dari dalam mobil ke kamar. Ariel hanya bisa mengikuti Pak Iyan dan seorang security yang menggendong Juna sendirian. Juna pun direbahkan di tempat tidurnya.

“Neng Ariel tunggu sini sebentar ya.” Pak Iyan dengan diikuti si Security keluar dari kamar Juna.

Ariel meletakan tasnya dan Juna lalu menghampiri Juna dan menyelimutinya kemudian memandangi mukanya yang masih terlihat pucat.

Kamu sebenarnya kenapa, Jun?

Tidak berapa lama, Mama dan Samantha masuk ke dalam kamar diikuti 2 orang pelayan dan juga Pak Iyan. Ariel menggeser posisi berdirinya.

“Juna pasti kambuh lagi, Ma.” Samantha duduk di pinggir tempat tidur Juna dan Mama menyeka keringat di keningnya serta mengelus rambut Juna yang tampak klimis karena keringatnya.

Itu pasti Mamanya dan itu.. Ariel memperhatikan Samantha. Pasti kakaknya. Pantas Juna bisa ganteng banget, Mamanya saja cantik banget kaya gitu. Kakaknya juga.

“Nyonya, ini Neng Ariel, temen Den Juna.” Sahut Pak Iyan.

Seperti tersadarkan, Mama dan Samantha lalu menoleh ke Ariel yang berdiri di dekat pintu. Ariel pun tersenyum. Mama pun menghampirinya. “Maaf ya, kamu pasti repot sekali.”

“Enggak sama sekali kok, Tante. Kebetulan saja Juna teman duduk aku.”

“Terima kasih banyak ya, Ariel.” Ujar Mama ramah.

Samantha lalu bangun dari duduk dan ikut menghampiri Ariel. “Aku Samantha, kakaknya si Anak Manja itu.”

Ariel tersenyum sambil menjabat tangan Samantha.

“Seharusnya dia mengenalkan kamu enggak dalam kondisi kaya begini.” Lanjutnya lagi.

Mama pun tertawa perlahan. 2 pelayan tadi pun pergi setelah sigap mengganti baju seragam Juna. Pak Iyan pun menyusul kemudian.

“Riel.. Ariel..” Lirih Juna dalam ketidaksadarannya.

Mama, Samantha dan Ariel pun menoleh ke Juna yang mengigau. Samantha tersenyum lalu menatap Ariel.

“Pasti kamu spesial banget buat Juna, sampai-sampai dia menyebut nama kamu.”

Samantha lalu menghampiri Juna.

“Tapi kita kalau di sekolah sering berantem kok.”

Mama tertawa lalu mengelus rambut Ariel. “Itu yang pasti membuat kamu spesial di matanya.”

Ariel hanya bisa terdiam. Juna pun akhirnya sadar setelah Samantha mencoba membangunkannya. Juna lalu terlihat panik dan ketakutan.

“Kak Sammy, aku takut banget.”

Samantha dengan sigap memeluk Juna yang memang terlihat tegang. Mama pun juga ikut menenangkan Juna yang menyembunyikan kepalanya di pelukan Samantha.

“It’s oke, Jun. Ada Kakak sama Mama.”

“Kenapa Juna enggak dibawa ke dokter saja, Tante?”

“Dokter enggak bisa membantu Juna, Riel.” Jelas Mama singkat. Ia mengelus rambut Juna yang masih memeluk Samantha. “Tapi sepertinya kamu bisa bantu dia.”

“Aku, Tante? Aku bisa bantu apa?”

Mama menatap Ariel sambil tersenyum. “Kalau Juna sudah bersikap aneh seperti yang kamu lihat hari ini, Tante minta tolong, kamu tenangin dia ya, buat dia merasa nyaman dan jangan tinggalin dia sendirian sampai dia benar-benar sadar.”

“Tapi, Tante, kenapa harus aku?”

“Karena aku yakin, cepat atau lambat kamu bakal bisa mengerti penderitaan Juna selama ini.” Timpal Samantha yang masih mencoba menenangkan Juna.

