Sequel : Burning Passion In Love!
Stefano, Casanova bastard yang sangat dingin. Prioritas utama adalah membalas dendam pada keluarga Weldon.
Dengan 2 saudaranya, Stefano berlayar menjadi seperti Ayahnya. Seorang Mafia kejam dan Pengusaha sukses.
Sebuah taktik keji mengharuskan di antara 3 pria kejam maju untuk menikah dengan Putri Mr Weldon. Alhasil Stefano yang maju untuk menikah dengan gadis baru lulus SMA.
Kisah rumit yaitu : cinta, dendam, benci, pembunuh dan gairah melebur menjadi kesatuan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rose_Crystal 030199, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BPIL2 - The First Night!
Maaf banyak typo's bertebaran dan kesalahan dalam penulisan
🙏🙏🙏
Happy Reading Guy's!
****... • ...****
Queenaia kesusahan menggapai resleting gaun pengantinnya. Menggerutu kecil karena gaun pengantin super mewah ini sangat berat sehingga ia kerepotan.
Stefano baru keluar menyelesaikan masalah. Saat masuk kamar pengantin dia melihat Istrinya tampak lucu. Mengunci pintu lalu melangkah ke arah Queenaia.
"Butuh bantuan?" bisik Stefano tepat di belakang Queenaia.
Queenaia berjengit merasa hembusan napas Stefano. Dia menegang tatkala Suaminya membantu menurunkan resleting pakaiannya.
Stefano meneguk saliva kasar melihat punggung mulus Istrinya. Dia ingin mengusap kulit putih kemerahan yang terlihat halus. Menunduk dalam guna mengecup bahu polos Queenaia dan memberikan usapan di punggung polos Istrinya.
Queenaia tidak mampu menahan diri tatkala Stefano menyentuh punggungnya. Ini pertama kali ada pria menyentuh secara intim. Jika boleh jujur rasanya seperti tersengat listrik ribuan watt.
"Ugh," lenguh Queenaia sontak menyadarkan Stefano.
"Sorry, mandilah dulu."
Stefano merutuki diri pasalnya merasa kurang ajar. Berbalik menuju sofa untuk merebahkan diri.
"Kak," panggil Queenaia menghentikan Stefano.
"Hn."
"Apa Kakak tidak ingin melakukan itu?"
Queenaia berusaha menjadi Istri yang baik. Lagian mereka saling mencintai walau menikah tanpa dikehendaki. Sejatinya sangat malu mengatakan kalimat itu.
Stefano berbalik menghadap Queenaia. Tangan kekarnya terulur untuk mengusap pipi gembul Istrinya.
"Aku tidak ingin merusakmu, Queen. Kita memang Suami dan Istri, tetapi apa kamu siap melakukan itu? Hai, aku memang berengsek tapi ingat ini kamu gadis yang kucintai dan sangat berharga. Aku tidak ingin menyamakan kamu dengan ****** yang tidur denganku."
Stefano tersenyum teduh mengatakan isi hatinya. Menghormati wanita yang dia sayang seperti menghormati Ibunya. Dia memang berengsek, tetapi tidak akan pernah melakukan tindakan hina pada gadisnya.
Queenaia teringat komisaris Demetrius adalah pria berengsek. Banyak wanita kencan dengannya, tetapi apa ini? Kenapa Stefano begitu lembut dan gantle? Rumor ******** itu seperti tidak ada di diri Suaminya.
Stefano tahu betul isi dipikirkan Queenaia. Tersenyum maklum mendapati Istrinya begitu manis dan polos.
"Aku Istrimu, walau kita tidak tahu takdir menyatukan dengan cara aneh. Aku tidak pernah tahu komisaris Demetrius yang berengsek sebaik ini. Kamu seperti orang lain saat ini. Entah kenapa rasanya begitu bahagia mendengar perkataan, Kakak."
"Hn, kamu merubahku dalam waktu menit. Queen, aku merasa seperti diriku yang asli saat ada kamu."
Queenaia membeku saat Stefano memeluk erat. Tubuh mungilnya terasa hangat ketika Suaminya merengkuh posesif.
"Aku tidak terlalu mengenal Kakak. Entah kenapa aku merasa Kakak sangat baik, lembut dan perhatian. Kakak juga menjaga etika dan sopan santun. Apa selama ini Kakak memakai topeng untuk menutup dirimu yang asli?"
Queenaia mendongak menatap mata jade Stefano. Kedua tangan mungilnya melingkar indah di punggung kekar Stefano. Dia heran kenapa Stefano begitu tinggi dan sangat menawan.
"Jangan banyak berpikir, Queen. Aku tidak tahu esok memakai sifat bagaimana."
