NovelToon NovelToon
Istri Gadaian Lingga

Istri Gadaian Lingga

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:3.2M
Nilai: 4.7
Nama Author: Ni R

Bagai mana rasa nya di gadaikan seperti barang? Ya, itu lah aku yang harus rela di gadaikan oleh ayah ku sendiri.

Bukan hanya di gadaikan, aku juga terpaksa menikah dengan laki-laki yang tidak pernah aku cintai. Laki-laki tampan yang menurut ku kasar, ringan tangan bahkan mendengar ucapan nya saja hati ku perih.

Mau tahu cerita nya? Yukk langsung aja baca.

Jangan lupa Vote, Coment and Rate ya terimakasih🙏🙏🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ni R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

09.Menyesal

Lingga begitu kesal bahkan setiap karyawan yang tidak bersalah pun menjadi sasaran kemarahan nya Andra yang melihat bos sekaligus sahabat nya itu hanya bisa menggelengkan kepalanya.

"Lo kenapa? ada masalah apa?" tanya Andra.

"Kesel gue..Alin pergi entah kemana dan sekarang nyokap nyuruh gue buat nyari dia."

"Astaga Lingga ..Lo apain sampai Alin pergi?" Tanya Andra yang tidak percaya "Jangan bilang kalau lo udah nyiksa dia."

.....Lingga hanya diam.

" Lingga lo gak sadar apa Alin menurut gue orang yang baik gak seharus nya lo bersikap seperti itu."

" Gue benci banget lihat wajah nya karena dia hubungan gue dengan Alana semakin rumit dan sekarang Alana malah berkhianat dari gue." Ucap Lingga kesal.

"Bukannya udah biasa lo di khianati Alana dan Lo gak bisa menyalahkan Alin."

"Udah ah..bete gue." melangkah keluar ruangan.

Andra yang melihat Lingga hanya bisa mendengus sikap Lingga yang berubah-ubah sudah biasa di hadapi nya menurut Andra, Lingga orang yang baik meski keras kepala.

Lingga melajukan mobilnya menuju rumah ayah Alin dan sekarang ia sudah berdiri di depan rumah itu Lingga nampak bingung melihat rumah Alin yang tidak terurus, Bu Aini yang melihat Lingga kemudian datang menghampiri nya.

"Nak Lingga ya..?" tegur bu Aini.

"Eh...iya bu saya cari Alin."

"Loh emang nya Alin kemana." tanya Bu Aini penuh selidik.

"Gak sih bu...dari tadi pagi belum pulang jadi saya cari kesini." jawab Lingga bohong.

"Nak Lingga gak tahu kalau rumah ini udah di sita ama rentenir."

Lingga terdiam kemana lagi ia mencari Alin.

"Saya gak tahu bu... Alin gak pernah cerita..ya udah bu kalau gitu saya permisi dulu."

Lingga kemudian pergi sepanjang perjalanan hanya penuh dengan umpatan untuk Alin sambil memukul stir mobil dengan kesal.

tepat setengah bulan Alin menghilang hari ini dia kembali tapi Alin menunggu Lingga keluar rumah untuk dia kembali masuk, tubuh nya semakin kurus wajah nya nampak pucat bahkan untuk berjalan pun agak susah.

Alin menunggu di luar pagar sekitar lima belas menit Alin melihat mobil Lingga yang meninggalkan rumah nya, dengan cepat Alin masuk ke dalam rumah. Berjalan sedikit tertatih-tatih Alin menuju kamar Lingga di letakan nya sebuah amplop yang cukup tebal di atas nakas, di pandang sejenak foto Lingga wajah tampan begitu meneduhkan membuat air mata Alin menetes.

Dengan segera Alin keluar dari kamar Lingga menuju kamar nya dengan cepat ia mengemasi barang-barang nya dan kemudian pergi.

Kini Alin berada di sebuah taman ia bingung harus kemana tak ada satu pun tujuan yang terbesit di otaknya, tapi tiba-tiba saja tubuh Alin ambruk tidak sadarkan diri membuat orang-orang yang melihat nya berlarian menolong Alin.

seorang laki-laki dengan poster tubuh tegap berwajah tampan membawa Alin kerumah sakit. Laki-laki itu dengan sabar menunggu dokter yang menangani Alin keluar dan tak berapa lama dokter pun keluar.

"keluarga pasien." ucap dokter itu.

" Iya dok saya."

" Apa anda suami nya?"

" Sebenarnya bukan Dok, tapi saya mengenali nya."

" Begini ..keadaan pasien sangat mengkhawatirkan karena pasien kehilangan salah satu dari ginjalnya." Jelas dokter

"Apa? bagaimana bisa?" tanya laki-laki itu tidak percaya.

Kemudian Laki-laki itu masuk kedalam ruangan rawat Alin karena Alin sudah di pindahkan jadi dia bisa masuk.

"Apa yang sebenarnya terjadi kenapa kamu seperti ini?" tanya pria itu tanpa jawab.

Tengah malam Alin mulai sadar laki-laki yang membawa Alin ke rumah sakit dengan setia menunggu Alin bangun.