Ariel hanya bisa terdiam. Penderitaan? Penderitaan apa? Juna sakit apa sebenarnya?

Ariel menatap Juna yang tidur. Tadi Mama dan Samantha minta Ariel sementara menemani Juna karena mereka masih ada urusan.

Kayanya dia sudah tenang, apa gue pulang saja ya?

Ariel lalu bangun dari duduknya tapi tiba-tiba tangan Juna menangkap tangannya. Ariel menoleh ke Juna yang masih terpejam.

“Please, jangan tinggalin aku sendirian.” Juna menarik tangan Ariel yang membuat ia duduk di tepi tempat tidur. Juna pun mendekap tangan Ariel. “Please, jangan tinggalin aku sampai aku benar-benar tidur.”

Ariel pun tidak bisa berbuat banyak. Jujur ia kasihan melihat kondisi Juna yang ia sendiri belum tahu pasti ia kenapa. Dibalik sikap isengnya ternyata ia menyimpan rahasia yang mungkin selain keluarganya hanya Ariel yang tahu. Tangan Ariel yang satunya terjulur lalu mengelus bahu Juna.

“Aku bakal disini, kamu enggak usah khawatir.”

To be continued.....

1
Sri Wiludjeng
bagus cerita nya .. cepet selesai gak pake muter2.
Galuh Jennaira
Paling suka klo happy ending /Sob/
Galuh Jennaira
Karma berlaku ya dirga /Angry/
Galuh Jennaira
Juna oh juna /Heart/
Galuh Jennaira
Like pertama utk mu thor..
Dwi Agustina
bagus beneraaaaaan👍👍👍👍👍👍
Càröliné Gie White: Alhamdulilah.. Makasih kak sudah mau baca karya aku..
total 1 replies
Roslinah Minsong
lanjut thor
Càröliné Gie White: Tmakasih kak..
total 1 replies
Ayya Alfahrizy
aduh thor,ga usah pake visual jg x, merinding 😱😱😱😱
Càröliné Gie White: Maaf ya kak.. Biar dapet imajinasi ceritanya.. 🥹😇
total 1 replies
Murni Banty
sangat menarik alur ceritanya.. semangat trus di tunggu novel selanjutnya yg buat merinding
Càröliné Gie White: Tmakasih kak sudah mampir dan baca karya aku..
total 1 replies
Ayano
Dan feelingku makin kuat nih jadinya 😳😳
Ayano
Aku akan anggep Ariel ma Juna cocok

Boleh gak kakak thor?
Càröliné Gie White: Boleh banget..
total 1 replies
Ayano
Boleh gak aku anggep itu kek pertemuan sama calon calon
Ayano
Yang poto terakhir bikin aku shock 😨

Setan beneran itu keknya
Ayano
Kakak thor
Nama Zafrannya bagus ☺☺


Kek nama anime
Ayano
Halo kak diriku ninggalin jejak dulu buat mampir. Nanti mampir berkala. Kalau senggang silahkan mampir
Càröliné Gie White: Hai salam kenal.. Makasih sudah mampir ya 🙏
total 1 replies
Evi mugihartati
cerita seru bgt kon udh tamat sich
Càröliné Gie White: Sedang proses kak 🤗
total 3 replies
Shinta Teja
judulnya "masters of the sun",,,coba aja kamu tonton,Juna!!!
mustaqim jm
Ceritanya gak bertele-tele dengan gaya bahasa yang juga simple.
Sriyani Yani
lanjutkan
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓴𝓮𝓻𝓮𝓷𝓷𝓷𝓷𝓷𝓷𝓷𝓷 𝓬𝓮𝓻𝓲𝓽𝓪𝓷𝔂𝓪 𝓰𝓪𝓴 𝓫𝓮𝓻𝓽𝓮𝓵𝓮" 𝓼𝓪𝔂𝓪 𝓼𝔂𝓾𝓴𝓪👍👍👍👏👏👏😘😘😘
Càröliné Gie White: Tmakasih kak..🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!