Stefano meneguk ludah kasar ketika melihat belahan dada Queenaia. Dapat di lihat Istrinya tidak memakai bra. Rasanya Stefano ingin menuntaskan hasrat. Ingin sekali menyentuh tubuh mungil Queenaia.
"Kamu tahu, Kak ... aku yakin kamu pria yang baik seperti awal bertemu dan pertemuan kedua kita. Kakak begitu sopan pada, Queen."
"Bodoh ... mulai sekarang jangan panggil aku Kakak!"
"Lalu, Queen harus memanggil bagaimana?"
"Stefano atau Stef."
"Memang boleh memanggil tidak sopan pada orang lebih tua?"
"Hn, ini Amerika memanggil nama orang lebih tua tidak ada masalah. Jika di Asia baru masalah."
Queenaia tersenyum lebar mendengar perkataan Stefano. Dengan begini dia tidak akan canggung dan formal pada Stefano.
"Aku akan memanggil Stef saja. Stef, aku mencintaimu."
Stefano tersenyum memperlihatkan lesung pipi yang di warisi dari Ibunya. Sungguh imut gadis kecilnya.
"Hn."
"Aku mau mandi dulu."
"Baiklah."
"Anu ... apa benar Kak, ah Stef tidak ingin melakukan itu?"
Queenaia begitu malu akan ucapan. Sungguh dia ingin menenggelamkan diri di sungai Amazon.
"Kamu tahu aku sangat berhasrat tetapi tenang aku bukan pedofilia."
Queenaia jadi ingat jarak usia mereka terpaut sangat jauh. Namun, dia sudah menjadi Istri Stefano dan harus siap melayani kebutuhan Suaminya.
"Kak Stef, jadikan aku wanitamu seutuhnya. Jangan sungkan karena aku milikmu dan hanya milikmu. Kakak bukan pedofilia karena Stefano adalah Suamiku."
"Kamu serius?"
"Sangat serius!"
Stefano mengangkat tubuh Queenaia dengan enteng. Langkah kaki menuju ke bathroom. Mungkin sekarang ini mereka benar-benar akan melakukan hubungan intim.
***
Di bawah guyuran air hangat, Stefano dan Queenaia saling menatap. Mereka masih menggunakan pakaian lengkap dan perlahan pakaian itu lepas.
"Queen," panggil Stefano.
"Iya, Kak."
Queenaia tidak sanggup membuka mata, pasalnya tubuh mereka sama-sama polos tanpa sehelai benang.
"Ayo selesaikan mandi dan melakukan itu di kamar. Jika kamu belum siap, kita tunda malam pertama ini."
Queenaia perlahan membuka mata dan pertama yang dilihat adalah Stefano tersenyum teduh. Jantungnya berdegup gila akibat situasi mendebarkan. Dengan keberanian Queenaia menarik tengkuk Stefano.
Stefano membisu tatkala bibirnya di cium Istri kecilnya. Entah keberanian dari mana Queenaia mampu melakukan itu?
Queenaia melepas ciuman sepihak lalu menunduk dalam agar Stefano tidak melihat wajahnya. Dia tidak boleh lemah karena Stefano adalah Suaminya.
"Sentuh aku, Stef sepuasmu. Jadikan aku wanitamu seutuhnya. Jangan sungkan karena aku milikmu!"
Stefano tersenyum mendengar perkataan Queenaia. Dengan begini dia akan memiliki gadisnya dengan cinta.
Stefano dan Queenaia saling mengusap memberikan sensasi bersama. Awal memang canggung namun semakin lama semakin dekat.
Sabun menyelimuti tubuh mereka dan kini hanya ada keindahan. Polesan make up tebal hilang tersapu air. Kini wajah polos Queenaia sangat cantik nan mengemaskan. Bahkan Stefano tidak mampu berkata melihat Istrinya begitu manis tanpa make up.
Stefano mengangkat tubuh Queenaia menuju kamar. Dan kini inti dari semuanya. Malam pertama akan terjadi.
"See my eyes, Quenaia. I wanted this evening to be a wonderful night unforgettable. I love you so much, Queen!"
"Yeah, make me your full woman, Stef. I want to even be so much worthy. I love you too so much, Stef."
Hingga akhirnya terjadilah malam panas di antara mereka. Stefano yang ahli terus memberikan sensasi baru. Sedangkan Queenaia baru pemula menikmati apa yang di lakukan Suami. Kini malam indah telah menjadikan keduanya bersatu walau akan ada badai.
Di malam pertama Stefano dan Queenaia berharap semoga ada akhir bahagia. Harapan terindah adalah ketika mereka saling memberikan rasa. Tidak ada paksaan melainkan cinta yang melebur menjadi kesatuan. Stefano dan Queenaia hanya ingin bahagia walau rasanya berat dikemudian hari.
sukses
semngt
mksh
keren