"Kamu.." ucap Alin terkejut " Kok bisa di sini?" tanya nya.

"Iya ini aku..tadi kamu pingsan dan aku membawa mu ke rumah sakit." Jawab Zian

"Terimakasih."lirih Alin.

"Sebenarnya apa yang terjadi kemana suami mu?" tanya Zian sangat penasaran.

Alin hanya diam mendengar pertanyaan Zian wajah nya kembali sedih.

"Maaf...kalau kamu gak mau cerita juga gak apa-apa aku ngerti kok."

"Tidak bukan begitu aku hanya tidak tahu akan mulai dari mana."

Alin akhirnya menceritakan semua masalah yang ia hadapi dengan sesegukan ia mengingat kembali dengan apa yang ia Alami, Zian yang mendengar cerita Alin merasa terkejut dan juga kesal bagaimana bisa Lingga yang ia kenal sejak kecil memperlakukan seorang wanita begitu kasarnya.

" Kamu tenang aja aku pasti bantu kamu."

" Terimakasih mas, kamu adalah orang pertama yang mau berteman dan membantu ku tapi ku mohon jangan beri tahu Lingga kalau kamu bertemu dengan ku."

"Tidak kamu tenang aja, setelah keluar dari rumah sakit kamu bisa tinggal di salah satu apartemen ku dan masalah ginjal aku akan mencarikan pendonor untuk mu."

"Tidak mas...jangan aku tidak mau menyusahkan mu." tolak Alin.

"Kamu tenang aja aku tidak merasa di repot kan."

Kembali ke rumah, Lingga baru saja tiba dan langsung masuk ke rumah nya tiba-tiba tatapan mata nya tertuju dengan amplop tebal di atas nakas. Merasa penasaran Lingga membuka amplop tersebut dan Lingga merasa terkejut melihat isi amplop yang berisikan setumpuk uang dan secarik kertas.

"Mas Lingga maafkan aku yang pergi tanpa memberitahu mu, ini adalah uang untuk membayar hutang ayah dan biaya rumah sakit"

Lingga terduduk bagaimana bisa Alin mendapatkan uang sebanyak itu selama ini Lingga hanya menggertak Alin dan benar saja Lingga mulai merasa menyesal dengan perbuatannya.

Lingga kemudian langsung berlari menuju kamar Alin di lihat nya barang-barang Alin sudah tidak ada di tempat nya dan tidak sengaja Lingga menginjak sebuah buku yang ternyata itu adalah buku harian Alin.

Lingga mengambil buku tersebut dan duduk di tepi tempat tidur di buka nya lembar demi lembar buku harian Alin dan Lingga sadar akan perbuatan nya selama ini ia sangat menyesal berkat dirinya Alin sangat menderita dan jelas saja Lingga mengutuk dirinya sendiri yang bertindak bodoh.

1
ZHANG LINGHE 🥰🥰🥰
🥰🥰🥰
Dyah Oktina
kirain arsen 2thn dah ada adeknya lagi d perut alin...🤭
Dyah Oktina
iya pelan2 dong lingga.. kan brp bulan waktu ngumpul dulu...kamu jahat sama istrimu.. boro2 mau sekamar ..jd maklum aja kla istrimu malu lihat dirimu bertelanjang dada
Dyah Oktina
Luar biasa
Dyah Oktina
😭😭😭😭😭😭😭😭
Azhure
kalau alin amnesia dan lupa sm lingga seru nih, btuh perjuangan lagi dan lagi 😂😂😂
Azhure
begitu baiknya alin, klo aku udah pastingreog kesurupan iblis wktu pertamakali ketemu lingga 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Azhure
kalau aku jadi alin udah ogah sm lingga 🤭🤭🤭 biar aja lingga mo jungkir balik dah bodoamat, tp itu kalau seandainya aku yg di perlakukan seperti itu, berhubung ini novel ya lihat ajalah gimana takdir mereka di tangan author 🤣🤣🤣🤣🤣
Mara
Tamat....kaget ada keluarga squid 😁 maklum belum kenal🤭
Mara
Bacaan ke 3 dari karya mu kak🥰
Kasmiwati P Yusuf
min,alin jgn blik k lingga y..
Kasmiwati P Yusuf
aku ngos2an..aku itu suami menderita tor..atau alin hilang kn aj jd buat kumpa iblis lingga
Kenzi Kenzi
judul e digantos dados sang stalker
Kenzi Kenzi
karma buat lingga,setimpal
Kenzi Kenzi
masih byk rahasia.ternyata
Kenzi Kenzi
oooooo...begono...jdi anak kndung ayah iswan pastinya zian,
Kenzi Kenzi
jgn2 kalian kakak adik...yg terpisahkan......sayangnya ayah alin sdh ga ada
Kenzi Kenzi
apa ya karma buat lingga,....andai zian yg jdi a
suamimu neng,
Kenzi Kenzi
kena karma,tunggu tanggal mainnya
Kenzi Kenzi
kirain udah ngikut budaya barat...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!